The Authoritative Man

The Authoritative Man
Memperkenalkan Sonya Arkhan


__ADS_3

"Hanya bercanda, begitu saja takut!" ucap Sonya cekikikan sambil berjalan ke vila!


David tersenyum masam dan mengikutinya. Hati David sedikit khawatir tentang bagaimana Sonya akan mengatakannya pada orang tuanya!


Dia hanya orang biasa bahkan keluarganya sangat miskin, dan Sonya adalah wanita tertua dari keluarga Arkhan. Perbedaan antara identitas keduanya terlalu besar, jadi David sedikit takut akan respon orang tuanya nanti!


“Ayah..ibu...ini Sonya Arkhan, temanku yang meminjamkan rumah ini!” kata David memperkenalkan Sonya pada orang tuanya.


Begitu mereka mendengar kalau pemilik rumah ini disini, Barbara dan Beni Alexander yang sedang duduk di sofa buru-buru berdiri!


"Halo paman...halo bibi...aku datang terburu-buru, dan aku tidak membelikan sesuatu untuk kalian berdua, mohon maafkan saya!" Sonya berkata dengan sangat sopan.


“Tidak masalah nona Arkhan, Anda sudah sangat baik pada kami. Terima kasih nona sudah meminjamkan rumah yang bagus untuk keluarga kecil kami. Keluarga kami tidak tahu harus berkata apa. Jika bukan karena anda, saya khawatir kita tidak akan pernah bisa tinggal di rumah yang begitu bagus ini seumur hidup kita!” ucap Barbara tampak rendah hati.


Setelah berbicara, dia menyenggol Beni Alexander di sebelahnya dan berkata:


"suamiku, cepat tuangkan teh untuk Nona Arkhan!"


"Oh, baiklah!" Beni Alexander mengangguk dengan cepat!


Beni Alexander terlihat bodoh barusan. Dia benar-benar tidak menyangka David memiliki teman yang begitu cantik, dan melihat pakaian dan temperamennya Sonya, dia pasti putri dari keluarga besar dan keluarga kaya, jika tidak, tidak mungkin membeli vila di Pine Land ini!

__ADS_1


Jika Beni Alexander tahu kalau Sonya adalah putri Ruben, orang terkaya di Horendel, dia pasti akan terkejut!


"Paman, jangan repot-repot, aku akan melakukannya sendiri!" Sonya bergegas kedapur dan menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri!


Dan kemudian menuangkan secangkir teh juga untuk Beni Alexander dan Barbara!


Ini adalah rumah Sonya, tentu saja dia tahu seisi rumahnya!


“Paman, bibi, ini teh yang diolah dari daun teh hijau muda. Rasa manisnya samar, tetapi sangat efektif dalam menurunkan lipid dan tekanan darah. Sangat cocok untuk orang tua seperti anda meminumnya! ” kata Sonya sambil meletakkan teh di depan Beni Alexander dan Barbara!


“Nona Arkhan terlalu sopan, meskipun saya tidak bisa melihatnya, tetapi saya tahu dari suaranya kalau Nona adalah wanita cantik yang baik hati. Jika ada seseorang yang bisa menikahi Nona Arkhan, pasti pria itu adalah pria yang sangat beruntung di dunia ini!” ucap Barbara dengan tulus.


Tidak peduli apa identitas Sonya, untuk dapat meminjamkan vila mahal seperti ini kepada David, itu membuktikan kalau dia tidak memandang buruk David, dan bahkan memiliki kesan yang baik tentang David, jika tidak, siapa yang akan menjadi teman biasa yang akan meminjamkan vila mahal seperti ini?


"Bibi, saya tidak sebaik yang anda katakan, pada kenyataannya, saya memiliki temperamen yang buruk, dan David menganggap saya sedikit buruk, bahkan ia sering memarahi saya!"


"Betulkah?" Barbara tertegun, dan segera berkata pada Sonya:


“Nona Arkhan, sebenarnya dalam keluarga, David biasanya cukup jujur, tetapi kadang-kadang dia sedikit keras kepala seperti keledai, sama seperti ayahnya, Jika dia berani memarahimu lagi, katakan padaku, dan aku akan memberinya pelajaran untukmu!”


Ketika Sonya mendengar ini, dia terkikik: "Seperti keledai yang keras kepala?"

__ADS_1


Sambil tertawa, Sonya tidak lupa menatap David, sampai membuat David terlihat malu!


“Bu, jangan bicara omong kosong, Sonya masih memiliki banyak kesibukan dan tidak punya waktu untuk duduk dan mengobrol denganmu!” ucap David pada ibunya.


David berencana untuk membuat Sonya pulang lebih awal, jika tidak, ia tidak tahu apa lagi yang Barbara katakan pada Sonya.


“Tidak apa-apa, aku suka mengobrol dengan Bibi!” kata Sonya pada David sambil tersenyum bercanda.


Kemudian, Sonya berjalan ke sofa dan duduk di sebelah Barbara!


Kali ini, Barbara tidak bisa menutup mulutnya dengan senyum, meraih tangan Sonya, dan keduanya mulai mengobrol selama lebih dari dua jam, sampai tengah malam tiba, akhirnya Sonya pamit pulang kepada keluarga David.....


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara like, komen, subscribe dan vote (jika perlu gift). Agar author semakin rajin untuk update ceritanya :)


*tolong berikan kritik dan sarannya ya readers, agar menjadi bahan revisi author untuk memperbaiki ceritanya menjadi lebih baik lagi kedepannya!!!


__ADS_2