Terraworld Online (Drop)

Terraworld Online (Drop)
Bab 5


__ADS_3

Diruangan Laras, seperti biasa Rio merawat dan membantu rutinitas kakaknya bersama dengan pihak medis disampingnya.


Sejak kejadian waktu itu, Laras masih belum bangun juga dari tidurnya, untuk sementara ini dokter mendiagnosa Laras mengalami gangguan saraf akibat efek samping dari game virtual reality.


Saat Rio sedang merawat kakaknya, tiba-tiba Agus, orang kepercayaan Rio, datang memberi tahu bahwa ada event besar yang tiba-tiba muncul di game buatannya.


"Apa?!, seekor Gorgon muncul di lantai satu?" Ucap Rio.


"Betul tuan, event global itu juga memicu player yang sudah memasuki lantai dua untuk turun."


Sebenarnya selain lantai satu, ada juga beberapa lantai yang sudah terbuka. Tapi kebanyakan player yang sudah naik ke lantai selanjutnya malas untuk turun ke lantai bawah, karena hadiah di lantai bawah tidak lebih baik dari lantai diatasnya.


'Aku tidak ingat kalau aku pernah menaruh bos monster seperti gorgon di game ku.' Batin Rio


"Bagaimana dengan player yang ada di lantai 3 dan diatasnya? Apa mereka juga ikut turun?"


"Untuk sekarang mereka masih memantau tuan." Jawab Agus.


"Hmm... Untuk event kali ini karena muncul di lantai satu, aku hanya akan mengizinkan player lantai dua yang boleh ikut bergabung. Untuk lantai 3 dan diatasnya, lakukan segel sementara di perbatasan lantai dua dan tiga." Ucap Rio.


"Siap tuan."


Event yang tiba-tiba muncul itu tidak Rio ambil pusing, karena dalam pikirannya mungkin itu adalah ulah AI. Karena saat Rio membuat game Teraworld dia sempat menaruh sistem AI di gamenya, agar gamenya bisa berkembang sendiri.


***


Saat ini di seluruh forum Terra sedang ramai pembicaraan perihal event Gorgon itu, banyak yang mencari informasi tentang kebradaan Gorgon. Alih-alih mendapat informasi tentang Gorgon, mereka malah dikejutkan lagi tentang pengumuman pihak Terra yang akan melakukan penyegelan lantai 3 dan diatasnya.


#Diforum Terra


Geek: "Ini bagus, kita jadi tidak perlu bersaing dengan player tingkat tinggi. Kenapa tidak sekalian segel lantai dua juga pak."


Rusher: "Hei manusia bebal, seharusnya kamu bersyukur kalau ada player tingkat tinggi, Gorogon itu jadi bisa dikalahkan dengan mudah."


Pickyou: "Aku bisa mengalahkan Gorgon hanya dengan menjentikan jariku hahaha.."


ItCow: "Aku akan jadi player yang terkuat dilantai satu hahaha, sembunyi saja kalian para newbie."


###


Di base guild Shadowstorm.


"Aku sengaja masuk ke forum untuk mencari informasi tentang Gorgon, tapi kenapa mereka semua sangat berisik." Ucap Flux, ketua guild Shadowstorm.


Pip.


Pip.


Pip.


Sebuah pesan dari Isabella memenuhi beranda milik Flux.

__ADS_1


"Sayang, kapan utusanmu akan datang."


"Sayang, kapan mereka datang aku nungguin nih.."


"Kalau kamu berani cancel, kita putus."


'Kenapa aku harus berpacaran sama dia.' Batin Flux.


Flux awalnya berencana mendekati ketua guild Eclipse, Giselle. Dia juga sempat menyatakan perasaannya padanya, namun sayang Giselle menolaknya. Karena merasa direndahkan Flux yang saat itu bertemu dengan Isabelle memutuskan untuk memanfaatkan dia, memintanya untuk mencari kelemahan Giselle.


....


Di base guild Eclipse.


"Kenapa pesanku di read doang sih.." Ucap Isabelle kesal.


"Kamu tahu sendiri kan, kalau lagi ada event besar di lantai ini. Aku yakin pacarmu pasti sedang sibuk mencari Gorgon." Ucap Markov penasihat guild Eclipse yang ikut berkhianat.


"Masa dia lebih memilih Gorgon ketimbang pacarnya."


'Tentu saja, kalau aku jadi Flux juga lebih baik memilih Gorgon dari pada cewek bawel kaya lu.' Batin Markov.


...


Sementara itu Laras sedang duduk dalam kecanggungan bersama Giselle yang terus terdiam.


'Nasibnya shampir sama sepertiku didunia nyata.' Batin Laras.


"Bisa, kalau kakakmu berhasil mengalahkan Gorgon."


"Terdengar sulit dipercaya.Tapi aku selalu menaruh harapan setiap ada kesempatan untuk sembuh."


Ketika mereka sedang berbincang, Tubuh Laras tanpa sadar perlahan memudar.


"Nona, tubuhmu.." Ucap Giselle.


'Apa yang terjadi?' Batin Laras.


"Aku titip Gorgon sebentar."


Setelah mengucapkan itu tubuh Laras benar-benar menghilang.


....


Saat itu Laras tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


"Aku... Dimana."


Melihat kakaknya yang sudah terbangun, Rio segera berlari memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya.


"Bagaimana dok?" Tanya Rio pada dokter.

__ADS_1


"Seluruh tubuhnya baik-baik saja, dia hanya mengalami hilang ingatan jangka pendek sebagai efek samping dari tidur panjangnya. Ingatannya akan kembali dalam beberapa hari." Ucap sang dokter.


"Syukurlah."


Setelah Istirahat sedikit lebih lama, Rio mulai mengajak kakanya berkeliling, menceritakan banyak hal, agar ingatan kakaknya kembali pulih.


***


4 hari telah berlalu, terhitung sejak dimulainya quest Gorgon.


Seluruh player berusaha mati-matian mencari keberadaan Gorgon, namun mereka belum juga menemukannya,


Sampai suatu ketika, beberapa player sampai di sebuah pulau kecil dengan langit berwarna ungu. Benar, pulau itu adalah pulau milik Laras yang dia dapatkan dari tugas sebelumnya, dan disanalah Gorgon bersembunyi.


"Aku mendapatkan info, dari salah satu anggota guild Blade saints. Bahwa ketua mereka pernah bertemu dengan npc misterius dan memenangkan quest buatannya." Ucap salah satu player.


"Benarkah?"


"Kudengar mereka memenangkan quest itu setelah menyerahkan pulau ini padanya."


"Tidak heran selera npc memang aneh."


Plague Island atau banyak disebut juga pulau ungu karena langitnya yang berwarna ungu, adalah pulau terpencil yang berada ditengah-tengah lautan. Dari kejauhan, tampak pulau itu menyimpan keindahan alam yang mempesona, dengan pantai pasir putih yang memanjang dan perbukitan hijau yang menjulang.


Namun semakin kita dekat dengan pulau itu, maka semakin jelas tanda-tanda yang mengkhawatirkan muncul.


Awan ungu yang tebal selalu menggelayut di atas pulau itu, dan sebagian besar waktu disana seperti malam hari,karena sinar matahari terhalang oleh asap tipis yang terus mengambang diudara. Di sepanjang pantai, terdapat banyak bangkai ikan dan binatang laut yang terdampar di tepi laut. Bau busuk yang menusuk hidung menghantui seluruh pulau.


Saat melangkah ke darat, tanah di pulau itu terasa lembab dan lunak, dan kadang-kadang, terdengar suara gemuruh yang muncul dari dalam tanah. Di antara pepohonan yang rimbun, pohon-pohon terlihat kering dan layu.


Melihat kengerian itu sekelompok player yang hendak turun untuk mencari Gorgon berfikir dua kali.


"Kamu yakin, kalau ada kemungkinan Gorgon bersembunyi disini?" Tanya salah satu player.


"Aku tidak tau, aku hanya mengambil kesimpulan dari informasi yang kudapat."


"Baiklah untuk menjaga informasi ini tetap ada, kalian berdua masuk aku akan berjaga disini, jadi kalau sesuatu terjadi kita bisa langsung kabur."


"Baiklah. Kamu harus menunggu kami disini. Jangan coba-coba kabur."


"Tenang."


....


Tidak berselang lama. Kedua player itu berlari terbirit-birit menghampiri temannya yang sedang menunggu diperahu.


"Woy goblok. Cepat nyalakan perahunya. Gorgon itu benar-benar tinggal disini."


"Apa?!!"


***

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2