
Pun bertemu dengan ibu tercintanya.
"aduh Anak mami udah pulang gimana Sayang naik gunungnya capek nggak...? sambil ibu Acha mengelus rambut sembari mencium kening anaknya tersebut..
"ya gini lah Mah namanya juga naik gunung, ya pasti capek lah mah..
cuman seneng banget Acha bisa naik gunung Baru kali ini kan aja naik gunung rasanya tuh indah banget di sana mah"... sahut acha. "Ya syukurlah kalau gitu, kamu baik-baik aja. Mama juga senang lihat kamu balik lagi.. dari kemarin lama Mama nungguin kamu sayang mama takut kamu kenapa-napa di sana..." ucap mama mengkhawatirkan Acha.
"Ya sudah, Acha mandi sana ya,.. nanti sehabis mandi mama udah nyiapin Acha makan, nanti makan bareng sama mama,.. udah buruan gih.. "kata Mama Acha.
"Mama masak apa Mah..""" tanya Acha..
"biasa sayang masak kesukaan kamu.."jawab mama.
"Ya udah kalau gitu aja mandi dulu ya mah..."
lalu Acha pun pergi mandi Sesampainya di kamar mandi Achapun membuka seluruh pakaiannya terlihat di sana tubuh Acha yang sangat indah rambutnya yang panjang.. air dari shower pun membasahi seluruh tubuh Acha. selesai mandi, Acha langsung menuju ke meja makan dan Sementara itu di sana Ibu Acha sudah menunggunya untuk makan..
ibunya pun mengambilkan piring dan nasi untuk anak tercintanya itu, maklumlah Acha saat ini adalah anak satu-satunya Ibu Indah. yang mana hanya dialah masa depan Ibu indah saat ini. sementara dalam hati ibu Indah dia sudah tidak ingin menikah lagi fokus untuk merawat Acha.
"tahu nggak mah kemarin aku di Gunung tuh ketemu cowok yang dulu ketemu di mall mah waktu malam-malam itu.."Kata Acha bercerita tentang pertemuannya dengan Adi.
__ADS_1
"terus kamu nanya-nanya dong tentang ceweknya yang bernama Icha itu, terus apa kata dia..."sahut Mama Acha.
"dia nggak jawab apa-apa sih Mah cuman dia cerita kalau ceweknya itu dia memiliki seorang adik perempuan masih kelas 3 SD kalau nggak salah..."sahut Acha.
"berarti kemungkinan besar itu Icha Bukan Kakak kamu dong Sayang.."""sahut Ibu Indah.
"ya nggak tahu juga sih Mah, cuma aku udah minta nomor hp-nya jadi bisa sewaktu-waktu aku hubungin dia sih Ma,.. bisa juga katanya kalau aku mau ketemu sama ceweknya itu.. Jawab Acha. "Tapi sayangnya HP Acha jatuh mah
di hutan masuk ke jurang,.. Acha kemarin terpeleset waktu nyebrangin jembatan kecil di hutan, terus Acha Hampir aja jatuh ke jurang .. " untungnya ada tiang jembatan itu ,Acha langsung reflek pegang tiang itu mah dan langsung dibantuin sama temen-temen yang lain.."
Kata Acha bercerita perihal dia akan jatuh waktu di atas gunung siang tadi.
"astaga anak mama terus kamu nggak kenapa-napa sayang,kamu nggak ada yang sakit nggak ada yang luka kan...??
"nggak apa-apa kok mah ..cuma ada lecet sedikit di lutut aja. sama di siku Acha ya karena karena gesekan batu. Itu celana Acha juga robek mah bagian lututnya.."jawab Acha menenangkan ibunya..
"Alhamdulillah ya ampun anak mama syukurlah kamu nggak kenapa-napa sayang..."sahut Mama Acha agak lega melihat kondisi anaknya baik-baik saja.
sambil makan Acha pun terus bercerita tentang kejadian-kejadian yang menimpa rombongan Acha di atas gunung. mamanya pun setia dan menikmati cerita dari anaknya tersebut. dengan sesekali memperlihatkan wajah takut ,khawatir,dan juga merasa seram.
sementara itu terlihat rombongan Adi pun sudah sampai di basecamp mereka. lalu mereka pun terlihat berbenah ada juga beberapa yang mandi. setelah Semua terlihat rapi, Mereka pun menyempatkan diri untuk sekedar ngobrol dan berkumpul di ruangan tengah, tempat mereka biasa ngobrol bareng.
__ADS_1
"Alhamdulillah saya bisa melihat kalian lagi dengan selamat dengan tidak ada kekurangan satu apapun. berangkat 5, pulang pun 5. "".. kata si Bos pawit yang tiba-tiba datang dan menyapa mereka semua.
"hahaha Iya Bos Alhamdulillah kami bisa sampai rumah lagi,..."sahut Mukmin Sambil tertawa.
"Gimana perjalanan kalian lancar kan..?? tanya si Bos..
"Ya begitulah Bos namanya di Gunung suka ada-ada aja yang terjadi.. "sahut Si Adi. "Saya bangga sama kalian sekalian kalian rajin pintar juga Kalian cari uang dan juga pantang menyerah dalam menghadapi suatu hal .sehingga kalian bisa benar-benar selamat sampai rumah semuanya.."... Papar si Bos memuji anak buahnya.
"saya sampai khawatir melihat Kalian tadi pagi di Gunung sana.."ucap sih Bos sambil menatap keseluruhan anak buahnya.
"Loh emangnya si Bos tahu kami ada halangan di Gunung tadi pagi..?? tanya Adi kepada si Bos sambil Muka adik agak terlihat terheran-heran.
"kalau saya nggak tahu ngapain Saya ngomong....?? jawab si Bos.
ternyata si Bos pawit sudah sedari malam sebelum mereka arah pulang sudah memiliki firasat tidak baik terhadap anak-anak buahnya ini. sampai akhirnya si Bos pun bermunajat kepada Allah agar anak-anaknya ini, terlindungi dan selamat sampai kembali ke rumah dengan tidak kekurangan suatu apapun.
mereka semua pun terlihat asyik ngobrol bercerita satu dengan yang lainnya.. bercerita tentang apa yang mereka lihat Selama perjalanan di atas gunung.. dan saat itu mereka bercerita di atas gunung sudah menjadi bahan tertawaan buat mereka. sudah tidak lagi ada rasa seram, sudah tidak lagi ada rasa tegang, dan sudah tidak ada lagi rasa kekhawatiran di dalam hati mereka.
malam pun semakin larut waktu menunjukkan pukul 11.00 malam setelah asik ngobrol, mereka satu persatu pun meninggalkan ruang tengah dan masuk kamar mereka masing-masing. lalu mereka pun langsung tidur Karena merasa kelelahan Setelah turun dari gunung.
Sementara temen-temen Adi tertidur,Malam itu Entah Apa yang Adi Rasakan.dia merasa letih. Namun matanya enggan terpejam. Mata dan Pikiranya Sedang Risau memikirkan Icha kekasihnya. Sudah 2 hari semenjak Ke Gunung, Dia tidak berjumpa dengannya, Karena biasanya pasti satu hari sekali mereka bertemu. dan dalam hati Adipun sebenarnya merasa heran. Kenapa Icha tidak Mau berhubungan lewat Handphone. Padahal kan,sudah menjadi Hal yang Lumrah Untuk pasangan kekasih, untuk sekedar telfon Dan melepaskan Rindu manakala tidak bisa bertemu. Namun Pada Akhirnya, Mata Adipun terpejam,terlarut Dalam Pemikiranya Pada Kekasih nya itu. hingga akhirnya Adi pun terbangun terjaga dari tidurnya, dan seketika itu juga dia langsung teringat pada Acha. karena saking khawatirnya,dan saking kangennya,layaknya orang terkena pelet, dia pun keluar dari rumah lalu mengambil motornya dan bergegas pergi ke rumah Acha malam itu juga.
__ADS_1
sesampainya di rumah Acha, Adi pun memarkirkan motornya di depan pintu gerbang rumah aja dan terlihat di sana pintu gerbangnya terlihat terbuka Tidak seperti biasanya yang selalu terkunci,
lalu Adi perlahan masuk pintu gerbang dan mendekati pintu rumah Acha. seketika itu juga Adi sangat