The Antagonis Body : Different World

The Antagonis Body : Different World
Pemegang Tahta Sesungguhnya


__ADS_3

wanita itu emosi dengan apa yang diucapkan di oleh Vio


"kamu tau? Suamimu hanya menginginkanku bukan kamu"


"ya ya ya, teruslah dengan angan anganmu"


tak terima dengan jawaban Vio wanita itu mengangkat tangannya dan menampar Vio, tak terima dengan perlakuan itu Vio membalas meninju, saling menjambak bahkan cakar cakaran.


Leonard yang berada di ruang kerjanya, datang karena mendengar keributan yang terjadi.


"apa yang kalian lakukan"tanya nya datar tanpa ekspresi.


mendengar itu wanita itu dan Vio langsung menatap pemilik suara itu, melepaskan jambakannya dan diikuti oleh Vio.


kedua wanita itu sudah acak acakan, rambut mereka sudah tak berbentuk lagi. Vio berdarah di sudut bibirnya, wanita itu yang tadinya dipoles dengan makeup glamor kini wajahnya seperti badut, bahkan kedua bulu mata palsu nya copot.


Vio menatap sinis wanita didepannya, Vio saat ini seperti singa betina yang terlepas dari kandangnya, bayangkan saja dia yang mempunyai tubuh lemah dan tak bisa apa apa kini bertarung sengit.


tak menjawab pertanyaan Leonard wanita itu tiba tiba mendekat dan bergelayut manja di tangan Leonard


"wanita itu menyerang ku duluan,lihat luka cakarannya ada di mana mana"


Vio tidak memberikan pembelaan apapun ia hanya menatap dua orang manusia di depannya dengan diam


"dia wanita tergila yang pernah aku temui, dia dulu tidak seperti ini, sekarang dia sudah berani padaku bahkan menyakitiku"


Vio merasakan ingusnya menetes keluar. ia yang mengira ingus ternyata darah. Vio mimisan, ia langsung mengangkat kepalanya dan mencoba menutup hidungnya dengan pergelangan tangannya.


Leonard menghempaskan wanita yang ada di lengannya dan segera mendekati Vio, baru saja ia ingin memegang Vio tangannya langsung ditepis kasar oleh Vio, Vio dibantu oleh pelayan untuk kembali ke kamarnya tak lupa tatapan tajam penuh kebenciannya pada Leonard dan wanita ****** itu.


"apa yang kamu lakukan disini"


"tuan aku merindukanmu, sudah hampir 1 bulan tuan tidak menghubungiku, aku yakin tuan butuh kepuasan" ucapnya sambil menggoda


"katakan siapa namamu"

__ADS_1


"Rebeca, Rebeca Dowsen tuan, sudah 2 kali saya di panggil ke mension ini untuk melayani tuan "


"nama yang indah untuk koleksi ****** ku"


Rebeca tersenyum menganggap itu pujian,


Leonard mendekati Rebeca,


para pelayan yang melihat itu langsung pergi menjauh


Leonard mulai memegang wajah Rebeca, membelainya sampai membuat Rebeca menutup matanya menikmati rangsangan yang diberikan Leonard padanya,


srekk..Rebeca yang tadinya menutup matanya kini terbelalak kaget dan memegangi lehernya.


disisa kesadarannya ia menatap pria di depannya dengan tanda tanya dan ketakutan.


Rebeca terjatuh dengan kepala yang hampir putus dengan mata yang terbuka darahnya terpancar dimana mana, termasuk pada Leonard


Leonard suka mengoleksi ******, lebih tepatnya mayat ******.


tanpa mengetuk ia membuka kamar Vio dan menemukan wanita itu berbaring dengan tisu di hidungnya, melihat kedatangan tuannya kedua pelayan yang menemani Vio segera pamit undur diri.


Vio yang tadinya menutup mata mendengar langkah kaki mendekat ia lantas membuka matanya.


terkejut, pastinya ia terkejut, siapapun yang berada di posisi Vio pasti akan terkejut, bagaimana tidak, Vio dapat melihat dengan jelas darah yang terpancar di pakaian, tangan bahkan wajah pria itu, tak lupa pisau berdarah yang masih dalam genggamannya. Leonardi mengantongi pisau itu.


tanpa bersuara pria itu mengangkat Vio yang terbaring dengan tiba tiba, refleks Vio mengalungkan tangannya di leher pria itu, ia tak dapat bersuara, ia hanya mampu menutup matanya erat, Vio tidak mau melihat darah di badan pria itu, penciumannya terselamatkan dengan adanya tisu di kedua hidungnya siapapun dapat membayangkan apa yang di perbuat pria itu pada wanita itu, yang ada di pikiran Vio saat ini yaitu bagaimana bisa seseorang yang baru saja berkelahi dengan nya beberapa menit lalu kini sudah menjadi mayat.


bunyi pintu terdengar, kini Vio yakin ia memasuki sebuah ruangan, Vio merasakan ia di baringkan di kasur.


Vio membuka membuka matanya dan merekapun saling menatap.


"kamarmu sekarang disini" Vio di tinggalkan dalam keterkejutan


"wait WHAT?" Vio kini sadar akan situasinya, ia akan tinggal sekamar dengan Leonard seperti pasangan suami istri pada umumnya, berbeda cerita jika mereka memang menikah karena saling cinta dan tinggal satu kamar, tapi Vio dan Leonard hanya pernikahan di atas kertas, lebih tepatnya pernikahan Leonard dan pemilik badan ini yang semestinya yaitu Jesseline.

__ADS_1


Vio hanya bisa berbaring menutup matanya sambil memijit kepalanya, ia tidak boleh stres untuk menghilangkan mimisan nya.


Leonard sudah selesai mandi dan mendapati Vio tertidur.


pelayan mengetuk pintu dan membawakan cairan infus yang diperintahkan Leonard, Leonard menyuruh mereka keluar, ia mengambil tangan Vio dan tanpa aba aba ia langsung menusuk tangan Vio dengan suntik infus, Vio terbangun dari tidurnya


"aww sakit" ia melihat keadaannya hanya mampu menutup mata. pria ini dapat melakukan semuanya, sebenarnya apa kelemahan pria ini semuanya ia bisa termasuk membunuh dan menyembuhkan. Vio pusing dan tidak mau terlalu menghiraukan pria yang saat ini sedang mengatur infusnya.


sudah infus yang kedua di pasang untuk Vio, Vio merasa badannya sudah kembali sehat ia mencoba berdiri untuk ke kamar mandi, ia mendorong tiang infus nya.


Vio terkejut bukan main saat ia baru akan mencoba membuka short nya untuk biang air kecil tiba tiba pintu kamar mandi di rusak dengan 1 tendangan saja


"apa yang kamu lakukan?,kenapa kamu merusak pintu itu?" tanya Vio tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Leonard


tanpa menjawab pertanyaan Vio Leonard mendekat dan menurunkan short dan ****** ***** Vio.


Vio malu tapi disisi lain ia memang sudah kebelet, Vio tau pria ini tak mungkin di bantah.


Vio duduk di toilet dan buang air kecil, selesainya Vio ingin ambil tisu tapi keduluan Leonard, ia mengambil tisu dan dengan tanpa aba aba ia menyeka area bawah Vio, sontak membuat tangan Vio memegang tangan Leonard


Leonard menyingkirkan tangan Vio dan meneruskan apa yang ia lakukan tanpa memperdulikan betapa malunya Vio saat ini, ia kemudian memakaikan kembali ****** ***** dan short Vio.


meskipun sudah kembali berbaring ke kasur tapi pikiran Vio masih ada di dalam toilet,


Leonard sudah keluar, ia sudah pergi bekerja. sehabis membaringkan Vio, Leonard masuk ke ruangan pakaian dan keluar sudah dengan pakaian rapih, tak ada percakapan diantara keduanya.


_________


Jangan lupa komen dan like nya yahh


agar author lebih semangat nulisnya


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


Naxt.....

__ADS_1


__ADS_2