Ternyata Suamiku Kakak Tiri Dari Pacarku

Ternyata Suamiku Kakak Tiri Dari Pacarku
Episode 29


__ADS_3

Keesokan harinya pukul 06.30 bapak dan Ibu Andin pun baru bangun dari tidurnya, saat melihat jam mereka pun terkejut jika mereka bangun kesiangan saat mereka keluar dari kamar terlihat Andin yang sedang menyapu rumah sambil bernyanyi, saat Andin melihat ke arah pintu kamar bapak dan ibunya Andin terkejut sekaligus malu di lihat bapak dan ibunya, Andin pun berjalan menuju ke arah bapak dan ibunya sampai di depan bapak dan ibunya Andin pun berkata.


****Selamat pagi, ibu dan bapak,,,,,, sapanya.


*****Pagi juga sayangnya ibu,,,,, sahut ibu.


****hehehe ibu dan bapak ayo sarapan dulu.


****Ayo nak.


Andin, ibu dan bapaknya pun berjalan ke arah meja di mana sudah ada sarapan yang sejak pagi tadi Andin buat.


****Ayo pak bu sarapan.


*****kamu bangun jam berapa Andin? tanya ibu.


*****Seperti biasa bu,,,,, jawab Andin.


*****Maaf ya sayang Ibu bangun kesiangan,,,,, sahut ibu.


*****Iya nggak apa-apa bu.


Setelah itu mereka pun memulai sarapan mereka selesai sarapan Andin pun membereskan meja makan tersebut, setelah selesai membereskan meja Andin pun mengambil rantang yang berisi makanan untuk siang nanti yang akan ia bawa ke ladang, setelah memastikan semuanya rapi dan mematikan listrik Andin pun berjalan keluar rumah menghampiri bapak dan ibunya yang ada di teras.


****Ayo pak, bu kita pergi ke ladang,,,,, ajak Andin.


****Ayo,,,,,,, sahut mereka bersamaan.


Mereka pun berjalan menuju ke ladang yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka, setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka pun sampai di ladang yang luar disana terdapat sayuran dan ada juga buah mangga, rambutan, dan manggis dibawah pohon manggis itu ada sebuah pondok untuk mereka istirahat di sana, mereka pun berjalan ke arah pondok tersebut sebelum memulai aktivitas mereka setelahnya mereka pun memulai pekerjaan mereka di sana.


Sedangkan di sebuah mension yang megah dan mewah terlihat satu orang wanita paruh baya dan dua orang pria paruh baya yang sedang berbicara dengan serius.


****Andres,,,,,, panggil salah satu pria paruh tersebut.


*****Iya, Sucipto,,,,,,,, sahutnya.


****Apa kau masih ingat dengan perjanjian yang kau ajukan empat belas tahun yang lalu? Tanya Sucipto.


****Iya, aku masih ingat,,,,,, Sahut pria yang bernama Andres Pranjaya tersebut.


****Apa kau ingin melanjutkan perjanjian itu? Tanya Sucipto lagi.


****Entah lah aku bingung,,,, sahutnya.


*****Sebaiknya kita lanjutkan saja mas, janji adalah hutang dan juga kalau perjanjian itu tidak dilanjutkan aku takut papa akan kecewa pada kita,,,,,, Sahut wanita paruh baya tersebut yang bernama Sofia Kusumo, yang tak lain tak bukan ibu dari Sandy Pranjaya dan Andi Putra Kusumo.


****Betul apa yang dikatakan Sofia, Andreas jangan buat om Pranjaya kecewa, aku tau om sudah tidak ada lagi di antara kita tapi dia tau semua yang kita lakukan,,,,,,, sahut Sucipto.

__ADS_1


****Kita liat saja nanti Sucipto, Sofia, mungkin gadis itu masih sekolah seperti Andi dan juga aku tidak tau apakah Sandy akan menerima perjodohan ini.


****Aku yakin mas seiring berjalannya waktu, Sandy akan mau dan menerima perjodohan ini.


****Entah lah aku kurang yakin dia mau menerima perjodohan ini.


*****Kita tunggu saja sampai Andi lulus dan setelah itu baru kita datangi keluarga bapak Salman.


*****Iya mungkin seperti itu saja.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar percakapan mereka dari sudut ruangan tamu tersebut tapi setelah percakapan itu selesai pria tersebut pun pergi dari ruangan itu dan berjalan menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.


"Apa yang mereka bicarakan menunggu setelah Andi lulus dan mereka akan berkunjung ke rumah bapak Salman, maksudnya apa coba,,,,, gumam pria tersebut.


Setelah sampai di kamarnya ia pun bergegas ke kamar mandi, setelah beberapa saat kemudian pria tersebut pun keluar dari dalam kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, setelah di rasa kering pria itu pun berjalan menuju ke lemari pakaiannya dan pria tersebut pun langsung memakai pakaiannya, selesai dengan pakaiannya pria itu pun berjalan menuju ke arah kamar adik baru saja sampai di depan pintu kamar adiknya ia pun di panggil oleh mamanya.


****Sandy kamu baru pulang nak,,,,,, panggil Sofia.


****Iya ma,,,,,, sahut Sandy.


****Ya sudah ayo turun adik mu sudah ada di bawah.


****Oh iya ma.


Mereka berdua pun berjalan menuju ke bawah dan mengarah ke ruang tamu di mana sudah ada dua adiknya disana.


****iiihhh kak Sandy gitu.


****hahaha maaf ya, sudah puas liburannya? tanya Sandy.


****Belum sih kak, kak mau tawarin aku liburan kemana lagi?


****Sudah, enggak ada liburan lagi Lara.


***Huh, aku kira dapat liburan gratis lagi.


****Enggak.


****Andi, kamu dari mana nak? tanya Kusumo.


****Paling habis dari dinner pah,,,,,,, Sahut Lara.


*****Eh, diem loh ikut campur aja,,,,,, Sungut Andi kesal.


****Udahlah, kakak aku tahu kok,,,,,,, Sahut Lara lagi.


*****Sudah-sudah kalian ini kalau ketemu ribut aja kerjaannya,,,,, Sahut Sofia.

__ADS_1


****Dia ini mah yang duluan,,,,,, Sungut Andi.


****loh, kan aku cuman bantu jawab aja, apa salah? Sungut Lara kesal.


*****Diam,,,,,,, Bentak Sandy.


Ruang tamu tersebut pun langsung senyap dan sepi tidak ada yang berani mengeluarkan suara lagi, setelah membentak tadi Sandy pun berdiri dan berjalan keluar dari mension tersebut.


Setelah sampai di depan pintu ia pun memutar kembali jalannya untuk masuk ke kamarnya sampai di kamarnya ia pun mengambil kunci mobil dan dompetnya, setelah selesai ia pun keluar dari mension tersebut dan berjalan ke arah mobilnya.


Setelah sampai ia pun melakukan mobilnya keluar dari mension tersebut.


Sedangkan yang berada di ruang tamu tersebut pun saling memandang dan Lara pun membuka suara.


****Kak kita pulang aja yuk,,,,,, Ajak Lara.


****Loh bukannya kalian mau menginap di sini? tanya Andres.


****Lain kali aja ya pa,,,,,, Jawab Lara.


****Oh, iya sudah hati-hati di jalan jangan ngebut Andi.


****Iya pa,,,,, Sahut Andi.


****Kami pergi dulu ya pa,,,,,, izin Lara sambil berjalan menyalami tangan semua orang.


****Iya sayang.


Andi dan Lara pun berjalan keluar dari mension tersebut, setelah sampai di depan mobil tersebut Lara pun langsung bertanya kepada sang kakaknya itu.


****Kak, kenapa kak Sandy seperti itu ya? Tanya Lara.


****Mungkin saja kak Sandy lagi ada masalah Lara,,,,,, Sahut Andi.


****Hm, mungkin kak,,,,,, sahutnya.


****Ya sudah ayo kita pulang,,,,, ajak Andi.


****Ayo kak.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil, setelah memastikan adiknya sudah Andi pun melajukan mobilnya keluar dari mansion tersebut menuju ke mention mereka, baru setengah jalan Lara pun kembali bertanya.


****Kak, mama dan papa enggak pulang? tanya Lara.


*****Enggak, mereka mau menginap di sana dek,,,,,,, jawab Andi.


*****Oh, oke.

__ADS_1


Mobil pun berjalan menuju ke arah mension keluarga Sucipto, beberapa menit kemudian mereka pun sampai di mension tersebut.


__ADS_2