Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 5


__ADS_3

sesampainya di rumah aku langsung membersihkan diri dan melaksanakan sholat magrib berjamaah bersama ayah dan bundaku


setelah selesai kami pun melanjutkan makan malam bersama ayah dan bundaku sibuk menceritakan masalah aku hilang selama tiga hari kemaren tapi aku hanya diam mendengarkannya namun mataku terus melihat ke arah jendela


disana aku melihat lagi dua sosok yang selalu mengganggu ku akhir-akhir ini


aku terus memperhatikan dua sosok itu tanpa sadar aku berjalan mendekati mereka


untung saja bunda langsung menarik tanganku dan segera memelukku sedangkan ayah bergegas menutup gorgen jendela agar aku tidak dapat melihat keluar lagi


"kamu mau kemana via"tanya bundaku dengan wajah yang bergitu cemas


"aku di panggil sama mereka bun,katanya mau di ajak main"kataku


ayah dan bunda langsung heran yang mereka liat di luar nggak ada siapa-siapa


"udah kamu jangan berpikir yang aneh-aneh via sekarang kita ke ruang tamu sambil nunggu bayu dan juga orang tuanya"kata ayahku


aku langsung di bawah oleh mereka dan bunda selalu memegang tanganku


tak lama kemudian terdengar suara bel rumah berbunyi ayah segera bergegas membukakkan pintu rumah namun anehnya tidak ada siapapun di luar rumahku

__ADS_1


aku hanya diam melihat apa yang terjadi dan kejadian itu berulang-ulang sampai-sampai ayah ku emosi


"siapa sih yang iseng begini"kata ayahku


"sabar ya,kita mintak pertolongan aja sama Allah"kata bundaku menenangkan ayahku


dan benar saja suara bel itu berbunyi lagi di iringi dengan tawa wanita yang melengking di telingaku aku tidak tau apakah ayah dan bundaku mendengarnya atau tidak


ayah dengan kesalnya membukak pintu dan berkata"siapa kalian? apa mau kalian? kenapa kalian mengganggu keluarga saya?tunjukin wujud kalian"teriak ayah ku


Tak lama kemudian ayah melihat bayangan hitam lewat di iringi oleh bau busuk yang menusuk hidung kami dan sesuatu jatuh dari pohon mangga yang ada di sebelah rumah kami


ayah segera berlari melihat apa yang terjatuh itu dan ayah ku menemukan bungkusan kain putih yang di tusuk banyak jarum


"Assalamualaikum pak danu"kata ustad hakim


"waalaikumsalam pak ustad"jawab ayahku


"silahkan masuk dulu pak,via dan ibunya ada di dalam rumah"kata ayahku


bayu dan orang tuanya masuk duluan sedangkan ustad hakim melirik benda yang di pegang oleh ayahku

__ADS_1


"pak benda itu sebaiknya jangan di bawah masuk kasian via nanti"kata ustad hakim dan hal itu membuat ayah ku kagat namun ayahku menuruti perkataan ustad hakim


setelah itu ayah meletaka benda itu dalam sebuah pot bunga yang kosong dan segera menyusul kami


"silahkan duduk dulu jeng"kata bundaku


"terima kasih jeng"kata mama bayu


"ya udah saya buat minum dulu ya, saya tinggal sebentar ya jeng"tambah bunda dengan sopannya


10 menit bunda membuatkan air untuk tamu kami dan kini bunda sudah keluar dari dapur membawa minuman dan juga cemilan dan aku di suruh oleh bunda untuk meletakkan minuman itu oleh bunda


"silahkan di minum tante,om,bayu dan pak ustad"kata ku sambil tersenyum


mereka semua segera meminum minuman yang kami sediakan


ayahku dan papa bayu berbicara soal kerjaan mereka dan juga masalah yang sedang aku alami saat ini di tambah lagi kata tante itin bayu juga bertingkah aneh akhir-akhir ini


"Saya juga heran pak kenapa anak saya bayu bicara sendiri saat di kamarnya bukan itu saja pak kadang-kadang dia menangis juga tapi suaranya itu kayak perempuan pak"jelas papanya bayu kepada kamu semua


"kadang dia teriak-teriak menyuru seseorang pergi dan tidak mengganggu dia lagi"sambung tente itin aku pun diam sambil mendengarkan perkataan kedua orang tua bayu dan aku juga tidak menyangka kalau dia juga di ganggu

__ADS_1


maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ya maklum author baru belajar


jangan lupa like dan voted karya author ya


__ADS_2