
Arion duduk di kursi putarnya, sambil sesekali memijit pelipisnya, karena ia merasa pusing akan tingkah laku Arandita saat berada di ruanganya tadi.
"Dasar gadis sinting". Gumam Arion sambil menyunggingkan senyum
Arion teringat saat ia menyuruh Arandita pulang tadi sore, gadis itu tetap tidak mau pulang karena beralasan ingin melihat Arion bekerja
***
"Kenapa kamu belum pulang juga?" tanya Arion dengan muka datarnya
"Abisnya gue seneng liat loe kerja"ucap Arandita sambil tersenyum. Loe itu ganteng tau gak!.. Kalau mukanya lagi serius kek gitu. Ucap Arandita sambil senyum senyum sendiri
"Saya tahu" ucap Arion tanpa menoleh sedikitpun kepada Arandita. Dan tetap pokus kedepan komputernya itu.
"Geu suka tahu nggak sama loe"
Arion hanya memutar bola matanya jengah mendengar pernyataan Arandita, yang begitu mudahnya mengatakan suka kepada seseorang yang baru dia kenal.
"Kenapa kamu suka sama saya?" tanya Arion.
"Ya karena loe gantenglah" ucap Arandita dengan lantang tanpa ada rasa ragu sedikitpun
"Loe itu tipe gue banget tahu nggak" ucap Arandita. Tapi sayang_ ucapan Arandita terjeda
"Sayang kenapa?" tanya Arion yang
penasaran.
__ADS_1
"Cieee loe bilang sayang ke gue" ucap Arandita Sambil cekikikan
Arion hanya memutar kedua bola matanya jengah dan mengelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan ,melihat kelakuan gadis di depanya itu
"Kamu tuh masih kecil harusnya tuh belajar" ucap Arion memperingati
"Gue udah gede kok" ucap Arandit sambil memonyongkan bibirnya karena tak terima di katai anak kecil oleh Arion
"Memanganya umur kamu berapa?" tanya Arion sambila tersenyum meremehkan
"18 tahun" bentar lagi gue juga lulus. Terus kuliah, berarti gue udah bisa dibilang dewasa. Kata Arandita dengan menaik turunkan Alisnya
Arion hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Cieeee,,,, loe senyum kek gue udah mulai suka yah?" Tanya Arandita sambil nyengir menampakan deretan gigi putihnya.
"Selera saya bukan kamu" ucap Arion sambil tersenyum meremehkan
Arion hanya menggelengkan kepalanya. Karena merasa pusing melihat tingkahlaku gadis di depanya itu
"Emang selera mas ganteng itu kek gimana sih? tanya Arandita yang penasaran dengan selera laki laki di depanya itu.
"Yang jelas selera saya itu bukan kamu" ucap Arion
"Tapi jodoh loe itu gue" Ucap Arandita tak mau kalah
"Saya tidak mau punya jodoh gadis ceroboh seperti kamu" Ucap Arion tak mau kalah
__ADS_1
"Siap yang Ceroboh???.." Tanya Arandita sambil mengerucutkan bibirnya tak terima
"Kamu" Ucap Arion datar
"Gue nggak cerboh yah!.." Ucap Arandita sambil berkecak pinggang
"IYa, Kamu tuh bukan hanya ceroboh tapi juga gadis pebawa sial di kehidupan saya" ucap Arion datar
"Ih,,Kok loe nyebelin sih!.."
"Mending kamu keluar dari ruangan saya sekarang!",,, Pusing saya ada kamu di sini .Ucap Arion datar.
"kalo gue nggak mau loe mau apa?.." ucap Arandita menantang.
"kalau kamu nggak keluar sekarang, terpaksa saya akan panggil satpam buat seret kamu keluar dari ruangan saya" Ucap Arion dengan wajah dinginya yang hampir mirip Kulkas berjalan itu.
"IYa Iya,,, gue balik sekarang nggak perlu di seret juga kali" ucap Arandita sambil berjalan kearah pintu dengan bibir yang masih mengerucut kedepan.
"Baguslah jadi saya nggak perlu repot-repot panggil satpam buat ngusir kamu dari sini"
"Dikira gue apaan pake di seret-seret segala" gerutu Arandita tak terima
***
Arion kembali memijit pelipisnya karena membayangkan kejadian tadi sore yang membuatnya pusing setengah mati.
"Kok ada yah gadis yang modelan begitu" ucap Arion sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
Arion heran setiap kali bertemu dengan Gadis ceroboh itu selalu ada saja kesialan dalam hidupnya . Contohnya ; Pertama kali ketemu, mobilnya tertabrak .Dan yang kedua Arion di tabrak dan di cium oleh Arandita di depan toilet. Dan yang ketiga, yaitu tadi sore Arandita mebuat Arion pusing karena tidak mau pulang dan beralasan ingin melihat Arion bekerja. Dan yang paling mengerikan, Arandita bilang kalau dia menyukai Arion Aneh bukan!..
Arion tak bisa membayangkan kalau saja setiap hari dia bertemu denggan gadis ceroboh itu, mungkin bisa saja kepalanya terlepas dari tubuhnya saking pusing menghadapi tingkah laku Arandita.