Terraworld Online (Drop)

Terraworld Online (Drop)
Bab 6


__ADS_3

Di halaman rumah sakit tempat Laras dirawat. Nampak Rio yang sedang menunjukan foto kenang-kenangan mereka saat masih kecil.


"Lihat kak, ini foto waktu aku masih SD, ini foto mama sama papa waktu sebelum mereka ke Singapura. Dan ini..-"


Laras diam sambil memperhatikan semua foto yang ditunjukan adiknya itu.


Sampai tiba-tiba Agus datang menghampiri mereka.


"Maaf menggangu tuan, ada berita baru yang ingin saya sampaikan." Ucap Agus.


Agus ragu-ragu untuk melanjutkan ucapannya, dia melirik kearah Laras yang sedang duduk dikursi roda.


"Tidak apa, ngomong aja." Ucap Rio.


"Ini tentang Gorgon tuan."


"Oh, apakah para player berhasil menemukannya?"


"Benar, dan dari kabar yang beredar di forum, Gorgon sedang bergerak ke wilayan Blade Saint, karena wilayah mereka lah yang paling dekat dengan pulau itu." Ucap Agus.


***


Sementara itu wilayah Blade saint, daerah bibir pantai. Seluruh player lantai satu dan dua berkumpul di area sana, menunggu kedatangan Gorgon.


Bahkan saat itu cukup banyak streamer yang melakukan siaran langsung untuk mengabadikan event besar ini.


"Ingat. Jangan ada yang menatap matanya secara langsung, gunakan item kaca untuk melihat pergerakannya." Teriak Kay, ketua guild Blade saint.


GEMURUH!


Keberadaan Gorgon yang semakin dekat membuat laut disana berguncang, ikan-ikan berlarian ketakutan.


Semua player mengencangkan tangan mereka, bersiap-siap untuk kemunculannya.


Gorgon yang sudah sampai diperairan dangkal, merasakan getaran dari kaki-kakinya yang besar, dia kemudian merangkak keluar dari perairan itu. Dengan gerakan yang halus dan terampil, dia melangkah maju ke arah para player yang masih terdiam.


"Seraaang!!!!" Teriak salah seorang player.


Gorgon mengeluarkan pekikan suaranya yang nyaring, membuat gemuruh yang hebat di sekitar area tempat mereka berdiri.


Pemain-pemain terkuat mulai maju menghadapi monster itu.


"Jangan lengah, dan jangan lepaskan kaca kalian!!!"


Mereka berlari ke sana ke mari, melontarkan sihir dan senjata, mencoba melumpuhkan sang Goron. Tapi dia terlalu kuat dan terlalu besar, mereka tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.


Banyak player yang tumbang, banyak juga player yang dirubahnya menjadi batu karena saat menyerang mereka tidak sengaja melihat mata Gorgon secara langsung.


Sebelas orang yang sudah awakening sedikit ragu saat melawan Gorgon, karena mereka menyadari semua yang terjadi pada tubuh mereka dalam game, bisa mempengaruhi tubuh mereka di dunia asli.


Salah satu player tingkat tinggi dari lantai dua berteriak kepada mereka.


"Kalau kalian ragu, lebih baik kalian mundur. Pecundang." Ucap Ken.


***


Rio dan Laras menonton live stream salah satu player yang berada dilokasi.


'Aku ingat semuanya.' Batin Laras.


Tr-ring!


Layar hologram yang harusnya muncul didalam game secara mengejutkan muncul didepan mata Laras.


'Sistemnya kenapa bisa muncul disini?'


[Pemilik menara, sudah waktunya anda kembali.]


Laras terdiam, tangannya mencoba menyentuh hologram itu.


"Kakak.. Apa yang sedang kakak lakukan?" Tanya Rio.

__ADS_1


'Apa hanya aku yang bisa melihat layar ini?' Batin Laras.


[Mulai memindahkan kesadaran secara paksa.]


'Ahh.. Mataku berat sekali.'


"Kakak.. Bangun, kakak!" Teriak Rio.


Pandangan Laras perlahan mulai kabur, suara adiknya juga terdengar semakin lirih. Saat itu Laras tiba-tiba kembali tak sadarkan diri.


***


Saat ini dimedan pertempuran, tampaknya serangan mereka tak berarti apa-apa bagi monster itu. Gorgon hanya tertawa dan melancarkan serangan balasan yang mematikan.


"Pertempuran ini tidak akan berakhir kalau kita hanya melancarkan serangan biasa." Teriak Kyle, seorang ahli strategi guild Chaos, guild yang tinggal dilatai dua.


"Kita harus menemukan kelemahannya." Teriaknya lagi.


Semua pemain setuju dengan pendapatnya. Mereka pun mulai bergerak secara terorganisir dan mencari celah dalam serangan Gorgon.


Salah satu panah milik player bernama Lewyn tanpa sengaja mengenai salah satu mata milik Gorgon, seketika monster itu pun mengeluarkan pekikan suara kesakitan.


"Matanya! Serang mata tengahnya. Itu adalah kelemahan Gorgon!" Teriak Lewyn.


Melihat kelemahan monster itu, para pemain yang lain mulai menyerang dengan lebih gencar. Tombak dan pedang mereka menusuk tubuh Gorgon dengan lebih cepat dan presisi, sedangkan senjata api dan busur melempar serangan yang membakar dan menghujani monster itu dari kejauhan.


Dalam beberapa menit, Gorgon terlihat semakin lemah dan akhirnya jatuh ke tanah dengan suara menggelegar.


Para pemain bersorak gembira karena berhasil mengalahkan monster itu.


Tr-ring


[Selamat! Gorgon berhasil ditaklukan.]


Setelah pertempuran selesai, Lewyin berjalan mendekati bangkai Gorgon itu dan mengambil kedua bola matanya.


Sekarang dia hanya perlu menyerahkannya ke 'pemilik menara', tapi dia belum tahu siapa pemilik menara itu.


Wajah NPC itu tertutup dengan topeng misterius, sehingga tak ada yang bisa melihat raut wajahnya.


"Apakah anda adalah pemilik menara?" Tanya Lewyn.


"Benar." Jawabnya.


Tanpa pikir panjang Lewyn segera menyerahkan kedua bola mata itu.


Tr-ring.


[Event global: Penaklukan Gorgon berhasil diselesaikan.]


Dung!


Dung!


Tiba-tiba suara yang lebih besar menggema di seluruh lantai pertama. Sebuah layar besar muncul dari kehampaan.


[Menghitung presentasi hadiah dan kontribusi dalam penaklukan bos pertama...]


Setelah perhitungan hadiah selesai, seluruh player yang ikut berpartisipasi mendapatkan peti sebagai kontribusi mereka.


Dung!


[Berikut adalah 5 player dengan kontribusi tertinggi..]



Lewyn


Kyle


Kay

__ADS_1


Enzo


Ken



"Selamat karena kamu berhasil menjadi peringkat pertama. Dan kamu juga berhasil mengambil mata Gorgon." Ucap Laras.


*Note: Karena jiwa Laras saat ini belum terlalu siap, tubuhnya yang ada dalam game sementara diambil alih oleh sistem.


Tr-ring


Notifikasi hadiah muncul di panel milik Lewyn.


[Hadiah: Peti Eksklusif Level S.]


"Dan ini adalah bonus dari saya."


Laras menunujukan jarinya ke dahi Lewyn. Dia melakukan singkronasi penuh pada tubuh Lewyn sebagai imbalan.


Setelah menerima hadiah itu, seketika Lewyn pingsan. Tubuhnya kaget karena menerima kekuatan yang tiba-tiba.


Setelah Lewyn pingsan, Laras segera menghilang dari tempat itu.


Hal ini menandakan, bahwa event Gorgon telah berakhir.


Kejadian hari itu menjadi topik hangat di forum, apalagi sudah 80% player di lantai satu dan dua telah mengalmi awakening.


***


Sementara itu saat Laras membuka matanya, dia tiba-tiba tersadar, bahwa dia kembali ketempat duduk terakhir kali tubuhnya memudar, yaitu gedung kedua milik Guild Eclipse.


Tr-ring.


[Selamat. Gorgon berhasil ditaklukkan.]


- Fitur terbaru terbuka: Penyatuan lantai


pertama.


- Lantai kedua terbuka


- Player awaken: 4509


[Player awaken dilantai ini sudah mencapai batas, anda akan dipindahkan otomatis ke lantai berikutnya.]


Laras pun langsung diteleportasikan ke lantai 2, tapi saat baru saja sampai...


Tr-ring.


[Selamat datang di lantai 2.]


- Bos Minatour Champ didapatkan


- Lantai ketiga terbuka


- Player awaken: 4509


[Player awaken dilantai ini sudah mencapai batas, anda akan dipindahkan otomatis ke lantai berikutnya.]


"Eehhh..?!"


Dan akhirnya Laras pun berhenti teleportasi di lantai 3.


[Selamat datang di lantai 3]


-Bos monster Phoenix didapatkan


***


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2