
setelah kondisi aku membaik barulah kami melanjutkan perjalanan ke tempat gurunya ustad hakim bagaimana pun kami harus sampai sebelum besok
"kita lanjutkan perjalanan ini sudah nggak main-main lagi"kata ustad hakim
"kalian bertiga jangan lupa banyak berdoa dan baca ayat-ayat Al-Qur'an"sambung ustad hakim
kami bertiga hanya menganggukkan kepala
Dengan membaca bismillah ustad hakim langsung melanjutkan perjalanan kami yang terus terganggu dari awal keberangkatan
dalam perjalanan kali ini aku berusaha memejamkan mata ku namun itu semua sia-sia suara aneh terus saja terdengar dari telinga ku
mulai dari orang tertawa menangis merintih mintak tolong sampai suara orang membaca mantra semakin aku berdoa dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an semakin kencang pula suara yang terdengar di telinga ku
namun aku mencoba untuk tenang agar tidak membuat yang lain khawatir kepada ku
4 jam berlalu sejak kejadian yang aku alami tadi dan akhirnya kami semua sampai dirumah guru ustad hakim
Dan pada saat itu juga suara-suara di telinga ku perlahan mulai hilang satu persatu
aku dan yang lain langsung keluar dari mobil dan langsung di sambut oleh guru ustad hakim dan keluarganya
"Assalamualaikum kiai"ucap ustad hakim sambil bersalaman dengan gurunya itu
"waalaikumsalam hakim sudah lama kamu nggak kesini"jawab gurunya itu sambil memeluk ustad hakim
"Saya banyak kesibukan akhir-akhir ini kiai oh ya perkenalkan ini Yogi anak didik saya ini Bayu dan Novia anak dari teman saya kiai"sambung ustad hakim sambil memperkenalkan kami bertiga
"saya kiai Ahmat kalian bisa panggil kakek Ahmat aja ini istri saya Sovia dan ini anak saya putri "jawab kakek Ahmat sambil memperkenalkan keluarga nya
__ADS_1
"bagaimana perjalanan mu nak?"tanya kakek Ahmat kepada ku
"perjalanan kami Alhamdulillah lancar kek walaupun ada gangguan sedikit"jawab ku sambil berusaha senyum
"ya udah kita masuk dulu nanti di dalam kita lanjutkan ceritanya"sambung seorang wanita paru baya dengan senyum indahnya yang tak lain istri kakek ahmat
dengan segera kami masuk ke dalam rumah kakek Ahmat dan setelah sampai kami di suguhkan begitu banyak makanan khas daerah tersebut
"wah makanannya banyak banget"kata Bayu dan bang Yogi kompak sontak kelakuan mereka berdua membuat semua orang tertawa
"iiii bang Yogi sama Bayu kalau soal makan ma cepat"jawab ku sambil geleng-geleng kepala namun mereka berdua hanya tersenyum
Seketika Bayu langsung terdiam dan seketika wajahnya pucat seperti orang ketakutan dan tatapan kosong
"yu kok malah diam tadi semangat banget liat makanan banyak"protes ku namun tiba-tiba Bayu langsung tertawa terbahak-bahak tapi dengan suara wanita dan dia melirik ke arah ku
aku yang duduk di sebelah dia langsung berdiri dan pindah ke sebelah bang Yogi
"iya via dia udah kerasukan Kunti yang ikut sama kita dari rumah tadi"jawab bang Yogi santai sambil makan kue yang ada di depannya
"hahahahahahahaha anak ini milikku"kata sosok yang masuk ke dalam tubuh Bayu
"dia bukan milik kamu"balas ustad hakim
"hahahahahahahaha"tawa sosok itu makin keras
sontak aku langsung merinding mendengar tawa makhluk laknat itu namun setelah itu terdengar lagi bacaan mantra di telinga ku
"berhenti"teriak ku sambil menutup telinga ku
__ADS_1
sementara Bayu masih tertawa terbahak-bahak dan bang Yogi langsung memegang tangan Bayu agar dia tidak lari keluar rumah
aku terus saja menutup telinga ku namun mantra itu makin kuat terdengar saat itu juga badan ku panas seperti terbakar api
"tolong hentikan"teriak ku lagi
nenek Sovia langsung memeluk ku sambil membaca ayat kursi di bantu oleh anak beliau
"nyebut ndok"kata nenek sovia
aku langsung istighfar namun suara itu makin kencang dan pada akhirnya telinga ku kembali mengeluarkan darah
sementara pak ustad hakim bang Yogi dan kakek Ahmat sedang sibuk dengan Bayu dia merontah ingin lari sambil tertawa terbahak-bahak
Samar aku mendengar suara bunda dan ayah ku memanggil ku dari luar rumah kakek ahmat
"ayah bunda"ucap ku lirih
"jangan dengarkan ndok itu bukan ayah dan bunda kamu"kata nenek Sovia sambil mengelus-elus kepala ku
"itu ayah dan bunda ku Nek itu suara mereka pasti mereka mau nolongin aku Nek"jawab ku dengan suara lirih
"itu hanya tipu daya mereka ndok bukak mata kamu ndok"jelas nenek Sovia lagi
setengah jam berlalu akhirnya Bayu sudah tidak kerasukan lagi namun saat ini diam belum sadarkan diri namun kondisi ku masih sama telinga ku masih saja mengeluarkan darah
dan suara ayah bunda ku terus saja memanggil-manggilku dari luar
"jangan dengarkan apa yang mereka katakan via mereka bukan ayah dan bunda mu mereka hanya ingin membawah mu dan Bayu ke alam mereka lihat dan bukak mata mu bertapa banyak yang di kirim orang itu ke sini"tegas ustad hakim kepada ku
__ADS_1
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ya guys
like rate comen dan voted karya author ya gusy