Ternyata Suamiku Kakak Tiri Dari Pacarku

Ternyata Suamiku Kakak Tiri Dari Pacarku
Episode 25


__ADS_3

Baiklah disini ibu memiliki hadiah khusus untuk juara pertama sampai ke sepuluh, bagi siswa yang tidak masuk sepuluh besar tidak apa-apa jangan berkecil hati karena ibu sudah siapkan hadiah untuk kalian semua,,,,,, Ujar Ibu Luna.


Setelah beberapa menit kemudian sampailah kepada juara ke sepuluh.


****Baik untuk juara sepuluh bernama Devita, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya tingkatkan lagi ya.


****Iya Bu,,,,, sahut Devita.


****Untuk selanjutnya juara ke sembilan bernama Wulandari, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya tingkatkan lagi ya.


****Iya Bu, makasih hadiahnya,,,,, Ucap Wulandari.


****Iya, sama-sama sayang.


****Untuk selanjutnya juara ke delapan bernama Elfa, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya tingkatkan lagi ya.


****Makasih Bu.


****Selanjutnya juara ke tujuh bernama mentari, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya tingkatkan lagi ya.


****Makasih Bu.


****Selanjutnya juara ke enam adalah Naila, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya tingkatkan lagi ya.


****Makasih ya Bu, kami semua sayang sama ibu,,,hisk.


****Loh, kok nangis nak, maaf ibu ya sayang.


****Iya, enggak apa-apa kok Bu, makasih sudah mau jadi wali kelas kami selama hampir tiga tahun Bu.


****Iya sama-sama sayang ibu yang malah beruntung bisa jadi wali kelas kalian, udah sana duduk ya nanti kita makan-makan bersama karena tadi ibu sudah izin sama bapak Juna untuk kita pinjam bus sekolah kita.


****wah serius Bu? Tanya Naila.


****Iya sayang, udah duduk nak.


****Iya Bu.


****Selanjutnya juara ke lima bernama Linda, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya tingkatkan lagi ya sayang.


****Iya Bu, makasih,,,, sahut Linda.


****Iya sama-sama sayang.


****Selanjutnya juara ke empat bernama Dwi, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya tingkatkan lagi ya.


****Iya Bu kesayangan kami.


****Selanjutnya juara ke tiga bernama Septi, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya.


****Makasih Bu.


****Iya sama-sama sayang.


****Selanjutnya juara ke dua ini pria sendiri di sepuluh besar ya, bernama Andi Putra Kusumo, silakan maju ke depan nak, ini hadiahnya dan rapornya.


****Makasih ya Bu.


****Iya sama-sama nak.


****Selanjutnya juara pertama ini juara yang tak pernah tergeser kan ya, bernama Andin, silakan maju ke depan nak, ini hadiah dan rapornya sayang.


****Makasih ya Bu, ibu adalah orang tua kedua saya setelah ibu dan bapak saya.


****Iya sayang sama-sama, itu sudah kewajiban ibu.


****Baiklah untuk juara pertama sampai ke sepuluh silakan maju ke depan untuk foto bersama nanti giliran sampai yang terakhir ya,,,,,, Ujar Ibu Luna.


****Okee Bu,,,,, Sahut mereka bersamaan.


Beberapa menit kemudian sesi foto telah selesai.


****Baiklah nak kita akan berangkat sekarang ayo,,,,, Ajak Bu Luna.


****Horeee, ayo Bu,,,, Sahut mereka bersamaan.


Mereka semua pun berjalan ke arah bis yang sedang di periksa keamanannya bisa di pakai atau tidak beberapa menit kemudian Pak Juna pun datang menghampiri mereka yang sudah berkumpul di lapangan.

__ADS_1


****Bu Luna,,,,, Panggil pak Juna.


****Iya, pak apa bisnya bisa di pakai? Tanya Bu Luna.


****Iya bisa Bu,,,,, Jawab pak Juna.


****Baiklah kalau begitu.


****Bapak mau ikut kami? Tanya Naila.


****Apa Bapak diajak? Tanya pak Juna.


****Ayo pak, kami yang terakhir,,,,, Sahut Naila.


****Wah, serius nak.


****Iya pak ayo.


****Iya pak ikut saja uang kas kelas mereka banyak saya saja tidak menyangka kalau uang kas mereka sampai 30 juta.


****Wah, kalian rajin sekali bayar kas ya.


****Iya, pak siapa dulu penagihnya,,,,, sahut Naila.


****Ya, Naila tukang rentenir pak, kalau nagih kas kayak rentenir,,,, sahut Rey, cowok yang kalau bayar kas banyak alasannya.


****Hahaha, kalian ini ada-ada saja, ya sudah ayo kita berangkat,,,,, Ajak pak Juna.


****Ayooo,,,,, Teriak mereka semua.


Mereka semua pun berjalan menuju bis yang sudah terparkir di halaman parkir dan juga ada sopir yang biasanya akan mengantarkan siswa dan siswi yang akan starditur atau pun lomba di sekolah lain.


****Ayo, anak-anak naiknya satu-satu ya,,,,, Ujar Bu Luna.


****Iya Bu,,,,,, sahut mereka bersamaan.


Setelah mereka semua naik bus, bus tersebut pun berjalan menuju ke sebuah mall terbesar di kota N, baru saja mereka berangkat ponsel Andi berbunyi, Andi pun melihat siapa yang meneleponnya dan di layar tersebut tertera nama kakak Sandy, Andi pun langsung mengangkat telepon tersebut.


****Assalamualaikum Kakak,,,,,, Ucap Andi sedikit keras takut Kakaknya tidak mendengarnya.


****Jangan ke sekolah ku Kakak, aku lagi dijalan sama seluruh teman-teman kelas ku karena kami akan makan-makan bersama Bu Luna dan Pak Juna, karena Bu Luna akan pindah ke luar kota,,,,, jelas Andi.


****Oh iya, sudah kamu hati-hati, Kakak tunggu kamu di Villa.


****Iya Kakak, aku tutup dulu teleponnya, assalamualaikum.


****Waalaikumsalam.


Setelah sambungan terputus Andi pun berbincang-bincang dengan teman satu kelasnya yang bernama Rey dan tidak jauh dari Andi, Andin, Dwi, Linda, dan Bu Luna sedang berbincang dan bercerita bernostalgia untuk mengingat momen kebersamaan mereka.


Beberapa menit kemudian bis pun sampai ke mall terbesar di kota N, dan seluruh siswa-siswi pun turun dan berjalan ke arah mall bersama, dan mereka pun mampir ke sebuah restoran yang ada di dalam mall tersebut untuk restoran tersebut agak sepih dan seluruh siswa-siswi bisa duduk di dalam restoran tersebut.


Mereka semua memesan makanan masing-masing, di meja yang agak besar Andin, Linda, Septi, Dwi, Andi, Bu Luna, dan Pak Juna pun duduk bersama dan bercerita tentang cita-cita mereka kepada Bu Luna dan Pak Juna.


Beberapa menit kemudian satu persatu meja mereka semua sudah di antar makannya, setelah semua meja ada makanan masing-masing Naila pun berseru.


****Ayo mari kita makan semuanya,,,,, Serunya.


****Ayo,,,, Sahut mereka semua. Sampai-sampai pengunjung yang ada di sana hanya geleng-geleng kepala.


Mereka semua pun makan dengan hikmat dan sesekali bercerita masa mereka bersekolah dan pada akhir mereka akan melewati ujian terakhir mereka sebelum lulus.


Tak jauh dari mereka ada dua orang pria berjalan ke arah meja yang diduduki oleh rombongan Andin, dan salah satu pria itu pun memanggil Andin.


****Andin,,,,, panggil pria tersebut, Andin dan yang lainnya pun melihat ke arah sumber suara tersebut dan di sana berdiri lah dua orang pria tampan.


****Kakak Jimmy,,,,, Sahut Andin, Ia pun berdiri dan berjalan menghampiri dua pria tersebut.


****Iya, ini Kakak, kamu enggak rindu Kakak hem,,,, ucapnya sambil merentangkan tangannya untuk minta di peluk, dan Andin yang mengerti pun memeluknya.


****Kakak kapan pulang kesini,,,,, ucapnya sambil melepaskan pelukan tersebut.


****Sore kemarin, sebenarnya Kakak mau ke rumah mu tapi takut ganggu kamu.


****Ohhh, ya udah duduk dulu Kakak kita makan-makan,,,,,, Ajak Andin.


****Iya, Kakak duduk di sana aja ya,,,,, Ucapnya sambil menunjuk arah kursi kosong dekat jendela.

__ADS_1


****Iya Kakak.


****Assalamualaikum, Selamat siang pak Juna, masih ingat saya kan,,,,, Sapa Kakak Jimmy.


****Waalaikumsalam, iya saya ingat kamu, apa kabar mu nak? Tanya pak Juna.


****Alhamdulillah sehat pak, kalau begitu saya permisi pak dan silakan lanjutkan makannya maaf mengganggu.


****Oh iya, tidak apa-apa.


Mereka semua pun melanjutkan makan mereka yang sempat tertuduh tadi, setelah semuanya selesai makan Naila pun memberikan saran untuk menonton bioskop bersama.


****Bu, bagaimana kita nonton bioskop? Tanya Naila.


****Tidak usah nak, nanti kita pulang kemalaman, dan lagi pula nanti orang tua kalian mencari kalian, kita keliling mall aja ya? Saran Bu Luna.


****Iya nak, apa yang di kata kan Ibu Luna itu benar,,,,, sambung pak Juna.


****Okee deh, ide bagus juga Bu Pak,,,,, Sahut Naila.


****Ya, sudah kalian boleh keliling mall dan belanja apa yang kalian mau pakai sisa uang kas kalian atau mau belanja uang sendiri juga tidak apa-apa tapi ingat ponsel kalian harus aktif dan data kalian juga harus On oke.


****Oke Bu,,,, Sahut mereka bersamaan.


Mereka semua pun keluar dari restoran tersebut, sebelum Andin keluar Kakak Jimmy pun menghampiri mereka.


****Andin, Kakak ikut boleh?


****Boleh kok Kakak,,,, Jawab Linda, di pikiran Linda sudah penuh barang-barang apa saja yang akan ia beli karena sudah ada tukang bayarnya pikiran Linda.


****Iya, boleh kok Kakak,,,,, sambung Andin.


****Ya, sudah ayoo,,,, ucap Linda.


****Kakak dia siapa? Tanya Andin.


****Oh, dia,,,, tunjuk Kakak Jimmy kepada pria yang berbeda di belakangnya.


****Iya, Kakak siapa lagi kalau bukan dia.


****Dia tangan kanan Kakak sekaligus sekretaris Kakak Namanya Ronald.


****Oh, Salam Kenal Kakak Ronald,,,, Ucap Andin.


****Iya salam kenal kembali.


****Ye elah, kakak datar amat tu muka,,,, Ujar Linda.


****Hahaha, Ronald emang kayak gitu Adek mukanya,,,,, Sahut Jimmy.


****Oohhh, jadi kayak kulkas berjalan ya Kakak,,,,, Sahut Dwi.


****Iya,,,,, sambung Kakak Jimmy kembali. Sedangkan yang di ejek biasa saja dengan muka datarnya.


Mereka pun masuk ke toko pakaian, buku, dan juga toko sepatu. Dwi dan Linda lah yang paling banyak belanjanya sedang kan Andin dan Septi hanya membeli apa yang mereka butuhkan saja.


Setelah puas belanja, dan tiba-tiba ponsel mereka berbunyi menandakan ada sebuah notifikasi dan benar saja ibu Luna sudah menunggu mereka di parkiran mall dan mereka pun bergegas turun untuk menuju ke arah parkiran di mana bis mereka dan ada juga sebagian siswa dan siswi baru keluar dari mall, Andin dan yang lainnya pun masuk ke dalam bis sedangkan Kakak Jimmy sudah menuju mobilnya yang ada di sebelah mereka.


Mereka semua pun pulang ke sekolah dan sudah di tunggu oleh orang tua mereka yang menjemput, sesampainya di sekolah mereka pun pulang naik jemputan mereka masing-masing. Sedangkan Andi, Andin, Dwi, Linda, Septi pulang naik mobil jemputan Andi.


Andi pun hanya diam saja sepanjang perjalanan pulang entah kenapa ia seperti itu Andin dan yang lainnya pun bingung. Setelah mereka semua turun tinggal Andin dan Andi lah yang masih di mobil, beberapa menit kemudian Andin pun sampai di dekat rumahnya dan mengucapkan terima kasih seperti biasa tadi Andi hanya membalas dengan deheman saja.


Andin pun bingung kenapa Andi seperti itu dan memilih masuk ke dalam rumah, sedangkan sisi lain Andi hanya melamun entah apa yang di pikirkannya. Setelah sampai di dalam Villa Andi pun berjalan melewati ruang tamu yang di mana sudah ada Kakaknya yang menunggu dia dan memanggilnya namun Andi tak mendengarkannya.


Setelah beberapa menit Andi pun turun dan duduk di ruang tamu di samping Kakaknya, Sandy merasa adiknya ini dia saja langsung bertanya kepada Andi.


****Kau ini kenapa hm?


****Aku enggak apa-apa kok Kakak,,,, sahut nya.


****Ya, sudah sana istirahat aja, besok aja kita pulang ke Mension oke.


****Hemm,,,, Sahut Andi dengan berdehem.


Dan Andi pun langsung berjalan ke arah kamarnya sedangkan Sandy hanya bisa geleng-geleng kepala melihat adiknya itu.


Mungkin lagi badmood,,,,, gumam Sandy sambil berjalan ke arah kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2