
Setiap hari minggu, Arion selalu menyempatkan diri untuk ber olahraga. Contohnya pagi ini, Arion joging di sekitaran taman dekat apartemenya.
Arion melihat jam yang ada di pergrlangan tanganya. Dan kini waktu menunjukan Pkl 10 pagi, Arion baru saja selesai berjoging dan memilih untuk duduk di kursi yang berada di taman tersebut. Setelah dirasa cukup lelah dan tiba-tiba tenggorokanya terasa kering dan haus. Arion menyempatkan untuk membeli minum di minimarket yang ada di dekat taman tersebut .
Setelah membeli air mineral Arion memilih duduk kembali di kursi taman yang sempat di dudukinya tadi sebelum membeli ari mineral, sambil menikmati udara sejuk dan menikmati indahnya bunga yang ada di sekitaran taman.
Arion beranjak dari duduknya dan hendak pulang ke apartemenya.
"Bruuggg"
Baru saja di melangkahkan kakinya, tapi tiba-tiba ada yang menabraknya dari arah belakang, sehingga tubuh nya hampir terhuyung ke depan. Untung badanya kekar dan berotot sehingga dia bisa menyeimbangkan tubuhnya dan tidak jadi terhuyung ke depan dan mencium trotoar.
Arion menengok ke arah belakang dan berbalik badan. Dia ingin melihat siapa tersanggka yang sudah menabraknya dari arah belakang itu, sehingga dia hampir saja terhuyung ke depan.
Arandita yang berjalan beriringan dengan ke dua sahabatnya yaitu Irene dan Vivit. mereka baru saja selesai joging di sekitaran taman.
Arandita berjalan dan terlalu pokus pada benda pipih yang sedang di pegangnya itu. Sehingga ia tidak menyadari bahwa ada orang di depanya. Dan sialnya ia tidak sengaja menabrak laki laki yang ada di depanya yang tak lain adalah Arion laki-laki yang di gialinya sejak pandangan pertama.
"Shiittt,,,dia lagi -dia lagi" batin Arion
Arion memutar bola matanya jengah "Kamu punya mata nggak sih?" Tanya Arion dengan sinis
Arandita hanya terdiam dengan raut muka yang sedikit terkejut . Dia tidak menyangka laki laki yang barusan tak sengaja ia tabrak adalah Arion si Kulkas berjalan kesayanganya itu. Ya walaupun dingin dan kadang suka marah-marah, setiap kali mereka bertemu dan juga sikapnya yang super cuek tapi Arandita tetap cinta
"Punya, nih matanya " Jawab Arandita sambil menunjuk kedua matanya dengan jari telunjuknya
"Kalo punya, terus kenapa kamu nabrak saya?"
"Ya Namanya juga nggak sengaja. Santai aja kali kan loe juga nggak jatoh enggak luka- luka juga kan?"jawab Arandita dengan ekspresi watadosnya
__ADS_1
Arion hanya memutar bola matanya jengah sambil menlipat kedua tanganya di depan dada
Irene dan Vivit yang menyaksikan hanya bengong saja, sambil sesekali menggelengkan kepalnya menyaksikan perdebatan dua manusia yang ada di depanya tersebut
"Kamu tuh bukanya minta maaf malah nyolot" Ujar Arion tak terima
"Minta maaf buat apaan! orang gue nggak sengaja juga! loe aja yang ngalangin jalan gue. Coba aja loe nggak ada di situ tadi, nggak bakal ketabrak, kan?" ujar Arandita dengan masih menampilkan ekspresi watadosnya
"Orang kamu yang salah malah nyalahin saya" Ujar Arion tak terima
"Orang loe yang ngalangin jalan gue kok, coba aja tadi loe nggak ada di depan gue nggak bakalan tuh gue tabrak" ujar Arandita tak mau kalah
"Kamu yang jalanya tidak lihat-lihat, makanya kamu nabrak saya"
"Bukan nya minta maaf malah marah-marah" Ujar Arion
"Loe duluan yang mancing-mancing gue" Ujar Arandita
"Kan gue bilang nggak sengaja ,,lagian loe yang ngalangin jalan, bukan sepenuhnya salah gue doang!" ujar Arandita
"Yang ditabrak siapa! yang di salahin siapa!" ujar Arion sambil memutar bola matanya jangah
"Kenapa sih saya kalo ketemu kamu tuh selalu saja sial" ujar Arion
"Maksud loe apa? gue pembawa sial gitu!" ujar Arandita tak terima
"Memang kenyataanya begitu"
Irene dan Vivit yang menyaksikan perdebatan sahabatnya itu menarik tangan Arandita agar berhenti berdebat, karena banyak orang yang menyaksikan perdebatan mereka
__ADS_1
"Udahlah Dita malu di liatin banyak orang tuh!" Ujar Irene dan Vivit berbarengan
Arandita yang terlalu terbawa emosi tidak menyadari bahwasanya dia sekarang ini telah menjadi objek tontonan geratis orang-orang yang berada di sekitaran taman tersebut.
"Udah loe minta maaf aja sama dia biar cepet kelar urusanya" ujar Irene dan Vivit
"Tapi gue nggak salah" Ujar Arandita tak mau meminta maaf duluan
"Orang loe yang nabrak dia! jadi loe yang harus minta maaf duluan" ujar Irene
"Iya biar cepet kelar urusanya" ujar Vivit
"Ko loe berdua ada di pihak dia si!" Grutu Arandita tak terima
"Udah ah cepetan malu tuh di liatin orang banyak" ujar Irene dan Vivit berbarengan
"Yaudah iya gue minta maaf" Ujar Arandita dengan terpaksa
"Cihhh" Arion hanya berdecih sambil memutar bola matanya jengan dan tersenyum meremehkan.
"Maknya kalau jalan tuh lihat -lihat. Punya mata kan! kalau punya di pake jalan yang bener jangan di pake liat handphone terus nggak guna ngerugiin orang aja. ujar Arion sambil berlalu pergi meninggalkan taman
Arandita hanya meremas tanganya karena menahan kejengkelanya terhadap Arion.
"Dasar kulkas berjalan nyebelin!!!.." Teriak Arandita Dari arah belakang
.
.
__ADS_1
.