Terpaksa Menikahi Ketua OSIS

Terpaksa Menikahi Ketua OSIS
Bab 5 sekolah baru part 2


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah angin berhembus kencang burung burung terbang ke langit sambil berkicau burung burung itu datang ke jendela kamar Gung Raditya,Gung Raditya pun terbangun karna suara kicauan burung di jendelanya.


"nih burung selalu aja datang ke jendela kamar gua huh mandi dulu dah"gumam Gung Raditya


Gung Raditya pergi mengambil handuk dan pakaian seragam nya lalu pergi ke kamar mandi.Selesai mandi dan memakai pakaian seragam sekolah nya ia menyisir rambut nya di depan cermin selesai menyisir rambut nya ia pun keluar dari kamar nya dan turun dari tangga lalu menuju ke dapur untuk sarapan.


Saat berada di dapur Gung Raditya pun duduk di kursi yang disediakan di dapur.Lisa membuat sandwich untuk Gung Raditya,Lisa tidak bisa memasak banyak karna ia harus masuk awal karna Gung Raditya sudah ada kegiatan pagi itu ia juga tidak bisa memasak banyak juga karna ia harus mengikuti tes,Mereka pun makan Sandwich tersebut, selesai makan mereka pun mengambil tas mereka lalu pergi ke sekolah.


Namun saat Gung Raditya yang ingin menghidupkan motor nya Lisa yang ingin naik ke motornya, Gung Raditya menyuruh nya untuk tidak menaikinya Motor nya.


"gausah naik kamu mesen ojek online aja"ucap Gung Raditya


"jahanam gua kira bakal di kasik boncengan ternyata disuruh pesen ojek online nasib telat dah gua😒"gumam Lisa


Lisa pun memesan ojek online sedangkan Gung Raditya meninggalkan Lisa begitu saja.Beberapa lama kemudian sang ojol pun datang sesuai dengan ordernya.


"mbak Lisa benarkan?"tanya bang ojol


"iya bang"jawab Lisa


"owh yaudah mau di anter kemana mbak?"tanya bang ojol


"anterin ke sekolah SMA Garuda Emas"jawab Lisa


"oke siap mbak"ucap bang ojol


Lisa pun berangkat ke sekolah dengan ojek online, saat di perjalanan Lisa tampak seperti cemas memikirkan Gung Raditya yang sifatnya yang terlalu dingin.


"sebenarnya dia itu kenapa bisa dingin gitu apa dia masih ada masalah yang belum terselesaikan atau ada seseorang yang spesial di hatinya sampai tidak bisa melupakan nya?aku tidak terlalu mengerti dengan nya yang selalu cuek kepada ku apa dia membenciku? mungkin iya karna dia belum siap untuk di jodohkan ya aku akan mencoba membuat ia senang agar dia bisa senyum"gumam Lisa


Beberapa jam kemudian Lisa sampai disekolah nya dan ia pun turun dari motor lalu membayar ongkos nya ke Abang ojol, Selesai membayar ongkos Abang ojol pun pergi untuk mengantar order yang lain,saat Bang ojolnya pergi Lisa pun masuk ke sekolah betapa kejutnya melihat sekolah nya begitu besar seperti istana dongeng dan lapangan yang sangat luas.


"buset ini sekolah apa istana yak guede amat bah?"tanya Lisa sambil terkejut melihat sekolah baru nya


lalu ada seorang siswi yang menjawab pertanyaan Lisa itu.


"ini sekolah kok bukan istana"jawab seorang siswi


"eh oh gitu ya hehehe"ucap Lisa dengan gugup


"kamu murid baru ya disini soalnya aku belum pernah liat kamu?"tanya seorang siswi


"owh iya aku murid baru disini"jawab Lisa


"owh gitu boleh kenalan gak?"tanya seorang siswi


"owh boleh kenalin nama ku Lisa"jawab Lisa


"salam kenal Lisa nama ku Shava"ucap Shava


"salam kenal juga Shava oh iya kamu tau gak ruangan kepala sekolah dimana?"tanya Lisa


"tau kok ayok ku anterin"jawab Shava


"oke deh makasih ya maaf ngerepotin"ucap Lisa


"gak ngerepotin kok santai aja"jawab Shava


Mereka pun pergi ke ruang kepala sekolah yang jaraknya lumayan jauh agar tidak dapat di jangkau oleh murid lain.Saat sampai di ruang kepala sekolah Shava mengetuk pintu ruangan tersebut dan ada suara menyuruh mereka masuk dari ruangan itu suara tersebut adalah suara dari kepala sekolah.


"masuk aja pintunya gak di kunci"ucap Kepala sekolah


Mereka membuka pintu ruangan kepala sekolah lalu masuk keruangan kepala sekolah itu dan menutup pintu nya kembali.


"kepala sekolah disini ada murid baru yang ingin mengikuti tes"ucap Shava


"baiklah terimakasih sudah menghantarkan nya saya juga sudah tau itu"jawab Kepala sekolah


"saya pamit dulu Bu"ucap Shava


"iya silahkan nak"jawab Kepala sekolah


"Lisa semoga kita satu kelas"bisik Shava kepada Lisa


"iya semoga aja"bisik Lisa


Shava keluar dari ruang kepala sekolah lalu pergi ke kelas.


"nak kemari lah dan duduk lah di kursi yang ada di depan saya"ucap kepala sekolah


Lisa pun mendekati meja kepala sekolah dan duduk di kursi yang di depan nya.


"nama kamu Lisa Adams?"tanya Kepala sekolah


"i.iya Bu"jawab Lisa


"hmm ternyata benar dia anak dari Rini aku sudah menduganya"gumam Kepala sekolah


"baiklah silahkan isi formulir ini ibu akan mengambil soal tesnya"ucap Kepala sekolah


"baik Bu"Jawa Lisa


Kepala sekolah pun mengambil soal tes masuk itu, setelah mengambil soal tes masuk tersebut ia memberikan nya kepada Lisa.


"ini nak soal tes nya"ucap Kepala sekolah


"terimakasih Bu"jawab Lisa


"kamu sudah selesai mengisi formulir nya?"tanya kepala sekolah


"sudah Bu"Jawab Lisa lalu memberikan selembar formulir itu ke Kepala sekolah


"terimakasih nak yaudah silahkan mengerjakan tes nya"ucap Kepala sekolah


Lisa pun mengerjakan tes tersebut dengan perlahan-lahan ia menjawab nya agar jawabannya benar semua.Selesai mengerjakan tes masuk Lisa pun memberikannya kepada kepala sekolah,Kepala sekolah memeriksa hasil tes dari Lisa.


"hmmm oke lah menurut saya ini sudah bagus selamat kamu diterima di sekolah ini"ucap Kepala sekolah


"beneran Bu?"tanya Lisa


"iya ini beneran nah"jawab Kepala sekolah


"syukur lah terimakasih Bu"ucap Lisa


"iya sama sama yaudah kamu nanti masuk ke kelas 12.4 IPA"jawab Kepala sekolah


"iya Bu oh ya saya boleh nanyak sesuatu ke ibu"tanya Lisa


"silahkan"jawab Kepala sekolah


"seragam nya kapan di berikan Bu?"tanya Lisa


"oh iya ibu mau bilang kalau stok seragam sekolah masih belum ada ya jadi kamu pakai seragam sekolah lama mu dulu "jawab Kepala sekolah


"oh gitu ya Bu yaudah saya tunggu kabar dari ibu aja deh kalau masalah seragam"kata Lisa


"ya nanti saya kabari kalau seragamnya sudah ada"ucap Kepala sekolah


"kalau begitu saya antar kamu ke kelas ya"kata kepala sekolah


"iya Bu"jawab Lisa


Kepala sekolah pun mengantarkan Lisa ke kelasnya.Saat sampai di kelas kepala sekolah menyuruh Lisa diam di luar terlebih dahulu,Lisa pun Mengiyakan perkataan Kepala sekolah itu dan Kepala sekolah masuk ke 12-4.


"baiklah semuanya hari ini ada kedatangan murid baru jadi tolong untuk kerjasamanya ya"ucap Kepala sekolah


"iya Bu" Jawa para murid


"oke kita tunda sebentar pelajaran nya ya"ucap guru


"yasudah kalau begitu,ayo nak silahkan masuk"ucap Kepala sekolah


Lisa pun masuk ke kelas tersebut,saat ia masuk kelas para murid melihat nya dengan kebingungan karna Lisa memakai Seragam lamanya.


"oke nak silahkan perkenalkan dirimu"ucap Kepala sekolah


"iya Bu"jawab Lisa


"Halo semua nya kenalin nama ku Lisa aku pindahan dari sekolah SMA Arwana 2" ucap Lisa


Saat Lisa memperkenalkan diri ada salah satu siswi yang menanyakan pakaian yang di pakai oleh Lisa.


"Bu saya mau nanyak dia kenapa gak pakai seragam sekolah kita?"tanya salah satu siswi


"iya Bu kenapa gak pakai seragam sekolah kita kan peraturan harus di ikuti gimana sih?"tanya seorang siswi


"sudah tenang Lisa sementara memakai Seragam lama nya karna stok seragam sekolah masih kosong jadi tidak ada perdebatan lagi antara seragam ya"jawab Kepala sekolah


"yasudah silahkan duduk nak di tengah "ucap Kepala sekolah


"iya Bu"jawab Lisa


Lisa pun duduk di samping b bangku yang diduduki Gung Raditya.


"ternyata dia ada di kelas ini juga kalo aku duduk sini mati gak ya huh semoga gua gak mati"gumam Lisa


"baiklah saya pergi dulu silahkan dilanjut kan pelajaran kalian"ucap Kepala sekolah


"iya Bu"Jawab para murid


Kepala sekolah pun keluar dari kelas dan melanjutkan pekerjaannya.


"baiklah kita lanjutkan pelajaran nya"ucap guru


Pelajaran dimulai Guru mulai mengajar sesuai dengan mata pelajaran nya, beberapa menit kemudian Gung Raditya, Barito kembali ke kelas karna pelajaran selanjutnya ada ulangan.Saat Gung Raditya kembali ke tempat duduknya ia terkejut karna Lisa duduk disampingnya.


"lu ngapain duduk disini?"tanya Gung Raditya


"kelas ku disini terus bangku lain pada ke isi semua kecuali yang ini"jawab Lisa


"ck hah terserah lah"ucap Gung Raditya


Gung Raditya pun duduk disampingnya dengan terpaksa.Pelajaran pun selesai dan dilanjutkan pelajaran selanjutnya, seorang Guru masuk kelas dan memberikan sapaan.


"Baiklah selamat Pagi semuanya"sapa Guru


"Pagi Bu"sapa Murid


"oke kalian ingat hari ini ada apa?"tanya Guru


"ulangan Bu"jawab murid


"oke bagus jadi karna tadi kepala sekolah juga ngasih tau saya karna hari ini ada murid baru jadi khusus untuk murid baru tidak ikut ulangan terlebih dahulu"ucap Guru


"loh kok gitu sih Bu?"tanya Bintang


"ya kan dia tidak tau materi ulangan hari ini apa"jawab Guru


"ya biarin aja dia ikut biar dapat nilai jelek hahaha"ucap Bintang


"Bintang jaga mulut kamu ya atau saya gak izinin kamu untuk ikut ulangan hari ini dan nilai mu hari ini nol"ujar Guru


"iya Bu maaf"ucap Bintang


"di diemin kok ngelunjak :v?"tanya si Bagas


"diem kamu"jawab Bintang dengan kesal


"Sudah kita mulai ulangan nya ibu sediakan soal,untuk murid baru silahkan keluar kelas terlebih dahulu untuk menunggu semuanya selesai ulangan"ucap Guru


"iya Bu saya permisi dulu"jawab Lisa


"iya nak"sahut Guru


Lisa pun pergi keluar kelas untuk menunggu semuanya selesai ulangan, sedangkan Gurunya membagikan kertas soal untuk murid yang ulangan.


"syungguh bosannya kalau tunggu di luar"gumam Lisa


Saat Lisa sedang di luar tiba tiba Shava yang baru datang dari lapangan basket datang menghampiri Lisa.


"eh Lis kok kamu disini gk masuk kedalam?"tanya Shava


"oh aku disuruh nunggu semua murid yang lagi ulangan makanya aku diem diluar"jawab Lisa


"Oalah, kamu sekarang di kelas mana?"tanya Shava


"ini di kelas 12-4 IPA"jawab Lisa


"wah kita sekelas"ucap Shava


"wew tidak menyangka ya"ucap Lisa


"iya loh,btw aku masuk kelas dulu karna kan mau ulangan"ucap Shava


"iya semangat buat ulangan ya"ucap Lisa


"Yoi"jawab Shava


Shava pun akhirnya masuk kelas untuk mengikuti ulangan harian.Beberapa menit kemudian para murid selesai mengikuti ulangan Lisa pun disuruh masuk kembali ke kelas sedangkan Gung Raditya dan Barito melanjutkan kegiatan mereka di Aula.


*Kringggggg


Beberapa jam kemudian bel istirahat pun berbunyi Shava mengajak Lisa berkenalan dengan sahabatnya.


"Lis kenalin sahabat aku ini ada Alya,Fira,Hanni"ucap Shava yang memperkenalkan sahabat nya


"halo Lisa salam kenal aku Alya"ucap Alya


"salam kenal aku Fira"ucap Fira


"Hanni"ucap Hanni


"iya salam kenal semuanya senang bertemu dengan kalian"Jawa Lisa


"yaudah kamu mau gak jadi sahabat kita?"tanya Fira


"mau pake banget lagi"jawab Lisa


"yaudah kita sahabat sekarang"ucap Alya


"kamu mau gak keliling sekolah?"tanya Hanni


"Mau kebetulan aku pengen banget beradaptasi di sekolah ini"jawab Lisa


"yaudah yuk "seru Shava


Mereka berempat mengajak Lisa untuk berkeliling sekolah.


"oke ini ada Aula yang biasa di pakai kegiatan OSIS, acara ulang tahun,lomba, dipakai untuk latihan juga bisa biasanya yang make tuh ekstra kurikuler Tari sama teater"ucap Shava


"owh gede juga ya"ucap Lisa


"oke sekarang lihat lapangannya seperti apa"ucap Shava


Mereka pun pergi ke lapangan sepakbola yang di gabung lapangan untuk lari.


"ini lapangan sepakbola terus ada lapangan juga buat ekstra lari maraton"ucap Fira


"wooow gede banget"ucap Lisa


"kamu mau liat kolam renang gak?"tanya Alya


"mau"jawab Lisa


"yaudah yuk"ucap Alya


mereka menuju ke kolam renang yang disediakan di sekolah tersebut.


"itu kolam renangnya disana tuh biasanya pas pelajaran olahraga kita pake kolam ini juga terus di kolam juga ada tempat nyantainya tuh ada di tepi terus kalo untuk ekstra renang juga pake kolam ini jadi gak perlu harus repot-repot buat sewa kolam renang"ucap Alya


"sekolah ini elite ternyata ya"ucap Lisa


"iya banyak yang pengen masuk sini karna fasilitas nya yang lumayan bagus banyak yang bilang ini sekolah khusus orang kaya karna biaya SPP yang terlalu mahal"jawab Fira


"Oalah pasti masuk ke sekolah ini gak mudah"ucap Lisa


"iya bener kalo mau masuk sini tuh harus mengikuti tes masuk dulu baru deh bisa masuk sekolah ini makanya banyak banget yang murid murid dapet nilai bagus terus pinter pinter lagi"ucap Shava


"iya disini juga banyak cogan contoh nya adek kelas 11 kita yang namanya Andri udah ganteng,tinggi,baik,sopan lagi haaaah andaikan aku jadi pacar nya"seru Alya


"kalo Alya tuh emang gitu kalo bahas cowok cowok pasti langsung klepek klepek karna ada gebetannya di depan"bisik Fira kepada Lisa


"oh gitu"bisik si Lisa


"yang mana namanya Andri Al?" tanya Lisa


"yaudah tak panggilin mumpung dia disini"Jawab Alya


Alya memanggil Andri yang sedang latihan renang untuk lomba nanti.


"Dek liat sini dek"sapa Alya kepada Andri


Andri yang melihat Alya pun melambaikan tangan nya untuk menjawab sapaan dari Alya.


"Kyaaa tuh yang angkat tangan tuh ganteng kan 😍?"tanya Alya


"uhhh iya iya ganteng kok 😅"jawab Lisa


"kalo kamu suka dia kenapa gak tembak aja Alya?"tanya Fira


"hmm aku mau nembak tapi dia.... huh ya gitu deh"jawab Alya dengan lesu


"hmm gimana anterin lagi ke ekstra kurikuler yang menarik siapa tau bisa ikut"ucap Lisa


"boleh juga tuh yuk guys"seru Alya


Mereka pun mengantar ke ruang ekstra lain seperti ,ekstra memasak, fotografer, detektif,teater,peramal,melukis,Mading,Kimia, Biologi,Fisika, Astrologi, Astronomi,dan lain lainnya.


"oke sekarang kita ke UKS"ucap Shava


"owh oke"jawab Lisa


mereka pun menuju UKS,saat sampai di UKS Lisa terkejut bahwa UKS mempunyai gedung sendiri.


"ini gedung UKS gak di sambung sama..."terkejut Lisa


"hehe iya UKS nya punya gedung sendiri karna banyak yang kena luka kecil dan parah"ucap Fira


"kok bisa?"tanya Lisa


"karna disini banyak ada kasus Bullying salah satu pelaku Bullying yang terkenal itu adalah Bintang kau tau kan yang dikelas kita itu dia pernah melukai adek kelas sampai tangannya patah"jawab Alya


"ngeri juga ya"ucap Lisa


"iya makanya untung anak PMR disini jago ngobatin orang salah satunya yang paling jago ngobatin itu Ketua OSIS kita yaitu Gung Raditya tapi ya sekarang udah jarang sih dia ngobatin orang karna ya ada kegiatan OSIS"ucap Alya


"iya dulu dia perhatian sama adek kelas yang waktu itu patah tangan nya gara gara kena bully tapi ya sekarang kayak cuek gitu"ucap Fira


"emang kenapa dia bisa cuek gitu?"tanya Lisa


"itu karna...."jawab Fira sempat juga terpotong karna bel Masuk


*Kringggggg


"bel masuk kurang asem lagi enak enak ngomong juga"ucap Fira dengan kesal


"ahahaha yaudah lanjutin pas di kelas Fir kan kamu duduknya dibelakang aku"ucap Lisa


"iya ya mumpung si kulkas terbang lagi dispen yak"ucap Fira


"njir kulkas terbang gak tuh weh 🤣"ucap Alya


"yaudah masuk masuk entar masalah gosip tentang si itu di kelas aja"ucap Shava


Mereka pun menuju ke kelas dengan melewati jalan pintas yang di ketahui oleh Shava dan kedua sahabatnya.Sesampainya dikelas mereka pun duduk ke tempat masing masing


Lisa pun menanyakan tentang Gung Raditya,Fira pun menceritakan semua yang terjadi.


*Flashback*


Di UKS Gung Raditya sedang mengobati adik kelas yang terkilir karna memaksakan berlari, setelah selesai mengobati kaki adik kelasnya ia pun mengambil buku kehadiran UKS.

__ADS_1


"nih dek tolong isi nama,kelas,sama tanda tangan kamu ya dan lain kali sebelum olahraga jangan lupa pemanasan terus jangan dipaksain lari kalo lagi capek kakinya"ucap Gung Raditya


"Siap kak besok aku gak maksain lari kalo kaki aku lagi capek"sahut Adik kelas


"Bagus"ucap Gung Raditya


"ini pulpennya"ucap Kioko


"makasih Kioko senpai" sahut Adik kelas


Adik kelas itupun mulai menulis nama,kelas,dan tanda tangan nya di buku kehadiran UKS tersebut, selesai menulis identitas nya di buku kehadiran UKS ia pun memberikan buku dan pulpen tersebut kepada Gung Raditya lalu ia pun berpamitan dan mengucapkan terima kasih setelah itu ia meninggal kan UKS.


"hhh capek"ucap Kioko


"capek ya kasian mau di ku pijet tin?"tanya Gung Raditya


"tidak terimakasih masih kuat aku butuh ocha (teh) hehe"jawab Kioko


"yaudah ku buatin"ucap Gung Raditya


"tidak mau nanti malah ke Manisan kalau Gung Raditya-kun yang buat"sahut Kioko


"udah biar aku yang buat janji deh gak bakal ku kasih gula"kata Gung Raditya


"hmm yaudah deh tolong ya"sahut Kioko


"okeh"ucap Gung Raditya


"hehe aku kasih gula ke tehnya pasti dia bakal terkejut muahhahahaha"gumam Gung Raditya yang memikirkan rencana jahatnya


Gung Raditya pun membuatkan teh untuk Kioko ,ia juga sengaja memasukan sedikit gula agar tehnya terlihat manis, selesai Gung Raditya membuat teh ia pun memberikan tehnya kepada Kioko.


"ini silahkan dinikmati"ucap Gung Raditya


"terimakasih Gung Raditya-kun"sahut Kioko


Saat ia meminum teh nya ia merasa kan rasa manis di lidahnya ia sadar bahwa tehnya dimasukan gula oleh Gung Raditya.


"ocha nya manis Aaaaaaa Gung Raditya-kun Hidoi (jahat) 😭"ringis Kioko


"Hahahaha kasian diabetes dia 🤣🤣"ucap Gung Raditya


Gung Raditya yang tak tega melihat Kioko menangis karna teh nya terlalu manis ia pun memberikan air minum nya kepada Kioko.


"minum ini aja kasian dari pada mati kehausan"


ucap Gung Raditya


"arigato (makasih) 😥"sahut Kioko


Kioko meminum air yang diberikan oleh Gung Raditya, setelah selesai meminum air yang diberikan Gung Raditya ia pun mengembalikan botol minumnya ke Gung Raditya.Saat mereka melanjutkan mengobrol Bintang datang untuk menemui Gung Raditya.


"permisi maaf ganggu aku mau ngomong sesuatu ke Gung Raditya"ucap Bintang


"mau ngomong apa?"tanya Gung Raditya


"... ngomong nya di luar aja karna ini privasi"jawab Bintang


"oke"sahut Gung Raditya


Gung Raditya dan Bintang pun keluar dari UKS


lalu membuka topik.


"oke jadi ada apa memanggil ku?"tanya Gung Raditya


"jadi aku mau ngomong tentang perasaan ku, sebenarnya aku menyukai mu"jawab Bintang dan menyatakan perasaan cinta nya


"owh begitu ya tapi aku minta maaf karna aku tidak menyukai dirimu sekali lagi aku minta maaf aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu"ucap Gung Raditya


"jadi begitu ya yasudah lah"kata Bintang lalu pergi dengan perasaan kecewa.


Keesokan harinya Kioko dan Gung Raditya berjalan ke kelas bersama seperti biasanya


Saat sampai di kelas Kioko tiba tiba ingin ke toilet ia pun pergi ke toilet,saat sampai di toilet


ia pergi salah satu toilet yang kosong untuk buang air kecil, selesai buang air kecil ia pun keluar dari toilet ia terkejut didepan nya ada Bintang dan teman temannya yang siap siap untuk membully Kioko.


"ano maaf ini ada apa?"tanya Kioko


"ternyata kau masih pura pura tidak tau ya"jawab Bintang


"apa maksudmu?"tanya Kioko


"aku kesini untuk membalas kan dendam ku karna kau sudah merebut Gung Raditya dari ku dan sekarang terimalah akibat nya"Jawab Bintang


Bintang dan teman temannya pun memukuli Kioko sampai babak belur lalu ia juga memotong rambut Kioko sampai pendek.


"sudah lepaskan aku sudah puas"ucap Bintang


lalu pergi meninggalkan Kioko yg tidak berdaya dan akhirnya pingsan


**************


"hmm dia tidak kembali lagi, dia kemana lagi selain ke toilet? ah ku samperin aja lah ke toilet"gumam Gung Raditya


Gung Raditya pun pergi ke toilet mencari Kioko.


sesampainya di toilet ia terkejut melihat Kioko yang terbaring di lantai dengan rambutnya yang pendek ia menghampiri Kioko dan membawanya ke UKS.


Sesampainya di UKS Gung Raditya meletakkan Kioko dikasur lalu mengambil minyak kayu putih untuk membangunkannya,saat Kioko terbangun ia meraba rambutnya yang dulunya panjang dan lurus sekarang menjadi pendek.


"Rambut ku...."lirih Kioko


"yah rambut mu terpotong,kenapa kau bisa seperti ini siapa yang melakukan nya?"tanya Gung Raditya


"aku tidak bisa memberitahu kan mu karna mungkin aku juga akan seperti ini lagi"Jawab Kioko


"tenang saja aku tidak akan bilang pada siapa pun katakan saja siapa melakukan mu sampai seperti ini?"tanya Gung Raditya


".... Bintang"jawab Kioko


"Beraninya dia melakukan hal seperti ini kepada mu!!!"ujar Gung Raditya dengan kesal


"ayo kembali ke kelas"ucap Gung Raditya


"iya"sahut Kioko


***********


Dikelas Bintang mengobrol dengan Gina ia membahas tentang kejadian di toilet dan mereka tertawa-tawa karna kejadian tersebut.


"hahahaha pasti dia udah pingsan disana terus gak ada yang nolongin ahahahaha"ucap Bintang


"iya bener tuh terus nanti dia dimarahin sama guru kalau dia gak balik balik"sahut Gina


"owh senang kalian yah"ucap Gung Raditya yang baru saja kembali ke kelas dengan Kioko yang ada dibelakang nya


"um Gung aku bisa jelasin"ucap Bintang


"gak perlu"sahut Gung Raditya


"udah jelaskan kamu yang bully Kioko kan gk perlu di jelasin lagi kan"ucap Gung Raditya


"Gung kamu ini bisa gak sih jadi temen itu dengerin penjelasan nya dulu kan belum tau alasannya juga kan"ucap Gina


"IYA SUDAH AKU YANG MELAKUKANNYA KARENA AKU MENYUKAI DIRIMU"Teriak Bintang


"aku bukannya sudah bilang aku tidak menyukai mu kan kenapa alasan mu tidak masuk akal sekali?"tanya Gung Raditya


"aku menyukai saat kita berada di kelas 10 tapi saat kelas 12 kenapa kau berpaling dengan wanita lain?"tanya Bintang


"karna aku sudah punya pacar saat aku SMP gadis yang ku cintai itu ada dibelakang ku"jawab Gung Raditya


Bintang menoleh ke arah Kioko yang masih takut berada di hadapan nya.


"jadi kau sudah berpacaran sejak lama?"tanya Gina


"iya"jawab Gung Raditya


"sekarang kalian yang terlibat ikut aku ke ruang BK"ujar Gung Raditya


Gung Raditya pun mengantar kan Bintang dan temannya yang ikut membully Kioko ke ruang BK sedangkan Kioko kembali ke tempat duduk nya tapi aneh nya ia menemukan sebuah kertas dengan tulisan yang bikin Kioko tidak nyaman.


Dasar pelakor,


Dasar ******


Mati saja sana kau tak layak untuk hidup,


Kenapa masih disini tidak punya nyali untuk membunuh dirimu sendiri ya.


4 kertas yang di temukan Kioko sangat lah membuat hati nya sakit dan ingin bunuh diri.


"maaf Gung Raditya- Kun mungkin hidupmu akan tenang jika tidak ada aku dan tidak merepotkan dirimu aku berterima kasih kepada mu karna sudah mengajarkan ku bahasa Indonesia, menerima aku dan mencintai ku apa adanya mungkin saat istirahat nanti kita akan berpisah maaf kan aku Gung Raditya-kun aku tau kau akan sedih dan tidak tau harus bilang apa kepada ibuku" gumam Kioko dengan menitihkan air matanya yg berlinang lalu menghapus nya agar tidak terlihat sedang menangis.


Gung Raditya pun kembali ke kelas lalu duduk di tempat duduknya.


"oi Kioko-chan kamu tidak apa apa?"tanya Gung Raditya


"ah iya tidak apa apa aku hanya haus"jawab Kioko


"owh yaudah kamu minum air aku aja ya"ucap Gung Raditya


"eh nggak aku mau ocha manis apa yak bahasa Indonesia nya?"tanya Kioko


"teh manis kalik"jawab Gung Raditya


"ah iya teh manis hehe apa kau membawanya?"tanya Kioko


"doyan ternyata dia hahaha bawa kok yaudah ku ambilin tapi abisin ya"jawab Gung Raditya


"iya"sahut Kioko


Gung Raditya pun mengambil sebotol tamler yang berisi teh manis lalu memberikan nya kepada Kioko.


"nih silahkan diminum"ucap Gung Raditya


"iya terima kasih"Sahut Kioko lalu mengambil teh manis tersebut dan meminum nya.


Setelah ia meminum teh manis sampai habis ia mengembalikan tamler tersebut kepada Gung Raditya.


"habis juga ya gk tau juga kenapa kamu bisa tiba tiba doyan sama teh manis"ucap Gung Raditya


"mungkin karna kau kemarin menjahili diriku"sahut Kioko


"masih ingat ternyata ku kira udah lupa"kata Gung Raditya


"tidak mungkin aku lupa karna sudah kemarin belum lama"ucap Kioko


"iya juga ya kok tiba tiba o'on aku yak"ucap Gung Raditya


"heh pacaran aja aku kok gak diajak Weh"ucap Barito yang tiba tiba baru masuk ke kelas


"makanya cari dong om"ucap Gung Raditya


"am om am om kau kira aku mirip om om apa yak?"tanya Barito


"iya loh mirip banget karna sering marah marah"jawab Gung Raditya


"Aku sering marah marah tu karna koe yang selalu ngeledek aku tanpa alasan"ucap Barito


"bodo amat dari pada lu gak punya pacar"ujar Gung Raditya


"astaga,IBUUUU TOLONG CARI KAN AKU JODOH AKU KENA FRIEND ZONE GARA GARA GUNG RADITYA TIDAK MENERIMA CINTA KU"Teriak Barito


"Hiiiiii gay tau yaudah tak cariin jodoh aja dah"ucap Gung Raditya


"nah gitu dong Gung kalo gini kan aink makin cinta ama lu"sahut Barito


"hiiiii iya iya serah,yaudah mau sama adek aink yang ketiga gak?"tanya Gung Raditya


"gak terima bocil yang husbunya Mikey"jawab Barito


"yaudah Shava gimana?"tanya Gung Raditya


"gak mau sama cewek galak :v"jawab Barito


"dih yaudah adek ku yang lagi satu gimana?"tanya Gung Raditya


"...emang tu adek mu lagi satu gimana perasaan lu punya adek cuman 2 deh?"tanya Barito


"ya pokoknya dia cewek seumuran anak SMP kayak adek ku yang lagi satu"jawab Gung Raditya


"owh gitu iya iya tapi aku belum ketemu dia weh"ucap Barito


"iya nanti kerumah aink"ucap Gung Raditya


"lagi ada acara bor jadi gak bisa datang mangap yah"sahut Barito


"okeh mamank"ucap Gung Raditya


"mamank mamank mata kau mamank ya ges ya"ucap Barito dan Kioko,Gung Raditya tertawa melihat tingkah Barito


*******************


Saat Istirahat Kioko dan Gung Raditya ingin makan bersama di Rooftop tapi karna Gung Raditya tidak membawa bekal jadi ia pergi ke kantin untuk membeli Roti sedangkan Kioko menuju ke Rooftop duluan.Saat sampai di Rooftop Kioko menaruh bekalnya lalu pergi ke batasan Rooftop tersebut lalu menunggu kehadiran Gung Raditya.Gung Raditya pun datang ke Rooftop ia terkejut bahwa Kioko berasa di batasan tersebut.


"K.kioko-san disitu bahaya loh"ucap Gung Raditya


"memangnya kenapa disini berbahaya?"tanya Kioko


"Ya pokoknya jangan kesana kamu bisa jatuh"jawab Gung Raditya


"tapi kalo aku jatuh dari gedung hidupmu akan tenang bukan kau tau Bintang itu menyukai mu kenapa kau tidak menerimanya?"tanya Kioko


"aku tidak mungkin menerimanya kalau aku sudah mempunyai kekasih yang ku cintai"jawab Gung Raditya


"tapi aku tidak mau melihatku tersiksa jadi lebih baik aku mati dari pada aku hidup tapi aku disakiti"ucap Kioko


"kata kata nya tidak usah di dengarkan kau cukup menjalani hidup mu kau tidak akan meninggalkan ku bukan?"tanya Gung Raditya


"aku memang tidak mau meninggalkan mu tapi demi Bintang bisa berpacaran dengan mu dan tidak ingin melihat ku akan ku turuti tolong ingat pesan terakhir ku jangan lupa bawa Indomie goreng dan teh manis nya, Indomie nya setengah untuk ku setengah lagi untuk mu ku harap kau membawanya dan yah sayonara Gung Raditya terimakasih sudah menemaniku dan menjadi pacar ku selama hidup ku tapi kita harus berpisah disini sekali lagi aku mengucapkan Arigato hontou ni Arigato ne, sayonara Gung Raditya-kun"ucap Kioko lalu ia melompat dari gedung itu saat terjatuh dan pada akhirnya dia meninggal.


Gung Raditya yang melihatnya berteriak dan menangis atas kepergian Kioko orang ia sayangi dan selalu menemani nya telah hilang begitu saja.


"AAAAAAAAAAAGH"


"maaf kan aku seharusnya aku menyuruh mu tetap berada di Jepang agar kau tidak seperti ini"


*flashback off*


"gitu ceritanya"ucap Fira


"kasihan pasti setelah kematian nya ia sedih"sahut Lisa


"ya gitu dia waktu itu sampai tidak masuk 7 hari karna sakit"ucap Fira


"HAH!?"Teriak Lisa yang terkejut


"ish teriak pulak anak ni kaget loh aku"ujar Fira


"hehe sorry Fir gk sengaja"ucap Lisa


"yaudah balik badan Sono gurunya udah mau datang"ucap Fira


"oke balik badan gerak"ujar Lisa


"dih malah latihan baris berbaris pulak anak ni"ucap Fira


********************


"Gung Raditya"sapa ketua PMR


"apa?"tanya Gung Raditya


"kamu hari ini ada jadwal lagi gk?"tanya ketua PMR


"gak"jawab Gung Raditya dengan singkat


"kalo gitu bisa jaga UKS gak pas pulang sekolah?"tanya Ketua PMR


"y"jawab Gung Raditya


"okelah kalo begitu nanti pulang sekolah tolong jaga UKS ya"ucap Ketua PMR


"hmm"sahut Gung Raditya dengan singkat


"yaudah kalo gitu aku pergi dulu ya daaah"ucap Ketua PMR lalu pergi meninggalkan Gung Raditya dan Barito


"hmm dingin sekali anda dengannya"ucap Barito


"mau saya hantam?"tanya Gung Raditya


"nggak makasih saya masih mau hidup karna belum bahagiain ortu saya bor"jawab Barito


******************


Saat pulang sekolah Lisa merapikan bukunya dan memasukan nya kedalam tas sekolah nya, Setelah itu ia membuka hpnya untuk memesan ojek online.


"kepaksa harus pesen ojek online duit ku bentar lagi kere nih😥"gumam Lisa


Tiba tiba Barito pun datang menghampiri Lisa lalu merampas hpnya untuk membatalkan pesanan nya.


"loh kok dibatalin aku pulangnya gimana?"tanya Lisa


"aink tanyak lagi kenapa koe gak pulang bareng sama si itu?"tanya balik si Barito menunjuk ke arah Gung Raditya


"kalo itu gak bisa ku jelasin"jawab Lisa


"apa nya yang tidak perlu di jelaskan hayo pasti di tolak tau aink mah anaknya emang gitu tapi kenapa gak coba ajak dia?"tanya Barito


"ku disuruh nyoba pulak mau gimana pasti di tolak lah"jawab Lisa


Disaat mereka berbicara Gung Raditya datang menghampiri mereka.


"rit kan aku hari ini harus jaga UKS jadi ya gak bisa pulang bareng"ucap Gung Raditya


"kenapa gak ajak dia ke UKS sekalian masukin dia satu ekstra kurikuler sama kamu lumayan kan"ucap Barito


"kalo masalah itu harus bilang sama ketua Ekstra kurikuler nya dulu"ucap Gung Raditya


"udah ajak aja gih"kata Barito


Gung Raditya merasa kesal karena tidak punya waktu untuk mendengarkan ceramah dari Barito ia pun menarik tangan Lisa untuk mengajak nya menjaga UKS.


"ih lepasin sakit tau"ucap Lisa meringis kesakitan


"BISA DIEM GAK"Bentak Gung Raditya


"iya tapi gak gini juga caranya"ujar Lisa


Gung Raditya hanya tidak mendengar kan perkataan Lisa ia hanya bisa fokus berjalan menuju UKS.


Sesampainya di UKS ia pun bertemu dengan ketua Ekstra kurikuler tersebut.


"lama amat lu bang"ucap ketua PMR


"salahin Barito udah ini ada anggota baru yang ingin masuk"ucap Gung Raditya


"HAH,seriusan aja ni orang aku kan mau nya masuk ekstra memasak bukan PMR"gumam Lisa


"owh yaudah tolong tulis nama kamu sama no hp kamu di kertas nya ini ya"ucap ketua PMR memberikan selembar kertas dan pulpen untuk Lisa.


"eh iya"sahut Lisa lalu mengambil selembar kertas dan pulpen tersebut setelah itu ia menulis namanya dan no hpnya


"ini udah selesai"ucap Lisa lalu memberikan kepada ketua PMR tersebut.


"oke makasih besok udah mulai latihan nya nanti kamu langsung datang aja pagi pagi"ucap ketua PMR


"iya"sahut Lisa

__ADS_1


Ketua PMR itu keluar dari UKS meninggalkan Gung Raditya dan Lisa.


"udah kamu tunggu sini aja"ucap Gung Raditya


"i.iya"sahut Lisa


Beberapa jam kemudian mereka berdua menjaga UKS tapi keadaan mereka sangat lah canggung mereka tidak tau harus membuka topik pembicaraan apa.


"Canggung bet dah gk tau mau ngomong apa"gumam Lisa


"oh ya aku belum bilang makasih sama dia karna udah daftar aku sekolah haduh pake lupa segala lagi"gumam Lisa


"tuan"sapa Lisa


"Lis"sapa Gung Raditya


"kamu duluan"ucap Gung Raditya


"eh aku cuman bilang makasih karna udah daftarin aku sekolah"ucap Lisa


"owh iya,btw kamu jangan bilang aku tuan karna keliatan kamu itu pelayan aku gitu jadi panggil aja pakai nama panggilan ku"ujar Gung Raditya


"iya baik Gung Raditya"sahut Lisa


Saat mereka terdiam lagi seorang adik kelas datang ke UKS yang membawa temannya dengan luka parah.


"Kak tolong temen aku kak"ucap adik kelas


"kenapa itu?"tanya Gung Raditya


"terjadi tawuran antar pelajar di jalanan kak dan teman saya terluka parah akibat tawuran tersebut"jawab adik kelas


"yaudah bawa dia ke kasur"ujar Gung Raditya


"iya kak"sahut Adik kelas


Adik kelas itu pun membawa temannya ke kasur untuk di obati sedangkan Gung Raditya mengambil kotak P3K.


"yang mana luka dek?"tanya Gung Raditya


"di kaki,punggung ,sama wajah kak"jawab adik kelas


Gung Raditya mulai membersihkan darah dari kaki, punggung dan wajah dari adik kelas itu lalu ia memberhentikan pendarahan nya,setelah memberhentikan pendarahan nya barulah ia mengobati lukanya.


"lukanya agak serius makanya dia bisa pingsan jadi biar kan dia dulu sampai dia terbangun"ucap Gung Raditya


"iya kak"sahut Adik kelas


Selesai ia mengobati luka adik kelas yang terbaring di kasur itu,ia mengambil buku kehadiran UKS.


"nih dek tolong kamu isi nama teman mu ,kelas,sama tanda tangan nya


tanda tangan nya pakai tanda tangan mu dulu"kata Gung Raditya


"iya kak"sahut Adik kelas lalu mengambil pulpen dan buku kehadiran tersebut lalu menulis nama teman nya,dan kelasnya


"nih kak udah selesai"ucap adik kelas ia sudah selesai mengisi identitas temannya


"makasih"sahut Gung Raditya ia mengambil buku kehadiran tersebut lalu menaruhnya di tempat ia mengambil buku kehadiran tersebut.


"kalian kenapa bisa terkena tawuran?"tanya Lisa


"kami tiba tiba di serang oleh rival sekolah yaitu sekolah naga emas itu rival dari sekolah kita,kami gak tau kenapa bisa sampai diserang gitu padahal kami tidak punya salah apa apa"jawab adik kelas


"ya ampun kasian kalian ,tapi untunglah kalian gk papa"ucap Lisa


"iya kak untungnya kami berhasil kabur dari serangan tersebut"ucap adik kelas


"btw rumah kalian searah ya soalnya aku liat kayaknya kalian pulang bareng?"tanya Lisa


"iya kami tetangga dan kami juga satu kelas karna dia hari ini terluka aku mau nunggu dia bangun dulu karna kalau aku pulang ibunya pasti khawatir dan menanyakan ku"jawab Adik kelas


"hmm gitu"kata Lisa


"btw kak mau nanyak kak Raditya itu pacar kakak kah?"tanya adik kelas


"bukan dek dia cuman anggota baru"jawab Gung Raditya menghampiri mereka


"owh bukan toh tapi menurut ku kalian cocok jadi sepasang kekasih"ucap adik kelas


"tapi menurut ku tidak"ucap Gung Raditya


"iya terserah saja tapi ibuku pernah bilang jangan saling benci nanti saling suka"kata adik kelas


"mungkin itu tidak akan pernah terjadi"ujar Gung Raditya


"terserah kakak saja sih tapi ku doakan semoga langgeng"ucap adik kelas


Saat mereka berbicara teman dari adik kelas nya itu terbangun dari pingsannya.


"d.dimana ni?"tanya adik kelas 2


"kamu udah bangun,ini di UKS tadi kamu pingsan terus luka kamu lumayan parah"jawab adik kelas


"owh gitu sorry udah buat kamu khawatir"ucap adik kelas 2


"iya kamu gak salah kok yaudah yuk pulang"sahut Adik kelas


"iya ayok,kak makasih udah ngobatin aku"ucap Adik kelas 2


"iya lain kali pulang hati hati"ucap Gung Raditya


"iya kak kami pulang dulu kak sekali lagi makasih kak"sahut Adik kelas 2 itu lalu pergi meninggalkan UKS


Gung Raditya kembali duduk lalu mengambil botol minum di tas nya.


"hari ini seperti nya hari yang melelahkan ya kan?"tanya Lisa


"...hm"jawab Gung Raditya dengan singkat


"btw ini udah mau larut keknya"ucap Lisa


"kenapa mau pulang?"tanya Gung Raditya


"iya mau aja sih pulang tapi sepertinya tidak sempat masak deh keknya pasar gak mungkin buka malam malam"jawab Lisa


"yaudah"ucap Gung Raditya


"yaudah apaan coba?"tanya Lisa


"yaudah"jawab Gung Raditya lalu mengambil hpnya untuk menghubungi Barito


"HEEEEEEEE"Teriak Lisa


Gung Raditya menghubungi Barito lewat chat, Chatnya seperti ini.



Setelah ia menghubungi Barito lewat chat ia pun menaruh hpnya di kantong lalu ia membawa tasnya untuk siap siap pulang.


"mau kemana?"tanya Lisa


"Banyuwangi, ya pulang kerumah lah pake nanyak lagi"jawab Gung Raditya


"owh gitu"ucap Lisa


"ayok pulang"ucap Gung Raditya


"iya"sahut Lisa


mereka pun akhirnya meninggalkan UKS Gung Raditya Mengunci pintu UKS setelah mengunci pintu UKS mereka berdua menuju ke parkiran.Sesampainya di parkiran Gung Raditya mengambil Motor nya dari parkiran lalu menghidupkan motor nya, setelah motor nya hidup ia memberikan helm untuk Lisa.


"nih pakek"ucap Gung Raditya


"iya"sahut Lisa lalu memakai helm yang diberikan oleh Gung Raditya


"naik"ujar Gung Raditya


Lisa pun naik ke motor Gung Raditya lalu memperbaiki posisi duduknya.


"udah"ucap Lisa


"pegangan"ujar Gung Raditya


"hah?"tanya Lisa


"PEGANGAN KAMU MAU MATI?"tanya Gung Raditya dengan membentak Lisa


"i.iya sorry"jawab Lisa lalu memegang baju Gung Raditya


"*ck" kalo kamu pegang baju ku nanti baju ku bisa robek, sini tangan mu"ucap Gung Raditya lalu menarik tangan Lisa ke pinggang nya


"ni cowok agresif juga kah ya ini salah ku juga sih"Gumam Lisa dengan mukanya yang memerah akibat sifat agresif Gung Raditya


Mereka pun keluar dari area sekolah untuk menuju restoran makan. saat sampai di restoran makan Gung Raditya baru sadar kalau tempat tersebut tutup di hari Rabu.


"malah tutup lagi"ucap Gung Raditya


"di sebelah sana aku liat ada warung seblak"ucap Lisa yang menunjuk ke warung seblak


"seblak makanan apa lagi itu entar makanannya gak higenis lagi?"tanya Gung Raditya


"belum coba belum tau loh udah tenang aja aman kok gak mungkin nggak"jawab Lisa


"yaudah lah terserah"ucap Gung Raditya


"yaudah yuk"ucap Lisa yang mengajak Gung Raditya ke warung makan tersebut


Saat sampai di warung seblak itu Gung Raditya merasa heran dengan tempat tersebut.


"ini tempat apa banyak banget ceweknya?"tanya Gung Raditya


"mau tau ya ini tuh makanan favorit cewek cewek karna mereka tuh suka makan pedes pedes salah satu makanan favorit mereka ya seblak makanan pedas khas sunda yang dikenal berasal dari wilayah Bandung tapi aku gak pernah liat warung ini keknya warung ini udah dari jaman dulu di buka"jawab Lisa


"owh gitu ya gak heran juga ya cewek indo suka makan pedes"ucap Gung Raditya


"yaudah kita pesen aja kamu mau level berapa?"tanya Lisa


"ada level pedesnya juga?"tanya Gung Raditya


"ada lah tuh ada di menunya"jawab Lisa


"hmm yaudah level 2 aja"jawab Gung Raditya


"yaudah ku pesen ya"ucap Lisa lalu menuju ke penjual nya


"bang pesen seblak level 2 sama level 3 makan disini minumnya es teh manis aja"ucap Lisa


"ashiaaaap"ucap Abang jualan seblak


"buset itu Abang nya ngefans sama Atta halilintar kek nya"Gumam Gung Raditya yang bingung melihat tingkah Abang-Abang yang jualan seblak


"yaudah Gung duduk sana nanti aku antar makanannya"ucap Lisa


"ya"sahut Gung Raditya dengan singkat lalu mencari tempat duduk


Ia pun menemukan tempat duduknya lalu duduk di tempat duduk yang ia temukan,tetapi disaat duduk ia malah didekati oleh cewek yang ia tak kenal.


"halo"sapa cewek misterius


Gung Raditya hanya mencueki cewek tersebut.


"boleh kenalan gak?"tanya cewek misterius sambil memegang tangan Gung Raditya


"apaan sih pegang pegang udah sana pergi"ucap Gung Raditya lalu menghempaskan tangan nya


"kenalan masa gak boleh?"tanya cewek misterius


"pergi"ucap Gung Raditya lalu menggebrak kan meja agar cewek tersebut pergi dari hadapannya


"dih sombong amat sih"ujar cewek misterius lalu pergi meninggalkan Gung Raditya


saat cewek misterius itu pergi ada cewek lain yang mendekati Gung Raditya lalu mendekati nya dan menggodanya.


"hai"sapa cewek tersebut


"apa lagi ini 😭"Gumam Gung Raditya yang mulai risih karna cewek itu


"kamu udah punya pacar belum kalo belum pacaran sama aku mau gak?"tanya Cewek tersebut


"maaf aku dah punya pacar"jawab Gung Raditya


Tak beberapa lama Lisa pun datang menuju ke tempat duduk Gung Raditya dengan membawa seblak yang diberi nampan namun anehnya ia membawa satu mangkok seblak dan dua teh manis.


"Gung Raditya maaf kan aku seblaknya cuman yang level 2 doang karna bahan bumbu cabenya katanya habis jadi Abang nya suruh bagi berdua 😭"ucap Lisa


"ya gapapa kok sayang"sahut Gung Raditya


"hah?"tanya Lisa yang keheranan


"loh itu pacar mu toh?"tanya cewek tersebut


"iya kenapa?"tanya Gung Raditya


"owh gitu tapi pacar mu kurang cantik mendingan sama aku aja"jawab Cewek tersebut


"ini sebenarnya ada apa aku bingung 😕"gumam Lisa


"ayang kapan seblaknya dimakan kamu gak laper?"tanya Lisa


"iya laper lah sini duduk nanti ku suapin"jawab Gung Raditya


"iya sayang"sahut Lisa


Lisa pun duduk di dekat Gung Raditya lalu menaruh seblaknya di atas meja,Gung Raditya pun mengambil sendok dan mengambil seblak dengan pura pura menyuapi Lisa.


"nih sayang aaaa"ucap Gung Raditya yang menyuapi Lisa sesendok seblak


Lisa pun memakan seblak yang disuapi oleh Gung Raditya dan para pelanggan lainnya merasa baper melihat adegan romantis tersebut.


"Cieeee kapan nikah bund?"tanya pelanggan 1


"Cieeee moga langgeng yak kalian berdua"ucap Pelanggan 2


"ehehe iya makasih ucapannya"ucap Gung Raditya


"Heh udah cepetan makan saya mau tutup ini karna besok saya harus pulang kampung nanti selesai makan langsung bayar"ujar Abang jualan seblak


"iya bang"ucap Para pelanggan


Beberapa lama kemudian Gung Raditya dan Lisa pun selesai makan meskipun agak canggung karna mereka harus bagi berdua seblaknya mereka pun menuju ke Abang penjual seblak tersebut untuk membayar makan tersebut.


"berapa jadinya bang?"tanya Lisa


"buat pendatang baru mah gratis gak usah bayar karna saya sudah sultan muahahahahahahaa"jawab Abang penjual seblak


"kalo udah sultan kenapa kerja di warung makan?"tanya Gung Raditya


"heee ini kan punya almarhum ibu saya dulu jadi saya gak mau ninggalin warung ini banyak kenangan nya disini dari kecil sampai saya Lulus Kuliah gk mungkin dong warung ini di ubah jadi restoran makan"jawab Abang penjual seblak


"owalah pantesan banyak yang beli ternyata udah dari Abang lahir toh"ucap Gung Raditya


"hehehe iya dek kadang saya juga kenal sama beberapa pelanggan saya yang dulu ada yang bawa cucu,anak,pacar,mertua semua di ajak kesini"kata Abang seblak


"wah seperti turun temurun warung makan nya emang setelah Abang punya anak Abang akan kasih warung ini kah ke anak Abang?"tanya Gung Raditya


"wo Yo tentu jelas kalau gak siapa yang mau memajukan warung makan ini hancur nanti kalo gak ada anak saya yang mau menerima warisan ini"jawab Abang penjual seblak


"owh gitu semangat bang buat kerja biayain keluarga saya juga sama kayak Abang ditinggal oleh malaikat tak bersayap yang selalu menjaga saya"ucap Gung Raditya


"iya dek Abang tau kalau di tinggal Malaikat itu bukan cuman saya aja tapi banyak yang mengalami nya"ucap Abang seblak


"yaudah nih sebelum pulang kalian terima dulu voucher makan gratis nya ajak temen kalian juga mumpung banyak"kata Abang seblak


"iya bang makasih yaudah kita pulang dulu ya bang"ucap Gung Raditya


"iya nanti jangan lupa undangan pernikahan nya sama pacar yang disamping mu itu hahahaha"ucap Abang seblak sambil tertawa melihat Gung Raditya dan Lisa itu seperti pasangan kekasih yang berjalan selalu disamping


"i.i iya bang pasti kok ahaha"sahut Gung Raditya sambil salah tingkah karna perkataan Abang tukang seblak


Gung Raditya pun mengambil motornya lalu menghidupkan motor nya dengan kunci motornya, setelah motor nya jalan Lisa pun naik ke motor Gung Raditya dan mereka pun akhirnya pulang ke rumah.


Saat dijalan mereka mengobrol soal warung seblak tadi.


"gimana seblaknya enak gak?"tanya Lisa


"enak rasanya gurih pedes nya juga pas"jawab Gung Raditya


"hmm kamu pasti ketagihan?"tanya Lisa


"ya gitu cuman sayang nya dia pulang kampung besok"jawab Gung Raditya


"iya dia pulang kampung besok pasti mau ketemu keluarga nya"ucap Lisa


"iya tapi aku juga ikut sedih sama Abang yang jualan seblak"ucap Gung Raditya


"sedih karna apa?"tanya Lisa


"sedih karna kehilangan seorang Ibu jujur dulu bunda selalu ada di saat aku sendirian sebelum lahirnya Rian dan Dewi"Jawab Gung Raditya


"lalu Chintia itu bukan adik mu?"tanya Lisa


"dia adik angkat ku Bunda mengadopsi nya di depan rumah waktu Dewi umur 4 bulan"jawab Gung Raditya


"yah tapi kau masih punya seorang ayah sedangkan aku kedua orang tua ku sudah tidak ada entah dia hilang atau tidak selamat kalau mereka hilang semoga mereka cepat di pertemukan dan aku bisa memeluk mereka lagi jika mereka tidak selamat aku mendoakan mereka semoga mereka tenang di alam sana aku juga turut berdukacita atas kehilangan ibu mu dan Kioko"ucap Lisa yang wajahnya mulai murung


"kau tau dari mana tentang Kioko?"tanya Gung Raditya


"Fira yang menceritakan nya"jawab Lisa


"owh gitu ya aku memang berpacaran dengan Kioko saat aku SMP"ucap Gung Raditya


"apa kau sekolah di Jepang saat SMP?"tanya Lisa


"iya dan disitulah kami saling bertemu"jawab Gung Raditya


"lalu apa yang terjadi saat Kioko di kuburkan di Indonesia?"tanya Lisa


"saat aku di pemakaman aku membawa setengah Indomie dan segelas yang berisi teh manis sesuai permintaan Kioko disitu aku merasa bersalah karna tidak bisa melindungi nya aku merasa diri ku ini adalah lelaki yang tidak berguna untuk melindungi seorang perempuan gara gara itu aku tidak ingin berteman dengan Bintang lagi dan aku juga mulai menjauhi Bintang dan temannya itu aku juga waktu itu berniat bunuh diri tapi untungnya aku diselamatkan oleh Barito dia bilang kalau kau mati tidak ada yang menemani dia nanti ia tidak mau kehilangan satu temannya lagi aku pun memutuskan untuk tidak bunuh diri karna itu adalah tindakan yang konyol jadi aku memutuskan untuk bertemu keluarga nya yang waktu itu masih di Jepang,aku bertemu adiknya yang bernama Hikari adik paling kecil yang selalu disayangi oleh Kioko dia bilang aku harus tetap kuat dan berterima kasih kepada ku karna sudah menjaga Kioko"jawab Gung Raditya yang menceritakan Tentang Kioko


"jadi begitu ceritanya?"tanya Lisa


"iya aku masih merasa bersalah karena aku tidak bisa menjadi laki laki yang melindungi seorang perempuan"jawab Gung Raditya


"kau pasti bisa melampauinya aku yakin kau bukan laki laki yang lemah bagiku suatu hari nanti kau juga bisa melindungi ku dan menjaga ku"ucap Lisa


"Hm"sahut Gung Raditya dengan singkat


"huaam aku ngantuk"ucap Lisa sambil menguap


"aku akan pakai tenaga turbo"ucap Gung Raditya


"jangan mental aku nanti mau dicari kemana kalau aku mental?"tanya Lis


"pffftt hahahaha"ketawa Gung Raditya


"kau tertawa?"tanya Lisa


"e tidak perasaan mu saja mungkin"jawab Gung Raditya


"...tidak apa apa kok aku senang melihat mu tertawa menunjukkan kalau senyum mu itu manis"ucap Lisa


"hhh aku pakai tenaga turbo aja biar cepat"ucap Gung Raditya


"ku bilang ya jangan lah bandel amat jadi cowok"ujar Lisa


"bodo amat"ucap Gung Raditya


"pokoknya jangan dipakai"ujar Lisa


*bersambung

__ADS_1


oke guys segitu dulu novel Terpaksa Menikahi Ketos jangan lupa like,komen,share,dan Votenya agar Au bisa semangat buat update ya oke makasih yang udah setia buat baca sampai ketemu di bab selanjutnya Mattane Suki 😉🤗👋


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2