
Terkejut manakala terlihat dari luar jendela. terlihat seorang laki-laki di dalam rumah Acha, yang berusaha seolah akan memperkosa Acha..
Adi pun panik saat itu langsung saja dia berusaha untuk mendobrak pintu rumah Acha,namun seakan Dia tidak memiliki tenaga dan Adi terus berusaha untuk mendobrak pintu itu, namun lagi-lagi, seakan terasa kaki Adi tidak memiliki tenaga sama sekali.
Hingga sampai akhirnya Adi pun mendengar suara dari temannya Wahid.
"Weh lu apaan sih,.. tidur yang bener napa sih...!!! teriak wahid
Adi pun terkejut dan seketika itu juga Adi terbangun dari tidurnya. dan dengan santainya dia bertanya kepada Wahid.
"eh Hid, lu ngapain Tidur di bawah... tanya Adi sambil agak kebingungan.
"ah kampret lu,.. tidur gua ditendang-tendang emang mimpi Apaan sih lu suek bener..." sahut Wahid Kesal.
"hahaha sorry sorry sorry gua nggak sadar namanya juga orang tidur""".. saut Adi sambil menertawakan temannya itu.
Adi pun yang seharusnya khawatir atas mimpinya dia pun jadi tertawa karena melihat gelagat Wahid yang memang lucu orangnya. dan lalu mereka pun kembali tertidur.
sampailah Di keesokan paginya. seperti hari-hari biasanya mereka semua menyiapkan dagangan mereka masing-masing. setelah briefing pagi dan lain-lain mereka pun telah siap untuk meluncur ke tempat atau ke lokasi mereka biasa berjualan. dan seperti biasa Adi dan avan nongkrong untuk sarapan di warung Ayu ..biasanya mereka hanya berdua, tapi kali ini tiba-tiba Wahid ingin ikut nongkrong di warung itu juga padahal Wahid jarang banget dia makan di warung tersebut. tapi entah nggak tahu kenapa hari itu pengen gabung aja katanya.
sampainya di warung Ayu, atau pacarnya Avan. Mereka pun memesan seperti biasa kopi,gorengan,nasi uduk dan lain-lain.
"eh Van,itu kemarin yang kesurupan di Gunung cantik juga ya".. kata Wahid sambil tangannya meraih gorengan di depannya. "weleh berani ngomongnya di sini.. kenapa kemarin nggak kenalan aja di atas gunung..!? jawab Avan..
"ah lu gila masa gue suruh kenalan sama orang kesurupan..."" sahut Wahid
Lu gimana sih hid,kesurupannya kan malam paginya kan nggak ...nongkrong bareng sama yang satunya tuh lumayan juga itu..." sahut Avan
sementara Ayu yang mendengar percakapan itu langsung saja melotot ke arah Avan...
"ngomong apa barusan kamu Mas, Siapa yang lumayan..!??"".. seru Ayu sambil menatap tajam ke arah Avan tanda dia cemburu.
__ADS_1
"oh enggak sayang itu kok kemarin Wahid di atas gunung katanya ngelihat cewek lumayan.." sahut afan agak gugup sambil ditertawakan oleh kedua temannya..
"kamu kali bukan mas Wahid..".. saut Ayu dengan nada kesal.
"Enggak kok Sayang, aku kan sayang banget sama kamu,.. nggak mungkin lah aku pindah ke lain hati".. gombalan Avan pun keluar.
"Lu kalau mau ngomong sayang-sayangan kayak gitu jangan di sini jangan di depan kami dong ah.. gue jadi ngiri.." potong Adi sambil terus tertawa cekikikan..
lalu sambil sarapan Adi dan Wahid pun menjelaskan perihal kekeliruan antara Affan dan Ayu barusan, dan menceritakan kejadian yang mereka alami di atas gunung. lalu Ayu pun memaklumi hal tersebut, dan mereka pun kembali tertawa kembali bercanda.
setelah selesai sarapan,mereka bertiga pun pencar untuk mencari dan mengais rezeki masing-masing hari itu. kebetulan hari itu cuaca lumayan cukup panas. gang demi gang mereka satroni, Jalan demi Jalan mereka lewati, dan hari itu penghasilan penjualan mereka lumayan besar. hampir seluruh dagangan rombongan Adi dan kawan-kawan bisa terbilang Laris manis.
hingga tidak terasa waktu pun sudah beranjak sore, dan seperti biasa Adi pun menyisakan dagangannya dua buah es untuk Icha dan adiknya di rumah. waktu hampir magrib pun tiba,Adipun saat itu langsung meluncur ke tempat Icha..
Sesampainya di depan rumah Icha, terlihat di dalam sana aja sedang menatap Adi dengan senyum manisnya, sambil menyender di pintu rumahnya.
lalu Adi pun masuk Dan disambut hangat oleh kekasihnya tersebut.
"Iya sayang, sama aku juga ngerasain hal kayak gitu .. aku di gunung pun teringat kamu terus tahu nggak sih..?? sahut Adi sambil mencium kening Icha."Ih lebay banget nggak sih kita..??! Kata Icha.
"hahaha iya ya kayak di sinetron aja... sahut Adi Sambil tertawa.
"Ya udah yuk masuk dulu Sayang,.. ajak Icha sembari menggandeng tangan Adi.
lalu mereka berdua pun duduk di atas sofa tempat biasa mereka bersenda gurau
"Gimana sayang kemarin naik gunungnya asik nggak,tanya Icha.
"asik sih cuma lebih asik lagi kalau ada kamu di situ. sayang banget nggak ada kamu."sambut Adi
"ih gimana sih, ntar kalau ada aku Kamu macam-macam lagi sama aku kan... Emangnya kamu bisa nahan...?? Jawab ICHA sambil tersenyum malu-malu.
__ADS_1
"Iya juga sih ya, tanganku kan suka kelayaban" sahut Adi Sambil tertawa.
"oh ya sayang,kemarin di Gunung aku ketemu orang yang mirip banget sama kamu... dan dia juga mengaku kalau punya kakak namanya Icha dan mirip mukanya sama dia, memangnya kamu punya saudara kembar...?? kata Adi bercerita tentang pengalamannya bertemu dengan Acha.
Mendengar hal itu Icha pun terdiam sejenak sambil terus menatap ke arah Adi. melihat gelagat dari kekasihnya itu agak aneh, lalu Adi pun bertanya.
"Kamu kenapa sih Sayang kok diam aja..!!?? kata Adi
"oh nggak apa-apa kok Sayang nggak nahan...?? Jawab ICHA sambil tersenyum malu-malu.
"Iya juga sih ya, tanganku kan suka kelayaban" sahut Adi Sambil tertawa.
"oh ya sayang,kemarin di Gunung aku ketemu orang yang mirip banget sama kamu... dan dia juga mengaku kalau punya kakak namanya Icha dan mirip mukanya sama dia, memangnya kamu punya saudara kembar...?? kata Adi bercerita tentang pengalamannya bertemu dengan Acha.
Mendengar hal itu Icha pun terdiam sejenak sambil terus menatap ke arah Adi. melihat gelagat dari kekasihnya itu agak aneh, lalu Adi pun bertanya.
"Kamu kenapa sih Sayang kok diam aja..!!?? kata Adi
"oh nggak apa-apa kok Sayang nggak apa-apa.."
"kembaran dari mana Aku nggak punya kembaran kok," sahut Icha dengan tenang.
"oh ya barangkali aja punya... sahur tadi
"Terus kata kamu dia mirip sama aku kan jalan-jalan kau pacaran lagi sama dia di Gunung ya"..?? tanya Icha sambil Mukanya agak terlihat cemberut.
"Ya enggaklah sayangku, cintaku, pujaanku,mana mungkin sih aku bisa duain kamu,.. Saud ati sambil membelai rambut Icha.
Tak lama setelah itu,Adi pun memegang kepala Icha di bagian kanan kiri telinganya, lalu Adi pun mendekatkan bibir Icha dengan Bibir
Maaf semuanya kalo ga nyambung soalnya saya langkahkan kerena ada adegan 18+.tapi saya janji akan membuat cerita yang menarik lagi .yuk mampir di cerita septa rahma dena.di ig septa rahma dena...
__ADS_1