
"kukira dia bakal pergi sialan"batin Gung Raditya
"kenapa?"tanya sang Ayah
"nggak ada kok yah"jawab Gung Raditya
Ia pun lanjut menyuapi Lisa dengan sesendok bubur,saat Gung Raditya menyuapi Lisa tiba tiba teman temannya datang menjenguk Lisa lalu meledek Gung Raditya.
"Cieeeee dah jadian ternyata"ledek Shava,Fira,Hanni,dan Alya
"kenapa nasib ku beginiπ₯"batin Gung Raditya
"kalian temennya?"tanya sang ayah
"iya bener om salam kenal nama saya Alya disebelah itu temen saya Hanni,Fira,Shava"jawab Alya
"halo om"sapa mereka bertiga
"kenapa kalian bisa datang kesini bolos kah?"tanya Gung Raditya
"oh tentu saja tidak karna hari ini kita disuruh pulang cepat"jawab Fira
"kok pulang cepat?"tanya Gung Raditya
"karna gurunya rapat bos"jawab Alya
"rapat apaan?"tanya Gung Raditya
"ikan hiu makan pepaya Yo Ndak tau kok tanya saya"jawab mereka berempat sambil berpantun
"loh kan kalian yang di sekolah"ucap Gung Raditya
"iya sih tapi gurunya cuman bilang lagi Rapat doang"sahut Fira
"Lisa my honey bunny sweety kamu tidak apa apa?"tanya Alya
"ya aku gk papa kok"jawab Lisa
"kamu pelan gitu suaranya keknya kamu kurang sehat deh"lirih Alya
"ampun deh Al dia itu lagi sakit yaiyalah ke rumah sakit ya kalik sehat ke rumah sakit"ujar Fira
"oh ya Lis siapa pelaku dibalik semua ini sampai kamu di bully gitu?"tanya Hanni
"itu Bintang"jawab Lisa
"kok bisa?"tanya Shava
"ya waktu itu kan aku lagi ngobrol sama Lisa terus si Bintang datang tuh buat ke toilet ngerapiin rambut abistu si Bintang narik tangan nya si Lisa terus dibawa deh ke toilet terus di bully gitu"jawab Fira
"iiih keterlaluan banget si Bintang dia itu bener bener bukan perempuan sejati karna dia itu sudah menyakiti sesama perempuan bener gak guys?"tanya Alya
"bener banget tuh"jawab Fira
"ya gak usah dipikirin dia udah masuk ke ruang BK"ucap Gung Raditya
"weeew kok bisa?"tanya Hanni
"ya aku masukin mereka lah"jawab Gung Raditya
"eh ya nanti kamu balik sekolah lagi gak buat ngambil tas kamu?"tanya Shava
"aku suruh Barito aja kebetulan kan dia lagi ada ekstra basket"jawab Gung Raditya
"owh disuruh sama babunya guys"ucap Fira
*drrrt drrrt*
Tiba tiba hp Alya berbunyi dari kantongnya.
"sebentar ya seperti nya ini papih inces yang nelpon"ucap Alya
Alya pun mengangkat telepon dari ayahnya.
π:"hello papih ada apa?"tanya Alya
π:"Alya kamu dimana katanya kamu pulang cepat kenapa kamu gk langsung pulang?"tanya papih Alya
π:"ini pih inces lagi dirumah sakit nemenin temen inces."jawab Alya
π:"tapi kok kamu tumben banget gak chat papih kenapa?"tanya papih Alya
π:"aduh ini papih pasti gak baca chat aku kan papi aku tuh dah chat papih masa gk liat inces ngechat papih?"tanya Alya
π:"sebentar kek nya papi cek dulu"jawab papih Alya
beberapa menit kemudian.
π:"eh iya papih gak baca chat kamu"ucap Papih Alya
π:"perlu ku bilang mamih biar papih di sleding kakinya"sahut Alya
π:"jangan gak kasian sama papih kakinya di sleding melulu sakit loh kakinya di sleding melulu"lirih papihnya Alya
π:"yaudah papih gk ada yang mau di omongin kan cuman di suruh pulang doang kan?"tanya Alya
π:"iya nak"jawab papihnya Alya
π:"yaudah aku matiin dulu telepon nya bye bye papih"ucap Alya lalu mematikan telepon nya
"Guys aku pulang duluan ya udah disuruh papih buat pulang"ucap Alya lalu pergi meninggalkan ruangan
"iya dadah Alya"ucap mereka berlima
****************
Dirumah keluarga Gung Raditya.
"Chin"sapa Dewi
"ada apa Ayunda?"tanya Chintia
"kamu mau ikut ke RS gk Ayunda lagi sakit?"tanya Dewi
"boleh"jawab Chintia
"tapi dia sakit apa?"tanya Chintia
"ya luka,lukanya parah kasian"jawab Dewi
"owh gitu yaudah kalo gitu"ucap Chintia
*Ting Ting Ting*
suara notifikasi pesan dari hp Dewi ia pun mengambil hpnya lalu melihat siapa yang mengirimkan pesan, ternyata yang mengirim pesan itu adalah ayahnya ia disuruh untuk menjaga rumah Gung Raditya.
"lagi lagi ayah selalu seperti ini"batin Dewi
"Ayunda aku sudah siap ayo kita pergi"ucap Chintia
"kita gk jadi kerumah sakit tapi ke rumah kakanda"lirih Dewi
"yaudah kita kesana kasian juga gk ada yang ngerawat"ucap Chintia
"pasti ayah tidak mengijinkan ku pergi ke rumah sakit karna aku mengajak Chintia apa sebenarnya ayah pikirkan kenapa harus Chintia yang dibenci"batin Dewi
****************
sesampainya di rumah Gung Raditya.
"hei Chintia kenapa kau membantu pak supir buat ngambil karpet?"tanya Dewi
"nona muda Chintia itu sudah membuat kesalahan besar di keluarga mu jadi wajar dia melakukan hal ini"jawab Supir
"tapi pak dia kan tidak punya bakat membunuh dia nembak pistol aja meleset terus dia tidak pernah menyentuh pisau sama sekali bahkan menurut ku sidik tangan tersebut bukan Chintia yang melakukannya tapi kepala pelayan itu lah yang membunuhnya"ucap Dewi
"terserah apa yang kau katakan nona tapi kau bilang tanpa bukti tak ada hasilnya bagimu untuk berhasil memecahkan nya"sahut supir
"hmmmmp"
"aku harus mencari semua bukti bukti yang kuat agar ayah percaya aku akan berdiskusi dengan kakanda"batin Dewi
****************
"nih minum obatnya"ucap Gung Raditya
Lisa pun meminum obat yang diberikan Gung Raditya, selesai ia minum obat Gung Raditya menyuruh nya untuk istirahat.
"ya sekarang kau boleh pulang"ucap sang Ayah
"iya"sahut Gung Raditya lalu meninggalkan ruang rawat
Gung Raditya ke sekolah menggunakan taksi untuk mengambil motor dan tasnya lalu pulang ke rumah.
di perjalanan pulang ia sempat berpikir ia masih bertanya kenapa harus peduli dengan calon pendamping nya.
"kenapa aku merasa kan rasa hangat hari ini tidak biasanya aku seperti ini apa mungkin dia benar benar setia dengan diriku seperti nya dia terpaksa ingin menikahi ku seperti nya aku harus menjauh darinya"batin Gung Raditya
****************
Sesampainya dirumah ia disambut oleh Dewi dan Chintia.
"okaeri onichan"sapa Dewi
"Tadaima"sahut Gung Raditya
"kak tau gak aku hari ini menang lomba gambar loh liat ni aku dapet juara 1 lagi loh Chintia juga dapet juara dari lomba puisinya"ucap Dewi
"iya bagus lanjutkan kakak mau ganti baju dulu"sahut Gung Raditya lalu pergi ke kamarnya begitu saja
"dia selalu seperti itu tidak pernah peduli dengan kita"lirih Dewi
"aku mau ke dapur dulu"ucap Chintia
"mau ngapain?"tanya Dewi
"aku ingin memasak untuk kita makan"jawab Chintia
"ku bantu ya"ucap Dewi
"tidak usah Ayunda tunggu saja dulu di ruang tamu"sahut Chintia
"tidak mau aku maunya bantuin"ucap Dewi
"terserah Ayunda saja"sahut Chintia
ia pun mulai memasak makanan di bantu oleh Dewi.Selesai memasak ia menaruh makanannya di meja makan,Gung Raditya pun datang ke dapur dan melihat meja makannya di isi dengan makanan.
"kalian yang masak?"tanya Gung Raditya
"iya kakanda lama sekali ganti bajunya makanya kita yang masa gpp lah sekali kali nambahin ilmu"jawab Dewi
"ku jadi gak enak sama kalian maaf tidak bisa menyajikan makanan untuk kalian"ucap Gung Raditya
"tidak masalah kak ayo kita makan itadakimasu"sahut Dewi lalu mengambil piring dan mengambil sesendok nasi dan daging.
"Dasar langsung nyomot gitu aja"cibir Gung Raditya
Chintia langsung mengambil piring lalu mengambil sesendok nasi dan daging lalu ia makan disamping Dewi,Gung Raditya pun juga mengambil piring lalu mengambil se sendok nasi dan daging setelah itu mereka pun makan bersama.
****************
Dirumah sakit,di ruang rawat Lisa.
"nak apa kau merasa terpaksa menikahi anak ku?"tanya sang ayah
"entah lah aku tidak tau"jawab Lisa
"apa anakku tidak mencintai mu?"tanya sang Ayah
"kalo masalah dia mencintai ku mungkin dia butuh waktu"jawab Lisa
"sudah ku duga dia tidak mencintai mu"ucap sang Ayah
"apa ayah akan memaksa nya?"tanya Lisa
"tidak aku tidak akan memaksa nya"jawab sang ayah
"owh begitu syukur lah soalnya kalau dipaksakan dia akan tidak nyaman"ucap Lisa
"tidak salah aku memilih calon menantu ternyata dia sangat tulus"batin sang ayah
****************
Dikamar Gung Raditya,ia menelpon Barito karna saat ia disekolah ia tidak melihat Barito di lapangan basket.
π:"iya halo kenapa Gung tumben nelpon aku kangen kah?"tanya Barito
π:"nggak aku nggak kangen"jawab Gung Raditya
π:"terserah deh yowes kenapa?"tanya Barito
π:"mau nanyak kenapa kamu tidak ada di lapangan basket?"tanya Gung Raditya
π:"owh itu pelatihnya gak Dateng karna sakit jadi ya libur dulu deh"jawab Barito
π:"owh gitu terus langsung pulang dong?"tanya Gung Raditya
π:"yaiyalah masa ke kuburan mau ngapain coba palingan di kejar kuntilanak"cibir Barito
π:"yaudah kamu dimana sekarang?"tanya Gung Raditya
π:"ini lagi dirumah jagain bunda ku dulu dari aku kecil belum sembuh juga ini"jawab Barito
π:"loh masih toh ibumu kena gangguan jiwa?"tanya Gung Raditya
π:"masih Gung"jawab Barito
π:"kenapa gak dibawa ke RS jiwa ibumu pasti sembuh kan?"tanya Gung Raditya
π:"udah pernah cuman ayah ku yang minta rawat jalanan"jawab Barito
π:"loh kok gitu?"tanya Gung Raditya
π:"gk tau aku juga bingung Gung"jawab Barito
π:"owh gitu yaudah semoga ibumu cepat sembuh"ucap Gung Raditya
π:"iya Gung makasih aku hanya bisa menunggu keajaiban dari Tuhan yaudah aku matiin telepon nya aku lagi sibuk juga nih belum lagi jemput Sora dari lesnya"sahut Barito
π:"iya daah"ucap Gung Raditya
π:"iya daah"sahut Barito lalu menutup teleponnya
Barito berpamitan kepada ibunya yang tatapan nya sangat kosong.
"bund aku pamit dulu jemput Sora kasian nungguin aku pergi dulu ya bund"ucap Barito
Tapi Ibunya hanya dia menatapnya dengan tatapan kosong nya,Barito langsung keluar dari kamar ibunya dengan perasaan sedih.
"kapan ibu bisa sembuh kalau ibu seperti ini terus aku ingin makan masakan ibu"batin Barito
Tiba tiba ada suara adik Barito yang berlarian menghampiri nya lalu memeluknya.
"Abang"sapa Sora lalu memeluk Barito
"ya ampun Sora kamu sama siapa kesini kamu jalan sendiri lagi?"tanya Barito
"nggak kok aku pulang sama nenek"jawab Sora
"yaudah sekarang dimana nenek?"tanya Barito
__ADS_1
"itu di luar"jawab Sora
"kenapa kamu gak ajak nenek masuk?"tanya Barito
"nenek pengen ngomong sama Abang"jawab Sora
Barito pun keluar rumah lalu bertemu neneknya di luar.
"nenek kenapa tidak masuk?"tanya Barito
"tidak apa apa nenek ingin berbicara di luar saja"jawab nenek Barito
"masuk aja nek lebih enak bicara di dalam daripada diluar"ucap Barito
"yasudah nenek masuk yah"sahut Nenek Barito
Barito pun mengajak neneknya masuk kerumahnya lalu mengajak keruang tamu dan menyuruh neneknya duduk di sofa.
"silahkan duduk nek"ucap Barito
"iya cu"sahut Nenek Barito
"nenek mau ku bikinin teh kasian pasti capek jauh jauh lancong kesini?"tanya Barito
"gak usah nenek tidak apa apa"jawab nenek
"yaudah nenek ada gerangan apa datang kemari?"tanya Barito
"nenek mau ketemu ayahmu"jawab Nenek Barito
"owh dia ada diruang kerjanya nek mau ku panggillin?"tanya Barito
"iya tapi nanti ya nenek mau ngomong dulu sama kamu"jawab Nenek Barito
"iya boleh nek mau ngomong apa?"tanya Barito
"bagaimana ibu mu apa dia sehat hari ini?"tanya nenek Barito
"dia sehat cuman kondisi nya itu"jawab Barito sambil menghela nafas panjang
"hmm aku mengerti kau sudah mencari berbagai cara untuk menyembuhkan nya?"tanya nenek Barito
"sudah nek tapi belum berhasil"jawab Barito
"nenek aku mau tanya bagaimana ibu bisa seperti itu sampai ia tidak bisa sembuh sampai saat aku sudah SMA ini?"tanya Barito
"huh kau ingin mendengar kan ceritanya baiklah nenek akan ceritakan dengarkan ya"jawab Nenek Barito
Nenek nya pun menceritakan semua kejadian di masa lalu Ibunya Barito.
*Flashback
Dirumah ayah Barito saat perjodohan Kirito dan Gendis.
"A.apa tidak aku tidak mau berjodoh dengan gadi itu ayah aku tidak mau"ucap Kirito
"kenapa nak?"tanya Ayah Kirito
"pokoknya aku tidak mau ayah aku sudah mencintai wanita lain"jawab Kirito
"apa wanita mu itu baik saat bertemu dengan ayah tidak bukan jadi aku tidak merestui hubungan mu dengan Gadis yang kau cintai itu lebih baik kau menikah dengan Gendis menurut ku dia wanita yang baik,rajin,dan tulus tidak seperti kekasih mu yang malas melakukan pekerjaan rumahnya dan selalu memikirkan uang"ucap Ayah Kirito
"pokoknya aku tidak mau ayah"hardik Kirito
"sudah jangan membantah 3 hari lagi acara tunangan nya dimulai kau harus saling mengenal dulu dengan Gendis"ucap Ayah Kirito
****************
Di taman rumah perkarangan Kirito.
"T.tuan muda"sapa Gendis
Tapi Kirito tidak menjawab sapaan dari Gendis ia hanya mencueki nya menganggap nya seperti angin lewat.
"apa kau merasa terpaksa ingin menikah dengan saya tuan?"tanya Gendis
"kalo iya apa kah aku akan mencintaimu itu tidak akan pernah terjadi"jawab Kirito
"jika anda terpaksa saya bisa menolaknya asalkan kau bahagia"ucap Gendis
"kalau kau menolak perjodohan ini ayah ku tetap akan menjodohkan kita"sahut Kirito
"tapi saya ingin..." ucapan Gendis terpotong ketika ayah Kirito datang
"ingin melihat calon suami mu bahagia bukan?"tanya ayah Kirito
"ayah kenapa disini?"tanya Kirito
"aku kebetulan sedang jalan jalan tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian"jawab Ayah Kirito
"Gendis dengarkan aku membuat calon suami mu bahagia bukan seperti ini caranya kau harus menerima calon suami mu apa adanya dan untuk anak ku belajar lah mencintai calon istri mu ini kalau tidak kelak kau akan menyesal suatu hari nanti"ucap Ayah Kirito
"hh iya iya"jawab Kirito
****************
3 Hari kemudian acara pertunangan Gendis dan Kirito pun di mulai semua tamu hadir di acara tunangan tersebut teman teman Kirito juga hadir disana.
"Rit"sapa Rendra
"hm (apa?)"sahut Kirito
"kamu kenapa gk kayak biasanya semangat gitu?"tanya Rendra
"ya aku tuh dah nolak perjodohan ini tapi tetep aja ayah ku maksa"jawab Kirito
"kenapa di tolak lumayan tuh cewek mu udah cantik ramah baik lagi Kenapa harus ditolak?"tanya Rendra
"aku itu udah janjian sama pacarku kalo aku bakalan nikahin dia"jawab Kirito
"owh pacarmu yang itu ya sebenarnya aku juga gak suka sih sama pacar kamu karna ya kau tau waktu itu aku sempet liat di rumah sakit tapi kok ke ruang pemeriksaan ibu hamil apa dia sedang hamil rit?"tanya Rendra
"ya gak tau ku"jawab Kirito
"lah kok kamu yang gk tau kan kamu pacarnya gimana dah?"tanya Rendra
"ya kalo dia hamil pasti dia kasih tau aku lah"jawab Kirito
"coba saja tidak ada gadis itu pasti hidupku tidak seperti ini"ucap Kirito
"Gila kamu rit gak boleh gitu tau bagaimana pun calon istri mu kau harus menerima apa adanya bukan kayak gini"sahut Rendra
"ya coba kamu ada di posisi ku kamu gak berjodoh sama Rindri terus dipaksa menikah dengan wanita lain gimana nasib mu pasti udah pasrah aja kan"Hardik Kirito
"ya kalau itu aku berbicara pelan pelan sama orang tua biar dia yakin kalo aku dan Rindri itu saling cinta paham"jawab Rendra
"kamu itu ngerti gak sih?"tanya Kirito
"haduh kamu yang gak ngerti pacarmu itu cuman mau plorotin duit mu doang waktu dia bilang ibunya sakit nyata ibunya gak sakit tuh malah masih sehat sehat aja terus duit yang di pinjem itu dia pake buat beli tas baru"jawab Rendra
"ya yang dikatakan Rendra itu benar"ucap gadis misterius
"Kinan kenapa kau ada disini?"tanya Kirito
"aku hanya bilang aku ingin putus hubungan dengan dirimu"jawab Kinan
"kenapa?"tanya Kirito
"aku sudah punya suami dan aku sedang mengandung anaknya,iya aku hanya berpacaran dengan mu karna uang dan hartamu bukan karna cinta"jawab Kinan
Mendengar perkataan Kinan Kirito terkejut karena perkataan Kinan hatinya terasa tercabik cabik karna cinta nya begitu tulus tapi dianggap murahan.
"Yaudah kamu pergi aja dari sini gak usah ketemu kita lagi udah pergi hus hus"usir Rendra
"yaudah selamat tinggal semoga bahagia di hari pertunangan mu"ucap Kinan lalu pergi dari acara tersebut
"ada apa ini?"tanya Ibu Kirito
"baguslah kalian sudah putus saatnya kamu harus melupakan dia nak ya ibu juga tidak mau punya menantu tidak berbakti"ucap Ibu Kirito
****************
Beberapa hari kemudian acara pernikahan Gendis dan Kirito sudah dimulai dan mereka pun sah menjadi suami istri.Setelah acara pernikahan itu selesai Kirito mengganti bajunya di kamar mandi sedangkan Gendis masih membersihkan make up nya.
Kirito pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah berganti.
"Apakah anda sudah selesai Tuan muda?"tanya Gendis
"punya mata kan kalau aku sudah keluar dari kamar mandi berarti aku sudah selesai"jawab Kirito
"m.maaf Tuan saya permisi dulu untuk berganti baju"ucap Gendis dengan ketakutan
Gendis pun menuju kamar mandi lalu mengganti pakaian nya, setelah ia mengganti pakaian nya ia pun keluar dari kamar mandi ia melihat Kirito menunggu dikamar nya.
"Dengarkan aku kita menikah karna perjodohan orang tua kita jadi kau tidak boleh bersikap layaknya seorang istri dihadapan ku"ucap Kirito
"k.kenapa?"tanya Gendis
"karna kita menikah bukan karna kita saling cinta"jawab Kirito
"t.tapi....."
"apa seorang istri harus mencintai suaminya iya? huh itu tidak akan terjadi dan dengar sekali kau membuat kesalahan maka aku tidak akan sia sia melakukan kekerasan pada mu"hardik Kirito
Gendis yang mendengar hal itu pun terkejut dan akhirnya menangis karna ucapan suaminya yang menyakiti hatinya.
"kenapa menangis seharusnya kau senang karna menikah dengan orang kaya iya kan?"tanya Kirito
"hiks aku sedih bukan karna tidak dapat harta tapi aku sedih karna suami ku sendiri tidak mencintai diriku yang berperan sebagai istri nya"jawab Gendis sambil menangis terhisak
"terserah kau saja aku juga tidak akan mencintaimu"ucap Kirito lalu keluar dari kamarnya
"apa dia tidak akan mencintai ku selamanya aku tidak ingin seperti itu"batin Gendis
Hari hari pun berlalu Kirito dan Gendis mulai membuat hubungan rumah tangga Gendis mencoba berbagai cara agar suaminya mencintai dirinya tapi semuanya sia sia dia setiap hari di bentak,dan dapat perlakuan keras darinya.Suatu hari Gendis dinyatakan hamil dan ia pun mulai memberitahu suaminya tentang hal itu.
"aku harap dia senang kalau aku mengandung darah daging yang ada perut ku ini"batin Gendis
****************
Saat sampai Di rumah.
"Bunda Kirito ada di rumah?"tanya Gendis
"dia belum pulang"jawab Ibu Kirito
"kenapa kau tampak senang sekali menantu ku apa kau punya kabar bahagia?"tanya Ayah Kirito
"iya Aku sedang hamil ayah"jawab Gendis
"Akhirnya sekarang aku sudah menjadi nenek sebentar lagi aku akan punya cucu"ucap Ibu Kirito
"selamat ya nak"ucap Ayah Kirito
Saat mereka sedang mengobrol Kirito baru pulang dari kantor nya.
"aku pulang"sapa Kirito
"nak dengar ada kabar gembira untuk mu"ucap Ibu Kirito
"apa itu?"tanya Kirito
"Gendis sedang mengandung anak mu"jawab Ibu Kirito
"apa aku boleh melihat bukti pernyataan nya kalau dia hamil?"tanya Kirito
"ini"jawab Gendis lalu memberikan surat pernyataan nya
Kirito pun melihat surat tersebut dan benar saja dia mengandung anaknya dan bukti X-ray nya itu pun benar juga.
"hmm ya selamat ya yaudah aku mau ke kamar dulu mau mandi"ucap Kirito
"e selesai mandi jangan lupa makan aku sudah membuat makanan kesukaan mu"sahut Gendis
"ya"jawab Kirito dengan singkat
****************
Beberapa bulan kemudian dirumah sakit Gendis melahirkan seorang anak laki laki ia memberi nama anak tersebut bernama Barito yang namanya mirip dengan ayahnya.
"selamat ya nak kamu udah punya anak laki laki ganteng lagi kayak ayahnya"ucap Ibu Kirito
"Suami ku dimana bun?"tanya Gendis
"owh lagi ditelpon sama ayah bentar lagi dia datang kok sabar yah"jawab ibu Kirito
Tak berapa lama Kirito datang ke ruang rawat Gendis.
"akhirnya datang juga kamu kenapa telponnya tidak diangkat?"tanya Ayah Kirito
"aku lagi dijalan dan tidak sempat liat hp"jawab Kirito
"nak lihat ini anak mu ganteng banget kayak kamu aaa jadi inget kamu waktu bayi"ucap Ibu Kirito
"kenapa kau tidak ingin mencoba menggendong nya?"tanya Ayah Kirito
Kirito pun menggendong anak pertamanya dan itu membuat anaknya tidur dengan tenang.
"hebat juga kamu nak bisa gendong bayi sampai tidurnya tenang gitu"ucap Ayah Kirito
Kirito pun menaruh bayinya di kasur dan tidak mendengar ucapan ayahnya.
"kok sebentar doang nak?"tanya Ibu Kirito
"dia sudah tidur"jawab Kirito
"yaiyalah orang bayinya udah tidur ngapain dibangunin yang ada nangis dia"ucap Ayah Kirito
"hehe maklum sudah tua π"sahut Ibu Kirito
"kalian bisa keluar sebentar aku mau bicara 4 mata sama Gendis apa boleh?"tanya Kirito
"boleh yaudah kita keluar dulu ya"jawab Ayah Kirito
mereka berdua pun keluar dari ruang rawat Gendis.
"apa yang akan anda bicarakan?"tanya Gendis
"aku mau anak kita di jaga baby sitter"jawab Kirito
"hah!? tidak itu tidak boleh anak kita masih kecil masih butuh ASI kenapa anda mau memisahkan Barito dengan saya?"tanya Gendis
"kau jaga sendiri saja sudah repot apa lagi aku yang harus sibuk bekerja"jawab Kirito
"tapi saya tidak ingin anak saya di pisahkan dengan anda gimana nasib nya nanti jika seorang bayi baru lahir dikasih susu formula?"tanya Gendis
"SUDAH TIDAK USAH MEMBANTAH"bentak Kirito
"kalau kau tidak mau aku akan menaruhnya di panti asuhan"ancam Kirito
"jangan,jangan membawanya ke panti asuhan"jawab Gendis
"makanya kau harus menerima tawaran ini jika tidak maka kau akan tau akibatnya"Hardik Kirito
"i.iya saya menerima tawaran nya"jawab Gendis
"bagus lah"ucap Kirito
****************
Beberapa hari kemudia sesuai tawaran dari Kirito ia menyewa baby sitter untuk menjaga Barito yang masih bayi.
"halo tuan Muda saya baby sitter yang anda sewa tugas saya menjaga anak tuan apa itu benar?"tanya Baby Sitter
__ADS_1
"iya itu benar silahkan masuk saya
akan mempertemukan dengan anak saya dan istri saya"jawab Kirito
Mereka pun masuk kerumah lalu menuju ke kamar Bayi mereka.
"itu anak saya Bu"ucap Kirito
Baby sitter itu heran melihat bayi tersebut bayi nya yang masih kecil dan baru lahir harus dipisahkan dari ibunya.
"kenapa bayi baru lahir harus di jaga baby sitter lagian ibunya bekerja sebagai rumah tangga kasian kamu nduk harus dipisahkan oleh ibumu karna ke egois san ayah mu"batin baby sitter
"bagaimana apa kau siap bekerja disini?"tanya Kirito
"iya Tuan muda saya siap untuk menjaga nya"jawab Baby Sitter
"baiklah ingat beri saja anak ku susu formula jangan beri dia asi dan satu lagi jangan sampai anak ku menyentuh istri ku mengerti kan?"tanya Kirito
"iya Tuan muda"jawab Baby sitter
"yasudah kalau begitu saya pamit ke kantor dulu"ucap Kirito lalu berangkat menuju ke kantornya
"huh syukurlah dia sudah pergi"ucap Baby sitter dengan perasaan lega
"apa kau akan memisahkan ku dengan anak ku?"tanya Gendis
"tidak Bu aku akan menjaganya saja lagi pula dia masih kecil butuh ASI tenang saja aku tidak membawa susu formula aku membawa botol minum bayi dan alat pompa asi alat ini akan memompa ASI dari dada nona lalu ia akan mengeluarkan ASI dari dada nya setelah itu kau harus memasukan nya kedalam botol ini"jawab Baby sitter
"owh begitu caranya yasudah aku sanga ber- terimakasih"ucap Gendis
"Sama sama nona muda"sahut Baby sitter
"nama mu siapa?"tanya Gendis
"nama ku Linda Maya Putri panggil aku Linda"jawab Linda
"owh ya sekali lagi terima kasih Linda"ucap Gendis
"iya ya sama sama aku senang juga menolong mu"sahut Linda
Saat mereka mengobrol Barito tiba tiba menangis ingin meminta susu.
"Huaaaaaa"
"ssst aduh anak bunda laper ya bentar ya nak"ucap Gendis
"Linda mana tadi alatnya aku ingin memakainya sementara tolong jaga dia dulu ya"perintah Gendis
"iya nona muda"jawab Linda lalu ia menggendong Barito dan menenangkan nya
"ssst sabar ya nduk bentar lagi susunya datang kok sabar ya sssst"ucap Linda
Selesai ia memompa ASI nya ia pun memberikan susu asi tersebut kepada Barito.
"udah nih ayo minum dulu susunya"ucap Gendis
"ayo sama bunda mu dulu"ucap Linda lalu memberikan Barito kepada Gendis
Gendis pun memberikan susu asi yang di dalam botolnya kepada Barito yang masih bayi saat di beri ASI ia berhenti menangis.
"lahap banget minumnya"ucap Linda
"iya aku harap bisa begini terus"sahut Gendis
"tapi sepertinya ini tidak akan lama"ucap Linda
"kenapa?"tanya Gendis
"karna ya Tuan muda pasti akan tau semua ini"jawab Linda
"aku harap itu tidak akan terjadi"ucap Gendis
Mereka menjalan kan rencana tersebut setiap hari tanpa diketahui oleh Kirito,Gendis tampak bahagia karna ia tidak lagi bersedih kehilangan anaknya tapi beberapa hari kemudian rencana mereka ketahuan karna Kirito melihat sebuah pompa asi dan akhirnya sangat marah.
****************
Keesokan Harinya Gendis dan Linda sedang melihat bayinya Kirito pun datang ke kamar dengan perasaan marah lalu menarik tangan Gendis.
"lepaskan saya Tuan Muda"hardik Gendis
"DIAM"Teriak Kirito
ia membawanya ke kamar nya lalu ia memukul istri nya dengan keras,mendorong nya sampai tertabrak dinding,dan menampar istrinya.
"apa salah saya Tuan muda?"tanya Gendis
"kau mau tau salah mu apa salah mu adalah kau berani menyentuh anak ku dan kau berani memberinya ASI nya"jawab Kirito dengan perasaan marah
"apa salahnya memberi anak saya ASI?"tanya Gendis
"Kau akan memberikan kesialan kepada dirinya nanti"jawab Kirito
"Seorang ibu tidak akan memberi hari sial kepada anaknya sendiri Tuan Muda"ucap Linda
"kau berani melawan ku dasar tidak tau malu sekali dirimu"Hardik Kirito
"Anda mau bilang saya tidak tau malu tidak apa tapi saya tidak tega melihat seorang ibu terpisah dengan anaknya saya juga pernah seperti itu Tuan muda saya tak mau lagi itu terjadi cukup saya saja yang merasakan jangan anak kalian yang seperti ini"ucap Linda
"Apa aku percaya cerita konyol mu?"tanya Kirito
"sekarang kau pilih kau tetap bekerja atau kau di pecat tapi reputasi mu ku hancurkan?"tanya Kirito
Linda tercengang mendengar perkataan Kirito ia tau Kirito akan membuat rencana jahat yang akan menghancurkan dirinya.
"mau tidak mau aku harus menerima nya aku tidak mau reputasi ku hancur kalau reputasi ku hancur aku tidak bisa bekerja maaf kan aku nona muda"batin Linda
"baik saya akan tetap bekerja sesuai permintaan anda sebelum nya"jawab Linda
"bagus"ucap Kirito
"Linda tolong jangan pisahkan aku dengan anak ku lagi aku mohon Linda"lirih Gendis
Kirito menampar wajah istri nya dengan lebih keras hingga ia tidak sadar kan diri.
"Nona muda anda kenapa?"tanya Linda
"sudah palingan dia pura pura pingsan"jawab Kirito
"tidak dia benar benar tidak sadar kan diri kita harus membawa nya ke rumah sakit Tuan Muda"ucap Linda
****************
Sesampainya nya dirumah sakit.
*Plaak*
Sebuah tamparan dari ibunya Kirito membuat ibunya kecewa padanya.
"kau kenapa melakukan ini nak?"tanya Ibu Kirito
"karna aku membencinya"jawab Kirito
"kau membenci nya sampai dia seperti ini kau tau nak kau menyakiti istri mu sama saja kau menyakiti bunda mu sendiri nak"ucap Ibu Kirito
"sudah bunda kita tunggu dia sampai kabar dari dokter"ucap Ayah Kirito
tak berapa lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan UGD.
"bagaimana keadaan Menantu saya dok?"tanya Ibu Kirito
"Begini lukanya cukup parah seperti nya ini karna kekerasan dari hubungan rumah tangga akibatnya karna dia sering syok dan sekarang dia terkena gangguan jiwa"jawab Dokter
"apa ada cara untuk menyembuhkan nya?"tanya Ayah Kirito
"entah lah yang pasti kalian perlu mengobatinya di rumah sakit Jiwa kalau dirumah sakit ini benar benar tidak bisa"jawab Dokter
"boleh kami melihat keadaan nya dok?"tanya Ibu Kirito
"silahkan Bu"jawab Dokter
Mereka berempat pun masuk ke ruang UGD melihat kondisi Gendis yang tatapan nya kosong akibat gangguan jiwa saat Gendis Melihat suaminya ia merasa ketakutan.
"lihat apa yang telah kau lakukan nak?"tanya ayah Kirito
"apa kau setiap hari melakukan kekerasan pada istri mu?"tanya Ibu Kirito
"benar ibu"jawab Kirito
"huh kalau kau tidak mau dia yang menjaga anakmu biar kami yang menjaga anak mu"ucap Ibu Kirito
"benar apa yang dikatakan Bunda nak kami akan tinggal di rumah mu sekarang untuk saat ini bagaimana kau setuju?"tanya Ayah Kirito
"tapi kan ada baby sitter"jawab Kirito
"hh nama mbak siapa?"tanya Ayah Kirito
"Linda Tuan"jawab Linda
"Baiklah Linda hari ini kamu tidak bekerja disini kamu bisa mencari pekerjaan lain"ucap Ayah Kirito
"iya Tuan tapi saya memberikan alat pompa ini kepada tuan alat pompa itu bisa mengeluarkan ASI saat di pompa di dada nona muda alat pompa itu juga sudah di sambung ke botol nya"sahut Linda
"kasian kamu cucu ku karna keegoisan ayah mu kamu jadi seperti ini"ucap Ibu Kirito
"baiklah kalo tidak ada yang ditanyakan saya mau pamit untuk mengemasi barang dan langsung pulang"ucap Linda lalu keluar dari ruang UGD
"sekarang apa kau setuju?"tanya Ayah Kirito
"i.iya ayah aku setuju "jawab Kirito
****************
Hari pun berlalu Ibu Kirito menjaga Barito setiap harinya karna keadaan Gendis yang masih parah setiap hari ia memompa ASI untuk Barito yang masih kecil dan sampai saat ini tidak ada perkembangan dari kesembuhan Gendis.
*flashback off
"itu lah yang terjadi kepada ibu mu nak"ucap Nenek
"ini tidak bisa di biarkan kalau begini terus ibu tidak akan bisa sembuh nek"ucap Barito
Barito pun pergi ke kamar ayahnya lalu mendobrak pintu nya
*BRAAAAK*
"AYAH"Teriak Barito
"ada apa nak kenapa kau memanggilku dengan berteriak bahkan kau sampai mendobrak pintu kamar ayah apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Kirito
"Ayah aku ingin bertanya kepada mu kenapa kau melakukan hal kekerasan pada bunda sampai kau membuat nya terkena gangguan jiwa?"tanya Barito dengan perasaan marah
"ternyata kau sudah tau ya,iya ayah melakukan hal itu karna ayah tidak menyetujui perjodohan dari kakek mu dan setelah itu aku memukulinya Karna ia banyak melakukan kesalahan pada ku"jawab Kirito
"Tapi bunda tidak ada salah apa apa kenapa kau tega melakukan hal ini ayah?"tanya Barito dengan perasaan marah
"KARNA AKU TIDAK MENCINTAI NYA"jawab Kirito dengan membentak Barito
"kenapa apa hanya karna Bunda orang biasa bukan kalangan atas seperti ayah?"tanya Barito
"bukan karna itu aku dijodohkan oleh dia dan pada akhirnya aku yang melamar mantan ku dulu dibatalkan dan akhirnya aku tidak bisa menikah dengan nya"jawab Kirito
"tapi mantan ayah itu ingin menghabiskan harta kita ayah"ucap Barito
"SUDAH CUKUP KELUAR KAU DARI KAMAR AYAH"teriak Kirito
"baik aku akan keluar tapi ayah jika kau masih punya rasa ke pada bunda aku mau kau mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bunda karna besok ulang tahun dia"ucap Barito lalu pergi keluar dari kamar ayahnya
Saat ia keluar dari kamarnya nenek nya yang melihat Barito tidak tega lalu menuju ke kamar ayahnya untuk mencoba berbicara dengan nya.
..."nak apa kau masih marah karena perjodohan itu?"tanya Nenek...
Kirito hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan ibunya.
"nak bunda mohon cobalah untuk setia bersama istri mu Bunda tau ini berat bagi mu tapi bunda pernah seperti mu dulu walaupun tidak separah ini jadi biar bunda yang merasakan hal yang seperti itu jangan sampai menantu dan istrimu yang seperti bunda"ucap nenek
"iya bunda akan ku coba"sahut Kirito
"bagus sekarang bujuk anak mu untuk membuat kejutan untuk ulang tahun istri mu"ucap Nenek
"iya bunda"sahut Kirito
**************
Di rumah Gung Raditya Dewi menghidupkan Radio dengan suara kencang sampai rumah Gung Raditya bergetar.
"Ayo mari semua kita menyanyi hiburkan diri
semua disini mari kita menyanyi sekali
e,e mari semua ikut Dewi menyanyi
kalah dan menang tidak peduli
kita semua happy"
"gini alasannya kenapa aku gak ngijinin dia nginep disini :)" batin Gung Raditya sambil menutupi telinganya.
Mereka berdua hanya bisa tersenyum tertekan karna tingkah Dewi.
"oke konser udah habis tidur sono"ucap Gung Raditya lalu mematikan Radionya
Gung Raditya membawa adiknya ke kamar lalu menidurkan mereka.
"sudah kalian tidur kakak mau ke rumah sakit dulu"ucap Gung Raditya keluar dari kamar mereka
****************
Dirumah sakit Gung Raditya menunju ruang rawat Lisa,Gung Raditya di temui oleh dokter yang habis memeriksa Lisa.
"gimana keadaan nya dok?"tanya Gung Raditya
"oh kondisi nya udah membaik kok dia sudah boleh pulang"jawab Dokter
"owh gitu makasih dok"ucap Gung Raditya
"sama sama"sahut Dokter
Dokter itu pun pergi meninggalkan Gung Raditya lalu Gung Raditya masuk ke ruang rawat Lisa.
"bantuin Lisa untuk mengemasi barang barang nya nak"ucap sang Ayah
"iya ayah"sahut Gung Raditya
Gung Raditya pun menolong Lisa merapikan bajunya lalu memasukan kedalam tas setelah selesai ia pun membawa tas Lisa.
"sudah ayah"ucap Gung Raditya
"yaudah ayah bayar administrasi nya dulu kalian pulang duluan saja"sahut sang ayah
"iya ayah" ucap Gung Raditya lalu pergi meninggalkan ayahnya.
****************
Di parkiran Gung Raditya mengambil motor nya lalu menaruh tas nya di gantungan motor nya, selesai ia manaruh tasnya ia pun menghidupkan motor nya dan akhirnya motornya mogok sebentar lalu menyala lagi.Lisa pun naik ke motor nya Gung Raditya lalu mereka pun pulang bersama.
****************
Sesampainya dirumah Gung Raditya terkejut melihat rumahnya bergetar getar karna Dewi menghidupkan Radio dengan volume suara lebih kencang.
"DEWIIIIII"Teriak Gung Raditya
"bersambung
oke segitu dulu guys jangan lupa like sama votenya mattanee aaaaa ini suaranya kenceng bet dah sumpeh π
__ADS_1