Terraworld Online (Drop)

Terraworld Online (Drop)
Bab 10


__ADS_3

Saat Laras dan Rio sedang menikmati makanan mereka, seorang kenalan Rio yang bernama Astrid tiba-tiba datang kerumah sakit membawa bingkisan.


"Halo kak apa kabar?" Ucapnya basa-basi.


"Bukannya sudah kubilang kalau aku lagi sibuk?" Ucap Rio ketus.


"Dengerin dulu, aku datang kesini untuk melakukan bisnis. Kalau kamu mau memberitahu keberadaan pemilik menara, papaku berjanji akan menginvestkan uangnya pada game Terraworld sebesar 1 miliar us dolar." Bisiknya.


Kaget dengan ucapan Astrid, Laras tanpa sengaja tersedak makanannya.


"Uhuk... Uhuk..."


"Pelan-pelan kak, ini cepat minum dulu." Ucap Rio.


"Hehehe... Kakak main Terraworld juga kah?" tanya Astrid.


"Dulu..-"


Belum selesai Laras bicara, Rio segera memotong ucapannya.


"Kakaku nggak suka main game. Dia tuh cuma suka makan sama tidur." Candanya.


"Hei... Berarti kita sama kak, sebelumnya juga aku bingung mau ngapain selain makan sama tidur. Tapi berkat evolusi game Terraworld aku bisa makan tidur didalam game hehe.." Ucap Astrid.


'Anak konglomerat memang beda.' Batin Laras.


Setelah berbincang cukup lama, Astrid akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Bye bye.. Besok gua main kesini lagi ya."


"Jangan." Sahut Rio.


.....


Rio membantu kakaknya mendorong kursi roda, mengajaknya berkeliling disekitar rumah sakit.


Mereka berdua terdiam cuku lama.


"Rio, waktu kejadian itu...-"


"Aku minta maaf kak, ini semua karena kecerobohanku."


"Darimana kamu mendapatkan chip itu?"


Mendengar kakaknya berbicara tentang chip Rio langsung waspada sambil melihat area sekitar.


"Kakak, sebaiknya kita jangan membahas masalah itu disini." Ucap rio lirih.


'Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan.' Batin Laras bingung.


Tr-ring


[Sesuatu yang tidak diketahui mulai menyadari keberadaan anda, dalam beberapa jam mereka akan segera mengecek ke lokasi anda saat ini.]


[Keluar dari rumah sakit itu sekarang]


-Hitung mundur 00:59:59


'Apa ini?! Kenapa tiba-tiba sekali.'


Dengan kaki sedikit gemetar Laras berdiri dari kursi rodanya.


"Huah... Segar banget, akhirnya badanku sudah sedikit lebih enak. Ya kan Rio?"


'Kakak aktingmu buruk sekali.' Batin Rio.


"Yuk lah, langsung urus surat pulang, aku udah sembuh nih haha.."

__ADS_1


"Hah... Ya sudah kak, kita langsung pulang saja."


'Mungkin kakak sudah bosan dirawat disini. Lagi pula tempat ini sudah kurang aman lagi.' Batinniya.


Dengan cepat mereka berdua mengurus surat pulang, lalu segera pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Di dalam mobil, Laras memandang lekat-lekat pop up sistem itu. Menyentuhnya, menggeser lalu mengetuknya.


Rio yang melihat Laras sedikit aneh, segera menanyakan keadaannya.


"Kak, apa yang sedang kau lakukan."


'Ahh.. Aku lupa kalau hanya aku yang bisa melihat sistem ini didunia ini.' Batin Laras.


"Hm? Tidak ada, hanya sedang berimajinasi tentang tekhnologi masa depan seperti di film-film." Jelasnya.


Melihat kakaknya bertingkah aneh, Rio tidak ingin ambil pusing. Mengingat Laras yang sering kehilangan kesadarannya tidak heran kalau dia sedikit menghayal, pikirnya.


***


Gow: "Kalian liat kejadian streamer carlos nggak?"


Pickyu: "Pas banget waktu itu aku lagi nonton, asli kaget banget cuy."


RealnoFake: "Apaan sih cuy, ketinggalan info nih."


Gow: "Ada npc abnormal yang muncul dilantai tiga ***."


.....


Sebelum itu, player sekaligus streamer bernama Carlos, kepergok Norix sedang memvideo dia diam-diam.


"Huaaa... Ampun... Maafkan aku, aku janji mau melakukan apapun." Ucap Carlos memohon.


'Sial, aku yakin 10 ribu penontonku pasti sedang bersorak, melihat aku begini.'


"Apa itu, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Norix sambil mendekatkan wajahnya ke arah layar streaming milik Carlos.


'Dia aneh, apa dia bisa melihat layar miliku?' Batin Carlos.


#Dalam Live stream Carlos.


Pickyou: "Hei... Apa dia bisa melihat kita?"


Flow: "Tampan namun mengerikan, syukaa."


Ruthles: "Dia npc abnormal cuy."


'Dia juga memiliki papan kotak yang mirip dengan yang muncul waktu itu. Tapi tulisan didalamnya berbeda, apa mereka juga sama-sama mendapatkan tugas sepertiku?' Batin Norix.


'Dia musuh.'


Dengan cepat Norix melesatkn pukulannya kearah Carlos yang sedang sujud memohon.


Pip!


[Anda mati, beberapa equipment terlepas otomatis, akun anda tidak bisa digunakan selama 24 jam. Anda bisa login kembali setelah cooldown selesai.]


"Npc sialaaan!" Teriak Carlos.


.....


Tr-ring


[Anda telah membunuh player, nama anda akan berubah merah selama 24 jam]


Tidak perduli dengan perubahan namanya, Norix segera mengambil equipment yang dilepaskan Carlos saat mati.

__ADS_1


[Gunakan sekarang?]


[Ya]


'Ini sangat luar biasa, aku bisa membunuh sekaligus mendapatkan bonus.'


'Tidak, untuk sekarang aku harus fokus pada misi itu dulu, setelah misi itu selesai baru aku putuskan untuk membantai siapa haha..'


Norix segera melanjutkan perjalanannya kearah timur, melompati pulau demi pulau dengan kecepaan tinggi.


***


Saat ini jauh dari perkotaan, disebuah desa terpencil, sebuah rumah gubug berdiri tanpa mencuri perhatian.


Jglek!


Seorang pria berjas hitam keluar dari mobil mewah itu.


"Silahkan tuan."


"Apa mereka semua sudah berkumpul?"


"Iya tuan."


"Hm. Bagus."


Pria itu bertubuh tinggi, dengan wajah keturunan orang barat. Dia berjalan kearah gubuk kecil itu, menempelkan sebuah kartu pada dinding dengan lobang didalamnya. Dengan ajaib sebuah pintu lift muncul dari sepotong karpet yang lusuh.


Setelah dia memasuki lift, dia segera mengenakan topeng berbentuk kelinci, untuk menyamarkan identitasnya.


Siapa sangka, dibawah gubug kecil itu terdapat ruangan yang sangat besar. Sebuah ruangan rahasia yang sengaja dibuat oleh sekelompok perusahaan raksasa yang menguasai dunia.


Pria bertopeng kelinci berjalan menelusuri setiap ruangan, sampai dia berhenti di salah satu ruangan yang lumayan sempit menyalakan sebuah kamera proyeksi.


Tujuh orang dengan topeng hewan yang berbeda-beda berkumpul disatu ruangan, namun mereka hanya hadir melalui proyeksi 3D.


Dengan suara yang disamarkan ketujuh orang itu mulai membahas hal-hal penting seperti perekonomian dunia, perkembangan tekhnologi, dan juga penelitian.


"Bagaimana dengan dia? Apa benar subjek penelitian dia berhasil?" tanya pria bertopeng kambing.


"Kudengar dia hampir mati dan mengalami koma." jawab wanita bertopeng kucing.


"Tapi apa kalian sudah dengar dengan hal yang menarik baru-baru ini?" Tanya pria dengan topeng harimau.


"Ahh.. Game yang lagi trending itu ya, bukannya itu ada diasuhan si kelinci?" Ucap wanita bertopeng anjing.


"Bagaimana dengan perkembangan itu kelinci?" Tanya si topeng kuda.


"Aku sedang mengirim seseorang untuk mengeceknya." Jawab pria bertopeng kelinci.


"Kalau kamu berhasil membawanya bawa dia ke kami juga, kami juga penasaran dengan mereka haha." Ucap pria bertopeng burung.


Mereka bertujuh berbincang cukup lama


.....


Beberapa jam kemudian pria bertopeng kelinci akhirnya keluar dari gubug itu.


"Bagaimana dengan mereka? Apa ada kabar?"


"Mereka sudah pergi meninggalkan rumah sakit tuan."


"Hm... Sepertinya aku sendiri yang harus datang mengeceknya." Ucap pria itu.


Pria berjas itu pun segera pergi meninggalkan gubug itu.


***

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2