
"Ayah apa kita harus mempercepat pernikahan kakak?"tanya Chintia
"apa yang kau katakan itu benar kita harus mempercepat pernikahan kakak mu"jawab sang ayah
Saat ayahnya mempersiapkan pernikahan Gung Raditya tiba-tiba sang Kakek datang menghampiri mereka dan berkata.
"Tidak usah terburu-buru kalau kalian begitu sama saja mereka terancam juga dan mereka bisa dalam bahaya"kata sang kakek
"lalu apa yang harus kami lakukan kakek?"tanya Chintia
"Coba kamu perlihatkan rekaman suara nya kakek ingin mendengarkannya"jawab sang Kakek
Chintia pun memberikan rekaman suara tersebut kepada kakeknya.Kakeknya pun mendengar kan rekaman suara tersebut, selesai mendengar kan rekaman tersebut sang langsung memikirkan rencana bagaimana bisa menyelesaikan masalah tersebut sambil memegang janggut nya yg panjang.
"hmmm seperti nya mereka juga akan membunuh cucu angkat ku ini tapi kayaknya dia salah sasaran lagi"ucap sang kakek
"apa maksud ayah,ayah akan melakukan pembunuhan seperti mereka untuk menyelesaikan masalah ini?"tanya sang ayah
"iya tapi ini bukan rencana pembunuhan biasa yang sama seperti yang kulakukan dulu"jawab sang kakek
"seperti lebih baik jangan kek karna pembunuh bayaran yg ia sewa pasti lebih kuat dari pasukan pembunuh bayaran kakek"kata Chintia
"iya tapi kau tau pasukan pembunuh bayaran kakek tidak mudah untuk dikalahkan"ucap sang kakek
Chintia mencoba meyakinkan kakeknya karna dari pikirannya ia menyuruh Chintia untuk tidak perlu khawatir.
Dulu kakek angkat nya adalah tetua pembunuh bayaran yg tak mudah untuk dikalahkan karna kekuatan fisik nya yg sangat kuat bahkan ia melatih pasukannya dengan sangat ketat sehingga mereka juga susah untu dikalahkan.
Keesokan harinya sesuai rencana ayah si Bintang datang kerumah ayah dari Gung Raditya untuk menjodohkan Bintang dengan Gung Raditya.
Chintia memilih diam dikamarnya dan tidak mau keluar sedangkan Gung Raditya dan Lisa rumahnya dijaga banyak bodyguard.
Ayah si Bintang pun duduk di persilahkan untuk duduk dikursi ruang tamu dengan sambutan Pelayan yang memberikan teh hangat untuk nya.Mereka pun mulai membuka topik pembicaraan nya tentang perjodohan tersebut.
"Baiklah jadi aku datang kemari untuk menjodohkan putri ku si Bintang dengan putra pertamamu bayarannya adalah 4 milyar yang kubayarkan kepada mu bagaimana apa kau menyetujuinya?"tanya ayah si Bintang
ayah Gung Raditya hanya bisa tertawa melihat tawaran dari ayah si Bintang.
"hehehe tawaran mu itu sangatlah luar biasa sampai sampai harta mu yang jadi taruhannya agar putrimu bisa menikah dengan putra pertama ku sungguh kejutan yang menyenangkan tapi sayangnya perjodohan itu aku tolak karna putra ku sudah mempunyai jodoh nya"jawab sang ayah
"A-apa tapi jodohnya hanya orang yang termasuk orang golongan rendah kenapa kau mau menikahi putra mu dengan gadis itu"ucap Ayah si Bintang
"istriku dulu juga orang biasa tapi aku menerima istriku apa adanya karna menurut ku lebih baik memilih orang biasa tapi hatinya baik daripada orang yang terlihat kaya tapi hatinya busuk, apakah kau sudah yakin bahwa anak mu sudah mengeluarkan sisi baiknya didepan orang lain?"tanya sang Ayah
"owh oke jika kau menolak aku bisa menghabisi calon menantu mu itu dan anak angkat mu agar kau menerima perjodohan ini"ucap ayah si Bintang
*prok prok prok*
__ADS_1
kakek pun datang menghampiri mereka sambil bertepuk tangan dan tertawa dengan senyuman sinisnya.
"hahaha sungguh luar biasa nak kau ingin mengancam kami dengan pasukan pembunuh bayaran mu itu tapi sungguh di sayangkan seluruh pasukan mu sudah habis mati terbunuh hehehe"ucap sang Kakek
"huh b-bagaimana ini aku sudah ketahuan apa jangan jangan sial anak itu dia membuatku terjebak dalam permainan nya aku harus pergi dari sini"piki ayah si Bintang
Ayah si Bintang Bergegas untuk pergi tapi sayangnya ia dihadang oleh sang Kakek.
"kau mau pergi kemana kau tidak ingin menguburkan pasukan mu itu hah kau tidak akan meninggalkan nya bukan ehehehe" ucap sang kakek
Sementara keadaan Gung Raditya dan Lisa mereka membersihkan Rumah mereka akibat kejadian tersebut.
"ini sungguh merepotkan diriku"ucap Gung Raditya
"entah lah ini rencana siapa yang paling penting kita udah selamat" Jawab Lisa
"Benar benar gak ada kerjaan yang membuat rencana seperti ini"ucap Gung Raditya
"ini darah nya banyak juga ngeri lama lama kalo begini bisa muntah" ucap Lisa
"namanya juga pasukannya banyak salahin aja Author nya dia yang bikin kita repot"Jawab Gung Raditya
Author:ah lu cuman karakter fisik ikutin aja alur cerita nya
Beberapa lama kemudian mereka pun selesai bersih bersih Rumah mereka pun bersih tanpa darah berceceran.
"iya pingin minum"jawab Gung Raditya
Tiba tiba saat mereka duduk santai ada seorang pelayan yang membawakan dua cangkir teh untuk mereka.
"syilahkan dinikmati teh nya tcua"ucap pelayan
"iya maka- ....."jawab Gung Raditya sempet terhenti karena terkejut melihat pelayan tersebut.
Pelayan tersebut ternyata adalah Rian yang memakai baju pelayan dan Rok pelayan Lisa hanya bisa terpelongo dan kebingungan melihat tingkahnya.
"Abang kuh tercintanya ini teh sama kuenya,kuenya aku buat sendiri loh"Ucap Rian
"Kau ngapain pake Baju pelayan?"tanya Gung Raditya
"aku mau latihan jadi pelayan gimana sih rasanya jadi pelayan gitu nah makanya aku pake baju pelayan gimana cocok kan?"tanya Rian
"terserah deh mana teh sama kuenya"kata Gung Raditya
"nih"Jawab Rian
Rian pun memberikan teh dan kuenya kepada Gung Raditya lalu dia menawarkan nya kepada Lisa.
__ADS_1
"Ayunda mau teh sama kuenya?"tanya Rian
"hmm aku mau teh nya aja deh kalo kue aku gak terlalu suka"Jawab Lisa
Lisa pun mengambil secangkir teh dan meminum nya sedangkan Gung Raditya ia meminum teh lalu memakan kue buatan Rian tapi saat kuenya dimakan ia malah melepehkan kuenya dengan tisu.
*Hoek,pweh,pweh"
"kok di lepeh kak?"tanya Rian
"kuenya gak enak bodo udah kayak makan plastik"jawab Gung Raditya
"huweeee gagal lagi bikin kuenya" Ucap Rian dengan lesu
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
"makanya kalo gak bisa masak jangan sok sok an mau masak pantesan ayah gak ngijinin kamu buat masuk jurusan tata boga"Kata Gung Raditya
"enak loh masuk Jurusan tata Boga bisa ketemu Chef Renata disana"jawab Rian
"terserah kau lah btw kenapa koe disini?"tanya Gung Raditya
"hehe nginep boleh plis bosen dirumah terus ini"jawab Rian
"nginep lagi Aissh yowes lah boleh asalkan gk bikin masalah lagi" ucap Gung Raditya
"yey boleh nginep,boleh nginep"jawab Rian dengan Kegirangan.
"itu Chintia gimana keadaan nya?"tanya Gung Raditya
"owh itu dia baik baik aja rencana ingin membunuh Ayunda itu adalah Ayah si Bintang tapi Syukurlah kakek menggagalkan rencana tersebut"jawab Rian
"syukur lah dia baik baik aja yaudah ganti baju mu itu baju udah bikin malu aja" ucap Gung Raditya
"iye ntar ku ganti aku makan laper"jawab Rian
"yaudah kita makan bareng bareng aja kebetulan aku sudah selesai masak"ucap Lisa
"yey asik makan yey"kata Rian dengan Kegirangan
mereka pun akhirnya makan bersama.
#bersambung
oke makasih yang udah baca jangan lupa like, share dan Votenya supaya author nya semangat buat update novelnya
buat mau ikut sesi tanya jawab silahkan cari IG author yaitu
__ADS_1
@Author_id827 sesinya ada di Ig ya oke sampai jumpa di Bab Selanjutnya Mattane.