Terraworld Online (Drop)

Terraworld Online (Drop)
Bab 11


__ADS_3

'Ada apa dengan sistem ini kenapa dia tiba-tiba sangat diam.' Batin Laras.


Dirumah Laras saat ini seorang pria bertubuh tinggi sedang duduk diruang tamunya, dia adalah Jaxson, paman mereka yang sudah lama tinggal diluar negeri.


"Paman senang mendengar kamu sudah lebih sehat Laras, maka dari itu paman segera terbang ke Indonesia untuk menjengukmu." Ucapnya.


"Paman tidak perlu khawatir, sekarang tubuhku sudah lebih baik dari sebelumnya, mungkin ini berkat rutin berolahraga." Jawab Laras.


"Syukurlah, sebenarnya waktu itu paman ingin langsung pulang ke Indonesia tapi paman tidak bisa, karena banya hal yang harus paman lakukan disana."


.....


Tiga hari sebelum Jaxson datang kerumahnya, sistem yang Laras miliki memberinya peringatan untuk bersiap-siap.


Sang sistem mendorong Laras untuk membangun tubuhnya agar lebih sehat lagi. Membuat Laras menyelesaikan misi-misi unik seperti olahraga, berjemur, dan memakan makanan sehat.


Malam hari, pukul 20:00.


Tr-ring!


[Mulai memejamkan mata anda, besok adalah hari dimana anda akan bertemu orang itu]


[Persiapan telah selesai]


'Sial dia mengatur seluruh kegiatanku. Mataku tidak bisa...menuruti..'


Laras langsung terlelap dala tidurnya.


.....


Saat ini,


'Sebelumnya dia sangat rewel memaksaku melakukan persiapan, hanya karena pamanku akan datang?' Batin Laras.


'Jadi yang disebut sistem orang itu adalah pamanku? Atau akunya yang salah paham, tapi kenapa.'


Laras sangat heran dengan tingkah sistemnya saat ini, dia diam seolah-olah sedang menyembunyikan keberadaannya dari Jaxson, pamannya Laras.


Setelah beberapa menit mengobrol, Jaxson pamit pergi karena saat ini masih banyak yang harus dia urus.


"Sampai jumpa Rio, Laras, jaga kesehatan kalian." Ucapnya tersenyum lebar.


Saat Jaxson masuk kedalam mobilnya, raut wajahnya berubah.


"Bagaimana? Apa kau menemukan sesuatu yang janggal?" Tanya Jaxson pada sopirnya.


"Tidak tuan." Jawabnya.


Rupanya Jaxson memasang kamera kecil di salah satu kancing bajunya, agar sang sopir ( Peneliti yang menyamar ) bisa mengecek keberadaan abnormal pada tubuh Laras.


"Jangan lengah, bisa saja mereka sedang menyembunyikannya. Untuk sekarang awasi mereka dari jauh, jangan sampai keponakanku menyadari keberadaan kalian." Ucap Jaxson.


"Siap tuan."


.....

__ADS_1


Tidak berselang lama setelah mobil milik Jaxson menjauh, sang sistem akhirnya muncul kembali.


Tr-ring!


[Memasang sihir ilusi disekitar pemilik menara]


[Berhasil! Sekarang dalam jarak 1 km semua orang dapat melihat anda melakukan aktifitas normal seperti manusia pada umumnya]


Akhirnya sekarang Laras bisa bergerak lebih leluasa dengan sistemnya, tanpa khawatir dicurigai seperti orang gila.


"Kalau kamu bisa melakukan ini, kenapa tidak kamu lakukan hal ini dari awal?" Tanya laras pada sang sistem.


[Menjawab pemilik menara, semua orang bisa tertipu dengan sihir ini, tapi tidak dengan orang-orang itu]


"Jadi siapa sebenarnya yang kau maskud dengan orang-orang itu?"


[Maaf singkronasi anda belum cukup untuk mendapatkan jawaban tentang informasi ini!]


"Kakak jangan berdiri disana terus, ayo masuk sebentar lagi hujan." Teriak Rio.


Mendengar adeknya memanggil, Laras baru sadar kalau dia baru saja berbicara dengan sistemnya.


'Waduh dia pasti bakal mengira kakaknya sudah gila.' Batin Laras.


[Menjawab pemilik menara, adik anda saat ini hanya melihat anda yang sedang berdiri tanpa melakukan apa-apa. Itu adalah efek sihir ilusi. Kegiatan anda yang abnormal, otomatis akan terlihat seperti kegiatan pada umumnya dimata orang-orang]


'Fiuh... Syukurlah.'


Laras pun segera kembali ke rumahnya.


***


Sampai akhirnya dia menemukan sebuah desa kecil tempat tinggal para elf. Dia melihat para elf yang sedang berkerumun mengelilingi salah satu elf yang terluka.


"Apa yang terjadi?" Teriak salah satu elf.


"Para petualang itu memberontak dan mengeroyok kami, hanya beberapa dari kami yang berhasil kembali. Uhuk uhuk." Ucap elf yang berhasil kabur itu. Sayangnya tidak berselang lama, elf itu tidak dapat menahan rasa sakitnya dan akhirnya mati.


"Semuanya tidak perlu merasa sedih, karena dia mati saat menjalankan misi melindungi sang dewa, mereka sekarang ada dalam pelukannya." Ucap elder elf.


Norix sang dark elf, yang saat itu bersembunyi, diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka.


'Misi melindungi sang dewi? Apa yang mereka maksud adalah sang pemilik menara?' Batin Norix.


'Kalau yang mereka maksud dewi adalah pemilik menara, itu artinya mereka mengetahui keberadaannya saat ini.'


Norix yang saat itu hendak membunuh para elf akhirnya mengurungkan niatnya, dan memutuskan untuk menyamar sebagai salah satu dari mereka agar bisa bertemu dengan pemilik menara.


Kebetulan dia melihat salah satu elf yang sedang terluka berlari kearah desa itu.


'Dia pasti salah satu dari mereka.' Batin norix.


Dengan cepat dia terbang kearah elf itu, lalu membunuhnya. Norix pun mengambil wujud elf itu sebagai penyamarannya. Setelah dia berhasil mengubah wujudnya, dia segera berlari kedesa elf sambil berpura-pura meminta tolong.


"Tolong aku... Ugh." Ucapnya sambil merintih kesakitan.

__ADS_1


"Lihat masih ada yang selamat." Teriak salah satu elf.


"Itu Alex, anaku." Ucap sang elder sambil berlari menghampiri anaknya.


Rupanya wujud yang sedang Norix ambil saat ini adalah wujud Alex, anak tetua elf. Sebelumnya dia diperintahkan sang elder untuk mengawasi wilayah sekitar.


Saat ini kondisi Alex sudah sangat parah, tubuhnya penuh dengan luka. Tidak tega melihat keadaan anaknya, sang elder memutuskan untuk meminta bantuan sang dewa yang saat ini mereka lindungi.


"Kita harus menemuinya. Kita harus meminta bantuan beliau untuk menyembuhkan anakku." Ucap sang elder.


'Bagus pak tua, segera pertemukan aku dengannya.' Batin Norix.


"Tapi tetua, apa tidak masalah kalau kita menemui beliau sekarang? Misi yang sedang kita laksanakan belum selesai." Ucap salah satu warga elf


"Kita tidak punya pilihan lain, aku tidak tega melihat anaku yang terus kesakitan seperti ini."


Setelah mengucapkan itu, sang elder menggunakan kekuatannya untuk membawa Alex terbang mendatangi sang dewa yang mereka puja.


.....


Sementara itu Laras tiba-tiba menerima notifikasi peringatan.


Tr-ring!


[Sesuatu yang gelap menghampiri tubuh pemilik menara, segera lakukan pemindahan kesadaran]


"Lagi?"


Membuatnya seketika tak sadarkan diri.


.....


Laras segera membuka kedua matanya. Dengan cepat sistem memasangkan sebuah topeng yang sebelumnya Laras gunakan saat kemenangan Gorgon.


'Kenapa saya harus memakai topeng?'


[Menjawab pemilik menara, sistem mengantisipasi sesuatu yang berbahaya melalui topeng ini. Dengan anda menggunakan topeng ini, anda bisa memakai seluruh kekuatan yang setara dengan singkronasi penuh]


[Perlu diingat akan ada beberapa efek samping ketika menggunakan topeng ini


'Baiklah kalau begitu, mari kita tunggu siapa yang akan datang.'


Beberapa menit kemudian, muncul seorang elf tua membawa terbang anaknya yang terluka parah.


'Seorang elf tua dan satunya lagi elf yang terluka?'


'Sebenarnya apa yng telah terjadi.'


Segera setelah mereka sampai di pulau tempat Laras duduk.


"Oh dewaku... Tolong sembuhkanlah anaku." Ucap sang elder.


"Dewa??!!"


***

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2