The Antagonis Body : Different World

The Antagonis Body : Different World
Mencari Tau,


__ADS_3

Vio pun salah tingkah, dan langsung menghindar


"aku lapar, ayo kembali ke meja makan"


Vio meninggalkan Leonard, Mark, dan pelayan itu.


smirk misterius terlihat di wajah Leonard


dimeja makan, mereka makan tanpa bersuara, hanya alat makan yang terdengar. sebenarnya Vio tidak nyaman makan di kelilingi oleh pelayan dan para penjaga, bagaimana tidak, ada sekitar 10 orang pelayan dan 10 orang penjaga yang bisa tertangkap matanya, mereka semua memang tidak ada yang memandang langsung wajah Vio dan Leonard, dan itu sudah merupakan peraturan mutlak di rumah ini, tapi tetap saja ia tidak nyaman.


Leonard sudah pergi ke kantor, Vio memutuskan untuk pergi berkeliling, meskipun hanya di area mansion tapi ia di kawal oleh 3 pengawal dan 2 pelayan, mereka mengatakan bahwa ini merupakan tugas mereka. tak tahan Vio pun menghentikan langkahnya


"kalian berhenti mengikuti ku, aku butuh sendiri, pelayan dan pengawal saling memandang dan memutuskan untuk tidak mengikuti nyonya mereka lagi.


entah seberapa jauh ia berjalan dan ia menemukan kandang kuda, ia menemukan puluhan kuda yang sangat cantik. tiba tiba datang pria dan wanita yang ia perkirakan berumur 60an


"nyonya, ada yang bisa kami bantu?"


"aku hanya melihat lihat, apakah kalian yang menjaga tempat ini?"


"perkenalkan saya Richard dan ini istri saya Marta, iya nyonya kami sudah 23 tahun di percayakan untuk merawat kuda tuan"


"salam kenal, aku mm Jess, Jesseline, apakah aku bisa mencoba menaikinya?"


pasangan suami istri itu kaget, karena yang mereka tau nyonya mereka adalah wanita yang sombong dan sangat pemarah.


"tee tentu saja nyonya, anda bisa memilih sendiri kuda yang nyonya mau"


"benarkah?, baiklah" ucap Vio gembira,


pilihannya jatuh pada kuda putih cantik ini



anda memiliki selera yang baik, kuda ini bernama Snow, ia merupakan kuda kesayangan tuan.



Vio sangat menyukainya, tubuh lamanya penuh dengan keterbatasan jadi dia tidak pernah merasakan sesuatu yang menantang seperti ini.


tak terasa waktu berjalan begitu cepat.


Vio yang kelelahan tertidur di kursi kandang kuda, hari mulai gelap dan lampu di kandang kuda juga mulai terpasang, marta yang melihat nyonya nya masih tertidur segerah membangunkan nya.


"nyonya, anda harus bangun, ini sudah malam, nanti nyonya kedinginan"


"Vio yang mulai terbangun mengiyakan perkataan marta dan segera pamit untuk kembali ke Mansion, karena masih mengantuk ia tidak memperhatikan langkahnya dan tersandung mendarat di kubangan air lumpur, bajunya yang tadinya putih bersih kini penuh lumpur, bahkan wajahnya tak terkenali lagi, Vio menangis karena kesialannya bahkan lututnya berdarah. iya sampai di depan Mansion dengan muka sebabnya, tiba tiba mobil parkir tepat di depannya dengan lampu yang menyilaukan.


pengawal segera membukakan pintu,


benar saja itu adalah Leonard yang sudah pulang.


bukan hanya pelayan, pengawal, Mark, tapi Leonard pun kaget dengan penampilan Jess, para pelayan yang menyaksikan itu langsung menghampiri nya dan membantunya masuk, ia hanya mampu menunduk malu, tak lupa mata Leonard yang tak pernah lepas darinya, sebisa mungkin ia menghindari kontak mata di antara keduanya. iya telah mengetahui bagaimana hubungan pemilik tubuh ini dan suaminya dari para pelayan, iya mewawancarainya satu persatu dan menguak fakta mengejutkan, di rumah ini tak pernah semeja makan dengan Leonard, dia selalu berupaya untuk menggoda Leonard tapi tak pernah di hiraukan. ia hanya orang asing di dalam rumah ini.


maka dari itu tidak jarang dia bekerja sampai berminggu minggu tanpa ada yang mencarinya, sekalinya iya di rumah pria yang menjadi suaminya tak akan terlihat. mereka hanya sepasang orang asing, maka dari itu saat ini Vio merasa sangat malu, meskipun ini bukan tubuhnya tapi ia yang mendiaminya.


Vio di bantu mulai dari mandinya sampai memakai pakaiannya, tadi pelayan sudah memanggil Vio untuk sarapan.

__ADS_1


Vio tiba di meja makan dan hanya dia yang ada di situ


"syukurlah pria itu tidak ada," ucap Vio lega


Vio yang sudah tau bagaimana pemilik tubuh ini menjalankan kesehariannya memulai makannya, ia sudah tau kalau waktu itu ia sarapan bersama adalah pertama kalinya mereka semeja dan Vio mengambil keputusan bahwa pria itu menyuruhnya sarapan karena ingin menunjukan penganiayaan pada pelayannya akibat perkataan Vio.


Vio yang baru 2 suap terbatuk batuk karena menyadari pria itu datang dan duduk di kursi meja makan, melihat Vio yang tersedak 2 pelayan mendekat Vio yang 1 memberikan tisu dan yang satunya memberikan air minum , Vio pun hanya bisa curi curi pandang dan menghentikan makannya.


Ia sekarang telah menjadi pengangguran, ia meninggalkan dunia model yang di geluti pemilik tubuh ini, meskipun ia memiliki wajah yang cantik dan sexy tapi ini bukan bakatnya. ia melihat pemilik tubuh ini masih memiliki sedikit tabungan, ia melihat buku tabungan yang terdapat di lacinya, ia memutuskan untuk membuang kartu nya termasuk kartu unlimited yang diberikan kepadanya karena menjadi nyonya Maxwel dan menyisakan kartu tabungannya saja karena saat ini dia pengangguran.


aku akan keluar dari rumah ini, secepatnya ucapnya dalam hati


"apakah aku boleh bertanya?,"


"di balas anggukan dan tatapan dari Leonard


"apa kamu melihat handphone ku?, aku tidak dapat menemukannya, "


"kamu sekarang pengangguran, tidak membutuhkan barang itu" Leonard datar


Vio yang tidak siap akan pertanyaan itu mencoba merangkai kata


"aku punya urusan, yaa urusan mendadak"jawab Vio tersenyum canggung.


"Mark" mar yang mendengar itu paham dengan apa yang di maksud Leonard


pada saat mereka akan selesai makan mark datang dan membawa tas kotak kecil dan menyerahkannya pada Vio. Vio mengambil dan membukanya, di dalamnya terdapat Handphone keluaran terbaru, Vio langsung menatap Leonard.


"ponselmu sudah hancur."


segera setelah mengatakan itu Leonard meninggalkannya.


ia memutuskan untuk terbang ke Chicago, ia membutuhkan kendaraan untuk ke bandara terdekat memakan waktu hampir 4 jam dan memakan waktu penerbangan hampir 4 jam pula, hampir 10 jam waktu yang di perlukan untuk pergi ke rumahnya. untuk tidak membuatnya curiga ia tidak membawah barang apapun untuk pelariannya


Leonard memandangi tubuh Vio yang perlahan menghilang, ia hanya membawa tas selempang kecil tanpa membawa apapun, semalam begitu ia mendapatkan Handphone langsung ia gunakan untuk memesan tiket pesawat. ia hanya punya sedikit uang cash untuk membayar taxi


ia menolak tawaran supir untuk mengantarnya, ia sendiri telah memesan taxi dan taxi itu menjemput tepat di depan gerbang.


itu semua tidak luput dari pandangan Leonardo.


ia sudah lama menyadari keanehan dari istri di atas kertasnya, saat wanita itu bangun dari koma selama 3 hari ia mengetahui semua yang terjadi di rumah sakit, bahkan yang kedua orang tua wanita itu tidak sadari, pada malam hari ia datang pada saat wanita itu tertidur tanpa sengaja ia mendengar,


"maa, paa Viona takut" ucapnya mengigau


"jangan tinggalkan Viona"


mulai saat itu Leonard menugaskan semua semua yang merawat Viona untuk mengabarkan semua yang terjadi di rumah sakit, mulai dari sifatnya yang berubah, selera makannya, dan hilangnya ingatannya.


tanpa Viona sadari Leonard selalu mengawasi gerak geriknya, pada saat Leonard mengagetkan Viona sebenarnya ia telah mengikuti wanita itu mulai dari Vio keluar dari kamarnya dan mengamati perilaku aneh wanita itu, Jess yang biasanya tidak pernah memanggilnya sembarangan, ia selalu memanggilnya tuan.


melihat cara wanita itu memasak, makan dan bahkan mencuci piringnya.


Leonard memutuskan untuk mendekatinya untuk memastikan lebih lanjut, wanita itu seakan ingin menghindarinya makanya Leonard menyuruh nya untuk sarapan. keanehan lebih terbukti saat mereka makan dan ia segera keluar mencari sumber suara wanita yang kesakitan itu, dimana dia tiba tiba menjadi tameng untuk pelayan itu, semuanya tidak luput dari pengawasan Leonardo. ia mengetahui bahwa wanita itu berhenti dari pekerjaan yang ia gemari, dan bahkan mengetahui ia membuang kartunya bahkan kartu pemberiannya dan hanya meninggalkan sedikit uang di tabungannya. ia bahkan memperhatikan perubahan gaya pakaian wanita itu yang amat sangat berbeda,



wanita itu menghilang dari pandangannya

__ADS_1


"Mark, bekukan rekening bank nya, kirim orang untuk mengawasinya"


"Mark sontak menoleh dan mengiyakan perintah tuannya.


tak terasa Vio sudah tiba di Chicago


ia berdiri memandangi toko yang berjarak sekitar 20 meter darinya, tiba tiba tangisnya sudah tak terbendung lagi, ia merindukan keluarganya, ia merindukan Jonathan.


tanpa ia sadari foto satu persatu di abadikan dan langsung di kirim pada Leonardo.


ia masuk ke toko itu dan segera di sambut pasangan suami istri yang tak lain adalah ibunya, ia kaget melihat fotonya di bingkai dan di beri lilin dan bunga.


melihat keterkejutan Vio ibunya menghampirinya.


"kamu sepertinya mengenal anak kami.."


"Vio tak dapat berkata kata"


"anak kami baru saja meninggal 3 minggu lalu karena penyakit jantung"


Vio kaget dan langsung menangis


"ibunya berusaha menenangkan Vio yang menangis sesenggukan"


Vio sudah tidak punya cara untuk kembali lagi, ia berpikir bahwa ia hanya berganti tubuh, tapi ternyata badannya sudah lama terkubur dan ia tak bisa kembali.


Vio membeli roti dengan semua sisa uangnya, ia ingin membeli lebih tapi mesin gesek keluarganya masih rusak dan belum di perbaiki. ia menjelaskan alasan ia menangis karena ia pernah ditolong oleh Viona.


ia keluar menenteng roti 1 tas, ia berjalan kaki pergi ke toko H yang di dalamnya menjual barang barang super mahal. Vio masuk kedalam, dia mengambil pakaian dengan merek H mahal itu sebanyak kurang lebih 30 pasang, Tas, sepatu wanita dan pria, skraf, selimut bahkan sampai aksesoris dan alat makan, itu semua tentu saja untuk ayah ibu dan adiknya, pegawai yang melihat tamu spesial tersebut melayaninya dengan sangat totalitas.


total ia berbelanja hampir 5 miliar dengan tas belanja hampir 30 buah.


Jess aku pinjam uangmu, aku akan membalasnya dengan menjaga tubuhmu dengan baik, maafkan aku yang akan menguras habis tabunganmu ucapnya dalam hati


tiba saat pembayaran


ia memberikan kartunya


"maaf nyonya akses kartu anda di tolak"


"what?, aku baru menggunakannya semalam untuk pesan tiket"


ia bingung, pegawai yang awalnya loyal menjadi tidak sopan, mulai dari menatap sampai memperlakukannya.


"apa bisa di batalkan saja?"


"tidak bisa nyonya, transaksi sudah berlaku"


ia memeriksa Handphone yang semalam diberikan Leonard


__________


Jangan lupa komen dan like nya yahh


agar author lebih semangat nulisnya


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian

__ADS_1


Next.....


__ADS_2