The Antagonis Body : Different World

The Antagonis Body : Different World
Jesseline Amanda Welros


__ADS_3

Jesseline Amanda Wanita wanita cantik berumur 25 tahun anak satu satunya dari pengusaha perhotelan ternama di California bernama Max Leonel Welros dan Anna Welros. kehidupannya yang selalu di manjakan dengan kekayaan keluarganya dari kecil membuat wanita yang kerap dipanggil Jess menjadi pribadi yang egois dan sombong, di sekolahnya dia menjadi queen of bully dia bersekolah di sekolah elit di California, dia memiliki fisik yang sempurna, saat ini dia menggeluti hobi nya yaitu super model. ia senang memamerkan lekuk tubuhnya, Jess merupakan wanita yang sering kali membuat masalah makanya dia cenderung tidak di sukai , siklus pertemanan dan pergaulan Jess tentu saja para sosialita dan para miliarder,


Tidak ada yang perduli pada Jess, dia bebas melakukan apapun yang mau.


Jesseline saat ini sedang berada di hawai untuk pemotretan majalah, dia sudah stay di sana selama seminggu


"apa jadwalku hari ini" ucap Jess pada asistennya


"hari ini ada pemotretan selama 3 jam di pantai resort dan akan di mulai pada jam 11 siang nona" ucap Anna asistennya


"No, bukan jam 11 aku maunya nanti mulai jam 1, dan aku mau tidak terlalu lama hanya 1 jam" Jess mengatakan dengan angkuhnya


"ba baik nyonya" asistennya mau tidak mau menyetujui meskipun dia yang akan kena marah sponsor dan fotografernya.


Jess sangatlah berkuasa, ucapannya tak dapat di bantah oleh siapapun di tempat kerjanya dia adalah ratu di atas segalanya bukan karena ia merupakan super model ataupun wanita sosialita tapi ada seseorang yang sangat berpengaruh, dan sangat ditakuti di America dan Eropa yang berada di belakang Jess.


Jess memiliki 3 asisten, 3 bodyguard


yang memiliki tugasnya masing masing


yaitu 1 orang untuk mengurus makanan Jess, 1 Lagi untuk pakaian, 1 lagi untuk keperluan saat dia di rumah.


Jess sangat angkuh, ke 3 asistennya sudah pernah bahkan sering menerima pukulan dan tendangan dari Jess, jangan tanya mengapa mereka tidak mengundurkan diri ataupun melaporkan pada polisi apalagi media, mereka sendiri sudah di kontrak mati oleh Jess, jika mereka berani beraninya melawan mereka harus siap dilenyapkan sesuai dengan kontrak yang dipaksa untuk disepakati.


Jess mengganti bajunya dengan baju yang di tentukan, meskipun Jess suka memamerkan tubuhnya tapi tidak dengan bikini ia tidak pernah menyetujui memakai bikini karena ia tidak mau dirinya dijadikan fantasi pria pria buncit dan sembarangan diluar sana.


Jess menyelesaikan pemotretannya sesuai yang ia katakan yaitu hanya 1 jam saja tanpa ada yang berani membantahnya.


"ini hari terakhirku di Hawai, kita ke tempat belanja" kata Jess dan di angguk ki oleh asisten dan bodyguardnya, merekapun tiba di tempat belanja dan Jess mengambil semua tanpa melihat harga tentunya.


mereka tiba di pusat perbelanjaan paling ternama di Hawai, Jess menjadi pusat perhatian karena kecantikan dan gayanya yang glamor ciri khas wanita sosialita,


Jess masuk ke salah satu toko pakaian ternama dunia, pada saat ia memilih pakaian tubuh Jess bertabrakan dengan pegawai toko itu dan pegawai itu jatuh terduduk di lantai.


pegawai itu segera memperbaiki duduk nya menjadi berlutut


"maaf kan saya nyonya, maaf kan saya.."ucap pegawai itu


Jess berjongkok elegan tepat di depan pegawai itu dan tersenyum sambil mengulurkan tangan nya


pegawai itu pun membalas senyum dan mengulurkan tangan nya untuk menerima uluran tangan nya


pada saat pegawai itu akan menerima uluran tangan dari Jess tiba tiba tangan itu bergeser sehingga pegawai itu hanya memegang angin. kaget dengan itu pegawai itu mencoba melirik Jess dan tanpa diduga tangan cantik itu sudah mendarat cantik di pipinya, bukan hanya 1 kali tamparan itu dilayangkan tapi 3 kali sehingga memuat sudut bibir kiri pelayan itu robek dan berdarah.


yang menyaksikan itu hanya asistennya dan bodyguard nya, jangan ditanya mengapa hanya mereka karena kesigapan para bawahannya sehingga yang berada di toko itu hanya mereka, bahkan pegawai toko yang lain berdiri di depan toko menghadap luar fan memastikan tidak ada yang menyaksikan itu. mereka sudah tau betul sifat dan karakter dari nyonya mereka.


sedangkan pegawai itu hanya mampu menangis tanpa mendapatkan pembelaan dari siapapun. Jess yang seakan tak puas menendang pegawai itu dengan hils mahalnya.


"apa kamu berpikir tubuh kotor dan menjijikan mu pantas untuk bersentuhan dengan ku?"


"maaf nyonya, maafkan saya" sambil menangis sesenggukan


"bahkan di mimpi pun kamu tidak pernah layak!" ucap Jess dengan penekanan.


kringggg...kring...


ponselnya yang di pegang asisten nya berdering. asistennya melihat siapa yang menelfon


"nyonya.. ini telfon dari kepala sekertaris"sambil menyerahkan hand phone kepada Jess


Jess yang mendengar itu langsung saja merampas Hand phone itu dan mengubah ekspresi nya yang semula kejam saat menindas pegawai itu tiba tiba menjadi sangat ramah saat menjawab telepon dari seorang sekertaris.

__ADS_1


"Halo, sekertaris mark, ada perlu apa anda menghubungi saya"


"nyonya di perintahkan untuk segera pulang. nanti malam ada acara yang harus di hadiri, sudah di sediakan jet pribadi di bandara"


mata Jess terbelalak kaget


"oh yaa, aku pulang sekarang"


dan telephone pun di akhiri sepihak oleh mark


"kita ke bandara sekarang"


" nyonya barang barang kita masih di Vila"


"masa bodoh dengan barang barang itu, kalian yang urus, langsung ke bandara"


mereka menyadari terdapat raut kepanikan yang jarang mereka lihat pada nyonya mereka.


mereka tiba di bandara dan langsung naik ke jet pribadi yang di bilang mark tadi


California


mereka telah sampai dan saat ini sudah jam 6 sore, Jess dapat melihat dari dalam jet pribadi yang sedang memposisikan parkir di tempat VIP sudah terdapat supir dan mobil pribadi untuk menjemput nya. Jess segera naik dan pergi begitu saja. sedangkan bodyguard dan asistennya sudah naik ke mobil mereka sendiri yang memang di parkir di bandara.


mereka tiba di Mansion megah


"nyonya, tuan mengatakan untuk segera bersiap, karena acara pelelangan akan dimulai dan tuan sudah menunggu di sana, saya akan mengantarkan nona ke sana"



"baik"


Jess turun dari mobil dan segera di sambut pelayan dan bodyguard Mansion dan tentu saja hanya diabaikan.


"baik nyonya" 3 pelayan menyiapkan air, 4 pelayan menyiapkan pakaian dan makeup.


belayan di Mansion ini berjumlah 52 orang dan semuanya sudah memiliki tugasnya masing masing, sedangkan bodyguard lengkap dengan persenjataan berjumlah 27 orang yang sudah di tempatkan di bagiannya masing masing, jika ada yang bertanya dimana pelayan dan pengawal tidur jawabannya ada di paviliun paling belakang yang di peruntukan untuk pelayan, koki, dan bodyguard.


Jess sudah sangat siap dengan dandanan nya dia di antarkan ke hotel berbintang tempat diadakannya lelang barang berharga. Jess tiba dan memasuki loby


dia disambut dengan kemewahan, bagaimana tidak jika dia merupakan anak dari pemilik hotel ini.


Jess terus berjalan dan menghampiri ayahnya,


" hii sayang" ucap ayahnya


"hii dad, dimana pria itu," tanya Jess sambil melirik kiri dan kanan mencari sosok pria itu"


"sepertinya dia dalam perjalanan"


"mm iya dad,"


tiba tiba riuh terdengar bisikan dan tatapan semua orang tertuju pada pintu masuk dimana seorang pria tampan rupawan masuk kedalam, dia adalah pokok acara hari ini, Jess dan ayah nya menghampiri pria dengan sejuta pesona itu.


Ayah Jess memberikan tangannya pada pria itu, dan disambut oleh pria itu meskipun dengan tatapan datar


"sayang tawarkan minuman pada suamimu" Jess mengerutkan alis, karena Jess sendiri takut pada pria yang berstatus sebagai suaminya ini,


yaa, Jess telah menikah, lebih tepatnya pernikahan kontrak, pernikahan mereka hanya sebatas kertas dan tak lebih, Jess menyukai pria itu tapi Jess terlalu takut dengan pria itu, Jess bahkan tidak pernah di pandang. membalas pertanyaan Jess saja tidak pernah, apa lagi berbicara pada Jess, dia selalu menggunakan Mark untuk berbicara padanya, dia seakan tidak pernah ada.


ayah Jess tau bahwa pernikahan mereka hanya kesepakatan bisnis,.pria itu membutuhkan status dan ayah Jess membutuhkan suntikan dana

__ADS_1


"Jess sayang, kamu melamun?"


"ahh, no dad"


"Tuan mau minum apa?.biar saya ambilkan"


"____"hanya di acuhkan dan Jess sudah biasa akan hal itu


"terima kasih Tuan Roxwel karena telah mengijinkan hotel ini menjadi tempat pelelangan tahunan Rx Company"


pria itu hanya menjawab dengan anggukan kecil tanpa menatap lawan bicaranya.


acara pun di mulai dan terlihat Mark yang memimpin pelelangan ini, kali ini pelelangan berupa artefak kuno dan lukisan kuno. Jess yang duduk di sebelah pria itu tak berkutik untuk memperlihatkan taringnya, perlahan tapi pasti lelang berjalan dengan baik,


selesai lelang seperti biasa Jess tidak pernah atu mobil dengan pria itu, Jess tidak tau mengapa pria itu selalu mengabaikannya dan tak memperdulikan semua yang ia lakukan,.


Jess naik ke mobil yang di naiki tadi, tiba tiba di tengah jalan Jess melihat sesuatu yang sangat ia kenal yaitu mantan kekasihnya.


"hentikan mobilnya, aku turun disini"


sopir pun menurunkan Jess dan dengan cepat Jess keluar dari mobil untuk menyebrang dan tiba tiba


Brang...


penglihatan Jess mulai menghitam dan perlahan Jess kehilangan kesadarannya


tiga hari Jess tidak sadarkan diri semua bagian tubuhnya diperiksa dan semuanya normal, hanya kakinya yang keseleo dan lecet


bukankah ini mujizat?. yaa tentu saja karena orang lain yang mengalami itu pasti meninggal.


Jess dirawat di kamar paling mewah di rumah sakit paling mewah milik suami di atas kertasnya yaitu Roxwel Hospital.


suaminya sama sekali tidak pernah mengunjunginya, hanya ayah dan ibunya yang setiap hari datang merawatnya, ia seperti tak memiliki suami.


Jess perlahan mulai sadar, ayah dan ibunya yang menyaksikan itu segera memanggil dokter


"si..siapa kalian? tanya Jess


kedua orang tuanya, dokter dan para suster yang menanganinya kaget dengan respon Jess


"Jess sayang ini Ayah sama Ibu"


"iya sayang ini ibu"


"apa yang terjadi padaku dan dimana ini?"


"kamu kecelakaan sayang, ini di rumah sakit, sudah 3 hari kamu tidak sadar"


ia memegang kepalanya dan meringis kesakitan


ia merasakan sakit di kepalanya


dokter dan suster yang melihat itu segera menangani Jess


"tuan dan nyonya sebaiknya tunggu diluar, jangan terlalu memaksakan kondisi pasien yang belum stabil" kata dokter dan diialan oleh kedua orang tua Jess


__________


Jangan lupa komen dan like nya yahh


agar author lebih semangat nulisnya

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


Next.....


__ADS_2