The Authoritative Man

The Authoritative Man
Bahan Obat


__ADS_3

"Tuan Arkhan, sebagian besar obat dalam daftar ini adalah yang kamu butuhkan, tetapi sebagian kecil untuk ibuku. Ibuku buta. Jika Anda mau, tolong belikan bebrapa bahan obat itu untuk ibuku!" David berkata kepada Ruben dengan jujur.


Ibu David, Barbara, kebutaannya diakibatkan karena menangis terus menerus. hal ini tidak sulit bagi David untuk menyembuhkannya jika ia memiliki bahan obat yang dibutuhkannya!


Hanya saja dengan kemampuannya saat ini, ia tidak bisa menyiapkan bahan obat untuk pengobatan ibunya, jadi dia hanya meminta keluarga Arkhan untuk membelikannya jika mau.


Namun ada dua hal, David khawatir keluarga Arkhan tidak dapat menemukannya, salah satunya adalah kuas dengan energi spiritualitas tertentu, kuas yang dibutuhkannya adalah kuas yang digunakan oleh penulis jaman dulu


Atau sikat yang terbuat dari bulu hewan purba, sikat ini hanyalah tambahan salah satunya!


Juga perlu menggunakan cinnabar. Meskipun cinnabar sangat umum sekarang, cinnabar yang perlu digunakan David terbuat dari cendana merah lobular atau cendana tua yang berusia lebih dari 100 tahun. Dengan kuas yang ia butuhkan, David hanya perlu mengetuk beberapa titik di mata Barbara. Setelah itu, dengan perlahan-lahan, penglihatannya akan pulih total.


Meskipun David juga menulis dua hal ini di daftar, dia tidak berharap keluarga Arkhan dapat menemukan kedua barang yang ia butuhkan tersebut. Kedua barang itu sangat langkah dan susah didapatkan, dan hanya mereka yang mengerti bahan obat kuno yang dapat membedakannya!


"Tuan Alexander, Anda dapat mengatakan apa pun yang Anda inginkan. Selama aku bisa melakukannya, aku tidak akan pernah menolak!” kata Ruben cepat.


"Tuan Alexander, apa gunanya kuas dan cinnabar di daftarmu?” Sonya bertanya.


Lagi pula, kuas tulis dan cinnabar bukanlah barang yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit, dan dua hal ini ada di mana-mana!


“Sonya, karena Tuan Alexander yang menulisnya, itu pasti sangat berguna, jadi jangan banyak bicara!” Kata Ruben sambil memelototi Sonya.


"Tidak apa-apa!" David tersenyum. Kemudian ia berkata jujur :


"Keduanya juga digunakan untuk penyembuhan, tetapi keduanya bukan sikat dan cinnabar biasa, sikat dan cinnabar yang aku butuhkan memiliki energi spiritual, kedua barang tersebut sangatlah langkah dan berharga!"


“Energi spiritual?” Jawab Sonya terkejut!


Ruben juga terkejut dan bingung, ia dan Sonya sama sekali tidak mengerti apa itu energi spiritual!


Melihat keterkejutan keduanya, David dengan tenang menjelaskan :


“Semua hal di dunia ini pastinya lahir dan kemudian mati, dan semuanya memiliki energi spiritual atau bisa disebut energi kehidupan, bahkan barang-barang mati yang biasa dilihat orang-orang di dunia, seperti meja dan kursi dan lain-lainnya memiliki energi spiritual, namun energi spiritualnya yaitu bersifat alam, tetapi itu membutuhkan kondisi dan waktu yang sangat lama. Mungkin puluhan tahun atau ratusan tahun!”


...----------------...

__ADS_1


*Note : setiap benda hidup memiliki energi kehidupan, biasanya energi kehidupan itu bisa di gunakan untuk menyerap energi alam seperti dukun yang menyerap energi hitam saat bersemedi, atau seni beladiri yang terus berlatih sehingga pernafasannya terus meningkat (energi kehidupan meningkat pesat). Sedangkan benda mati yang memiliki energi spiritual biasa orang indonesia menyebutnya "benda itu ada sosok penunggunya karena uda ada sejak bertahun-tahun atau benda sakral"


...----------------...


David takut mereka berdua tidak akan mengerti, jadi dia hanya bisa menjelaskannya kepada mereka berdua dengan cara yang sederhana.


"Oh begitu!" Sonya tiba-tiba berseru kaget karena paham. Kemudian ia berkata :


“Tuan Alexander berarti apa yang ditayangkan di TV itu benar adanya, seperti sebuah pohon keramat yang ada di gua ular yang viral kemarin“


"Sonya, jangan berbicara omong kosong!" Ruben terdiam setelah mendengarkan penjelasan Sonya.


"Nona Arkhan benar, itu yang saya maksud..." Kata David tersenyum kecil.


Awalnya David tidak percaya hal-hal seperti itu. Namun, setelah belajar dari Ervin selama tiga tahun, dia menyadari bahwa ada terlalu banyak hal di dunia ini yang tidak dia ketahui.


Sama seperti teknik jantung kondensasi yang Ervin berikan kepadanya, itu adalah metode kehidupan abadi yang diwarisi oleh nenek moyang mereka yang telah lama hilang.


Ruben tersenyum canggung. Dia tidak menyangka analisis Sonya benar. Jika seseorang mengatakan sesuatu tentang spiritualitas, keabadian, dll. Ruben pasti akan mencibirnya, tetapi jika David yang mengatakannya, Ruben akan peecaya 100%.


David dan Ruben sedang asik berbicara, bahkan tidak melihat ke arah Karl sedikitpun yang sedang berlutut di lantai.


David yang mengetahui sifat asli Karl Sharon tidak akan mau menerimanya sebagai muridnya. Bahkan jika itu adalah orang yang berstatus tinggi dari pada Ruben, jika orang itu memiliki sifat yang buruk, David sama sekali tidak akan mau menerimanya!


Setelah berbicara selama sekitar sepuluh menit, David juga tahu bagaimana Ruben terluka.


Ternyata saat masih muda, Ruben dijebak dengan minuman berracun oleh pesaing bisnisnya. Awalnya setelah pemeriksaan dia baik-baik saja, jadi dia tidak terlalu peduli!


Namun, setelah beberapa bulan. Efek racun tersebut mulai ia rasakan pada jantungny. Dan Rubenpun mulai merasakan tubuhnya semakin lama semakin lemas sampai ia sering kesulitan bernapas.


Awalnya, ia ingin memberitahukan hal ini pada keluarganya. Namun, Ruben takut keluarganya akan khawatir, jadi dia merahasiakannya, itulah sebabnya Sonya tidak tahu ayahnya memiliki penyakit tersembunyi ini!.


David mengerti begitu dia mendengarnya, orang yang melukai Ruben pastilah seorang pejuang, seorang pejuang yang telah mengembangkan kekuatan batin,


*Note : praktisi ilmu tenaga dalam biasa kita sebut dukun, namun dalam novel ini, saya sebutkan "Pejuang" dan kekuatan tenaga dalam saya sebut "kekuatan batin " agar lebih sederhana

__ADS_1


Tampaknya orang itu memang berniat ingin membunuh Ruben. tetapi, karena Ruben seorang pria kaya raya, ia menginvestasikan sebagian hartanya di bidang kesehatan, namun hal tersebut hanya bisa memperlambat jangka waktu kehidupannya bukan menghilangkan penyakitnya. Jika Ruben tidak bertemu dengan David, bisa dipastikan, Ruben akan mati sebelum sampai kerumah sakit!.


"Saya mohon Tuan Alexander untuk menerima saya sebagai murid ..." Teriak Karl yang sedang berlutut di lantai.


Pada saat ini, kakinya sudah mati rasa, disertai rasa sakit, membuat Karl sangat tidak nyaman sekarang.


David melirik Karl dan berkata:


"Bangun, saya tidak akan menerima seorang murid, tetapi jika anda tidak memahami sesuatu, saya dapat memberi anda petunjuk!"


David melihat bahwa Karl sudah berlutut begitu lama, dan dia terlihat tulus melakukan hal tersebut, jadi dia hanya bisa memberinya instruksi, bukan menerimanya menjadikannya muridnya.


Mendengar David mengatakan hal tersebut, Karl sangat gembira dan mengucapkan terima kasih berulang kali kepada David:


"Terima kasih Tuan David, terima kasih Tuan David..."


Karl berdiri perlahan, tetapi kakinya terasa mati rasa dan sakit, seketika ia kesusahan untuk berdiri!


Melihat keadaan Karl tersebut, David mengulurkan tangannya dan menepuk kaki Karl. Rasa sakit dan mati rasa yang dirasakan karl seketika menghilang, hal tersebut memuat Karl terkejut dan takjub kepada David!


David perlahan bangkit dan berkata:


"Maaf Tuan Arkhan, Ibu saya dirumah sendirian. Jadi saya akan pulang terlebih dahulu. Nanti, setelah semua bahan obatnya sudah kamu dapatkan, kamu bisa segera memanggilku!”


"Tuan Alexander, di mana kamu tinggal sekarang? ” Tanya Ruben.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara like, komen, subscribe dan vote (jika perlu gift). Agar author semakin rajin untuk update ceritanya :)


*tolong berikan kritik dan sarannya ya readers, agar menjadi bahan revisi author untuk memperbaiki ceritanya menjadi lebih baik lagi kedepannya!!!


__ADS_2