
Lantai 3, masih dengan Laras yang rebahan berguling-guling diatas rumput. Memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya, tapi seperti biasa perutnya tidak bisa diajak berkompromi.
"Hah... Aku harus mencari seseorang lagi."
Dia mulai beranjak dari tidurnya sambil bergumam tentang banyak hal. Sampai dia tidak menyadari tanah yang dia pijak sudah habis.
Kakinya mencoba meraba-raba pijakannya, dan...
"Aaaaaaaaahhh!!!"
Laras terjatuh.
Namun untungnya dia sempat jatuh kepulau kecil lainnya.
Dirinya yang sangat shock masih berpegangan erat pada rumput tempat dia mendarat.
"Hah..hah..hah..." Nafasnya terengah-engah, jantungnya berdetak kencang.
Dia sangat kaget saat dia menyadari sebuah gumpalan tanah besar melayang tidak jauh dari atas kepalanya.
Matanya yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat diusapnya berkali-kali.
"Pulau melayang?! Tidak mungkin!"
[Selamat datang di pulau apung lantai 3, pemilik menara.]
Laras memegang layar sistem itu dengan penuh kekesalan.
"Hei.. Kenapa kamu tidak bilang padaku dari awal kalau lantai 3 medannya seperti ini!" Teriak Laras.
[Menjawab pemilik menara, sistem sengaja tidak memberi peringatan karena tahu pemilik menara memiliki pobhia ketinggian.]
"Hahhh, sistem sialan ini."
'Oh tuhan.. Apa yang harus kulakukan. Seseorang tolong aku.'
Tr-ring
[Apa anda akan meluncurkan quest ini?]
"Ya ya cepat."
[Tentukan grade untuk quest ini..]
-Normal Rank (Dapat digunakan)
-Unique Rank (Dapat digunakan)
-S Rank (Dapat digunakan)
-SS Rank (Dapat digunakan)
-X Rank ( x )
-Legendary Rank ( x )
-Epic Rank ( x )
-Ultimate Rank ( x )
#Note: Grade SS keatas para npc bisa berpartisipasi dalam quest.
"Terserah apapun gradenya."
[Menentukan grade secara acak...]
__ADS_1
"Lama sekali. Cepat luncurkan questnya sekarang."
....
Tepat didalam lautan lantai tiga. Sesosok dark elf yang sedang dirantai membuka matanya.
Ting!
[Side quest Grade SS: Temukan 'pemilik menara']
- Hadiah: Terbebas dari kutukan dan belenggu dunia
'Apa ini' Batinnya.
Dark elf adalah salah satu npc yang juga tinggal di dunia Terra, tidak terkecuali Norix, seorang npc dark elf yang saat ini sedang tersegel dibawah laut lantai tiga.
Dulu dia adalah seorang ksatria yang sangat terkenal dan dihormati. Ia terkenal karena keahliannya dalam pertempuran dan kemampuannya untuk memimpin pasukan.
Namun suatu hari, ia gelap mata karena keserakahannya dalam memproleh kekuatan. Ia memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan menjadi pelayan dewa kegelapan. Dia tidak tahu bahwa kerakusannya membawanya pada kutukan kematian.
Kini sudah berabad-abad lamanya dia terpenjara di bawah sana. Ia hanya bisa menunggu, sembari berusaha untuk membebaskan diri dari kutukan yang mengikatnya.
Dan saat ini kutukannya memudar bersamaan dengan layar aneh yang tiba-tiba muncul didepan matanya.
[Segel akan terbuka untuk sementara, jika quest gagal anda akan kembali tersegel dengan kutukan yang lebih kuat.]
'Akhirnya aku terbebas, aku harus mencari pemilik menara itu. Agar aku bisa selamanya terbebas dari kutukan sialan ini.' Batinnya.
Dengan cepat dia meluncur dari dasar laut ke salah satu potongan pulau terdekat disisi utara lantai tiga.
***
Sementara itu diforum sedang ramai pembicaraan pemilik menara yang sedang berada di lantai 3.
#Forum Terra
Puff: "Falid ngga tuh?"
Kang bachot: "Bukannya menurut urutan harusnya lantai dua dulu ya, kenapa tiba-tiba sudah dilantai tiga."
Ruthless: "Dahlah kalian player lantai bawah duduk dem aja sambil macul, sekarang gantian kami haha."
Mr Last: "Siapapun yang paling pertama bertemu npc itu akan ku kasih 50 juta cash!"
Lemon: "Real or fake?"
Mr Last: "Real bisa kamu cek di mytube saya ada chanel disana degan nick yang sama."
Kang bachot: "Haha otw ke lantai tiga."
###
Dibalik monitor itu terlihat seorang player yang sedang mengetik menggunakan nick Mr Last.
"Apa anda yakin tuan?" Tanya seseorang yang sedang berdiri disampingnya.
"Saya harus memastikannya sendiri." Ucap Mr Last.
Saat itu terlihat seseorang sedang mengetik dari balik monitor menggunakan nick Mr Last.
Ketika di menampakan wajahnya, wajah itu terlihat tidak asing lagi, ia adalah Rio, adiknya Laras.
Dia sengaja menyembunyikan identitasnya agar dia bisa berselancar di forum dengan lebih mudah.
'Waktu itu kupikir dia adalah npc yang terbentuk oleh AI yang kutanam, tapi setelah menyaksikan kejadian itu, ternyata aku salah. Tidak salah lagi, ada yang tidak beres dengan npc itu...dia terlalu mirip dengan kakakku.'
__ADS_1
'Tidak, tidak, aku tidak boleh berfikir seperti itu dulu, aku harus memastikannya sendiri.'
'Tapi kalau dia memang kakakku, maka aku harus melindungi keberadaannya.'
'Untuk sekarang aku hanya bisa meminta bantuan para player agar mereka bisa mendapatkan koordinat npc itu dengan tepat.'
'Barulah setelah itu aku menemuinya lngsung menggunakan akun khusus, akun developer.' Batin Rio.
***
Sementara itu Laras sedang merangkak perlahan dipulau itu, mencoba mencari sesuatu yang bisa dia makan saat itu juga.
"Hah... Tidak ada apapun disini hanya ada pepohonan dan rerumputan."
Kruwuuukk.
"Andai aku bisa pulang kerumah sebentar seperti waktu itu." Celetuknya.
Confirm.
[Kesadaran anda akan dipindahkan untuk sementara ke tubuh utama.]
Bersamaan dengan pemberitahuan itu, tubuh Laras di game menghilang.
....
Saat ini di sisi selatan, terlihat sekelompok elf yang sedang menahan para player yang baru sampai di lantai tiga.
"Pergi dari sini, jauhi dewa kami." Ucap salah satu elf.
Side quest kali ini melibatkan para npc yang tinggal dilantai tiga. Berbeda dengan para player, para elf mendapat pesan dari sistem untuk melindungi 'pemilik menara' yang mereka sebut sebagai dewa.
[Bencana telah terbangun, lindungi 'pemilik menara' darinya.]
-Hadiah: Terbebas dari belenggu dunia.
Itu adalah pemberitahuan yang para elf terima. Mereka harus melindungi Laras dari bencana yang terbangun.
Karena para elf tidak paham dengan maksud bencana yang terbangun, mereka hanya bisa mengambil langkah dengan mencegah semua orang masuk ke wilayah mereka, berfikir kalau salah satu dari mereka adalah bencana itu.
"Pergi, tinggalkan wilayah kami. Untuk sekarang wilayah kami tidak menerima petualang. Ada sesuatu yang harus kami lindungi saat ini." Tegas salah satu elf.
'Ada apa dengan npc ini, kudengar biasanya mereka sangat ramah pada para pendatang.' Batin Flux.
Rupanya sekelompok player yang saat ini sedang dicegat adalah kelompok Shadowstorm, kelompok yang dipimpin oleh Flux dari lantai satu. Mereka berhasil push level mereka sampai bisa menaiki lantai tiga.
"Maaf tapi ada suatu hal yang harus kami selesaikan disini." Jelas Flux.
Dia mencoba memutar otaknya agar tidak terjadi pertempuran yang tak diinginkan. Lalu tiba-tiba...
Shuut!
Sebuah panah melesat melewati wajahnya.
Tidak terima dengan perlakuan elf itu, seluruh anggota Shadowstorm mengacungkan senjata mereka ke para elf.
Namun Flux segera melambaikan tangannya, meminta anggotanya untuk berhenti.
"Kami baru saja sampai disini, beri kami waktu untuk leveling agar kami bisa memanjat ke lantai selanjutnya. Setelah level kami cukup, kami akan langsung meninggalkan lantai ini." Ucap Flux.
Para elf terdiam, mereka mulai berdiskusi dengan keputusan yang akan diambil.
"Baiklah kami izinkan, tapi kalian hanya akan tinggal disini selama tiga malam." Ucap pemimpin elf itu.
"Terimakasih, itu cukup untuk kami." Jawab Flux serius.
__ADS_1
***
Bersambung....