Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 8


__ADS_3

Seketika tante itin terdiam mendengarkan penjelasan anaknya


"sekarang kamu keluar dari rumah jangan masuk sampai mama atau papa sampai di rumah"teriak tante itin yang menyadari ada yang aneh di dalam videocall itu


Dengan tergesa-gesa tante itin pamit pulang kepada kami semua


dan aku melihat bayu langsung berlari keluar tanpa mematikan ponselnya


sesampainya di luar dia kembali bicara kepada ku


"via sebenarnya apa sih yang terjadi sama kita berdua? "tanya baru kepadaku dengan wajah pucatnya


"aku juga nggak tau yu"jawabku dengan bingung


"oh iya yu, tadi aku lewat di rumahnya sindi aku liat orang tuanya sindi duduk di depan rumahnya kok"sambung ku lagi


"haa nggak mungkin via sindi udah pergi ke kampungnya itu udah lebih seminggu,kamu jangan becanda gitu ah"jawab bayu heran


"astaga yu aku seriusan aku liat bapak sama ibunya sindi yu"jawab ku


"ya udah besok pas peegi sekolah aku jemput kamu biar kita bisa liat sama-sama"tawar bayu


"oke kalau aku benar awas kamu ya yu udah bohongin aku"jawab aku ketus


setelah itu aku mendengar suara tante itin itu tandanya dia sudah sampai di rumah aku pun mematikan sambungan telpon dengan bayu lagian hari juga sore waktunya bagi ku untuk membantu bunda

__ADS_1


setelah selesai dengan semua pekerjaan ku aku pun langsung membersihkan diri setelah itu aku duduk di ruang keluarga sambil menunggu ayah ku pulang


Tepat dengan berkumandangnya azan magrib suara mobil ayah pun terdengar aku segera berlari membukakan pintu untuk ayah setelah itu aku masuk ke kamar untuk menunaikan kewajiban ku


setelah selesai kami makan malam bersama seperti biasanya


"Via tadi ayah ketemu sama sindi dan ibunya di restoran"kata ayah


"haa tapikan yah sindi itu lagi pulang kampung"kataku yang sangat heran kalau ayah bertemu dengan sindi dan ibunya itu tandanya yang aku liat tadi siang emang benar dong


"masa sih via"jawab ayah agak sedikit kaget


"kata bayu sih gitu yah, udah lebih dari seminggu katanya"jawabku


"tapi ada yang aneh deh sama mereka via bun biasanya sindi kalau ketemu ayah pasti langsung menyapa ayah lah ini dia kayak menghindar gitu dari ayah"jelas ayah


"udah mending kita lanjut makan aja"sambung bunda lagi


setelah selesai makan malam aku bantuin bunda mencuci piring sementara ayah masuk ke ruang kerjanya setelah selesai bantuin bunda aku juga langsung naik ke atas sebab ada tugas sekolag yang harus ku kerjakan


alhamdulillah malam ini nggak ada kejadian yang aneh seperti hari sebelumnya cuma kejadian tadi siang aja dan malam ini aku bisa tidur dengan sangat nyaman


"Kamu bakal mati novia, kamu bakal kehilangan segalanya, hahahahahahahahaha"kata seseorang yang suaranya sangat aku kenal


"ka-kamu siapa"tanyaku

__ADS_1


"kamu bakal mati via,hahahahahahahaha"jawab suara itu sambil tertawa


tiba-tiba ada tangan yang mencekik leherku dengan kasarnya


"tolong lepasin"teriakku namun suara itu hanya tertawa dan cekikkannya makin kuat


"ti-tidak"teriak ku sekuat tenanga dan aku langsung terbangun dari tidur aku lihat jam sudah 05:30 aku pun bergegas bangun dan mengambil wudhu dan seperti biasanya


setelah selasai aku turun untuk sarapan


"pagi bun"kata sapa ku pada bunda


"pagi sayang kamu sarapan dulu gih"kata bunda


"ayah mana bun, pagi-pagi kok udah nggak keliatan"tanya ku sambil celingak celinguk mencari kebaradaan ayahku


"ayah udah pergi ke restauran via katanya ada yang harus dia urus"kata bunda


"oh gitu bun"jawabku


aku pun melanjutkan sarapan ku dengan nikmat tak lama aku mendengar suara motor bayu


"bun via berangkat dulu ya udah di jemput sama bayu tu"kataku


"iya hati ya via"kata bunda aku pun salaman sama bunda dan langsung pergi

__ADS_1


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan author ya


jangan lupa like dan voted karya author karna satu like sangat berharga bagi author


__ADS_2