
"Dia npc yang sangat aneh tuan!"
Teriak seorang wanita dalam telephone.
Rupanya saat Laras membuka mata, Rio sedang menerima telephone seorang wanita yang memaksa untuk berbicara langsung pada game developer.
Pak Agus yang memegang telephone genggamnya, sampai geleng-geleng dengan suara lengkingan wanita itu.
"Aku yakin dia cheater yang menyamar sebagai npc! Banned dia sekarang juga! Kalau anda tidak segera membanned dia, maka akan ku sebarkan berita buruk tentang game ini pada semua orang!" Teriaknya.
Rio yang saat itu menerima telephone di balkon tempat Laras dirawat, sengaja meloudspeaker pembicaraannya, saking malasnya dia sampai tidak mau memegang telephone itu dan memberikannya ke Agus.
"Kenapa kamu menrima telephone wanita aneh itu?" Tanya Rio
"Maaf tuan tapi dia awalnya bilang, kalau dia tahu kordinat pemilik menara."
Laras diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka dari jauh.
"Sebelum kamu memberikan telephone padaku, lain kali pastikan dulu kebenarannya"
"Baik tuan saya mengerti."
Rio melihat Laras yang sedang beranjak dari tempat tidurnya, langsung menghampiri kakaknya itu.
Agus yang sangat patuh pada Rio, hanya membungkuk memberi salam pada Laras yang baru terbangun, lalu segera meninggalkan ruangan.
"Kakak kamu baru bangun jadi jangan terlalu banyak bergerak." Ucap Rio.
"Aku tidak bisa mengganggumu yang lagi berantem sama pacarmu." Ucap Laras meledek.
"Aku tidak akan pernah menikahi manusia, aku akan menikahi tekhnologi." Sahutnya.
Bugh!
"Tidak boleh ngomong begitu."
"Cih."
"Pesankan kakak makanan dong, pengin makan junk food nih." Ucap Laras.
***
Saat ini diutara lantai tiga, Norix sedang berhadapan dengan monster Raven lord. Seekor monster burung pengendali gagak yang memiliki kekuatan magis cukup kuat.
Bulu hitamnya menyelimuti seluruh tubuh besarnya. Matanya merah seperti darah dan paruhnya tajam seperti pisau. Dia biasanya terbang dengan kecepatan tinggi sambil mengeluarkan pekikan serak yang mengerikan.
__ADS_1
"Heh, seekor monster bodoh yang tidak tau kehidupan." Ucap Norix.
Kedua nya saling menatap, mencoba untuk membaca kekuatan satu sama lain.
Raven Lord menerjang ke arah Norix dengan sayapnya yang besar sambil mengeluarkan teriakannya yang menyeramkan.
Khieeekkkk!!!
Norix mencoba menghindar sambil mengeluarkan kekuatan gelapnya. Asap hitam menyebar di sekitar keduanya, suara gemuruh terdengar saat kekuatan mereka beradu.
Raven Lord mencoba untuk mencakar Norix dengan cakarnya yang tajam, namun dia menghindar dengan cepat dan memberikan pukulan ke arah perut burung itu.
Namun Raven Lord adalah monster yang cukup tangguh, dia segera pulih dan menyerang balik dengan sayapnya yang kuat.
Keduanya terus saling serang dengan kekuatan masing-masing, menyebabkan tanah di sekitar mereka berguncang.
Tidak jauh dari tempat Noxar bertarung, seorang player tanpa sengaja melihat mereka yang sedang bertempur sengit, dia adalah Carlos. Streamer nyentrik yang levelnya stuck di lantai tiga. Tidak mau kehilangan kesempatan, dia itu pun segera melakukan live stream.
"Yoo guys, sekarang aku sedang berada dilokasi tempat para bos monster sedang bertarung, bukankah ini fenomena yang sangat langka? Apa ini ada hubungannya dengan misi yang baru-baru ini muncul?" Ucap Carlos.
Sebenarnya saat itu Norix sudah menyadari kedatangan Carlos, namun pura-pura tidak melihatnya karena dia harus fokus mengalahkan monster yang sedang ia hadapi dulu.
....
Pertarungan terus berlanjut selama berjam-jam. Norix terus memanipulasi kegelapan sambil mengeluarkan serangan. Terakhir, dia membentuk bola gelap dan melesatkannya dengan cepat kearah Raven Lord, membuat Raven Lord terhuyung lalu jatuh ke tanah.
Ketika dia sedang mengoceh tentang pertarungan yang dilihatnya, tiba-tiba para penonton live nya mulai berteriak.
Lemon: "Awas dibelakangmu."
Bee: "Dibelakangmu goblok."
Cakey: "Tamat sudah riwayatmu ferguso."
'Memang apa yang ada dibelakangku?' Batinnya.
Dia pun mencoba menengok ke belakang memcari tahu apa yang membuat penontonnya heboh. Tepat saat dia membalikan badannya,
"Huaaa!!!"
Kaget bukan main, ternyata Norix sedang membulatkan energi gelap tepat dibelakangnya, bersiap-siap melesatkan kekuatan itu ke Carlos.
***
Beberapa jam telah berlalu, saat ini di pintu lantai 3 semakin ramai player yang berkumpul disana karena penahanan yang dilakukan sekelompok npc elf.
__ADS_1
Brak!
Seorang pria bertubuh kekar dengan perlengkapan armor berat, menjatuhkan palu nya.
"Kalian para manusia bodoh, kenapa tetap nurut dengan perkataan para elf ini. Kalau kita tidak melawan, maka kita tidak akan masuk dalam kontribusi quest."
Segera setelah pria itu selesai berbicara, dia langsung melemparkan palu besarnya itu ke salah satu elf yang ada disana.
Menyebabkan pertempuran antara dua pihak, yaitu sekelompok elf melawan sekelompok player.
"Bunuh semua elf yang ada di pulau ini!" Teriak salah satu player.
Suara pedang yang beradu, panah yang ditembakkan, dan siulan yang dilepaskan dari busur, terdengar saling tumpang tindih dan menghasilkan dentingan tajam yang membuat telinga para pemain berdengung.
Banyak juga player yang memutuskan untuk diam sambil melihat situasi. Mereka ragu dengan langkah yang mereka ambil karena mereka pikir quest yang mereka dapatkan adalah menemukan 'pemilik menara' bukan berperang melawan npc lain.
....
Setelah beberapa jam, sebagian kecil elf memutuskan untuk mundur karena banyak anggota mereka yang mati terbantai. Pertempuran itu tidak berlangsung lama karena para elf kalah jumlah dengan para player.
"Kita tidak akan membantai mereka kalau mereka tidak menghalangi kita." Ucap pria itu.
Flux yang juga saat itu berada disana berjalan mendekati pria itu.
"Kami bukan manusia bodoh. Justru kamu lah yang saat ini terlihat tolol." Ucap Flux sambil tersenyum menghina.
Tidak terima dengan perkataannya, pria itu langsung mengacungkan palunya pada Flux. Tapi Flux hanya tertawa meledek.
"Pftt... Haha... Hoi otak otot! Kalau kamu menyimak baik-baik, hal pertama yang diucapkan para npc elf itu adalah, ada hal yang harus mereka lindungi. Sedangkan misi kita para player adalah menemukan pemilik menara. Itu jelas kalau tujuan kita hampir sama. Bisa saja kalau sekarang para elf itu tahu keberadaan pemilik menara, makanya mereka berusaha melindungi dia." Ucap Flux.
"Jangan sok membuat teori, kamu pikir teorimu itu benar hah?!!" Teriak pria kekar itu.
"Ck ck ck... Kukira kamu itu cuma bodoh, ternyata kamu lebih dari sekedar bodoh, tapi kamu juga tidak punya otak. Kalau mereka benar-benar melindungi pemilik menara, itu artinya merekalah kunci kita untuk menemukan pemilik menara."
"Tapi apa yang dilakukan para manusia bar-bar ini? mereka membunuhnya. Dan Itu artinya... kita sudah kehilangan kesempatan untuk bertemu lebih cepat dengan pemilik menara."
Flux mengucapkan berbagai hal, dan mereka semua hanya bisa terdiam dengan argumen nya. Karena bisa saja teori yang dia ucapkan benar.
"Dan untuk kalian yang sudah membunuh npc elf itu, pft... siap-siap saja, kalian akan mendapatkan pinalti dari pemilik menara. Haha..."
Setelah mengucapkan itu, Flux pergi meninggalkan semua orang yang ada disana.
Dan berkat peringatannya itu, saat ini semua orang harus bersikap lebih hati-hati.
***
__ADS_1
Bersambung....