Ternyata Suamiku Kakak Tiri Dari Pacarku

Ternyata Suamiku Kakak Tiri Dari Pacarku
Episode 24


__ADS_3

Andin yang memandangi hadiah yang di beri Andi pun tersenyum bahagia, ia merasa beruntung memiliki Andi, orang yang selalu membuatnya tersenyum dan bahagia.


Setelah puas memandangi hadia yang di beri Andi, Andin pun berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mengganti pakaiannya, setelah selesai Andin pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Keesokan harinya, hari yang menegakan pun tiba, Andin yang telah selesai bersiap-siap itu pun keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri ibu dan bapaknya yang tengah sarapan pagi, Andin pun duduk di samping ibunya, di tengah sarapan ibu Andin pun bertanya kepada Andin.


****Nak hari ini, hari pembagian rapor mu kan? Tanya Ibu.


****Iya Bu, Andin takut Bu.


****Kamu takut kenapa nak?


****Takut prestasi aku menurun Bu.


****Berdoa aja nak, berapa pun juara mu Ibu dan Bapak akan bangga pada mu.


****Makasih ya Bu, Ibu Dan Bapak sudah mendukung Andin dan selalu mendoakan Andin.


****Iya Nak sama-sama.


Di tengah-tengah obrolan mereka ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Andin.


****Assalamualaikum, Andin,,,, panggil seseorang dari luar sana.


****Waalaikumsalam,,,, Sahut Ibu.


****Biar Andin saja Bu yang buka pintunya.


****Baik lah.


Andin pun berjalan mengarah ke pintu, dan langsung memegang hendel pintu, dan di depannya sudah ada seorang pria dengan seragam sekolahnya, siapa lagi kalau bukan Andi.


****Assalamualaikum sayang,,,, sapa Andi.


****Waalaikumsalam,,,, sahut Andin.


****Ayo kita ke sekolah, aku sudah enggak sabar liat siapa yang dapat juara umum dan juara kelas kita.


****Iya, tunggu sebentar aku mau ambil tas ku dulu didalam.


****Oke.


Beberapa menit kemudian Andin pun keluar dengan membawa tas dan sepatunya.


****Ayo jalan.


****Tunggu sebentar mau ikat tali sepatu dulu.


****Oke.


****Bu, pak Andin pergi dulu ya,,,, pamit Andin.


****Iya hati-hati dijalan ya.


****Iya Bu.


Andin dan Andi pun berjalan menuju mobil sampai di depan mobil Andi pun membukakan pintu untuk Andin setelah itu Andin pun masuk dan Andi juga, mobil pun melaju ke arah sekolah beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan gerbang sekolah mereka dan mereka pun turun terlihat tiga sahabat mereka sudah menunggu mereka di depan gerbang, Andi dan Andin pun berjalan ke arah tiga sahabatnya dan Andin pun langsung menyapa sahabatnya itu.

__ADS_1


****Assalamu’alaikum sahabat ku tercinta,,,, Sapa Andin.


****Waalaikumsalam, Andin,,,, sahut mereka bersamaan.


****Ya udah yuk kita ke kelas,,,,, Ajak Septi.


****Ayok,,,,, sahut mereka bersamaan.


Mereka berlima pun berjalan menuju kelas mereka sesampainya di kelas mereka pun duduk di bangku masing-masing, Dwi yang biasanya berisik hari ini menjadi wanita yang pendiam tidak biasanya ia seperti itu Andin pun berjalan menuju meja Dwi.


****Dwi, kamu kenapa tumben diam? Tanya Andin.


****Hemmz, aku bingung Andin,,, Jawab Dwi.


****Bingung kenapa?


****Nanti aja ya aku cerita, aku mau cerita sama kamu aja, nanti aku ke rumah mu oke,,,,, Bisik Dwi.


****Oke aku tunggu,,,, Sahut Andin pelan.


****Ya udah aku ke bangku ku ya,,,Sambung Andin.


****Oke.


Andin pun berjalan kembali ke tempat duduknya, beberapa menit kemudian bell pun berbunyi, Panggilan kepada seluruh siswa-siswi harap berkumpul terlebih dahulu di lapangan.


****Ayo, kita kelapangan,,,,, ajak Andin.


****Ayo,,,, sahut mereka bersamaan.


Setelah seluruh siswa-siswi berkumpul pak Juna pun melangkah beberapa kali ke depan sambil memegang microphone dan memberikan beberapa pengumuman, setelah itu pak Juna pun memberikan microphone tersebut kepada bapak kepala sekolah setelah menyampaikan sepatah dua patah, microphone tersebut di berikan kembali kepada pak Juna.


Baik lah kita akan mulai pengumuman juaranya dimulai dari kelas 10 terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian sampailah pada kelasnya Andin.


Baiklah selanjutnya kelas 12 IPA¹ untuk juara ke tiga, juara ketiga ini adalah pendatang baru yang berhasil menggeser posisi juara ke tiga yang lama, baiklah juara ke tiga adalah Septi, selamat nak Septi dan silakan untuk maju ke depan.


****Wow, mantap wah hebat banget sep bisa dapat juara ke tiga,,,,, Ucap Fitri heboh.


****Iya, aku sendiri enggak menyangka bisa dapat juara, ya udah aku ke depan dulu,,,,, ujar Septi.


Baiklah kita lanjutkan lagi, kelas 12 IPA¹ ini emang semua hebat-hebat, baiklah untuk juara ke dua adalah ini sangat berat, kami sebagai guru bingung mau menentukan untuk juara dua dan satu ini, karena mereka hanya beda 5 angka saja yang di bagian belakangnya, baiklah untuk juara ke dua adalah Andi Putra Kusumo, Selamat untuk nak Andi dan silakan maju ke depan.


****Wow, gila beda 5 angka aja di belakang wah siapa nih juara satu kelas kita,,,,, ujar Linda.


****Enggak tau aku juga penasaran nih, tapi aku yakin itu pasti Andin, benar enggak Linda,,,,, sahut Dwi.


****Iya deh, kan setiap penaikan kelas dia dapat juara terus, dan juga sering ikut Olimpiade,,,,, sahut Linda.


****Iya benar kata mu Linda,,,,, sahut Dwi lagi.


 ***Baiklah untuk juara pertama adalah siapa? Tanya pak Juna kepada seluruh siswa-siswi.


Andin,,,,,, sahut seluruh siswa dan siswi.


Iya benar Andin, Selamat untuk nak Andin dan silakan maju ke depan***.

__ADS_1


****Tu kan bener Andin yang juara pertamanya, wih selamat iya Andin,,,,, Ucap Dwi.


****Iya makasih ya, kalau gitu aku maju ke depan dulu ya,,,, ujar Andin.


****Iya,,,, jawab mereka bersamaan.


Andin pun berjalan ke depan menghampiri Septi dan juga Andi setelah sampai pun ia berbaris di samping Andi.


Baiklah kita akan mengumumkan juara umum untuk juara yang ke tiga adalah Ilma Purwasi dari kelas 10 Ipa¹, yang selanjutnya untuk juara umum ke dua adalah Andi Putra Kusumo dari kelas 12 Ipa1, dan juara umum pertama Andin dari kelas 12 ipa¹, selamat buat siswa dan siswi yang mendapatkan juara umum dan di persilahkan untuk berdiri di samping bapak.


****Wah selamat ya Andin kamu bisa masuk juara umum kembali,,,,, ujar Septi.


****Iya aku enggak nyangkah bisa masuk lagi ke juara umum,,,, Ujar Andin.


****Ya udah sana sayang maju ke depan dekat pak Juna,,,,, ujar Andi.


****Ya udah aku ke sana dulu,,,,, sahut Andin.


****Iya,,,,, Jawab mereka bersamaan.


Andin pun berjalan ke arah pak Juna dan berdiri di samping Andi.


Baiklah di persilahkan Bapak Zainuddin MM untuk maju ke depan dan memberikan hadiah bagi siswa yang berprestasi ini,,,,,, Ucap Pak Juna.


Setelah memberikan hadiah kepada juara umum dan berfoto Andin, Andi dan siswi pun kembali ke tempatnya masing-masing.


Baiklah untuk para siswa-siswi silakan menuju kelas kalian masing-masing, di sana kalian akan mengambil rapor kalian.


Cukup sekian dan terima kasih.


Seluruh siswa-siswi pun menuju ke kelas mereka masing-masing Dwi dan Linda pun menghampiri mereka.


***Wah, bagi-bagi hadiahnya tu,,,,,, Ucap Dwi.


****Ye, elah yang ini datang-datang langsung minta hadiahnya,,,,, Sahut Septi.


****Ya, kan aku enggak pernah merasakan di kasih hadiah terus di ajak foto kayak Andin,,,,, Ucap Dwi lagi dengan nada sendu.


****Ya, udah nanti aku buka deh hadiahnya pas kita udah di kelas, ayo lah kita ke kelas dulu panas ini,,,,, Ujar Andin.


****Ya udah ayooo,,,,, Jawab mereka bersamaan.


Mereka berlima pun berjalan menuju kelas mereka, sesampainya di kelas mereka pun duduk di bangku masing-masing. Beberapa menit kemudian wali kelas mereka pun datang membawa rapor dan juga hadiah untuk siswa dan siswi yang berprestasi.


Baiklah anak-anak ibu hari ini ibu kan membagikan rapor kalian dan ibu juga memberikan kalian hadiah sebagai kenangan-kenangan dari ibu karena ibu akan pindah keluar kota untuk ikut suami ibu,,,,,, ujar ibu Luna wali kelas Andin.


****Ya, kan tanggung Bu tanggung, tunggu kita semua lulus aja ya Bu, kita mau foto bareng ibu saat kami sudah enggak di sini lagi,,,,, Sahut Linda dengan sedih. Iya Linda sangat dekat dengan ibu Luna karena ibu Luna pernah membantu Linda pada saat dia hampir di tabrak motor untung pada saat itu ibu Luna langsung menarik Linda kalau tidak sudah tinggal nama mungkin.


Maaf ya sayang ibu enggak bisa karena suami ibu dipindahkan kerja ke luar kota,,,, sahut ibu Luna sedih, karena ia sangat menyayangi seluruh siswa dan siswi nya ini, ia juga beruntung sudah hampir 3 tahun ia menjadi wali kelas mereka.


 


****Iya, Bu tak apa-apa kami mengerti kok sekarang, Bu saran aku kita pergi makan bareng untuk yang terakhir sama ibu gimana? Karena uang yang ada di kas kelas masih banyak Bu,,,, Ujar Naila si bendahara kelas.


****Baiklah terserah kalian, kita pembagian rapor dulu baru kita bicarakan itu lagi oke.


****Oke Bu,,,,, Sahut mereka bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2