THE BOSS ON MY BED

THE BOSS ON MY BED
2.


__ADS_3

“JANGAN nakal,. ih. Ada Stefi."


“Gak apa-apa. Dikit, kok, Ras."


Stefi mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia enggan menatap Laras dan Bram yang tengah bermesraan. Kini mereka sedang berada di salah satu ruang karaoke. Mulanya, kegiatan mereka hanya bernyanyi, tapi lama-kelamaan Laras dan Bram sudah mulai ber**mbu. Stefi hanya bisa men-scroll pilihan judul lagu di layar yang ada di depannya. Stefi pun secara acak memutar lagu, asalkan tidak hanya suara ******* Laras saja yang terdengar di ruangan ini.


“Udah gak tahan, Ras."


“Gila, ada Stefi. Sembarangan."


“Beneran udah gak tahan tapi."


Stefi berdeham. Tenggorokannya tiba-tiba kering saat mendengar percakapan Laras dan Bram. Tanpa pikir panjang. Seefi mengambil gelas di dekatnya lalu meminumnya cepat. Stefi tersadar mata Bram yang mengawasinya dari tempat duduknya. Sontak Stefi langsung terbatuk dan merasa kebas pada lidahnya. Minuman apa ini? la ingat sekali meminta air putih saja tadi.


“Bram! Geli. Jangan di el*s".


Tiba-tiba suara Laras kembali terdengar. Stefi benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia pun langsung berdiri. Ia sudah tidak tahan.

__ADS_1


“Mbak, aku ke toilet sebentar."


Stefi langsung berlari keluar ruangan karaoke. Sepertinya, ia harus kembali lagi beberapa jam kemudian. Tiba-tiba ia merasa pusing melandanya. Dengan masih berusaha berjalan, ia menuruni tangga.


Stefi merasa tenggorokannya terasa panas. Kepalanya makin pusing. Tiba-tiba ia melihat pintu yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Stefi pun berjalan memasukinya dengan langkah lunglai. Ia melihat seorang pria duduk di sana. Pria itu sendirian.


“Mas, saya numpang duduk, ya. Saya pusing."


Stefi segera duduk di salah satu sofa di sana. Namun kepalanya masih terasa pusing, bahkan ini membuatnya mual.


“Lo kenapa?"


“Pusing."


Ia hanya menjawab singkat. Rasa panas ini benar-benar mengganggunya. Apa ini sensasi dari minuman yang ia minum tadi? Stefi mulai kehilangan akal. Ia bahkan dengan tidak tahu malunya meminta pertolongan dengan pria yang yang tidak ia kenal ini. Stefi benar-benar tidak tahu apa yang tengah terjadi. Tubuhnya terasa dipeluk seseorang, bahkan bibirnya makin terasa panas.


“Kita cari kamar. Lo udah bikin gua tegang."

__ADS_1


Stefi mel*nguh dalan dekapan seseorang. Terdengar juga suara pintu terbuka, dan saat pintu itu kembali tertutup, Stefi merasa tubuhnya didudukkan di sebuah meja. Stefi mecoba membuka mata. Ruangan itu cukup remang. Seseorang yang sedang berdiri di depannya. Kini tengah menciumnya ganas. Stefi melen*uh saat kulitnya terasa disentuh halus. Perasaan apa ini? Adrenalin nya terpacu.


“Lo...., lo ngapain?"


stefi berusaha keras untuk berbicara saat cel*nanya terasa dilu*uti. Bahkan, sebuah tangan kini sudah bermain di bawah sana.


“Ini semua salah lo. Lo yang bikin gue tegang. Oke, babe?"


**********


Remi terbangun dari tidur nyenyak nya. Senyumnya terukir lebar saat kembali memikirkan kejadian semalam. Pria itu melirik ke sisi kirinya dan menemukan wanita yang menemaninya bermain semalaman, masih terlelap. Remi beringsut mendekat, dipeluknya tubuh itu dari belakang.


Remi sangat puas dengan kegiatan semalam. Wanita ini luar biasa. Permainannya yang amatir itu sangat bisa membuat gai*ahnya tersulut. Dici*minya leher wanita itu lembut. Ah, ia ingin mengulang kegiatan semalam. Tapi, ia tidak Sampai hati membangunkan wanita ini.


Remi pun memutuskan untuk bangun dan segera mandi. Ia akan berbicara lebih lanjut dengan wanita ini nanti. Namun, sebelum ia benar-benar bangun, Remi ingin melakukan sesuatu. Pria itu makin merapatkan tubuhnya dan memeluk wanita itu dari belakang. Dici*mnya lembut tengkuk itu, menyebabkan leng*han terdengar dari bibir wanita yang begitu ia puja semalaman. Tubuh wanita itu bergerak gelisah. Des*han keluar dari mulut wanita di pelukannya. Remi menyeringai.


“Slow, Babe. Jangan banyak gerak. Gue bisa lebih horny nanti. Gue mandi dulu, oke?"

__ADS_1


Remi pun benar-benar bangun. Pria itu tidak akan pernah berpikir dan mengira jika setelah mandi, ia akan melihat kasir di sana yang sudah kosong.


Wanita itu menghilang.


__ADS_2