Terraworld Online (Drop)

Terraworld Online (Drop)
Bab 7


__ADS_3

[Selamat! Gorgon berhasil ditaklukkan.]


Merasa gagal karena tidak menjadi yang pertama, Enzo segera log out meninggalkan permainan.


Dia duduk termenung dikamarnya. Dia merasa bersalah karena tidak berhasil membawakan hadiah pertama untuk adiknya.


Tok tok tok


"Kakak. Boleh aku masuk?"


Giselle mendekati kakanya yang sedang duduk terdiam.


"Aku akan keluar dari guild Eclipse kak."


Enzo kaget mendengar ucapan adiknya yang tiba-tiba.


"Aku akan melanjutkan perjalanan ku sebagai Giselle bukan ketua guild lagi." Lanjut Giselle.


Dia segera memperlihatkan tangannya pada Enzo.


"Tatto? Kamu sudah awakening?" Tanya Enzo.


Giselle mengangguk bersama dengan senyumnya yang lebar.


"Ah.. Haha.." Tawa Enzo penuh dengan kebahagiaan.


Walaupun tujuan utamanya tidak tercapai, tapi melihat masih ada kesempatan untuk adiknya sembuh, dia sangat mensyukurinya.


Rupanya sebelum Laras teleportasi, dia sempat meninggalkan sekotak peti kecil diatas meja.


"Ini adalah bonus dari usahamu, Enzo. Berikan kotak ini pada adikmu, dan jangan pernah menyerah."


Itu adalah pesan yang ditinggalkan Laras melalui sihir yang ditempelkan dikotak itu.


***


Setelah pengunduran diri Giselle sebagai ketua guild, Isabella akhirnya naik jabatan menggantikannya.


...


Saat ini guild Shadowsorm dan guild Eclipse sedang merayakan pengangkatan ketua guild yang baru digedung utama Eclipse.


"Selamat atas kenaikannya Isabell." Ucap salah satu petinggi Shadowstorm.


"Terimakasih ini semua juga berkat bantuan kalian." Ucap Isabella sambil melirik Flux yang sedang meminum segelas anggur.


Flux terlihat tidak perduli dengan percakapan mereka, dia hanya fokus pada tatto barunya, tatto awakeningnya.


Isabella yang merasa dicueki Flux, mencoba menggodanya dengan duduk dipangkuannya.


"Sayang, kenapa kamu diam sekali. Semua orang mengucapkan selamat loh." Ucap Isabelle.


Flux tidak menjawab apapun dan hanya memandangi tattonya.


Brak.


Isabella mengambil minuman Flux lalu menggebrakannya keatas meja.


"Lihat aku! Apa istimewanya tatto itu, semua orang juga sekarang memilikinya." Ucap Giselle.


Flux yang kesal, beranjak dari tempat duduknya, nenbuat Isabelle yang sedang dipangkuannya saat itu hampir terjatuh.


"Kamu tidak tau apa-apa dasar wanita bodoh." Ucap Flux.


Melihat pertengkaran kedua ketua guild, semua anggota hanya terdiam melihat mereka.

__ADS_1


"Setelah aku mendapatkan tatto ini, aku menyadari bahwa saat ini dunia sedang berevolusi, bukan hanya dunia game, tapi dunia nyata juga. Kalian menyadari itu kan?" Teriak Flux pada seluruh anggota yang hadir disana.


"Sekarang aku sudah tidak perduli dengan kekuasan guild konyol ini. Mulai sekarang, aku akan mencari npc itu, dan mengevolusi awakeningku. Karena kalau tidak, kita semua akan tertinggal." Lanjutnya.


"Izinkan kami tetap mengikutimu ketua." Teriak salah satu anggota.


"Kami juga."


"Ya, kami juga ketua."


Flux tersenyum melihat loyalitas anggotanya.


"Bagus, bagus. Mulai sekarang misi kita adalah mencari npc itu sambil terus memanjat menara."


Setelah mengucapkan itu, Flux meninggalkan Isabella yang terdiam seperti orang bodoh. Dia membawa seluruh anggota Shadowstorm dan juga separuh anggota Eclipse.


"Npc, npc, npc!!! Semua orang membicarakan npc. Gara-gara npc itu perayaanku jadi berantakan." Teriak Isabelle.


"Lihat saja Flux, aku akan membuat npc yang sedang kamu cari-cari, menghilang dari game ini." Ucapnya


***


Saat ini dikediaman Lewyn, ketiga temannya berkumpul menyaksikan keajaiban yang sedang dialaminya.


"Lihat ini."


Lewyn mejamkan matanya mencoba berkonsentrasi, lalu perlahan tubuhnya melayang diudara.


"Lihat aku keren kan. Whoa.. Whoa. Haha.."


Lewyn yang mendapat singkronasi penuh sudah bisa menggunakan seluruh kekuatannya ke dunia nyata.


"Keren coba kulihat tatomu." Ucap Joe.


"Kalau ketahuan dosen, mampus luu." Ucap Finn menakut-nakuti.


"Aman tatto ini bisa dimunculkan dan dihilangkan sesuka hati kok." Ucap Kyle sambil memamerkan tattonya juga.


Kyle yang saat itu ikut mengikuti event, berhasil masuk ke 5 besar bersama dengan Lewyn, sudah mengevolusikan setengah badannya.


"Cih.. Tinggal kita berdua yang belum dapet nih." Ucap Joe pada Finn yang juga tidak sempat mengikuti event itu karena saat event terjadi, mereka sedang ada kelas tambahan.


Lewyn, Kyle, Joe, dan Finn, adalah empat sejoli yang tinggal di kost-kostan yang sama. Mereka adalah mahasiswa di salah satu universitas ternama.


"Sebenarny ada satu hal yang ingin kutunjukan pada kalian." Ucap Lewyn dengan nada serius.


Ketiga temannya segera merapatkan tempat duduknya.


Lewyn mengambil sebuah peti yang dia simpan dibawah lemari.


"Hei bagaimana bisa peti itu bisa muncul disini." Teriak Joe yang segera menutup mulutnya karena kelepasan.


"Ssstttt... Diam ini rahasia." Ucap Lewyn lirih.


"Sebenarnya saat itu aku di evolusi langsung sama pemilik menara, dan peti itu tidak berisi batu rune." Lanjutnya.


Lewyn pun perlahan menunjukan isi kotak itu pada teman-temannya.


"Sebuah telur?" Tanya Kyle penasaran.


"Hooohh... Jangan-jangan itu pet seperti yang ada dalam game." Teriak Joe lagi.


"Si anying mulutnya ngga bisa diem ya." Ketus Kyle.


"Maaf maaf, aku terlalu terkejut guys." Jelas Joe.

__ADS_1


"Aku ingin menetaskan telur ini, tapi bagaimana caranya, aku bingung." Ucap Lewyn.


"Udah coba kamu eramin sambil bobo ngga? Kaya ayam gituh." Ucap Finn bercanda.


"Kenapa ngga kamu tanya langsung aja ke npc itu."


"Masalahnya aku ngga tau keberadaan npc itu sekarang dimana."


Mereka berempat terdiam mencoba memikirkan sebuah ide.


"Halah... Ngga usah susah-susah mikir, tinggal kita cari aja keseluruh lantai." Ucap Joe penuh yakin.


***


Sementara itu disebuah pelosok, sekelompok preman memakai jas sedang mengintrogasi beberapa player yang sudah babak belur.


"Kamu yakin kalau mereka sudah awakening?"


"Sangat yakin."


"Cepat tunjukan tanda awakening kalian."


Tidak memberinya banyak pilihan, para player itu pun menunjukan tatto mereka ke preman yang kejam itu, berharap mereka akan dibebaskan.


"Bagus. Sekarang bawa mereka ke markas untuk dilakukan penelitian." Ucap preman itu.


"Apa!! Tidak, jangan!! Lepaskan kami!!!"


Para player itu pun diseret pergi oleh orang-orang berjas kesuatu tempat yang mereka sebut 'penelitian'.


'Hihi' Tawanya lirih.


...


Seorang player ada yang berusaha melaporkan kejadian di game Terra ke perusahaan bawah tanah. Membuat perusahaan gelap itu menggila, banyak petinggi-petinggi disana mulai memainkan game itu, berharap bisa menemui sang pemilik menara, Laras.


***


Tr-ring


[Selamat datang di lantai 3.]


- Singkronasi menara 36%


- Bos monster didapatkan:


Minatour Champ


Phoenix


- Player awaken: 4509


[Apa anda ingin mensummon 2 monster sekaligus?]


Laras yang saat itu masih kaget karena melakukan teleportasi 2 lantai sekaligus, hanya bisa ternganga melihat pop up layar yang tidak tau situasi itu.


"Dasar sistem tidak punya hati." Teriaknya.


[Menjawab pemilik menara, kami memang tidak memiliki hati. Menurut informasi, organisme yang memiliki hati adalah manusia, hewan, dan beberapa jenis organisme uniseluler seperti amoeba.]


"Bodo amat dah."


***


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2