
Setelah kejadian tadi kami di suruh untuk keluar oleh ustad hakim dan memberi waktu untuk om muldi beristirahat kami semua pun langsung keluar dari ruang itu
"kamu belum tau nama saya ya"tanya laki-laki itu aku hanya mengangguk saja
"perkenalkan nama saya yogi saya saudaranya kang ujang dan bakal bantu kalian semua keluar dari masalah ini"kata bang yogi
"ya novia bang, abang bisa panggil via aja makasih ya bang udah mau bantui kami"kata ku sambil tersenyum dan di balas senyuman juga oleh bang yogi
tengah asik ngobrol ternyata hari sudah menunjukan pukul 13:00 siang aku dan bayu di ajak oleh kang ujang jalan melihat kampungnya "bang kita ikut sama kang ujang dulu ya"kata ku sambil pamit
"iya hati-hati aja"balas abang yogi
sedangkan bunda dan mama bayu ikut ke pasar dengan istri kang ujang katanya mereka mau belanja sambil liat-liat pasar maklumlah emak-emak sedangkan ayah dan ustad hakim menemai om muldi bang yogi katanya mengantar para emak-emak ke pasar
"kita mau ke mana ni kang"tanyaku
"ke kebun aja non di sana pemandangannya bagus dan banyak buah-buahan juga"kata kang ujang
"bagus dong kang,sekalin bisa makan buah gratis dan langsung dari pohon lagi"kata bayu sambil tertawa
seketika kami melupakan hal-hal aneh yang sedang kami alami saat ini bagaimana pun kami juga butuh ketenangan
kang ujang pun langsung mengajak kami menggunakan becak bapaknya
"ayo den non kita naik ini aja"kata kang ujang
kami berdua pun langsung bergegas naik
kami bertiga menikmati pemanadang dan udara yang sejuk di sana sesekali berpapasan dengan para petani yang baru pulang dari kebun mereka atau pun bapak-bapak yang sedang mengambil rumput untuk ternak mereka
suasana yang masih sangat asri membuat kami melupakan sejenak masalah yang kami hadapi saat ini
"bagus ya kang pemandangannya udaranya juga sejuk lagi dan penduduk sini juga rama banget"kata ku sambil senyum
__ADS_1
"iya non"kata kang ujang
setengah jam menikmati perjalanan kami sampai di kebun milik keluarga kang ujang di sana terdapar hamparan stoberi yang udah merah
ada juga pohon jambu,apel,kelengkeng,rambutan,dan mangga di tepi-tepi kebun kan ujang seolah itu jadi tanda perbatasan tanah milik kang ujang
"wa buahnya banyak banget kang"kata ku yang antusias melihat semuanya jujur saja aku penggemar buah
"kita boleh petik ni kang"tanya bayu dengan wajah berbinar
''hahahahaha ya tentu boleh do den aden ini ada-ada aja"kata kang ujang yang tertawa melihat tingkah konyol kami berdua
tak lama datang bapak kang ujang dan beberapa pekerja lainnya
"eee ada via sama bayu"kata pak somat ayahnya kang ujang
"iya pak"kata kami berdua serentak
"jangan panggil pak dong neng den panggil kakek aja kalian itu sama besar dengan anaknya ujang"protes kakek somat
"mari bantu kakek buat ambil stroberi di sini kebetulan kakek sedang panen"agak kakek itu kami berdua pun langsung setuju karena sudah tidak sabar untuk memetik storberi yang ada di kebunnya kang ujang
"kebun ini hadia dari papanya bayu atas jasanya ujang dulu"jelas kakek somat
"kok bisa kek"tanyaku yang penasaran
"ya ujang udah kerja dari tamat SMA sama pak muldi itu,kalau di itung-itung sekitar 20 tahunan lebih lah dulu pak muldi perna hampir di tipu sama teman bisnisnya untung ujang liat dan dengar apa yang di bilang sama teman pak muldi itu jadi ujang vidioin dan kasih tau sama pak muldi jadi sebagai tanda terima kasihnya pak muldi kasih kakek kebun ini"jelas kakek somat panjang lebar kami berdua hanya setia mendengarkannya
"dulu kakek cuma pekerja di kebun orang lain dan hidup dengan uang pas-pasan neng den bapak sangat berterima kasih sama pak muldi yang udah kasih ini semua dan itu semua mengubah kehidupan keluarga kakek"tambah kakek somat sambil menangis
"udah dong kek jangan nangis nanti kami berdua ikut sedih ni"hibur agar kakek somat ceria lagi
"iya kek anggap aja itu buah dari kesabaran kakek sekeluarga"tambah bayu
__ADS_1
"ya den non ya udah mari kita lanjut panennya"kata kakek somat
kami pun melanjutkan kegiatan panen buahnya sedang kang ujang asik dengan para pekerja di kebun itu mengambil buah yang lainnya
sampai pada batang rambutan yang berbuah sangat lebat kang ujang mencoba untuk memanjatnya namun terjatuh sontak kami semua tertawa melihat kelakuan kang ujang
namun saat aku tertawa aku melihat di balik batang rambutan itu ada mata merah yang menatap ke arah ku dan bayu
"yu coba liat sana ada mata warna merah melirik ke arah kita"kata ku pada bayu sambil. bisik-bisik
bayu terus memperhatikan pohon rambutan itu dan benar saja dia juga melihat apa yang aku liat
"iya via kami benar"balas bayu sambil berbisik
"udah nggak usah kalian pikirkan mereka nggak bakal berani mendekat pada kalian"kata kakek somat sontak kami kaget dengarnya
"kakek liat juga"kata kami kompak
namun kakek itu hanya senyum kepada kami
setelah 3 jam di kebun itu akhirnya kami menghentikan kegiatan kami kebetulan juga orang yanv membeli buah-buahan itu sudah datang
"banyak juga ya kek, buahnya juga manis-manis"kata ku sambil asik makan rambutan
"alhamdulillah neng"kata kakek somat
"yang ini untuk kita bawah pulang buat orang rumah"kata kang ujang
"banyak banget kang"kataku sambil melirik ember yang berisi buah yang kami petik tadi
"buat non sama den bayu aja belum tentu cukup ni"kata kang ujang sambil melirik ke arah kami berdua sontak kami langsung tertawa melihat kelakuan kami berdua
jangan lupa like,rate,voted,dan komen ya gusy
__ADS_1
dan makasih buat yang udah dukung author
buat plagiat tolong pergi jauh-jauh ya