
Viona Lowel wanita dengan badan berisi yang berumur 25 tahun merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Adam Lowel 50 tahun dan Cessa Lowel 42 tahun dan memiliki adik perempuan bernama Vanessa Lowel 21 tahun.
Viona merupakan lulusan dari salah satu Universitas ternama di America, tentu saja dengan berkuliah Viona ingin mewujudkan cita - citanya yaitu ingin bekerja di perusahaan besar untuk membantu meringankan perekonomian keluarga, tapi itu semua hanyalah angan karena kondisi kesehatannya yang terus menurun membuat Viona tidak dapat mendaftar di perusahaan manapun dan bahkan sekarang cenderung hanya menjadi beban keluarga karena penyakitnya sering kambuh.
kedua orang tua Viona memiliki toko roti kecil dan tentunya ayah dan ibu Viona yang membuat roti, Viona hanya bisa membantu sedikit karena keterbatasannya seperti menjadi kasir ataupun tukang bungkus roti, Ayah dan ibu Viona tentunya tidak menyalahkan Viona karena mereka tau ini semua mungkin sudah takdir dari yang maha kuasa, adik Viona dama sekali tidak mirip dengannya adiknya sangat menjaga body nya, bahkan saking menjaganya adiknya tidak pernah mau membantu kedua orang tuanya dalam bekerja, jika Vanessa sudah terlihat di toko apa lagi kalau bukan meminta uang untuk jalan - jalan atau bersenang senang dengan pacarnya.
keterbatasan fisik Viona sangat mengganggu dan bahkan membuatnya merasa bersalah, jika kecapean sedikit daja dia akan tiba - tiba pingsan. penyakit yang Viona alami adalah penyakit jantung lebih tepatnya penyempitan jantung.
Viona dalam 25 tahun hidupnya tidak pernah sekalipun berpacaran, apakah Viona masih normal?, jawabannya tentu saja, alasan Viona sama sekali belum mau berpacaran karena tentu saja penyakitnya, dia tidak mau orang yang menyayanginya menderita kesedihan karena penyakitnya, Viona merupakan tipe orang yang pemalu dan tidak enakan, Viona tentu saja tau bahwa penyakitnya sewaktu- waktu akan mengambil nyawanya dan Viona sudah siap akan hal itu.
Chicago
"Viona sayang...
ayo bangun ini sudah jam 7 pagi, kita harus ke toko" ibunya membangunkannya
jarak dari apartemen kecil mereka ketoko hanya sekitar 10 menit dengan berjalan kaki
Viona pun bangun dan bersiap untuk bersama sama dengan ibunya, sedangkan ayahnya seperti biasa sudah pergi lebih dulu ke toko untung menyiapkan bahan bahan untuk membuat roti, Vanessa tentu saja masih setia dengan kasurnya, bahkan kesehariannya saja bangun jam 11 atau jam 12 siang bagaimana tidak, pulang saja subuh, tentu saja kedua orang tua Viona sering menasehati bahkan melarang Vanessa tapi tidak pernah di dengar.
Viona dan ibunya sudah tiba di toko
"Morning Daddy"
"Morning Honey" jawab ayah Viona sambil mencium pipi Viona dan ibunya
Viona segera mengambil sapu dan lap untuk bersiap bersih bersih
"sayang.. nanti kamu kecapean" ucap ayah Viona
"tenang saja ayah kalau tubuh ku merasa tidak enak aku akan segera beristirahat"
ayahnya yang melihat itu tersenyum bahagia melihat senyum dari anak kesayangannya
persiapan pun sudah selesai dan tepat jam 10 pagi Viona balikan tanda tutup menjadi buka. dan beberapa saat kemudian
kring...
lonceng pintu berbunyi tanda ada pelanggan yang masuk
"Jonathan.. hari ini mau varian apa?" tanya Viona tersenyum"
"apa saja yang menurutmu cocok untuk ku" ucap Jonathan kepada Viona sambil tersenyum
"hari ini kami punya rasa baru, pastinya kamu bakalan suka, roti karamel spesial untuk pelanggan setia toko kami"
Jhonatan tersenyum manis kearah Viona.
Jhonatan Liam merupakan teman kuliah Viona yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan rumah Viona sehingga tanpa sadar membuat mereka dekat, Jonathan merupakan pelanggan setia di toko roti keluarganya, bagaimana tidak semenjak dia sekelas dengan Jonathan dan mengetahui rumah mereka berdekatan Jonathan menjadi pelanggan tetap di toko roti keluarganya. Jonathan saat ini bekerja di perusahaan ternama yang ada Chicago, meskipun perusahaan ini hanya anak perusahaan tapi gedungnya saja merupakan gedung perusahaan tertinggi di Chicago.
Jonathan tau akan kesehatan Viona yang tidak stabil, Jonathan juga sudah di anggap sahabat oleh Viona, kedua orang tua Viona yang menyaksikan kedekatan keduanya saling pandang dan tersenyum. mereka menyukai Jonathan tapi mereka menyerahkan semuanya pada Viona mereka sebagai orang tua hanya bisa mendukung di belakang.
Jonathan sudah pernah menyatakan cintanya pada Viona tapi di tolak mentah mentah karena Viona berpikir Jonathan hanya main main, tidak mungkin dia menyukai Viona yang sama sekali tidak seksi dan bahkan penyakitan.
"Vio.."
"yaa Joo.."
"hari sabtu kita jalan jalan, mau yah..."
"kemana?"
"nanti kamu akan tau" ucap Jonathan tersenyum
"oke" Viona menjawab sambil menatap kedua orang tuanya dan segera di iya kan oleh kedua orang tuanya
Jonatan tersenyum ceria
"baiklah hari sabtu jam 5 sore aku jemput kamu yah"
dijawab anggukan oleh Viona
"bye Viona.." Jonathan melenggang pergi dengan membawa roti
Viona tersenyum melihat tingkah Jonathan.
Viona diajak ibunya pergi ke pusat perbelanjaan, awalnya Viona menolak karena tau maksud dari ibunya tapi ibunya memaksa, ibunya ingin Viona belanja pakaian dan makeup untuk ngedate dengan Jonathan.
__ADS_1
Viona pun mencoba berbagai macam style, Viona yang memiliki tubuh agak berisi tidak susah untuk mencari pakaian karena mayoritas penduduk Amerika memiliki bentuk tubuh yang lumayan besar. Viona menjatuhkan pilihannya pada gaun kuning selutut dan sendal tanpa hak karena Viona Tidak bisa memakai hills, Viona terlihat cantik dan polos, Viona dibelikan bedak dan lipstik oleh ibunya,.
tok.. tokk..
"yaa"
"Vio ini aku Jonathan"
"oh iyaa tunggu sebentar"
Viona membuka pintu rumahnya
"Wow Vio you look so beautiful" ucap Jonathan kagum
"benarkah?"
"yaa tentu saja"
mereka tiba di restoran italia yang lumayan terkenal di kotanya.
"Jonathan, bukankah disini sangat mahal"
"tidak apa apa Vio, aku bekerja di perusahaan ternama kalau kau lupa," jawab Jonathan sambil tertawa
Viona tersenyum, dirinya bahkan baru pertama kali makan di restoran semewah ini.
"ini sangat enak" ucap Vio
"aku tau kamu pasti akan suka, nikmatilah dan makanlah sebanyak yang kamu mau"
"jangan, nanti aku membuatmu bangkrut dalam sehari" keduanya oun tertawa bahagia
mereka berjalan jalan dan berbelanja, mereka bahkan bermain banyak permainan di tempat rekreasi, tapi tentu saja permainan yang tidak berbahaya untuk Viona, mereka berfoto di foto bot
"Vio kamu tunggu disini aku akan membelikan mu minuman"
Vio tersenyum bahagia
Vio yang melihat Jonathan berlari ke tempat minuman tanpa sadar tertawa
Dukk..ddukk..dukk.dukk
Vio melihat Jonathan sudah mulai mendekat dan Viona pun berusaha menetralkan ekspresinya, Viona berusaha menahan sakitnya, dia tidak ingin membuat Jonathan khawatir padanya
"Vio are you oke?"
"i'm oke Jo" berusaha menampilkan senyum di wajahnya
"tapi kamu terlihat pucat, apa kamu merasa kurang enak badan?" tanya Jonathan khawatir
"aku hanya kedinginan Jo"
"benarkah"
dijawab anggukan oleh Viona
Jonathan melepaskan jaketnya dan memakaikan nya kepada Viona,
"Vio sebaiknya kita pulang, tidak baik untuk kesehatanmu bila di paksakan"
dibalas anggukan oleh Viona dan mereka pun segera pulang. Jonathan memarkirkan mobilnya di depan rumah Viona,
"Joo terima kasih untuk hari ini, aku sangat senang"
"sama- sama Vio aku juga sangat senang"
Viona pun melepaskan seatbelt dan segera keluar,
"Bye Joo"
"istirahatlah, dan mimpi yang indah"
Viona tersenyum
"masuklah, aku akan pergi setelah memastikan kamu masuk dengan aman"
"pergilah, aku akan masuk kalau mobilmu sudah tidak terlihat"
__ADS_1
mereka tetap dengan kegigihannya
"oke fine, aku kalah" ucap Viona dibalas senyuman oleh Jonathan, Jonathan yang telah melihat Viona hilang di balik pintu pun segera pergi.
Viona masuk ke rumahnya dengan tersenyum
"anak papa sudah pulang" ayah Vio menyapa terlihat duduk di ruang tamu bersama ibunya
"yaa" jawab Viona tersenyum
"sepertinya ada yang berbunga bunga, aku melihat anak kita tidak berhenti tersenyum" ucap ibu Viona
"yaa aku juga melihatnya" ayah dan ibu Viona sepertinya mengerjai anaknya yang untuk pertama kalinya pergi berkencan selama 25 tahun hidupnya.
Vio yang malu langsung pergi kearah dapur untuk minum air putih, sakit di dadanya sudah agak mendingan, tapi dia tidak menceritakannya dia berusaha menahannya
"kal Vio di ajak kemana aja?"
Vanessa tiba tiba muncul mengambil gelas dan minum dengan Vio
"makan di restoran dan pergi ke taman bermain" ucap Vio
"aku merestuinya, aku merestui kakak iparku," ucap Vanessa
"aku bisa melihat kakak Vio bahagia sama pria itu"
"benarkah?"
"tentu saja, aku hanya akan menikah kalau kakak Vio sudah menikah"ucap Vanessa dan berlalu pergi
Vio terdiam mendengar penuturan dari adiknya itu, adiknya merupakan anak yang keras kepala, bahkan membuat kedua orang tuanya pusing, tapi adiknya itu tidak pernah menyusahkan Vio, bahkan ia lebih mendengar ocehan Vio dibandingkan ayah dan ibunya, Vio terharu tanpa sadar air matanya menetes
Vio mengingat bahwa penyakitnya sudah sering kambuh belakangan ini
"apakah aku akan dapat menikah?, kondisiku sepertinya tidak akan lama lagi" ucap Vio dalam hati.
Vio mengambil gelas air minumnya
prang....
gelas itu terjatuh, Vio merasakan sakit yang teramat sangat di dadanya, dia mencoba mempertahankan kesadarannya, Vio berusaha untuk berdiri,
ayah ibu dan adiknya datang menghampiri Vio dengan wajah yang amat pucat yang hampir kehilangan kesadarannya, semua orang panik
ayah Vio berusaha menggendong Vio di pundaknya untuk di bawah ke rumah sakit.
"ayah ibu Vanessa ingin ikut" menangis khawatir dengan kakak tersayangnya
"iya sayang, kamu kunci rumah dulu dan segera menyusul ,ok"
"iya maa"
ayah dan ibunya bergegas naik ke taksi
tiba di rumah sakit
"dok, bagaimana keadaan anak saya"
"anak bapak dan ibu saat ini sedang kritis, kami sudah melakukan pengobatan semampu kami, tapi kami juga tidak dapat memberikan harapan, dengan berat hati saya mohon agar keluarga bersiap" ucap dokter sambil menunduk
ayah dan ibu Viona menangis
"Tuhan, hilangkan lah penderitaan Vio, dia gadis baik, tidak pernah membuat kami marah ataupun kecewa, dia terlalu sempurna Tuhan untuk menerima pencobaan ini" ucap ibu Vio sambil menangis sejadi jadinya
tiiiiiiiiiiittttttttttt.....................
suster dan dokter berlarian masuk ke ruangan, Vanessa telah sampai di rumah sakit
semuanya menangis...
___________
jangan lupa komen dan like nya yahh
agar author lebih semangat nulisnya
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
__ADS_1
Next.....