
Qian Yueyue membuka mode 'jangan ganggu' miliknya dan menerima banyak sekali panggilan dan pesan yang ditinggalkan oleh Zhou Meng padanya. Siapa yang perduli dengan itu ? Bukankah Zhou Meng seharusnya sedang bersama dengan kekasihnya ?
Qian Yueyue hanya membaca pesannya dengan malas dan tidak memberikan pesan balasan untuk Zhou Meng. Qian Yueyue menghela nafasnya dan melihat permintaan pesan dari Xu Yang lalu menerimanya.
Perjalanan pulang ini bahkan lebih melelahkan lagi dibandingkan perjalanan pergi, sebagaimana perjalanan ini menjadi lebih padat dan ramai oleh lalu lalang kendaraan kendaraan yang ada.
Ketika dia tiba di rumahnya, itu sudah sore dan tubuhnya saja sudah lelah. Dia naik ke atas dan masuk ke dalam kamar mandinya.
Dia duduk di tepi bathtubnya memainkan ponselnya sembari menunggu air terisi penuh, sementara itu harum bunga mawar mulai menyemerbak memenuhi kamar mandinya.
Setelah penuh , dia masuk ke dalam dan berendam dengan ekspresi damai sebelum akhirnya mendapatkan telepon lagi.
Dia melihat jam dan menyadari bahwa itu sudah pukul 4 sore, seharusnya Zhou Meng juga sudah kembali dari kencan pertamanya dengan kekasih barunya.
Qian Yueyue menarik tanda hijau dengan ragu ragu sebelum akhirnya mendapatkan semburan dari Zhou Meng.
"Yueyue, kamu akhirnya mengangkat telepon ku ! Apakah kamu tahu betapa banyak aku menelpon mu hari ini ?!" Tanya Zhou Meng dengan marah.
"Tidak perlu marah marah, datang saja ke rumahku. " Jawab Qian Yueyue dengan datar.
"Baiklah, aku akan tiba di kediamanmu dalam waktu 15 menit. " Balas Zhou Meng.
"Kamu tidak di rumah ?" Tanya Qian Yueyue.
"Ya, aku baru saja kembali. Tunggu aku disana, aku akan tiba secepatnya. " Jawab Zhou Meng.
Qian Yueyue memutuskan sambungan telepon itu dan merasa kehilangan mood untuk melanjutkan mandinya sehingga dia hanya mandi dengan sederhana sebelum akhirnya berjalan keluar.
__ADS_1
Dia berganti pakaian dan berjalan turun ke ruang tamu untuk menyambut Zhou Meng. Dia penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Zhou Meng.
Tidak lama kemudian, memang Zhou Meng datang dan pelayanan membukakan pintu untuknya. Qian Yueyue duduk disana dengan acuh tak acuh.
"Kenapa kamu bisa mengenal Xu Yang ?" Tanya Zhou Meng dengan marah.
"Duduk dulu , kamu datang dan marah marah. " Jawab Qian Yueyue.
Qian Yueyue mengangkat pandangannya dan bertemu dengan tatapan Zhou Meng yang marah.
"Kenapa jika aku mengenal Xu Yang ? Dia pria yang baik, kamu bahkan bermain dengan kekasihmu di akhir pekan. Bukankah aku seharusnya juga mencari teman ?" Tanya Qian Yueyue.
"Jangan katakan bahwa dia pria yang baik ! Apakah kamu tahu seberapa sering dia dipanggil ?! Apakah kamu tahu betapa tidak taat nya dia ?!" Teriak Zhou Meng.
Qian Yueyue tidak menjawab dan menatap Zhou Meng dengan tatapan dingin. Atas dasar apa Zhou Meng ingin mengaturnya ?
"Apa hubungannya itu denganku ? Dia orang yang baik, aku yakin orang lain akan menjawab hal yang sama denganku. Dia adalah teman baruku. " Balas Qian Yueyue berusaha untuk tetap tenang.
"Qian Yueyue ! Kenapa kamu bahkan tidak pernah ingin mendengarkanku ?! Apakah pertemanan kita selama tiga belas tahun ini benar benar sia sia dimatamu ?!" Teriak Zhou Meng.
Qian Yueyue tidak tahan lagi dengan kemarahan yang memenuhi hatinya belakangan ini. Dia bangkit dan memukul meja dengan kuat.
"Zhou Meng ! Jangan mengatakan bahwa ini sia sia di mataku, bukankah kamu yang memulai semuanya terlebih dahulu ?! Kamu berkencan dengan seseorang bahkan tanpa mengatakan apapun padaku, sekarang kamu ingin melarangku ?! Sebenarnya yang meremehkan persahabatan tiga belas tahun ini, aku atau kamu ?! " Teriak Qian Yueyue.
Zhou Meng memandangnya dengan tatapan tidak percaya seolah olah tidak percaya bahwa dia akan mengatakan hal itu.
"Apakah berkencan dengan seseorang salah ?" Tanya Zhou Meng.
__ADS_1
"Bukan hal yang salah, lalu apa salahnya jika aku memiliki teman baru ? Atas dasar apa kamu memarahiku disini ?" Tanya Qian Yueyue menanyakan hal ini balik.
Zhou Meng mengepalkan tangannya dengan keras karena kesal dengan sikap Qian Yueyue.
"Baik, karena itu adalah pilihanmu maka aku tidak akan mengatakan apapun lagi. Karena kamu ingin persahabatan kita berakhir seperti ini maka aku tidak akan memaksa. Hanya saja aku tidak pernah membayangkan bahwa pikiranmu begitu sempit. " Ucap Zhou Meng.
"Pemikiranku sempit ? Kamu seharusnya menanyakan hal ini pada dirimu sendiri ?! Selama ini, siapa yang selalu berusaha mempertahankan persahabatan ini ? Itu semua selalu aku !" Teriak Qian Yueyue.
"Kamu sekarang mengungkit tentang persahabatan kita ? Qian Yueyue, kamu berubah terlalu banyak. " Balas Zhou Meng dengan tatapan tidak percaya.
"Aku berubah terlalu banyak ? Baiklah, aku memang berubah terlalu banyak tapi Zhou Meng, pada akhirnya aku tidak bisa mengenali dirimu yang pada saat ini lagi. Kamu sudah tidak mirip dengan sahabatku lagi , aku berpikir bahwa tiga belas tahun persahabatan kita benar benar sia sia. " Ucap Qian Yueyue dengan kecewa.
Pada akhirnya, dia tidak percaya bahwa Zhou Meng benar benar tidak ingin mengerti dirinya dan hanya berpikir dirinya sendiri. Tampaknya, Zhou Meng benar benar berubah dari orang yang dikenal olehnya.
"Qian Yueyue, akhirnya aku menyadari bahwa kamu adalah orang yang sangat egois, kamu adalah orang paling egois yang pernah aku temui . Aku tidak mengerti bagaimana aku bisa bertahan berteman dengan ku selama tiga belas tahun ini, selama ini aku selalu mengalah tapi kali ini aku tidak akan melakukan hal yang sama." Ucap Zhou Meng.
Zhou Meng berbalik dan meninggalkan kediaman Qian Yueyue sementara Qian Yueyue duduk di sofa rumahnya dengan tenang tanpa suara.
Hanya saja matanya yang sudah sejak lama memerah mulai mengalirkan air mata, dia sudah menahannya sejak tadi.
Qian Yueyue merasa sakit hati karena merasa seperti kehilangan sahabat setianya, mereka berteman selama tiga belas tahun dan bukan merupakan waktu yang singkat.
Hanya saja pada akhirnya mereka masih tidak mengerti satu sama lain, betapa mengejutkannya hal ini.
Qian Yueyue menyeka air matanya dengan kasar sebelum akhirnya berlari ke atas untuk kembali ke kamarnya. Sementara disisi lain, Xu Yang yang baru saja kembali ke kediamannya yang mewah menyadari bahwa ada mobil yang terparkir di bagian depan yang menunjukkan bahwa Ayahnya telah kembali.
Xu Yang menghela nafas kasar dan tidak ingin masuk terutama ketika dia mendengar suara bantingan barang dari dalam kediamannya.
__ADS_1
Dia tetap turun dari motornya dan berjalan masuk ke dalam rumah hanya untuk melihat Ayah dan Ibunya yang sedang bertengkar satu sama lain, saling melempar barang sementara di balik tubuh Ayahnya ada seorang wanita muda yang cantik.