
Barito sedang menyuapi ibunya makan memang kalau makan ibunya mau tapi ibunya hanya tetap di kamar tidak mau keluar, setelah ia selesai menyuapi ibu nya Barito memberikan segelas air untuk ibunya.Setelah itu Barito pun mengajak ibunya tidur.
"Bunda cepet sembuh ya biar kita bisa ngumpul bareng sekeluarga aku gak ninggalin bunda kok"ucap Barito
Tiba tiba Sora datang ke kamar ibunya untuk mencari kakaknya.
"permisi kakak"sapa Sora
"iya dek masuk aja"sahut Barito
Sora pun masuk ke kamar lalu melihat kondisi ibunya.
"Bunda udah tidur ya?"tanya Sora
"iya dek"jawab Barito
"kak kalo Bunda punya penyakit gangguan jiwa kenapa Bunda dan aku bisa selamat?"tanya Sora
"Bunda melahirkan mu lewat operasi cecar kebetulan waktu bunda hamil kondisi nya gak terlalu parah karna waktu itu kakak masih TK kakak belum tau apa apa kalo masalah bunda yang sakit saat itu lah kamu lahir dan yah untung nya tidak ada kelainan sedikit pun dari dirimu"jawab Barito
"jadi gitu kak terus saat aku minum susu apa benar aku waktu dulu harus minum susu formula?"tanya Sora
"iya waktu itu ASI sempat tidak keluar jadinya terpaksa harus pakai susu formula"jawab Barito
"Kasian Bunda gara gara ayah bunda jadi seperti ini"Lirih Sora
"yaudah sekarang kamu tidur gih"ucap Barito
"gak bisa tidur kak temenin dong hehe plis boleh ya?"tanya Sora dengan manja
"dasar manja udah gede minta di temenin yaudah ayok"jawab Barito
"asyik tidur sama Abang tercinta muehehe"seru Sora
****************
Sesampainya di kamar Sora mereka mengobrol sambil berbaring di tempat tidur.
"bang"sapa Sora
"kenapa?"sahut Barito
"besok kita kasih kejutan apa buat Bunda kan dia besok ulang tahun itu?"tanya Sora
"hm kue,terus kadonya hm panci mungkin ato penggorengan biasanya emak emak suka gitu"jawab Barito
"astaga panci, penggorengan udah banyak di dapur kak"ucap Sora
"eh iya juga ya waktu itu berapa kali ya kita kasih panci ke Bunda?"tanya Barito
"1000 kali bang aduh ni orang taunya panci Ama penggorengan doang kenapa gak bunga aja dihadiahkan?bagus tuh kan dari pada panci Mulu bosen aku denger nya"tanya Sora
"bener juga ya tapi Bunda suka bunga apa aku aja gak tau?"tanya Barito
"tanya nenek aja bang"jawab Sora
"hmm boleh juga"ucap Barito
"yaudah sekarang kita tidur udah ngantuk huaam"sahut Sora sambil menguap
Sora akhirnya tertidur dan Barito pun juga tertidur.
****************
Keadaan Rumah Gung Raditya saat ini.
"AYO MARI SEMUA KITA MENARI HIBURKAN DIRI
SEMUA DISINI MARI KITA MENYANYI SEKALI"
"Dewi adalah adik yang paling bodo yang pernah ku temui yang selalu konser selama 24 jam"batin Gung Raditya
"Ayunda ayolah tidur sudah malam"ucap Chintia
"konser dulu baru tidur hehe"sahut Dewi
"Ayunda sudah konser 24 jam masa masih tidak ingin tidur?"tanya Chintia
"iya lah kalo dirumah kita itu tidak bisa konser karna takut dimarahi ayah jadi mending konser disini puas puasin dulu konsernya sampe muntah muntah"jawab Dewi
Beberapa lama kemudian Dewi mulai mual mual karna kelamaan konser ia pun bergegas pergi ke toilet,saat di toilet Dewi pun mengeluarkan semua isi perut nya.
*Hoeeeek*
"kenapa dia?"tanya Gung Raditya yang datang ke kamar Chintia dan Dewi
"muntah muntah karna kelamaan konser"jawab Chintia
"syukurin tuh anak siapa suruh konser kelamaan muntah kan mana volume nya full lagi"ucap Gung Raditya
Gung Raditya pun mematikan sound nya,Dewi pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan loyo.
"hmmm enak hee muntah kan kamu gara gara kelamaan konser yaudah kalian tidur sana"ucap Gung Raditya
"iya kak"sahut Dewi dan Chintia
Gung Raditya mematikan kamar lalu keluar dari kamar setelah itu ia pun menutup pintu kamar itu.Dewi yang melihat nya masih merasa sedih karena biasanya saat malam ia mengucapkan selamat malam untuk kedua adiknya.
"sebenarnya dia masih peduli kan"batin Dewi
Dewi pun berbaring disamping Chintia lalu memejamkan matanya tapi ia masih belum bisa tidur berbeda dengan Chintia yang sudah tidur nyenyak.
*JDEEER*
Tiba tiba suara petir menggelegar di luar menandakan bahwa hujan akan turun,Dewi yang mendengar nya terkejut dan ketakutan ia membangunkan kan Chintia yang masih tertidur.
"Chin bangun"ucap Dewi
"hoaaam Ayunda kenapa membangun kan ku?"tanya Chintia
"aku takut temenin aku ya buat keluar kamar"jawab Dewi
"yasudah ayo"ucap Chintia
mereka berdua pun pergi keluar kamar lalu menuju ke kamar Lisa,mereka berhenti di ruang Tamu karna Dewi bingung keberadaan kamar Lisa.
"Chin kamar Ayunda dimana?"tanya Dewi
"ikutin aja aku,aku tau dimana Kamar Ayunda tidak jauh dari sini kok"jawab Chintia
"yaudah yuk kita kesana disini gelap"ucap Dewi
"iya"jawab Chintia
Sesampainya di kamar Lisa Chintia mengetuk pintu kamar Lisa agar di bukakan pintu.
*tok tok tok*
"Ayunda apakah Ayunda ada di dalam?"tanya Chintia
Tak beberapa lama Lisa pun membuka pintu Kamarnya.
"ehk ada apa malam malam kesini kalian tidak tidur?"tanya Lisa
"kami tidak bisa tidur Ayunda makanya kami kesini"jawab Chintia
"owh gitu yaudah masuk yuk"ucap Lisa
Tiba tiba ada suara petir menggelegar lagi kali ini suara nya lebih keras,Dewi yang ketakutan celananya basah karna takut petir.
"ya ampun celana nya Ayunda Dewi basah"ujar Chintia
"yaudah kamu ke kamar mandi dulu Chintia ambil baju ganti nya ya"ucap Lisa
"ah baik"jawab Chintia
Lisa pun menyiapkan air hangat di kamar mandinya sedangkan Chintia mengambil baju ganti untuk Dewi, selesai ia mengambil baju ganti ia memberikannya kepada Lisa.
"Ayunda ini baju gantinya"ucap Chintia
"iya makasih ya"sahut Lisa
"ayo dek masuk airnya udah siap"ucap Lisa
Dewi pun masuk ke kamar mandi lalu mulai membersihkan badannya, selesai ia mandi ia mengganti baju nya lalu keluar dari kamar mandi,Lisa pun mengambil sisir setelah itu ia menyisir rambut Dewi.
"rambut Dewi halus ya"ucap Lisa
"iya makasih Ayunda"sahut Dewi
"sama sama"jawab Lisa
"Ayunda apa Ayunda boleh memperkenalkan diri mu dulu karna aku belum tau nama Ayunda?"tanya Dewi
"yaudah panggil aku Ayunda Lisa"jawab Lisa
"salam kenal Ayunda Lisa aku Dewi"ucap Dewi
"iya dek salam kenal juga ya Ayunda senang bisa berkenalan dengan kalian"sahut Lisa
*JDEEER*
suara Petir muncul lagi Dewi yang ketakutan langsung memeluk Lisa.
"Ayunda aku takut"lirih Dewi
"yaudah hari ini kalian tidur di kamar Ayunda ya"ucap Lisa
"iya Ayunda"sahut Dewi
Mereka bertiga pun akhirnya tidur bersama,Dewi yang tidak bisa tidur karna ketakutan ia masih memeluk Lisa dengan erat,Lisa akhirnya menyanyikan lagu bintang kecil dalam lirik bahasa Jepang agar Dewi bisa tidur.
"Kira kira Hikaru
osorano Hoshi Yo
mabataki shitewa
Minna Hoshi te iru
kira kira Hikaru
osorano Hoshi Yo"
Setelah Lisa menyanyikan lagu tersebut Dewi pun akhirnya tertidur
Lisa lega karna Dewi sudah bisa tidur dengan nyenyak begitu juga Chintia yang sudah tidur dari awal Lisa pun bisa tidur terlelap.
****************
Paginya Dirumah Barito.
"abwang hari ini anterin aku buat beli bahan buat bikin kue 🍰"ucap Sora
"iya Abang ambil kunci motor dulu"sahut Barito
Barito pun turun setelah ia mengambil kunci motornya.
"yuk dek jadi gk?"tanya Barito
"jadilah let's go"jawab Sora dengan penuh semangat
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi ke swalayan untuk membeli bahan untuk bikin kue.
Sesampainya di supermarket Sora pun Melihat daftar belanja yang dikasih oleh neneknya.
"oke kita cari
tepung terigu
. gula pasir
margarin,
baking powder,
keju
. susu kental manis
vanila
2 butir telur"
"oke kakak cari telur, margarin, tepung terigu,sama gula kamu cari vanila,susu kental manis,sama keju oke setuju nanti ketemu di kasir lagi"ucap Barito
"oke ide yang bagus aku setuju"sahut Sora
"yaudah yok kita cari bahan nya"seru Barito
"ayok"seru Sora
Mereka berdua akhirnya mengambil tas belanja setelah itu mereka mencari bahannya.saat Barito mengambil telur tiba tiba ada sekumpulan cewek cewek yang menyapa Barito.
"hai cowok"sapa sekumpulan cewek cewek tersebut
Barito melihat nya membuat nya salah tingkah ia hanya melambaikan tangan nya dan tersenyum sebagai balas sapaannya, sekumpulan cewek itu seketika berteriak karna melihat senyuman Barito.
"Kyaaa senyum manis banget sumpah"ucap cewek 1
"iya bener andaikan aku punya pacar kayak gitu kyaaaa pasti aku bakal nyaman deh"sahut cewek 2
"daripada gosipin mending bantuin cowok itu yuk"ucap cewek 3
"ayok"jawab sekumpulan cewek cewek
mereka pun menghampiri Barito yang sedang mengambil telur.
"permisi mau kita bantuin gak?"tanya cewek 1
"uh gak usah mbak takut ngerepotin soalnya"jawab Barito
"gapapa kita toh ikhlas mau bantuin hehe jadi boleh ya plis?"tanya cewek 2
"haa yaudah deh karna kalian maksa kalian boleh bantuin aku"jawab Barito
"asik ayo kita bantuin"seru Cewek 1
Sekumpulan cewek itu pun membantu Barito mencari bahan bahan yang sesuai dengan daftar belanja nya yang di taruh di keranjang dan tinggal menunggu mereka kembali.Beberapa menit kemudian Barito bertemu dengan Gung Raditya.
"halo rit"sapa Gung Raditya
"halo juga Gung"sapa balik Barito
"btw sama siapa kesini?"tanya Gung Raditya
"itu sama Sora adek ku"jawab Barito
"owh tak kira sendiri"ucap Gung Raditya
"anyway Gung Raditya sama siapa kesini?"tanya Barito
"sama dia👉"jawab Gung Raditya yang menunjuk ke arah Lisa
"owh sama kakak ipar toh :v"ucap Barito
"heboh bener kalo masalah aku jalan bareng cewek"sahut Gung Raditya
"hehe habis kalian kayak udah mulai dekat apa jangan jangan kamu udah punya rasa sama dia?"tanya Barito
"aku masih gak suka sama dia palingan dia terpaksa mengikuti perjodohan ini"jawab Gung Raditya
"dengerin aku kamu jangan sama seperti nasib ayah ku yang selalu menyakiti ibu ku karna terpaksa mengikuti perjodohan kelak kamu akan menyesal kau tau nanti kamu sudah punya anak,anaknya masih bayi terus kamu nyuruh jagain anak kamu itu sama aja kayak misahin ibu sama anaknya biar aku yang merasakan hal yang di masa lalu itu jangan dia yang juga ikut merasakan nya ibu punya penyakit jiwa itu karna ayah ku sendiri"ucap Barito
"aku masih belum menyukai nya dan satu lagi dia akan jadi dalam bahaya karna dia di dekat ku"sahut Gung Raditya
"justru kau harus melindungi nya kau itu laki laki harus bisa melindungi perempuan ingat kau membenci dia sama aja kalau kamu membenci ibu mu yang sudah meninggal jadi kalau tidak ingin dianggap begitu cobalah kau belajar mencintai dirinya"ucap Barito
Saat Barito sedang mengobrol dengan Gung Raditya segerombolan cewek cewek yang membantu Barito pun datang menghampiri Barito.
"halo ini barang nya silahkan di ambil"ucap Cewek 1
"wew cepet juga yaudah makasih ya"sahut Barito
"ehehe sama sama btw kamu udah punya pacar belum?"tanya Cewek 1
"belum aku pingin fokus sekolah dulu"jawab Barito
"oh my kamu masih sekolah ternyata"ucap Cewek 2
"iya"jawab Barito
"oh god plis gua gak nyangka kalo gua ketemu anak sekolah ganteng kayak gini daripada cowok di kampus kita ya gak guys"ucap cewek 3
"iya bener"sahut segerombolan cewek
"rombongan macam apa ini Rit?"bisik Gung Raditya
"rombongan cewek kuliahan"bisik Barito
"dah punya pacar belum?"tanya cewek 5
"ya Tuhan tolong saya yang malang ini apa yang harus hamba lakukan"batin Gung Raditya
Gung Raditya melihat Lisa yang sedang berbelanja ia pun kepikiran dengan ucapan Barito.
"hh maaf saya udah punya calon istri"jawab Gung Raditya
"wew masih sekolah udah punya calon istri emang mana calon istri nya?"tanya cewek 5
"itu lagi belanja"jawab Gung Raditya yang menunjuk kepada Lisa
"ih ngapain nikah sama dia mending nikah sama aku"cibir cewek 5
"mohon maaf mbak saya nggak suka cewek busuk kayak mbak"cibir balik Gung Raditya
Cewek itu tercengang mendengar cibiran dari Gung Raditya.
segerombolan cewek cewek itu pun pergi meninggalkan Gung Raditya dan Barito,Barito yang melihatnya pun sangat heran dengan Gung Raditya.
"hadeh ni bocah selalu cibiran nya bikin orang sakit jantung"ucap Barito
"kalo dia bisa aku juga bisa dong"sahut Gung Raditya
"hamdeh yaudah kalo gitu aku mau ke kasir dulu Sora pasti dah nungguin"ucap Barito
"yaudah bye Rit"sahut Gung Raditya
"bye bye juga Gung Raditya jangan lupa undang aku di acara tunangan :v"ledek Barito
"woi"ujar Gung Raditya
"lari ada kulkas berjalan ahahahahaha"ledek Barito
"awas koe Rit ku timpuk pas disekolah nanti"ujar Gung Raditya
sesampainya Barito di kasir.
"kok lama amat Bambang?"tanya Sora
"sorry Bu tadi ada temen sekolah ngajak ngobrol"jawab Barito
"yaudah yuk bayar abis ini langsung pulang"ucap Sora
Mereka pun menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka, selesai membayar mereka pun pulang kerumah untuk bikin kue Ulang tahun untuk ibunya.
****************
Sesampainya di rumah Barito menaruh belanjaannya di meja dapur.
"kalian udah pulang?"tanya nenek Barito
"syudah nek"jawab Sora
"yaudah sekarang kita bikin kuenya ya bahan bahannya udah kalian beli kan?"tanya nenek
"udah nek"jawab Sora
"yaudah yuk kita bikin kuenya"seru nenek
"Ayoo"seru Barito dan Sora
Mereka pun mulai membuat kue ulangtahun nya bersama,mulai dari Barito yang mengocok telurnya,nenek yang menuangkan adonan ke wadah cetak lalu menaruh nya di oven selama 15 menit,dan Sora yang mengisi toping kuenya.Beberapa menit kemudian kuenya pun jadi.
"yey kuenya udah jadi"seru Sora
"hmm iya tapi mana lilinnya?"tanya nenek
"oh iya lupa beli hehe maaf nek"jawab Sora
"hadeh kalian ini yaudah kalian beli lilin dulu biar bisa tiup lilin bunda kalian"ucap nenek
Disamping itu Kirito datang ke dapur dan menghampiri mereka untuk memberikan sebuah lilin.
"ini lilinnya gak usah beli lagi ayah udah beli tadi sepulang kerja"ucap Kirito
"makasih ayah"sahut Barito QQ lalu mengambil lilin yang di berikan ayahnya lalu menaruh nya di kue ulang tahun ibunya setelah itu Barito menghidupkan korek api untuk menghidupkan lilinnya.
"yaudah sekarang kita temui bunda di kamar"ucap Kirito
Mereka berempat pun menemui Gendis di kamar nya.Sesampainya di kamar Gendis mereka berempat pun memberikan kejutan kepada Gendis.
"HAPPY BIRTHDAY BUNDA TERCINTA"seru Sora dan Barito
"lihat ni Bun Sora Bikin kue ini sama kakak dan nenek loh ayah juga hari ini join juga loh ayo sekarang tiup lilin nya ya"ucap Sora
"iya bunda tiup lilin nya gih ayah udah bawain kado kayaknya kita tiup bareng bareng gimana?"tanya Barito
Gendis hanya terdiam menatap kue tersebut dan tidak menjawab pertanyaan Barito.
"kayaknya bunda mau ditunjukin kadonya dulu deh"ucap Sora
"Ayah mana kadonya gk ditunjukin sama Bunda?"tanya Barito
"oh iya sebentar"jawab Kirito ia pun mengeluarkan sebuah kota perhiasan kecil yang berisi kalung emas yang dulu istrinya impikan.
*flashback*
di toko perhiasan.
"kamu dulu suka ini aku tau tapi maaf dulu aku tidak membelikan mu kalung
yang kau inginkan kali ini aku akan membelikan nya khusus untuk dirimu"batin Kirito
__ADS_1
ia pun membeli kalung itu, setelah ia membelinya ia menaruhnya dikantong.
"semoga dengan hadiah ini dia akan menyukai nya"ucap Kirito
ia pun pulang ke rumah untuk memberi hadiah nya kepada istrinya.
*flashback off*
"maaf aku sudah menjadi suami yang tidak bertanggung jawab maka dari itu aku memberikan hadiah untuk mu semoga dengan hadiah ini kamu bisa pulih"batin Kirito lalu memakai kan kalung nya di leher istri nya lalu mencium kening nya sebagai tanda minta maaf dan kasih sayang.
Disaat itu lah Gendis kerasa kasih sayang,dan akhirnya Gendis sembuh dari penyakitnya.
"apa yang terjadi?"tanya Gendis
"Bunda aku sama adek kangen dulu Bunda sedang terkena penyakit jiwa dan tak kunjung sembuh"jawab Barito sambil memeluk ibunya dan menangis
"Untung nya ada ayah yang menyembuhkan bunda ternyata yang bunda butuhkan itu hanyalah kasih sayang"ucap Sora sambil menatap ayahnya
"eum maafkan aku yang dulu sudah menyakiti dirimu karna aku memang belum siap melupakan mantan pacar ku dulu"lirih Kirito
Gendis lalu mendekati suaminya dan memeluknya.
"tidak apa aku sudah memaafkan mu dari sejak dulu masa lalu biar lah berlalu sekarang kita bisa kumpul bareng kan?"tanya Gendis
"iya benar kita sekarang bisa kumpul bareng"jawab Kirito
Sora yang melihat nya sangat terharu dengan ayah dan Ibunya yang sudah akur sedangkan Barito hanya bisa menangisi ke jombloan nya karna belum punya jodoh.
"Author kapan aku punya jodoh aku pingin punya jodoh"batin Barito
"Bunda ayo tiup lilin nya"ajak Sora
"oh iya maaf bunda lupa"ucap Gendis
"itu kakak mu kenapa?"tanya Kirito
"biasalah dia kan jomblo"jawab Sora
"langit bisakah kau berikan aku jodoh"Harap Barito
"berharap punya jodoh buat apa sekolah dulu nak nanti udah lulus baru mikirin jodoh"perintah Kirito
"yaudah sekarang bunda tiup lilin dulu nih hehe abis tu main suap suapan sama ayah biar Kakak makin iri hahahahah"ejek Sora
Gendis pun meniup lilinnya setelah itu ia pun memotong kue nya lalu menaruh nya di piring lalu ia menyuapi kue tersebut kepada suaminya.
"bunda aku juga mau dong boleh gak?"tanya Sora
"yaudah sini"jawab Gendis
Gendis menyuapi sesendok kue untuk Sora lalu ia memanggil Barito agar ia bisa menyuapinya.
"nak kamu mau kue juga masa kamu gak nyobain kue yang kamu masak?"tanya Gendis
"hehe iya"jawab Barito
Gendis pun mulai menyuapi kue ulang tahun ibunya ini baru pertama kalinya Barito disuapi oleh ibunya.
"syukurlah kalian sudah kembali akur"ucap Nenek Barito
"iya benar apa kata ayah dulu kadang benci itu tidak selamanya menjadi benci melainkan lama lama menjadi cinta"jawab Kirito
"kalo gitu kenapa gak kalian rayakan kesembuhan ibu kalian?"tanya Nenek Barito
"iya benar,Bunda hari ini Bunda yang masak makan malam ya aku ingin memakan masakan Bunda"jawab Sora
"ah iya baiklah Bunda akan masa makan malam untuk kalian"sahut Gendis
"ASYIK" seru Barito dan Sora
Mereka pun akhirnya menuju ke dapur Gendis mulai memasak makanan untuk makan malam, setelah ia memasak ia menaruh makanan tersebut di meja makan dan akhirnya mereka pun makan bersama.
****************
Selesai makan bersama Barito yang melihat hp nya berpikir kepada sahabatnya itu bagaimana keadaan nya, ditengah itu Gendis datang ke kamar anaknya melihat anaknya yang gelisah ia pun menghampiri nya.
"nak kenapa engkau gelisah nak apa ada masalah disekolah?"tanya Gendis sambil menepuk pundak Barito
"owh enggak bunda aku hanya kepikiran sama temen aku yang sudah kehilangan ibunya ia pasti sedih"jawab Barito
"hmm kalo masalah itu coba kamu minta dia buat doain ibunya supaya ibunya bisa tenang di alam sana"ucap Gendis
"emangnya itu bisa melepas rindu bunda?"tanya Barito
"bisa nak asalkan dia ikhlas untuk melepaskan kepergian ibunya"jawab Gendis
"hm gitu oke aku kasih tau ke Gung Raditya dulu"ucap Barito
"Gung Raditya anaknya Rindri bukan?"tanya Gendis
"iya bunda"jawab Barito
"Ternyata Rindri yang meninggal 😱?"tanya Gendis
"i.iya bunda"jawab Barito
"kok bisa?"tanya Gendis
"gak tau Gung Raditya gk pernah curhat"jawab Barito
"yah padahal baru gak ketemu berapa bulan udah gak ada dia semoga dia tenang di alam sana Bunda harap Gung Raditya bisa sabar dan bisa Melawati semua rintangan ini"harap Gendis
"iya Bunda"sahut Barito
Dirumah Gung Raditya,Gung Raditya mendapat pesan dari Barito ia pun membalas pesan tersebut.

Gung Raditya pun menaruh hpnya lagi ia juga sempat memikirkan ibunya bagaimana keadaan nya disana.
"*andaikan Bunda masih hidup pasti gk akan kayak gini ini siapa yang membunuh Bunda yang pasti bukan Chintia kan dia tidak mungkin membunuh nya karna dia saja tidak bisa menembak dengan sasaran yang tepat Bunda tolong beri aku petunjuk*"gumam Gung Raditya
Dewi datang ke kamar Gung Raditya dan memanggilnya.
"kakak"panggil Dewi
"apa kau ingin membicarakan sesuatu?"tanya Gung Raditya
"cepat tanggap juga baiklah aku punya rencana terhadap kasus pembunuhan yang tahun lalu"jawab Dewi
"apa rencana nya?"tanya Gung Raditya
"pertama kakak harus memeriksa laci Bunda disitu ada pisau bekas darah disitu kakak langsung bawa kesini,yang kedua aku akan bawa rekaman CCTV itu bersama Chintia,dan Kak Rian akan memeriksa Pistol tersebut"jawab Dewi
"oke terus kita harus panggil polisi juga?"tanya Gung Raditya
"iya kita akan melakukan investigasi di rumah kita karna ada orang yang mencurigakan di rumah kita"jawab Dewi
"yg selalu membawa pisau dan memakainya pasti pelayan kan?"tanya Gung Raditya
"iya tapi sepertinya anggota pelayan itu tidak pernah membawa pisau kemana mana"jawab Dewi
"kita akan mulai besok"ucap Dewi
"kenapa tidak sekarang?"tanya Gung Raditya
"punya mata gak sih ini sudah malam tau"jawab Dewi
"ya maaf kakak gak tau"ujar Gung Raditya
"congkel aja mata mu kak pake pesugihan lumayan tuh geram ku tengok nya"Geram Dewi
"ngelakuin pesugihan kamu yang mati bego entar kamu mati gak bisa nonton one piece hayo"ejek Gung Raditya
"bodo amat aink gak bisa nonton one piece yang penting bisa ketemu Bunda wleeeek dari pada kakak jomblo gak punya jodoh"sindir Dewi
"kamu iniiiiii"geram Gung Raditya
"lari ada kulkas ahahahahahah"ejek Dewi lalu berlari keluar dari Kamar Gung Raditya
"*awas aja dia besok ku ajak dia main di kubur ku kubur tuh anak*"Batin Gung Raditya
\#Bersambung
oke jangan lupa like, share, sama votenya oke makasih yang udah baca sampai ketemu di bab selanjutnya mattane 🤗👋
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...