
Gung Raditya bergegas pergi ke rumah untuk melihat keadaan rumahnya.Sesampainya dirumah ia pun menemui Dewi.
"Kalian gak papa?"tanya Gung Raditya
"Nggak kak cuman Ayunda di culik"jawab Dewi
"Iya kakak tau itu sekarang kalian tau dia dimana sekarang?"tanya Gung Raditya
"Entah tapi Chintia sih bisa lacak keknya"jawab Dewi
"Ya aku mencium bau nya kalau penculiknya pergi lewat belakang"ucap Chintia
"Tapi siapa penculiknya?"tanya Barito
"Entahlah,tapi yang pasti dia suruhan dari kepala pelayan itu"jawab Chintia
"Dari mana kau tau?"tanya Gung Raditya
"Karna Jenny dulunya adalah pembunuh bayaran dari Kakek tapi sudah berhenti beberapa tahun yang lalu"Jawab gadis itu
"Ternyata dia sudah berkhianat sejak awal"ucap Gung Raditya
"Kita harus menyelamatkan jodoh mu secepatnya kalo nggak dia bisa dalam masalah"Saran Barito
"Benar kita akan mulai Strategi nya"ucap Gung Raditya
Mereka pun mulai menyusun Strategi untuk menyelamatkan Lisa dari si Penculik.
Di markas Jenny Lisa terbangun dengan ke adaan masih sempoyongan dan diikat di kursi.
"uhh ini dimana?"tanya Lisa
Jenny dan Bintang pun datang ke tempat Lisa disekap.
"owh sudah bangun rupanya"ucap Bintang
"ya seperti yang kau tau Bintang tempat ini sangat lah aman dan tidak mudah di jangkauan oleh orang lain"Kata Jenny
"iya sekarang dia tidak bisa diselamatkan dan akhirnya Gung Raditya menjadi milikku selamanya"Harap Bintang
"Aku dan Gung Raditya di jodohkan karna perusahaan ayahku mempunyai hutang kepada keluarga nya aku bisa saja menceraikan nya saat aku sudah menikah nanti"Lirih Lisa
"Kau kira aku akan percaya dengan kata kata itu huh tentu saja tidak Kau itu hanyalah Wanita kalangan rendah jangan Ngadi Ngadi kamu bisa menikahi seorang Bangsawan"Hina Bintang
"Terserah apa yang kau katakan yang penting tolong lepaskan aku"Mohon Lisa
"Kau tidak akan pernah ku lepaskan,Apa kau tau gara gara kamu aku di skor selama 10 Minggu dan itu membuat aku bosan dan aku hampir dikeluarkan dari sekolah dan satu lagi karna Kau aku semakin dibenci oleh Gung Raditya Lebih baik Kau mati Saja dasar Wanita J\*l\*Ng"hina Bintang
"Huh daripada kau emosi mending kita keluar aja dari sini panas disini"ucap Jenny
"huh benar juga ayo kita keluar"sahut Bintang
Mereka berdua pun keluar dari ruangan lalu mengunci pintunya kembali.
"*mama maafkan aku seperti nya aku tidak akan mendapatkan kebahagiaan seperti yang kau inginkan*" gumam gadis itu sambil menangis
Diperjalanan Gung Raditya,adiknya,dan temannya menuju lokasi yang ditunjukkan oleh Chintia.Saat sampai di tujuan ia melihat rumah yang sangat besar dan di penuhin daun yang merambat karna tempat itu terbengkalai.
"seperti nya ini tempat nya"kata Gung Raditya
Barito pun membuka pintu gerbangnya tapi sayang nya pintu itu sudah karatan dan tidak bisa dibuka.
"uhh sial pintu nya berkarat gak bisa dibuka"ucap Barito
"yah terus gimana nih caranya kita masuk?"tanya Dewi
Gung Raditya melihat sekeliling rumah itu saat melihat nya ia menemukan sebuah tangga disamping rumah itu.
"nah tuh ada tangga"jawab Gung Raditya
"tajam juga penglihatan mu Gung nanti koe yang naik duluan ya hehe"anjur Barito
"hmm -_-"
Gung Raditya pun naik ke tangga itu dan melihat ke adaan di dalam rumah tersebut,Rumah tersebut ternyata tidak dijaga oleh penjaga melainkan banyak jebakan yang berbahaya disana.
"gimana Gung?"tanya Barito
__ADS_1
"Banyak jebakan kita harus hati hati kalau mau masuk kesana"jawab Gung Raditya
"oke deh kamu boleh masuk duluan"sahut Barito
Gung Raditya pun masuk kedalam rumah itu yang lainnya pun juga menyusul.
"oke dah masuk semua ya kalian ikut di belakang ku saja karna aku sudah menghafal jebakan ini sejak lama"perintah Gung Raditya
"emangnya Kakak tau darimana?"tanya Rian
"dari Kakek"jawab Gung Raditya
Mereka pun menuju pintu masuk perlahan-lahan mereka berjalan akhirnya mereka berhasil melewati jebakan tersebut.
"fiuh untung kita selamat"desah Dewi
"yaudah masuk"ucap Gung Raditya
Mereka membuka pintu tersebut tapi tiba tiba Chintia menghentikan mereka.
"tunggu perasaan ku tidak enak"Perintah Chintia
"kenapa?"tanya Gung Raditya
Chintia tidak menjawab pertanyaan itu ia menendang pintu tersebut lalu sebuah kayu jatuh dari atas ternyata itu adalah sebuah jebakan.
"sudah kuduga disini ada jebakan"Duga Chintia
"yaudah seperti nya gak ada jebakan lagi ayo masuk"ucap Gung Raditya
Mereka pun masuk ke rumah tersebut dan sampailah mereka di ruang tamu.
Keadaan Lisa di ruang ia sedang di sekap.
"*seperti nya ada yang datang aku harus berteriak*"pikir Lisa
"**TOLONG**"Teriak Lisa
Keadaan Gung Raditya dengan adiknya dan temannya.
"TOLOOOOONG "
"Rian aku denger suara teriakan tapi gak terlalu jelas"kata Gung Raditya
"iya kak aku denger jelas banget suaranya ada di bawah"sahut Rian
"yaudah kalo gitu kita ke bawah aja Gung"ajak Barito
"sekarang dimana dia kita udah di bawah?"tanya Dewi
"aku dengernya lewat pintu yang berkarat tuh"jawab Rian
"kita buka bareng bareng Gung karna kita aja yang punya tenaga gede disini"ucap Barito
Mereka pun menuju pintu tersebut tapi seorang perempuan menuju ke arah mereka dan bertepuk tangan.
*prok,prok,prok*
"wah wah bagus sekali ternyata ada yang menyelamatkan nya ku kira kau itu terlalu cuek padanya"ucap perempuan tersebut
"Kepala Pelayan itu"geram Gung Raditya
"owh tapi aku bukan Kepala Pelayan lagi panggil aku Ibu"kata Jenny
"apa maksud mu?"tanya Dewi
"owh maksudku adalah aku akan menikahi ayah kalian ya cuman karna hartanya yang banyak tapi sayangnya ayah kalian susah untuk ditaklukkan hatinya jadi maka dari itu karna rencana jahat ku sudah dilaporkan jadi aku memutuskan untuk menangkap Lisa ke dalam sini"jawab Jenny
"Kejamnya Dirimu Lepaskan Ayunda sekarang"Hardik Dewi
"Kau benar-benar keterlaluan kau juga membunuh Bunda untuk menikahi Ayah, Ayah tidak akan mau menikah dengan wanita jahat seperti mu"Tambah Gung Raditya
"owh baiklah aku akan membebaskan dia tapi dengan syarat kalian harus cabut tuntutan ku"ucap Jenny
Gung Raditya merasa kebingungan ia harus cabut atau tidak.
"bagaimana ini apa aku harus cabut atau tidak kalo tidak Lisa tidak akan selamat ayah juga akan marah kepada ku,bunda tolong beri aku petunjuk" gumam Gung Raditya
Dewi memberi isyarat untuk tidak cabut laporan nya ia juga memberi isyarat untuk melepaskan Lisa terlebih dahulu.
"hhh Lepaskan dia dulu"Perintah Gung Raditya
"silahkan dobrak pintu nya lalu lepaskan dia"jawab Jenny
Gung Raditya dan Barito pun mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaga,tak beberapa lama pintu itu terbuka Mereka pun masuk ke ruangan tersebut lalu melepaskan Lisa yang di ikat oleh tali.
"Baiklah karna kalian sudah melepaskannya sekarang kalian harus cabut laporan tentang ku"perintah Jenny
"huh Gak akan"Tegas Gung Raditya
"APA!?"
"aku tidak akan pernah mencabut nya"Hardik Gung Raditya
"owh jadi kau sudah berani melawan orang tua"Geram Jenny
*Dor,dor,dor*
Tiba-tiba suara pistol terdengar dari luar yang tandanya Polisi sudah datang.
__ADS_1
"KELUAR KAU JENNY TRILIANI TIDAK ADA TEMPAT PERSEMBUNYIAN UNTUK DIRIMU KAMI SUDAH TAU KAU ADA DISINI"teriak Polisi
"sial bagaimana bisa aku ketahuan padahal tempat ini tidak diketahui,tunggu ini pasti rencana anak gadis manja itu sialan dia menipuku ternyata aku harus kabur dari sini"pikir Jenny
Jenny berusaha melarikan diri tapi sayangnya tidak bisa ia malah terjatuh karna Barito menendang sebuah papan ke kepalanya yang membuat Jenny jatuh dan pingsan.
"tangkap,tangkap"ucap Barito
"koe tendang orang nya?"tanya Gung Raditya
"iya lah kalo gak dia malah kabur terus terpaksa kita harus cabut laporan nya"jawab Barito
"iya juga"sahut Gung Raditya
"yaudah kita ikat aja dia mumpung kesempatan dia belum bangun"perintah Dewi
Mereka pun mengikat Jenny dengan tali lalu membawanya keluar dari ruangan tersebut lalu membawanya dihadapan Polisi.
"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas bantuan kalian karna bantuan kalian kami tidak akan bisa menangkap penjahat yang cerdik ini"ucap Polisi
"sama sama pak,oh ya siapa yang melaporkan kalian bahwa dia ada disini?"tanya Gung Raditya
"itu seorang perempuan misterius kami tidak tau dia siapa"jawab Polisi
"ya namanya tidak penting kak yang paling penting adalah kakak ipar kita sudah selamat"ucap Rian
"hhh kalo begitu kami akan memberi sebuah hadiah"kata Polisi
"wow ada hadiah,apa isinya yah aku penasaran"sahur Barito
"mungkin buku gambar dan pensil warna"jawab Dewi dan Sora dengan mata yang berbinar
"tidak mungkin pasti hadiahnya PS 5 hihi"ucap Barito
"PS teros waktu itu udah beli PS 4 sekarang minta PS 5 lagi apalah Abang ini main game aja taunya"ejek Sora
"sekarep ku lah"
"sudah ini liat sendiri"kata Polisi
Gung Raditya menerima kotak hadiah tersebut lalu membuka kotak tersebut, ternyata isi kotak tersebut berisi sebuah handphone yang bisa dibilang mahal.
"ternyata cuman hp"ucap Rian
"iya tolong diterima ya"kata Polisi
"yaudah akan kami terima hadiahnya"jawab Gung Raditya
"yasudah kalau begitu kami akan antar kalian pulang"ucap Polisi
"bawa adik saya aja pak kami bertiga naik motor aja"jawab Barito
"baiklah kalian bertiga ikut pulang sama saya"ucap Polisi
"Siap laksanakan"tegas Dewi
"dadah Kakak semoga berhasil mendapatkan hati si itu"Ejek Rian
"udah sana gak usah ngeledek"jawab Gung Raditya
Mereka pun akhirnya pulang dengan keadaan selamat, Beberapa lama kemudian mereka pun sudah sampai rumah.
Keadaan si Bintang di kamarnya ia menatap cermin sambil tersenyum licik.
"hhhh haduh orang itu dia pandai sekali di tipu"ucap Jenny
"nona apa tidak apa kalau kita berkhianat padanya?"tanya Bodyguard Bintang
"tentu saja tidak karna itu lah yang bisa bikin aku dan Gung Raditya menjalin hubungan dengan cepat"jawab Bintang
"benar juga dia pastinya sudah terpesona dengan anda nona"ucap Bodyguard
"itu sudah pasti terjadi tinggal si cewek \*\*\*\*\*\* itu yang harus ku singkirkan kira kira rencana apa ya harus ku pakai?"tanya Bintang
"mungkin teman teman mu bisa melakukannya Nona"jawab Bodyguard
"benar juga tumben sekali kau pintar,baiklah aku akan menghubungi mereka nanti"ucap Bintang
"*kali ini takkan ku biarkan kau lepas sebelum kau tersingkir kan dari tangan ku*"pikir Bintang
\#bersambung
nyoho fiuh akhirnya ujiannya selesai sekarang aku udah bisa kembali yey makasih buat doanya readers sekarang mungkin akan tetap update ya,karna mumpung besok libur jadi aku punya banyak waktu untuk bikin novel, semoga aja nilainya memuaskan deh huh,oke sampai bertemu di bab selanjutnya mattane 🤗👋
__ADS_1