
Guild Ironclad, guild dengan lambang perisai berat serta paku yang menancap diatasnya. Mayorias anggota guild Ironclad adalah crafter alias pekerja.
Walaupun mereka memiliki job pekerja, tapi banyak guild-guild yang menghormati mereka.
"Silahkan duduk nona." Ucap Richard.
Saat inii Laras sedang berada di tempat VVIP gedung Ironclad. Sebuah bangunan khusus yang terletak diatas bebatuan tinggi , menghadap langsung kearah air terjun.
"Terimakasih."
'Indahnya...' Batin Laras.
Ketua guild Ironclad sengaja membangun tempat itu, untuk menjamu tamu-tamu penting, serta mengadakan rapat.
"Tunggu sebentar nona, saya akan segera kembali membawa banyak makanan."
Richard segera berlari ke dapur utama milik guild.
Sesampainya disana, dengan cepat dia mengambil semua jenis makanan yang sudah disiapkan koki.
"Hei apa yang kau lakukan? Semua makanan itu untuk tamu!" Ucap Lili, kepala koki guild Ironclad.
"Aku juga memiliki tamu penting!" Teriak Richard sembari membawa pergi makanan itu.
Dalam game Terraworld makanan adalah sesuatu hal yang sedikit ambigu bagi player, karena makanan yang ada didalam game hanya memperlihatkan visual yang terlihat enak tapi tidak dapat dinikmati langsung oleh semua player. Tentu saja karena itu sebuah makanan virtual.
Walaupun keberadaan makanan masih ambigu, tapi hampir semua guild masih memperkerjakan crafter makanan alias koki untuk menjamu tamunya.
...
Richard berlari ketempat Laras membawa seluruh makanan ditangannnya. Sesampainya disana terlihat Laras sedang duduk diam dengan dua orang player. Dua player itu tidak lain dan tidak bukan adalah ketua guild Ironclad, Henry. Dengan seorang tamunya bernama Kay, wakil ketua guild Blade Saint.
Mereka berdua duduk diam menatap Laras yang sedang melotot dengan perut keroncongannya.
'Luar biasa. Ada seorang NPC tingkat tinggi yang berkunjung ke kediamanku.' Batin Henry.
'Henry sialan, dia tidak memberi tahuku kalau ada NPC tingkat tinggi yang sedang tinggal di guild nya.' Batin Kay.
'Siapa mereka? Kenapa mereka berdua memelototiku.'
"Permisi, maaf ketua guild, dia adalah tamuku." Ucap Richard memecah keheningan.
Richard berjalan kearah Laras dan segera menaruh semua makanan ke mejanya.
Laras ragu-ragu untuk memakan semua makanan itu. Bagaimana tidak, kedua pria itu memelototinya dengan meja yang masih kosong, sedangkan Laras yang orang asing, dimejanya malah penuh dengan makanan.
Sebuah notifikasi muncul di panel quest milik Richard.
Tr-ring!
[Rasa suka 'pemilik menara' berkurang, hal ini akan mempengruhi hadiah yang akan didapat. Jika rasa suka 'pemilik menara' sampai 0, maka otomatis quest akan dibatalkan]
Melihat itu Richard terlihat sangat panik.
'Aaaa...!!! Tidak, bagaimana ini.'
"Anu... Maaf ketua guild, wakil guild. Dia adalah tamuku tolong jangan memelototinya seperti itu." Ucap Richard.
__ADS_1
'Ahh... Tanpa sadar aku malah memelototinya terus.' Batin Henry dan Kay.
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk duduk lebih jauh, sehingga Laras bisa menikmati makanannya.
'Syukurlah mereka sedikit menjauh. Perutku... aku sudah tidak tahan lagi.'
Laras pun mencoba sesuap makanan yag ada dimejanya itu.
Matanya berbinar-binar merasakan semua makanan yang menyentuh lidahnya. Rasa manis, pedas, gurih, menyatu jadi satu.
"Enak..." Ucap Laras.
'Syukurlah NPC itu menyukainya.' Batin Richard.
Tr-ring!
[Selamat anda berhasil menyelesaikan quest. Menghitung presentasi hadiah yang didapat...]
- Efort player menyelesaikan quest 98%
- Berkurang 10% karena kondisi NPC kurang nyaman
- Berkurang 40% karena tidak memasak semua makanan sendiri
- NPC menikmati seluruh makanannya, tambah 35%
[Presentasi mendapat hadih utama 83%]
Bruk.
Sebuah peti tiba-tiba muncul dari panel layar milik Richard.
Melihat peti itu muncul, Henry dan Kay yang memperhatikannya dari jauh sangat terkejut. Karena sebuah peti biasanya hanya bisa didapatkan dari penelusuran dungeon, yang artinya setiap peti, ada kemungkinan memiliki hadiah item tingkat tinggi.
'Sial, sebuah peti muncul hanya dengan menyelesaikan quest yang diberikan NPC?!'
Mereka berdua sangat penasaran dengan hadiah apa yang akan muncul dari peti itu.
Richard sebenaranya ragu untuk membuka hadiahnya, karena dia tahu betul ketua guild psti akan sangat iri. Tapi apa boleh buat, kalau dia tidak membukanya sekarang, maka bisa saja dia dicap sebagai anggota guild yang tidak sopan.
Setelah beberapa menit berfikir, Richard akirnya memutuskan untuk segera membuka peti itu. Perlahan dia membuka petinya, lalu nampaklah dua buah item didalam peti itu.
- Batu Rune grade unique
- Chip grade ???
'Sebuah item unique dan satunya lagi grade nya masih belum diketahui?' Batin Richard.
Richard mencoba skill deteksinya untuk mengetahui cara penggunaan kedua item itu, tapi gagal karena skill deteksinya kurang tinggi.
Melihat Richard yang kebingungan, Henry dan Kay datang mendekatinya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Henry.
"Skill ku gagal mendeteksi kedua item ini."
"Biar kucoba."
__ADS_1
Henry dan Kay pun mencoba ikut mendeteksi item itu, tapi mereka berdua sama-sama gagal.
Melihat ketiga orang itu kesusahan, Laras menjelaskan bahwa untuk menggunakan batu Rune, Richard hanya perlu meneteskan darahnya. Sedangkan untuk chip itu, dia hanya perlu menelannya.
Mendengar hal itu Richard segera menelan chip itu, lalu menggores tangannya sedikit untuk meneteskan darahnya ke batu rune.
'Ack... Sakit'
'Tanganku bisa merasakan sakit?' Batin Richard heran.
Setelah Richard meneteskan darahnya, sebuah tatto kecil muncul ditangan kanannya.
[Selamat anda adalah player pertama yang berhasil awaken. Berikut adalah beberapa keuntungan awaken: ...]
"Luar biasa. Aku biasa menggunakan skill yang ada didalam game ketika sinkronasiku mencapai 100%."
"Apa!!!" Teriak Henry dan Kay.
'Aduh keceplosan.'
Tr-ring.
Sebuah notifikasi muncul dilayar Laras.
[Selamat event dadakan berhasil]
- Menara lantai pertama terbuka
- Sebuah bos monster Gorgon didapatkan
- Player awaken: 1
[Saat player awaken mencapai 10, anda bisa meletakan bos monster ke menara anda.]
'Sekarang bagaimana caraku mengumpulkan 9 orang lagi.' Pikir Laras.
....
'Luar biasa sebuah evolusi dunia telah muncul, aku harus segera menjalin hubungan yang baik dengan NPC ini.' Batin Kay.
Sementara Henry mengagumi keajaiban yang dialami anggotanya itu, Kay memulai satu langkah kedepan dengan mengajak Laras berbicara lebih dulu.
"Nona izinkan saya memperkenalkan diri dengan benar. Nama saya Kay, saya adalah wakil guild Blade Saint. Guild kami adalah guild terbesar ke empat diseluruh tanah Terra."
'Sial, dia mencuri start lebih dulu.' Batin Hnery.
"Guild kami juga memiliki koki yang tidak kalah terampil dengan koki yang ada disini. Koki kami bahkan pandai membuat sesuatu yang manis seperti cake, dan masih banyak lainnya."
Melihat Kay berbicara panjang lebar, Henry tidak mau kalah dari temannya itu.
"Maaf terlambat memperkenalkan diri nona. Nama saya Henry, saya adalah ketua guild Ironclad, dan laki-laki yang barusan anda beri quest adalah anggota utamaku, Henry. Mulai sekarang guild Ironclad berjanji akan menjamu anda dengan benar."
Tr-ring.
[Tugas dadakan: Adakan event terbatas untuk 10 orang]
***
__ADS_1
Bersambung.....