The Careless Girl

The Careless Girl
Rencana Makan Malam


__ADS_3

Sesampai nya Arandita di kamar ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang


Huhh.. "Emang harus banget yah gue ikut pergi buat makan malam besok" Gumam Arandita sambil menghela napas berat


Arandita pun segera memejamkan matanya dan segera tidur, karena besok dia harus bangun pagi dan memulai aktifitas seperti biasanya. Yaitu pergi ke sekolah, dan dia harus bangun pagi pagi sekali sebelum Mama Lily yang membangunkanya dengan alarem miliknya itu. Kalau sampai dia bangun kesiangan lagi, siap- siap saja dia harus mendengar alaram panci penggorenganya Mama Lily yang memekakan telinga itu


**


Hari ini Arandita bangun pukul 06:40 AM. Arandita hari ini bangun lebih pagi dari hari-hari biasanya, dan pagi ini Arandita tidak perlu mendengar panci di ketok-ketok oleh Mama Lily. Karena kalau sampai dia bangun siang dan telat ke sekolah bukan hanya telinga nya saja yang sakit karena mendapatkan bunyi Alarem dari panci penggorengan tapi juga akan mendapat omelan yang super berisik dari Mama Lily karena dia telat ke sekolah. Dan lebih parahnya lagi Mama Lily akan menyama-nyamakan dirinya dengan se ekor kebo Ironis bukan ! ya memang begitulah Mama Lily berbeda dengan ibu-ibu yang lain, mana ada sih ibu yang menyamakan anaknya dengan se ekor kebo kecuali Mama Lily


Huh memang begitulah Mama Lily selalu saja memarahi Arandita setiap pagi, karena kebiasaan buruk arandita yang selau kesiangan dan ceroboh dalam melaksanakan segala sesuatu nya. Tapi meski begitu Mama Lily sangat menyayangi Arndita putri sematawayang nya itu. Begitu pun Arandita juga sangat menyayangi Mama Lily yang super cerewet itu.


**


Arandita turun kebawah dan menghampiri Mama Lily dan juga Papa Wiguna yang tengah duduk di meja mkan sambil menikmati sarapan yang telah tersedia di meja makan tersebut


"Pagi. Mah,Pah" Ujar Arandita menyapa kedua orang tua nya.


"Pagi juga Sayang" Ujar Mama Lily"


Arandita segera duduk di kursi samping Mama Lily, dan langsung menyambar Roti selai coklat yang sudah di sediakan oleh Mama Lily tadi

__ADS_1


"Gitu dong bangunya lebih pagi, jadi Mama nggak usah repot- repot bangunin kamu pake panci penggorengan Mama"Ujar Mama Lily sambil menuangkan susu kedalam gelas dan kemudian menyerahkan nya ke hadapan Arandita


"Iya lah,, cape juga kali Ma ini telinga Arandita kalu tiap pagi harus denger panci sama suara Mama yang super berisik itu,,bisa -bisa entar telinga Arandita pecah lagi kalo harus denegr Mama gembrong-gembrong tiap pagi" ujar Arandita sambil mencebikan bibirnya ke depan


"Makanya kamu tuh harus biasain bangun pagi biar Mama nggak usah bangunin kamu pake panci penggorengan lagi. Cape juga kali kalau mama harus bangunin kamu tiap pagi" ujar Mama Lily


"Yaudah kalau cape nggak usah bangunin Arandita pake panci lagi" Ujar Arandita sambil memakan roti yang di buatkan Mama Lily tadi


"Kalau Mama enggak bangunin kamu pek panci pengorengan kamu tuh nggak bakalan bangun" Ujar Mama Lily


"Ini Dita bangun, walau pun ngagak Mama bangunin juga" Ujar Arandita


"Dita inget kita nanti malem bakalan pergi kerumahnya om Aryo, kamu dandan yang cantik" ujar Papa Wiguna


"Enggak dandan juga Dita tuh udah cantik kali Pah" ujar Arandita dengan sombong nya.


"Iyalah Cantik kan kayak Mama nya" Ujar Mama Lily


Papa Wiguna hanya mengelengkan kepalanya saja. "Anak sama Mama sama aja"Ujar Papa Wiguna


Arandita pun segera menyelesaikan sarapan pagi nya , dan setelah itu Arandita beranjak berdiri dan berpamitan kepada Papa Wiguna dan juga Mama Lily

__ADS_1


"Dita berangkat dulu ya Mah, Pah" Ujar Arandita berpamitan sambil menyalami tangan kedua orang tuanya .


Arandita pun beangkat dan segera memasuki mobil sport nya dan melajukan nya melewati gerbang rumahnya.


**


Sesampai nya di sekolah, Arandita pun segera memarkirkan mobilnya di area parkir sekolah.


Tak berselang lama kemudian datang mobil Irene dan juga Vivit yang langsung di parkirkan di sebelah mobil Arandita


Arandita turun dari mobil sport nya dan di susul oleh Irene dan juga Vivit yang ikut keluar dari mobil milik nya.


"Tumben loe udah dateng ! biasanya juga kesiangan" ujar Irene


"Nggak usah banyak omong deh ! " Ujar Arandita sambil berlalu meninggalkan kedua sahabatnya


"Itu sahabat loe kenapa Vit ? "Ujar Irene


"Mana gue tau ! " Uajar Vivit


"Yaudah yuk masuk " Ujar Irene yang langsung masuk dan di susul dari belakang oleh Vivit

__ADS_1


__ADS_2