The Beautiful Glass Heart

The Beautiful Glass Heart
02. Sakit Hati


__ADS_3

"Sudahlah, sudah larut. Kembalilah dulu, aku akan beristirahat. " Ucap Qian Yueyue.


"Jika ada hal yang mendesak maka kamu bisa memanggilku kapan saja, kamu bisa menelponku. Aku akan selalu menjadi sahabatmu yang siap siaga. " Balas Zhou Meng.


Qian Yueyue tersenyum lalu melambaikan tangannya dan menutup pintu mobil, ketika dia berbalik, air matanya mulai mengalir secara tidak terkendali.


Dia berjalan dan masuk seolah olah tidak ada yang salah, air mata dan air hujan telah bercampur menjadi satu.


Dia sengaja menurunkan payungnya, agar air matanya di hapus oleh air hujan ini. Penjaga kediamannya melihat bahwa dia telah kembali dan langsung membuka pintu untuknya.


Qian Yueyue melirik ke garasi rumahnya dan menyadari bahwa tidak ada satupun mobil disana yang menunjukkan bahwa kedua orang tuanya masih berada diluar.


Sudah pukul berapa ini ? Sudah hampir jam 8 malam tapi mereka masih belum kunjung kembali, tapi itu juga tidak mengejutkan.


Mereka kembali lewat dari tengah malam atau bahkan tidak kembali juga bukan hal yang mengejutkan.


Bahkan, jika dia pergi ke luar negeri untuk bertanding, dia hanya mendapatkan pesan menyemangati.


Mereka tinggal serumah dan tidak memiliki konflik, tapi pada saat yang sama mereka sangat jarang bertemu. Bahkan bertemu di akhir pekan saja sulit.


Ibunya, seorang desainer ternama dan sering pergi mengikuti acara acara fashion sementara Ayahnya adalah Aktor terkenal, bayarannya benar benar tidak terhitung lagi.


Mereka bekerja tanpa henti, Qian Yueyue tahu bahwa mereka melakukan itu agar dia bisa hidup yang layak. Tapi, apakah dia egois karena menginginkan waktu yang lebih banyak dari kedua orang tuanya ? Perlahan lahan, dia menjadi terbiasa akan hal ini.


Tapi tenang saja, karena ada Zhou Meng yang akan selalu menemaninya, tapi sekarang sudah berbeda. Bahkan Zhou Meng sudah memiliki kekasih dan memiliki orang lain untuk bermain, dia telah ditinggalkan sendirian.


Ketika dia masuk, dia disambut oleh beberapa pelayan untuk membawa barang barangnya. Qian Yueyue langsung naik ke kamarnya tanpa makan malam dan melepaskan seluruh pakaiannya.


Dia berendam di bathtubnya yang telah diisi dengan sabun dan wewangian serta air hangat yang membantu menenangkan rasa sakitnya.

__ADS_1


Disini, dia bisa menangis tanpa takut terdengar oleh orang lain. Di dalam sini, dia bahkan bisa mati tanpa diketahui oleh orang lain.


Qian Yueyue menangis dengan kencang dan beberapa kali berteriak, dia tidak marah pada siapa siapa hanya marah pada dirinya sendiri.


Marah pada nasibnya yang tidak beruntung, tapi apakah dia harus berhenti disini ? Qian Yueyue sendiri tidak yakin dengan jawabannya.


Jika ditanya, apakah dia cinta pada Zhou Meng ? Maka jawabannya adalah sangat cinta. Tapi, jika ditanya apakah dia bersedia untuk tetap mengejar Zhou Meng ? Maka jawabannya mungkin tidak.


Dia sudah mengatakannya sebelumnya, dia menolak untuk menganggu hubungan orang lain, terutama sahabatnya sendiri. Semoga, Zhou Meng bahagia dengan pilihannya sementara dia sendiri mungkin harus beranjak dari zona nyamannya ini.


Qian Yueyue merasa takut tapi pada saat yang sama dia tidak memiliki pilihan lain. Suhu tubuhnya yang semula hangat berubah menjadi agak lebih baik.


Seperti yang dikatakan oleh Qian Yueyue, dia benar benar tidak masuk sekolah pada keesokan harinya, sekolah juga tidak mendesaknya terutama ketika dia memiliki banyak sekali prestasi.


Suara getaran dari ponselnya terdengar dan Qian Yueyue yang berbaring di atas ranjangnya mengulurkan tangannya untuk menyentuh ponselnya yang ada di atas meja nakas.


"Sayang, kenapa kamu tidak masuk sekolah hari ini ? Ibu mendengar bahwa kamu tidak masuk hari ini sehingga sekolah menelpon ke ibu untuk menanyakan kondisimu. " Ucap suara khawatir di seberang sana.


"Aku sedang dalam kondisi kurang sehat, bu. Aku sudah demam sejak semalam, paling tidak berada di 38 derajat Celsius. " Balas Qian Yueyue.


"Apa ?! Ibu akan panggilkan Dokter untuk memeriksamu. Jangan kemana mana, Ibu akan segera menghubungi Dokter. Ibu juga akan memberi tahu ke Ayah. " Ucap Ibunya dengan panik.


"Jangan berlebihan bu , aku baik baik saja setelah beristirahat. Apakah Ibu dan Ayah tidak kembali ?" Tanya Qian Yueyue.


"Ah sayang sekali, tapi malam ini Ibu akan kembali lebih cepat. Kemarin ibu sudah terlanjur sangat malam sehingga memutuskan untuk menginap di apartemen. Sementara Ayahmu, melakukan syuting diluar kota. Mungkin besok baru akan kembali. " Jawab Ibunya.


"Ibu, apakah bisa kembali sedikit lebih cepat ? Aku benar benar merindukan kalian berdua. Yang aku butuhkan bukanlah obat, aku membutuhkan kalian berdua untuk menemaniku. " Racau Qian Yueyue.


"Apa yang sedang kamu bicarakan ? Bukankah kamu tahu bahwa kami bekerja dengan begitu keras untukmu ? Agar kamu memiliki hidup yang terjamin bahkan ketika kamu tidak akan bekerja di masa depan. " Ucap Ibunya dengan bingung.

__ADS_1


"Apakah aku setidak berguna itu, Ibu ? Sampai sampai kalian khawatir bahwa aku tidak akan memiliki pekerjaan ? Kalian semua selalu memandangku dengan remeh bahwa aku tidak akan bisa menjadi sebaik kalian, aku memang buruk !" Ucap Qian Yueyue dengan marah dan putus asa.


"Yueyue, apa yang terjadi padamu ?! Ibu akan segera kembali untuk melihatmu, Ibu juga akan menelpon Ayahmu. " Balas Ibunya dengan buru buru dan mematikan teleponnya.


Pada saat yang sama, air mata kembali menetes tanpa henti. Qian Yueyue merasa bahwa emosinya tidak stabil setelah kejadian semalam.


Tidak seharusnya dia mengatakan hal seperti itu pada Ibunya dan dia menyesal karena telah mengatakan itu, walaupun memang itulah yang dia rasakan.


Qian Yueyue memejamkan matanya dan berusaha untuk menghentikan air matanya.


"Yueyue, kamu benar benar bodoh. " Gumamnya dengan kesal sekaligus putus asa.


15 menit kemudian, pintu diketuk oleh seseorang yang tidak lama kemudian langsung masuk. Yang masuk adalah seorang gadis muda mungkin hanya beberapa tahun lebih tua darinya.


Itu adalah Wei Yin, Dokter Pribadi Keluarganya yang baru saja berusia 22 tahun tapi sudah memiliki banyak prestasi dan bakatnya juga tidak bisa dijelaskan dengan kata kata lagi.


Karena selisih usia mereka yang tidak terlalu jauh sehingga membuat mereka menjadi jauh lebih dekat.


"Apakah kamu sakit ? Aku tidak melihat ada yang salah denganmu. " Ucap Wei Yin.


"Tidak ada yang sakit, aku hanya demam biasa. " Balas Qian Yueyue dengan santai.


"Matamu bengkak, apakah kamu habis menangis semalaman ? Siapa yang kamu tangisi seperti itu ?" Tanya Wei Yin dengan nada agak mengejeknya.


"Siapa yang menangis ? Aku hanya tidak bisa tertidur semalaman karena demam. Jadi, apakah kamu bisa memberikan surat kepada sekolahku agar aku izin sampai akhir pekan ? " Tanya Qian Yueyue.


"Apakah kondisimu separah itu ?" Tanya Wei Yin sambil memeriksa tubuhnya.


"Ya." Jawab Qian Yueyue.

__ADS_1


__ADS_2