
Di pagi harinya Gung Raditya,dan Dewi pergi ke rumah yang dulu ia tinggal,Gung Raditya pun mulai rencananya ia memasuki kamar ibunya lalu membuka semua laci laci yang ada di kamar ibunya dan ternyata benar saja salah satu laci didalamnya ada sebuah pisau yang berbekas darah yang sudah kering,ia pun mengambilnya memakai sarung tangan agar sidik tangan nya tidak nempel.Sedangkan Dewi menyelinap ke kamar para pelayan lalu mengambil sisa rekaman CCTV yang tahun lalu,Ria untuk memeriksa Pistol yg dulu di pegang oleh Chintia.
"lapor dari kampret 1 ke kampret 2 ganti"panggil Rian melewati walkie talkie
"kampret 2 disini ada laporan apa kampret 1?"tanya Dewi
"laporan pistol yang di bawa Chintia waktu tahun lalu bukan lah sidik tangan Chintia karna yang ku ingat Chintia memakai sarung tangan"jawab Rian
"owh iya dia pake sarung tangan pemberian ku ya oke nanti kamu bawa ke rumah kakanda Raditya"perintah Dewi
"baik"jawab Rian
Gung Raditya pun melaporkan kepada Dewi dengan walkie talkie nya
"Laporan untuk kampret 2 ganti"panggil Gung Raditya
"kampret 2 disini ada laporan apa bunga yang indah?"tanya Dewi
"jujur aku benci nama itu"gumam Gung Raditya
"aku menemukan pisau yang berbekas darah"jawab Gung Raditya
"bagus kita pulang sekarang"ucap Dewi
"baik"balas Gung Raditya
Mereka pun pulang ke rumah ke Diaman Gung Raditya sesampainya nya mereka mengumpulkan barang bukti tersebut.
"oke sudah ada kita lihat rekaman nya dulu"perintah Dewi
Gung Raditya pun membuka laptopnya lalu memasangkan rekaman tersebut tapi rekaman tersebut seperti terpotong.
"kok kepotong sih seharusnya ada dong"gerutu Dewi
"kamu gak salah ambil kan?"tanya Rian
"nggak kak aku bener bener pasti memang seperti itu penyimpanan nya"jawab Dewi
"keknya ada yang sengaja menyembunyikan sisa rekamannya"kata Gung Raditya
"siapa yang menyembunyikan nya?"tanya Dewi
Chintia datang menghampiri mereka dengan membawa sisa rekaman CCTV.
"tidak usah repot-repot di cari aku sudah punya"ucap Chintia
"huh dimana kau menemukan?"tanya Dewi
"sempat aku mengikuti kalian tapi karna aku tidak punya kendaraan aku terpaksa masuk ke jalan bawah tanah yang ada di basemen lalu dengan cepat aku masuk ke dalam ruang kepala pelayan lalu mengambil sisa rekaman CCTV itu lalu kembali dengan jalan yang sama"jawab Chintia
"ternyata begitu aku lupa kalo ada jalan pintas di basemen"ucap Gung Raditya
"dasar kenapa tidak bilang dari awal kalo gitu kan kita lebih cepat pulangnya"gerutu Dewi
"udah sekarang mana sisa rekaman nya"perintah Gung Raditya
Chintia pun memberikan Rekaman CCTV tersebut,Gung Raditya akhirnya menampilkan rekaman tersebut dan ternyata rekaman tersebut benar bahwa kepala pelayan itu lah yang membunuh ibunya.
"teganya dia"geram Gung Raditya
"kita harus lapor ini kepada pihak berwajib benar nanti kita tanyakan tentang sidik tersebut"ucap Gung Raditya
Mereka pun memanggil polisi untuk memeriksa sidik jari pada barang bukti, Beberapa lama polisi datang ke rumah Gung Raditya lalu mereka pun memeriksa barang bukti tersebut.
"baiklah setelah diperiksa ternyata pelakunya adalah pembunuh yang ternyata sudah kabur sejak lama"ucap Polisi
"memangnya siapa pembunuh nya?"tanya Gung Raditya
"nama pembunuhnya adalah Jenny Triliani"jawab Polisi
"Bukannya itu pembunuh yang telah melakukan pembunuhan di perusahaan PT buana Naga emas ya?"tanya Dewi
"iya benar nak jadi untuk saat ini kami akan proses laporan ini dan agar segera kami tangkap"jawab Polisi
"kalo boleh tau dia ada dimana sekarang?"tanya Polisi 2
"dia ada di rumah ayah pak dia menyamar menjadi pelayan dirumah kami"jawab Gung Raditya
"baiklah kalo begitu kami akan pikirkan masalah penjaranya soalnya kalo di penjara yang sama ia akan kabur lagi dengan cara yang sama"sahut Polisi
"baik pak kami akan tunggu laporan nya"ucap Gung Raditya
"baiklah nak selamat siang"sahut Polisi
"selamat siang pak"balas Gung Raditya
Polisi itu pun kembali ke kantor mereka untuk mengulik laporan tersebut.
"oke kak sekarang kita gimana?"tanya Dewi
"kita tunggu aja laporannya kalo ada apa apa kita kan bisa di telpon"jawab Gung Raditya
"benar juga sih tapi ini kan kasusnya lebih sulit seharusnya kita ikut ke kantor nya juga kak"ucap Rian
"kan gak sekarang kak"balas Chintia
"udah kalian belum makan kan?"tanya Gung Raditya
"belum kak"jawab Rian
"yaudah makan sana"kata Gung Raditya
"kita makan bareng yuk kak plis jarang jarang loh kita makan bareng boleh ya?"tanya Dewi
"huh yaudah ayo" jawab Gung Raditya
Mereka berempat pun menuju ke dapur untuk sarapan dan mereka pun makan bersama.
Di rumah Rendra baru pulang kerja lalu menuju ke kamarnya untuk berganti baju,saat sampai di kamar ternyata kamarnya berantakan laci dibiarkan terbuka seperti ada yang mencuri barang berharga,Rendra bertanya kepada pelayan tapi tak ada satu pelayan yang mengambilnya ia pun menelpon anaknya dan menanyakan tentang kejadian tersebut.
📞:"halo nak"panggil Rendra
📞:"halo yah ada apa?"tanya Gung Raditya
📞:"kamu ada buka laci di kamar ayah?"tanya Rendra
📞:"owh iya aku mau nyari sesuatu tapi lupa di tutup"jawab Gung Raditya
📞:"kamu nyari apa nak?"tanya Rendra
📞:"eee buku iya buku"jawab Gung Raditya
📞:"owh gitu ayah kira ada pencuri di rumah"ucap Rendra
📞:"owh yaudah kalo gitu aku tutup telepon nya"sahut Gung Raditya
Gung Raditya akhirnya menutup telepon nya lalu menaruh hpnya di meja,ia pun lanjut makan sarapannya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Dirumah Barito Sora berada di kamarnya untuk mengerjakan pr nya karna ia tidak tau jawabannya ia menemui ayahnya di ruang tamu saat melihat nya ayahnya ternyata berduaan dengan ibunya.
"*saya kok iri ya jadi pengen punya ayang*" gumam Sora
"ayah tolong aku bikin pr dong"panggil Sora
Tapi ayahnya tidak mendengar perkataan Sora ia asik bermesraan dengan istrinya.
"*ish gak denger pulak* *minta sama Abang ajalah*"gumam Sora
Sora pun pergi ke kamar kakaknya saat ia masuk ke kamarnya ia memanggil kakaknya yang sedang belajar.
"kak"panggil Sora
"kenapa?"tanya Barito
"tolong bantuin aku ngerjain pr aku gak ngerti"jawab Sora
"owh oke coba kakak liat"balas Barito
"nih"jawab Sora lalu memberikan soalnya kepada Barito
"owh ini mah gampang sini liat sekalian tak ajarin"ucap Barito
__ADS_1
Barito membantu adik mengerjakan pr dan menjelaskan materi tersebut,saat selesai Sora pun menutup bukunya lalu menaruh alat tulisnya dikotak pensilnya.
"akhirnya selesai"ucap Sora dengan perasaan lega
"yang penting udah paham kan?"tanya Barito
"syudah tidak mungkin tidak jadi gampang kalo diajarin sama kakak"jawab Sora
Tiba tiba suara telepon berbunyi dari hp Barito ternyata yang menelpon nya adalah Gung Raditya.
"Siapa kak?"tanya Sora
"owh Gung Raditya"jawab Barito lalu mengambil hpnya dan mengangkat telepon nya
📞:"halo"panggil Barito
📞:"Rit aku udah Nemu siapa pelaku dibalik pembunuhan tahun lalu"ucap Gung Raditya
📞:"siapa?"tanya Barito
📞:"kepala pelayan itu"jawab Gung Raditya
📞:"kok bisa?"tanya Barito
📞:"ya makanya itu kamu ada gk koran bekas yang tentang kepala pelayan itu nama nya Jenny Triliani ada gak"tanya Gung Raditya
📞:"mungkin ada nanti ku cari ya"jawab Barito
📞:"makasih Rit"sahut Gung Raditya
📞:"sama sama"balas Barito
telepon tertutup Barito pun menaruh hpnya di meja.
"temen kakak kenapa?"tanya Sora
"gini dia nyari info tentang pelaku yang telah membunuh ibunya sekarang kakak harus nyari koran untuk nyari informasi nya"jawab Barito
"owh yaudah aku bantuin ya kak aku tau dimana ayah meletakkan koran koran itu"ucap Sora
"dimana?"tanya Barito
"ikut aku"jawab Sora
Barito mulai mengikuti Sora ke gudang yang berisi koran koran bekas yang tentu nya itu adalah berita surat kabar lama yang dulu ayahnya baca.
"disini kak"kata Sora
"yaudah yuk kita cari kayaknya banyak kasusnya"ucap Barito
"oke"sahut Sora
"nah ini dia terakhir"ucap Barito
"oke jadi udah ketemu ya kak tinggal di kasih ke temen kakak"sahut Sora
Saat selesai merapikan koran yang berantakan mereka berangkat ke rumah kediaman Gung Raditya, sesampainya di rumah Gung Raditya ia mengetuk pintu rumah Gung Raditya dan memanggilnya.
\*tok tok tok\*
"Gung Raditya"panggil Barito
"halo ada orang"panggil Sora
Gung Raditya pun membuka pintu rumahnya.
"owh kalian udah.... eh buset banyak banget"kata Gung Raditya tercengang karna melihat koran yang dibawa Barito begitu banyak
"kasusnya banyak korban juga banyak"komentar Barito
"yasudah jangan kebanyakan komen dulu mending langsung masuk ke dalam aja"ucap Gung Raditya mempersilahkan Barito masuk
Saat masuk Sora dipertemukan oleh Dewi dan Chintia yang merupakan temen sekelas Sora.
"ih ada Dewi hai Dewi"sapa Sora
"owh ada Sora hai juga Sora"sapa balik Dewi
"wew Chintia juga ada halo Chin"sapa Sora kepada Chintia
Chintia hanya melambaikan tangan nya kepada Sora untuk membalas sapaannya.
Sora menaruh Koran tersebut lalu menemui Dewi dan Chintia.
"kalian kok bisa disini?"tanya Sora
"kita bantuin kakanda buat nyelesain masalah ini"jawab Dewi
"jadi temen kakak ku itu kakak kalian?"tanya Sora
"iya bener"jawab Dewi
"kenapa kalian tidak cerita markonah?"tanya Sora
"kamu tak ada tanya ma"jawab Dewi
"oi dek katanya kamu mau gambar korbannya udah tak bersihin nih"panggil Gung Raditya
"iya ya"jawab Dewi
__ADS_1
Dewi pun mulai menggambar korban tersebut,selesai ia gambar ia pun memberikannya kepada Gung Raditya.
"nih kak udah selesai"ujar Dewi lalu memberikan gambar tersebut kepada Gung Raditya
"yaudah makasih sekarang kita tinggal ke kantor nya kalian diam dulu disini"ucap Gung Raditya
"mau ikut plis"mohon Dewi
"gak boleh diem dirumah aja mumpung ada temen mu kan jadi kau tidak perlu ikut"larang Gung Raditya
"ihh mau ikut"mohon Dewi lagi dengan sifat manjanya
"gak ya gak dek"larang Gung Raditya
"Ikut"tegas Dewi
"gak boleh diem dirumah,kamu boleh dah dirumah konser sampai muntah selama 24 jam"ucap Gung Raditya
"oke"jawab Dewi
"yaudah kakak mau keluar dulu jaga rumah"perintah Gung Raditya
"siap pak"sahut Dewi
"ayok Rit anterin aku pake motor mu"ajak Gung Raditya
"pake lah motor mu sendiri"ucap Barito
"motor ku gak bisa dipake jadi pake motor mu aja"balas Gung Raditya
"yaudah nyok"ajak Barito
Gung Raditya dan Barito pun berangkat ke kantor polisi untuk memecahkan kasus tersebut.
Sesampainya di Kantor polisi,ia langsung menemui inspektur di ruangan nya.
*tok tok tok*
"masuk pintunya gak dikunci"ucap Inspektur Polisi
Gung Raditya pun membuka pintu ruangan inspektur.
"permisi pak saya kesini untuk memberi hasil gambar yang bapak minta"ucap Gung Raditya
"baik silahkan duduk"perintah Inspektur Polisi
Gung Raditya duduk di hadapan pak inspektur.
"jadi bisa saya lihat gambarnya?"tanya Inspektur
"bisa pak ini dia"jawab Gung Raditya lalu memberikan gambar korban yang terbunuh oleh Jenny Triliani
Inspektur itu pun melihat gambar gambar tersebut terlihat seperti tidak asing ya berita tersebut sudah lama sejak jaman 90 an.
"hmm seperti nya korban ini dari pihak kantor polisi lain sudah pernah menerima laporan ini"ucap Inspektur
"memangnya kantor polisi mana yang sudah menerima laporan ini?"tanya Gung Raditya
"kantor polisi itu bernama **** nah inspektur nya bernama Gilang Gumilang bisa bertemu dengannya"jawab Inspektur
"alamatnya dimana?"tanya Barito
"ah ini alamat nya"jawab Inspektur memberikan alamat kantor polisi tersebut
"terima kasih pak kami permisi dulu"ucap Gung Raditya
"iya hati hati di jalan"sahut Inspektur
Gung Raditya dan Barito pun pergi ke kantor polisi sesuai dengan alamat yang di tunjukan oleh inspektur tersebut.
Sesampainya di kantor polisi yang ke dua Gung Raditya masuk ke kantor tersebut lalu menemui inspektur Gilang.
"permisi pak"panggil Gung Raditya
"iya nak ada apa?"tanya Gilang
"jadi saya mau nanya bapak tau korban pembunuhan ini gak?"tanya Gung Raditya
"owh ini ya ampun ini mah udah lama kita cari pelakunya gak ketemu"jawab Gilang
"pelakunya ada di rumah saya pak dia nyamar jadi pelayan di rumah saya"ucap Gung Raditya
"serius akhirnya pelakunya bisa ketemu yaudah sekarang tolong kirim alamat rumah anda nanti kami akan proses laporan nya setelah itu kami akan tangkap pelakunya tapi apa ada korban baru lagi?"tanya Gilang
"ada pak yaitu ibu saya dibunuh oleh ya terdapat 7 tusukan di tubuhnya"jawab Gung Raditya
"sangat tragis sekali nama ibu anda siapa?"tanya Gilang
"Rindri prana Wati"jawab Gung Raditya
"baiklah kalau begitu kami bisa proses laporan nya penjaranya mungkin akan berbeda dari sebelumnya sekarang anda di perbolehkan pulang"ucap Gilang
"terimakasih pak"sahut Gung Raditya
Keadaan rumah ayah Gung Raditya,di kamar pelayan.
"apa aku akan di tangkap?"tanya Jenny
"iya itu benar"jawab anakbuah Jenny
"sial berani beraninya dia ibu dan anak sama aja sifatnya baiklah kalau begitu tangkap calon jodoh Gung Raditya itu dan bawa kembali ke markas"perintah Jenny
"baik bos"jawab anak buah Jenny
Jenny pun akhirnya menutup telepon nya lalu melemparnya ke kasur.
"*lihat saja aku akan membuat hidup kalian lebih menderita*" gumam Jenny dengan perasaan kesal
Dirumah kediaman Gung Raditya Lisa sedang beres beres membersihkan rumah,tiba tiba anak buah Jenny menculiknya dengan menutup mulut dan matanya lalu ia membawa pergi gadis itu.Dewi turun ke bawah dan melihat kakak iparnya tidak ada.
"Ayunda kemana?"tanya Dewi
"Ayunda"panggil Dewi
Dewi melihat sapu yang terjatuh di lantai ia mengerti kalau Lisa telah di culik.
"Ayunda dalam masalah aku harus menelpon kakanda"batin Dewi
Dewi mengambil ponselnya lalu menelpon kakaknya.
Dijalan menuju ke Rumah
\*drrrrt drrrt\*
Gung Raditya mengangkat telepon dari Dewi.
📞:"halo dek kenapa?"tanya Gung Raditya
📞:"Kak tolong kak Ayunda dalam masalah"ucap Dewi dengan keadaan panik
📞:"APA?!"teriak Gung Raditya
bersambung
__ADS_1
oke makasih yang udah baca maaf banget kalo aku harus Hiatus dulu karna tanggal 18 mau ujian jadi aku bakal balik setelah semua ujian selesai oke mattnee