
Chintia pun akhirnya pulang kerumahnya untuk menemui ayah tirinya.
"ayah aku sudah pulang ada apa kau ingin aku pulang cepat?"tanya Chintia
"aku ingin kau mengawasi keluarga dari mantan sahabat kakakmu"jawab ayah tirinya
"maksud ayah Ayunda bintang?"Tanya Chintia
"iya kau bisa mengawasi nya nanti malam ingat kau tidak boleh pulang jika tidak dapat informasi apapun di sana"jawab ayah tirinya
"iya ayah aku mengerti,aku permisi dulu"ujar Chintia
Chintia pun pergi ke kamar nya untuk menaruh barang-barang nya.Chintia tidak di bantu oleh pelayan dirumahnya karna pelayan tersebut menganggap nya sebagai alat mereka yang membantu mereka memasak dan membersihkan rumah.
Setelah Chintia membereskan barang nya barang barangnya tiba tiba kepala pelayan datang ke kamarnya dan berkata.
"Hei beban kau sudah selesai membereskan barang barang mu kan tolong kamu masak untuk tuan muda saat dia pulang sekolah"kata si kepala pelayan
"iya aku mengerti"jawab Chintia
Chintia pun menuju ke dapur untuk memasak untungnya dia tau teknik apa yang harus ia pakai untuk memasak makanan nya karna Chintia memasak apa yang kakak tirinya suka agar makanan bisa dimakan dengan lahap.setelah selesai memasak kakak tirinya pun datang ke dapur.
"Hei pelayan pada kemana kok kamu yang masak?"tanya Rian
"oh itu pelayan ada pekerjaan lain sehingga mereka tidak sempat memasak jadinya aku yang memasak"jawab Chintia
"oh begitu yasudah lah baiklah aku akan makan makanan masakan adik ku ini"seru si Rian
"cuci tangan mu dulu kak"ujar Chintia
"gak perlu pake tangan kan ada sendok sama garpu" jawab Rian
"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu mu makan sampai selesai biar aku sekalian mencuci piring nya" kata Chintia
"woke deh"jawab Rian
Rian pun makan dengan sangat lahap karna perutnya yang keroncongan dan tak kuasa untuk menahan rasa laparnya.Saat Rian makan tiba tiba ayah nya datang dari dapur dan berkata.
"nak kamu lagi makan,nanti kamu datang ke ruangan ayah ya ayah mau membicarakan sesuatu"ujar ayahnya
"iya ayah"jawab Rian
"Baiklah kalau begitu ayah kembali ke ruangan ayah dulu untuk menunggu mu" kata ayah
"ah iya"jawab Rian
Rian mempercepat makannya karna ia sedang ditunggu oleh ayahnya, setelah makannya habis Rian bergegas ke ruangan ayahnya sedangkan Chintia ia mengambil piring yang ada di meja untuk ia cuci.
Saat Rian sampai di ruangan ayahnya ia pun mengetuk pintu untuk memanggil nya.
*tok *tok *tok
"masuk pintunya tidak dikunci"kata ayahnya
Rian pun membuka pintu ruangan tersebut dan masuk kedalam ruangan ayahnya.
"ada apa ayah memanggil ku kesini?"tanya Rian
"nak apa kau tidak mendengar kan perkataan ayah dulu?"tanya balik ayahnya
"jangan pernah mendekati anak angkat tersebut karna dia hanya bisa membawa sial ayah aku sudah tau itu dan aku merasa Chintia bisa membantu keluarga kita karna bakat terpendam nya yang luar nalar manusia"jawab Rian
"ayah tau tapi dia tidak harus lama berada disini karna dia membuat ibumu meninggal"ujar ayahnya
"dia bukan lah pembunuh ayah pasti ada orang lain yang membuat ibu meninggal itu bukan Chintia yang melakukannya apa ayah tidak ingat janji ibu dahulu sebelum menghembuskan nafas terakhir nya?"tanya Rian
"ayah ingat janji itu tapi semua janji ayah sudah ditepati semua kan tidak ada janji lagi selain itu"kata ayah nya
"ayah belum mendengar kan satu janji yang dibuat oleh ibu yaitu menjaga dan merawat Chintia dengan baik itu lah yang ia katakan" ujar Rian
"SUDAH CUKUP"teriak ayahnya
"kau sama seperti Raditya dan Dewi menentang kebijakan dari ayahnya sendiri ternyata sekarang tiga anak kandung ku ini telah melawan orang tuanya sendiri hanya karna anak angkat itu baiklah jika kau menganggap nya dia berharga bagi dirimu coba tunjukkan aku tidak akan menelantarkannya lagi nanti"ujar ayahnya
__ADS_1
"baik kami bertiga akan membuktikan nya kalau Chintia tidak pernah melakukan pembunuhan"jawab Rian
Rian pun akhirnya pergi dari ruangan ayahnya dan dia berharap kalau adiknya tidak mengetahui tentang pembicaraan tersebut kalau adiknya sampai tau ia bisa kabur lagi dari rumah.
Rian pergi ke kamar adiknya
untuk mengajak nya mengobrol sebentar.
"dek kakak boleh mengobrol sebentar dengan mu?"tanya Rian
"silahkan"jawab Chintia
"kau tau kakak pertama mu itu Gung Raditya he tak menyangka dia punya calon istri ya" kata Rian
"iya aku tau itu aku sudah melihat calon istri nya dia juga lebih baik dari Ayunda bintang seperti nya mereka pasangan yang cocok Kenapa kakak membicarakan hal itu apa kak Rian cemburu karna tidak punya calon istri?"tanya Chintia
"kalo masalah itu kakak masih bisa cari sendiri kau juga pasti begitu bukan?"tanya Rian
"hmm iya tapi saat menikah aku tidak disini aku pasti ikut bersama suami ku mungkin Ayunda Dewi juga sama"jawab Chintia
"benar juga nanti tidak ada yang menjaga ayah karna kalian berdua ikut dengan suami kalian kalau sudah menikah tapi tidak apa apa kan masih ada pelayan dirumah jadi kau tidak perlu khawatir" ujar Rian
"oh iya kakak mungkin ada tugas sekarang jadi kakak pergi dulu ya dada"kata Rian
"iya kak hati hati dijalan"jawab Chintia
Di malam harinya Chintia melakukan misi yang di berikan oleh ayahnya.dia pun memasuki rumah keluarga Bintang dengan diam diam saat Chintia masuk ia mendengar suara obrolan dari dapur ternyata itu hanyalah Pelayan karna menurut mendengar kan obrolan dari pelayan itu sangat tidak penting maka ia pun melanjutkan misinya,saat berjalan ia menemukan pintu yang terbuka saat di intip ternyata itu adalah ayah bintang dan juga si bintang yang juga sedang membicarakan tentang kakak pertamanya.
"ayah tolong aku,aku tidak mau dia menikah dengan orang lain"rengek Bintang
"iya ayah tau nanti ayah akan berusaha mencoba untuk mengontrol dengan ayahnya"kata ayah bintang
"aku maunya sekarang ayah"rengek Bintang
"kalo sekarang mana bisa ini sudah malam sekarang pekerjaan ayah belum selesai gimana mau ke sana"kata ayah Bintang
"yasudah besok deh datangnya"kata Bintang
"iya ayah"jawab Bintang
Bintang pun keluar dari ruangan ayahnya.ayahnya pun mendapat kan ide dimana kalau putrinya dinikahkan maka harta dari keluarga Gung Raditya akan diambil alih oleh keluarga Bintang.
"hmm kalau putri ku dinikahkan hartanya bisa jadi milikku kayaknya aku harus merencanakan sesuatu yang harus lebih kuat agar tidak ketahuan dan bisa berhasil dengan cepat"kata Ayahnya bintang
"oke pertama aku akan menyingkirkan calonnya kedua aku akan menyingkirkan anak angkatnya juga karna ya mau gimana lagi anak angkat itu selalu mengganggu yang ketiga adalah berbicara dengan ayahnya lalu setelah itu diterima hmmm bisa jadi baiklah aku akan menelfon pasukan pembunuh bayaran ku terlebih dahulu"kata Ayahnya bintang
Chintia pun bergegas pergi dengan alat perekam suara yang ia bawa dari rumah.perlahan lahan ia berjalan menuju pintu luar, Untung nya dia berhasil keluar dan tidak ketahuan oleh orang.
Setelah sampai dirumah Chintia pun memberikan perekam suara tersebut kepada ayahnya saat didengar kan oleh ayahnya dia pun terkejut karna Bintang ingin dinikahkan oleh kakak pertama nya hanya karna harta dia juga terkejut bahwa calon menantu dan anak angkat nya akan dihabisi olehnya.
"ini tidak boleh dibiarkan ayah seperti nya kita harus mempercepat pernikahan kakak firasat ku sudah buruk"kata Chintia
"benar apa yang kau katakan besok kita kasih tau kakakmu tentang masalah ini dan ayah akan berusaha untuk menolak perjodohan dari ayah si bintang"
"iya ayah sekarang apa yang harus kulakukan?"tanya Chintia
"besok kau harus menjaga calon kakak ipar mu karna dirinya sekarang dalam bahaya ayahnya Bintang pasti akan mengirim pembunuh bayaran"ujar ayahnya
"baiklah ayah aku pergi ke kamar ku terlebih dahulu"jawab Chintia
"iya silahkan"kata ayah
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
oke makasih buat yang udah baca btw ini ada dukungan dari temen kalian Lo.
@de.abim:mantab Au semangat
Au:Yoi
nah kalo kalian mau di masukin kayak abim kalian bisa tanya au di Instagram ya.disitu ada spoiler dan novel baru yang akan datang Instagram Au ini ya @author_id827 yang PP nya fremy speeddraw yang gak tau karakter nya fremy speeddraw coba cari google :v.
oke makasih yang udah baca jangan lupa like sama votenya kalo gak tak timpuk pake panci
sampai jumpa di bab selanjutnya mattane.
__ADS_1