Thanatos : War Of The Fractions

Thanatos : War Of The Fractions
Tujuh. Berkumpul.


__ADS_3

Kami berdua melesat menuju langit biru, awannya tebal hari ini, tak akan ada masalah besar jika kami terbang diatas awan, setiap detik aku merasa semakin bebas, tak ada belenggu, hanya angin dingin dan udara tipis yang menyambutku. 


Setelah beberapa lama kami tiba di atas rumah Kris, letaknya di suatu lokasi sepi agak jauh dari balai kota, kami bisa mendarat tanpa ada seorangpun yang melihat kami. Danny berubah ke wujud manusia kembali, aku melipat sayapku, lalu bersama kami membuka gerbang dan masuk ke rumah Kris, sepi sekali. 


“Kris! Kau dirumah?” Danny berteriak memanggilnya, “Yaa masuk saja, pintunya tak terkunci!” sebuah jawaban terdengar dari dalam rumah, tak ada tanda tanda Kris panik dengan berkah barunya. 


"Hei kawan kawan, apa kabar?" tanya Kris santai. "Masuklah, tak ada orang lain dirumah selain aku."

__ADS_1


Aku dan Dan masuk kedalam, menjumpai Kris yang sedang memasak di dapur. Semuanya tampak normal, “Kalian duduklah, aku akan memasak sarapan untuk kalian.” Danny menggeleng, “aku sudah makan.” suara kencang datang dari perutku ketika Danny menyelesaikan kalimatnya. 


Kris tersenyum kecil lalu lanjut memasak, “Kalian berdua mengalami hal yang aneh pagi tadi?” Kris melontarkan pertanyaan yang tak basa basi. “Yah, aku bisa berubah menjadi apapun, dan Gree bisa menciptakan banyak hal dari bayangan, bahkan aku hampir ditebas oleh pedangnya!” Danny menyahut seraya tubuhnya memancarkan sinar redup, lalu wajahnya berubah serius setelah kilauan itu menghilang, lalu ia mengerutkan dahinya.


“Ada apa?” tanyaku, “kau gagal?” Danny mengangguk, ternyata berkah ini ada batasannya. “Itu memberiku perasaan aneh,” Danny menjelaskan, sementara Kris masih sibuk di dapur, “aku mencoba berubah menjadi kau, dan aku gagal ya?” Kris meletakkan piring di hadapanku dan duduk di sebelah Danny. 


“Berarti berkah ini ada batasannya.” Danny menatap Kris dengan penasaran, sembari aku mengunyah bacon yang dimasak Kris, “apa yang kau dapat?” Kris tersenyum, sembari mengunyah ia menggumam sesuatu, lalu sebuah kobaran api muncul di sebelah kanannya, air di kiri, angin terfokus di atas air, dan tanah sekitar meja berguncang.

__ADS_1


“Kau benar benar dapat elementalist ya!” Danny berkata dengan senyum di wajahnya. "seperti apa yang kau bilang malam itu!" Kris tersenyum juga sembari menelan makanannya, ia bergumam lagi, lalu keadan sekitar kembali normal. 


“Aku bisa menggabung 2 elemen sekaligus, namun kelemahannya aku harus merapal dan aku jadi kelelahan secara mental,” aku terdiam, sungguh kuat, “apa kalian mau mencari batas kalian?” Kris menawarkan. “Ah, aku ingat ada tempat pembuangan besi di dekat sini kan?” Danny bertanya dengan mata yang berbinar binar, “kita bisa latihan disana!” 


Kami berjalan ke halaman, Danny berubah menjadi burung dan Kris menaiki pundaknya dengan santai, sayap membentang, kami bertiga melesat ke langit biru dengan cepat. Ke timur, tempat pembuangan besi kota, aku yakin kami akan bersenang senang.


Angin mengelus pipi, menerbangkan rambutku ke belakang, dengan kedua temanku berada di hadapanku aku melesat dengan sayapku. dari atas sini pemandangan kota terlihat samar samar tertutup awan di bawah tubuhku.

__ADS_1


__ADS_2