The Careless Girl

The Careless Girl
Kulkas Berjalan


__ADS_3

Arandita menuruni anak tangga dengan seragam sekolahnya, dengan tas yang di sampirkan di bahu kanan nya.


"Sarapan dulu " ucap mama Lily. Aranditapun duduk di kursi meja makan bersebelahan dengan papa Wiguna.


"Tumben mama nggak ngetok-ngetok panci ke kamar Arandita?". ucap Arandita karena heran tadi pagi Mama Lily tidak mebangunkanya dengan suara panci yang sering di ketok ketok hingga menghasilkan suara yang begitu nyaring.


"Capek mama kalau tiap pagi harus gembrang gembrong bangunin kamu pake panci". ucap mama Lily.


"Ya bagus dong" .Kenapa nggak dari dulu aja capek nya ? ucap arandita sambil nyengir


"Lain kali kamu mama bangunin pake granat aja yah!. Biar besoknya Mama nggak usah ngebangunin kamu lagi" ucap mama Lily sambil tertawa.


"Ih nyebelin".rajuk Arandita sambil mencebikan bibirnya. Dan segera menghabiskan roti miliknya


"Yaudah gih sana berangkat " ucap Papa Wiguna


Yaudah Arandita berangkat , Asa'alamualaikum.ucap Arandita sambil mencium keduan tangan orang tuanya.


*


*


Di kantor Arion sedang rapat dengan beberapa klien nya. Salasatunya adalah Papa Wiguna.


Pkl. 14: 30 rapat baru selesai


"Oh iya pak,, nati berkas-berkasnya saya akan suruh orang untuk mengantar ke kantor Pak Arion". ucap papa Wiguna


"Baiklah terimakasih" ucap Arion


"Senang bekerja sama dengan pak Arion" ucap Papa wiguna sambil menjabatangan Arion.


*


*


Arandita berbaring diatas sopa sambil memainkan handphone nya. Dengan televisi yang menyala . Tak lama kemudian telpon rumah berbunyi.


" Kringggggg.."


"Bik Enjum ada telpon" teriak Arandita dengan posisi yang sama masih selonjoran di atas sopa.

__ADS_1


"Bik Enjum!......" teriak Arandita yang sebal karna teriakanya tidak di gubris oleh Bik Enjum.


"Bik Enjum nya lagi nggak ada " ucap mama Lily yang baru datang dari arah dapur. "Kamu kan deket Arandita ,Tinggal di jawab apa susahnya sih. Jadi orang ko males banget" ucap Mama Lily .


"Iya iya Arandita jawab telponya ". Aranditapun menjawab dengan ogah-ogahan.


" Halo!"


"Oh Papa ,Ada apa Pah?" tanya Arandita


"Kamu bilangin sama Mama kamu ,tolong ambilin berkas-berkas Papa yang tadi pagi ketinggalan!". Terus suruh dianter ke kantor Pak Arion .Sama mang Amin . ucap Papa Wiguna.


"Kan Mang Aminya lagi sakit Pah ,mana bisa nganterin berkas-berkas papa ke kantor".


"Yaudah kalau gitu kamu aja yang anterin berkas- berkas Papa ke kantornya Pak Arion".ucap papa Wiguna.


"Kok Arandita sih pah" ucap Arandita sambil mencebikan bibirnya.


"Pokok nya Arandita nggak mau" kekeh Arandita.


"Ayolah Arandita kamu bantuin Papa anterin berkas- berkasnya ke kantor Pak Arion". ucap Papa Wiguna


"Yaudah ntar Papa kirim alamatnya ke kamu." ucap Papa Wiguna


"Iya"


*


*


Sesampainya di kantor Arion. Arandita bergegas masuk ke dalam dan ingin menyerhkan berkas- berkas yang di suruh Papa Wiguna.


"Maaf mbak,, saya mau tanya ruangan Pak Arion dimana yah?" tanya Arandita


"Apakah anda sudah memiliki janji dengan Pak Arion ?"


"Enggak ,tapi saya mau ngsih berkas-berkas ini kepada Pak Arion" ucap Arandita


"Baiklah saya akan menghubungi Pak Arion dulu. "


"Yasudah Silahkan masuk Mbak. Kantornya Pak Arion ada di lantai tujuh." ucap sekertarisnya Pak Arion

__ADS_1


"Baik terimakasih." ucap Arandita


Aranditapun menaiki Lift dan menuju ke lantai tujuh dimana ruangan Arion berada, bersama Sekertaris Pak Arion.


Sesampainya di depan pintu.


"Tok..tok..tok"


"Masuk" ucap Arion


"Silahkan masuk Mbak" ucap Sekertaris Pak Arion


"Iya" ucap Arandita


Aranditapun masuk kedalah ruangan Arion . Ruangan itu sangat elegan ,dengan cat warna Abu-abu dan ada beberapa lukisan yang menghias dinding .Dan memberikan kesan yang begitu nyaman.


Arion tersentak saat melihat siapa yang masuk kedalam ruanganya itu. Dialah gadis 'Ceroboh' yan beberapa hari lalu mengacaukan hari- harinya .Dan yang lebih parahnya lagi .Dialah gadis yang menciumnya waktu di toilet.


"Ngapain kamu disini" tanya Arion dengan nada juteknya


"Gue anaknya Pak Wiguna ". Ucap Arandita


"Nih,,,gue mau ngasih berkas-berkas ini ke loe".ucap Arandita sambil memberikan berkas berkas yang di titipkan Papa Wiguna kepadanya.


"Arion pun menerima berkas- berkas yang di sodorkan Arandita tadi"


"Oh ternyata Namanya Arion Seanopata Wijaya. Udahmah ganteng, tajir CEO lagi beuhh idaman banget inimah pantes banget jadi laki gue batin Arandita.


"Ngapain kamu senyam-senyum?" tanya Arion yang heran melihat Arandita yang menatapnya sambil senyam-senyum.


"Sinting".Gumam Arion. Samar-samar yang masih bisa di dengar oleh Arandita


"Apa Loe bilang ,gue sinting!" teriak Arandita karena tak terima dia dikatai Sinting oleh Arion.


"Kalo bukan sinting terus apa?" kata Arion dengan menyeringai


"Loe nggak usah ngatain gue sinting!,,,entar loe suka sama gue baru tau rasa". ucap Arandita dengan menyunggingkan senyum


Sory,,,selera saya bukan 'ANAK KECIL' kayak kamu. Ucap Arion sambil tersenyum meremehkan .


Arandita menggeram jengkel. "Bisa-bisanya dia yang cantik jelita bak bidadari ini dikatai sinting oleh laki-laki 'KULKAS BERJALAN' macam Arion yang dingin dan cueknya ngalahin kutub utara itu. Dan bahkan Aranditapun disebut sebagai Anak kecil oleh Arion.

__ADS_1


__ADS_2