The Authoritative Man

The Authoritative Man
Saran Dan Rencana Balas Dendam!!!


__ADS_3

“David, nona Arkhan sangat baik. ia seorang wanita berkarir dan juga terlihat penurut, sepertinya nona Arkhan menyukaimu. Jadi, kamu harus membalasnya dan kamu harus bekerja keras agar bisa mendapatkannya!” kata Barbara pada David.


"Bu, kami hanya teman biasa!" kata David tak berdaya.


Pada saat ini, Beni Alexander juga berbicara:


“David, saya pikir nona Arkhan tidak buruk. Dengarkan kata-kata ibumu dan bekerja keras. Ayah setuju dengan saran ibumu!”


Harus diketahui kalau selama ini Beni Alexander tidak pernah memberi saran ataupun masukan untuk David. Tapi kali ini, sepertinya dia sangat menyukai Sonya. Dia merasa Sonya baik. Jadi, dia akhirnya membujuk David untuk pertama kalinya.


“Hmm, baiklah... aku akan mencobanya” ucap David pada kedua orang tuanya.


David terdiam beberapa saat dan kemudian ia berjalan ke kamar tidurnya!


Setelah memasuki kamar tidur, David tidak langsung berbaring untuk tidur, tetapi duduk bersila, memejamkan mata sedikit, pikirannya mulai di kasongkan dan seni konsentrasinya mulai aktif. ia akhirnya sampai tahap merasakan energi spiritual di sekitarnya mengalir ke arahnya seperti air pasang!


Selama tiga tahun terakhir di penjara, David terus melatih ilmu tenaga dalamnua dan tidak pernah berhenti selama sehari saja. Ini juga permintaan Ervin. Meskipun nantinya dia keluar dari penjara dan Ervin tidak bisa lagi membimbingnya, setidaknya David sudah menguasai teknik-teknik yang di ajarkan oleh Ervin!


Tak lama kemudian, energi alam dari puncak bukit, perlahan memasuki tubuh David disertai dengan tarikan nafas David. Energi alam ini membentuk seperti pusaran angin kecil di sekitar tubuh David, dan kemudian dihirup oleh David.


Sekarang David hanya menggunakan teknik pelatihan tenaga dalam, jadi dia menyerap lebih sedikit energi alam dalam bernafas. Jika dia menghirup banyak energi alam, dampak besarnya akan melukai organ vital pada dirinya. Karena, saat ini tubuhnya belum bisa mengkonsumsi sekaligus. Dia perlu meningkatkan kekuatannya secara bertahap!


Waktu berlalu, dan segera matahari muncul di langit kota Horendel, dan David perlahan membuka matanya sambil mengambil napas panjang dan menghembuskannya perlahan-lahan.

__ADS_1


David merasa tubuhnya lebih baik dari sebelumnya. Energi spiritual di sini jauh lebih kaya dan lebih murni daripada di penjara. Setelah berlatih semalaman, ia tidak merasa kelelahan sedikitpun!


“David, waktunya sarapan!” Suara Barbara terdengar di luar, David meregangkan otot dan tulangnya, membuka pintu dan berjalan keluar!


Sarapan dibuat oleh Beni Alexander, dan setelah kedatangan Sonya kemarin, sikap Beni Alexander terhadap David jelas jauh lebih baik dari sebelumnya, setidaknya dengan senyum di wajahnya, tidak terlalu buruk!


Setelah sarapan, Barbara meminta Beni Alexander untuk menemaninya berjalan-jalan, sementara David berencana untuk turun bukit dan pergi ke pasar barang antik untuk melihat apakah dia dapat menemukan kuas dan cinnabar yang ia butuhkan!


Ia ingin menyembuhkan penyakit ibunya secepatnya, agar ibunya bisa melihat kembali!.


Di vila Delia........


Delia, Ferdian dan Jelita tinggal di sini semalaman.


"Ferdian, kapan teman-temanmu yang kau katakan akan datang?" Delia bertanya pada Ferdian Augus.


"Tak lama lagi, mereka semua seniman beladiri, dan itu lebih dari cukup untuk melawan David!" jawab Ferdian Augus pada Delia.


Ferdian Augus tahu kalau Delia ingin berbalas dendam pada David, jadi dia memanggil beberapa temannya untuk datang dan menghajar David, dan juga untuk membalaskan dendamnya karna tamparan David di wajahnya!


"Itu bagus, saya tidak percaya kalau David tidak akan turun, dan keluarga Arkhan tidak akan bisa menjaganya selama sisa hidupnya!" kata Delia dengan kalimat penuh penekanan.


Delia menggertakkan giginya dan berkata:

__ADS_1


"Sampah ini sudah mematahkan lengan calon suamiku dan merusak pernikahanku, aku tidak akan membiarkannya hidup tenang selamanya!"


Setelah berbicara dengan marah, Delia memandang Ferdian Augus dan berkata:


“Aku akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Jordanku, dan aku akan menyerahkan urusan David kepadamu. Setelah masalah selesai, temui aku dan aku akan berikan bayarannya!”


“Tidak masalah, tunggu saja kabar baikku!”


Ferdian Augus mengangguk senang!


.


.


.


.


Bersambung.....


Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara like, komen, subscribe dan vote (jika perlu gift). Agar author semakin rajin untuk update ceritanya :)


*tolong berikan kritik dan sarannya ya readers, agar menjadi bahan revisi author untuk memperbaiki ceritanya menjadi lebih baik lagi kedepannya!!!

__ADS_1


__ADS_2