The Careless Girl

The Careless Girl
Masih Jengkel


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Arandita masih saja menekuk wajahnya, sampai sampai Mama Lily yang baru saja datang dari arah dapur pun keheranan melihat putri sematawayangnya itu pulang dengan memanyunkan bibirnya kedepan.


Arandita berlalu dan langsung naik ke atas menunju kamarnya sampai sampai lupa tidak menyapa Mama Lily. Mama Lily yang melihat anaknya tersebut pun keheranan, karena tak biasanya Arandita pulang tak menyapanya .


*


Sepanjang jalan Arandita masih saja menggerutu tidak jelas karena masih sebal terhadap Arion. Dan sepanjang itu pula Arandita memanyunkan bibirnya ke depan


"Eh ngomong-ngomong tadi tuh cowoknya ganteng tau!,, Dit loe kenal sama cowok tadi?" Tanya Irene yang penasaran


"Ya kenal lah. Dia itu si Arion yang pernah gue ceritain ke loe ber dua " ujar Arandita


"Yang waktu di mall itu?" ujar Irene dan Vivit bersamaan


"Iya" Ujar Arandita


"Yang ngambil ciuman pertama loe itu?"


"Iya,, Itu orangnya" Ujar Arandita


"Seriusan!" ujar Irene tak percaya


"Ya serius lah" ujar Arandita


"Gilaaa Dita, ganteng bener sumpah!" ujar Irene dan Vivit bersamaan sambil menggelengkan kepalanya karena tak percaya akan yang di ucapkan temanya barusan


"Sumpah ganteng banget, gue aja demen sama yang kek gituan mah" ujar Irene heboh sendiri

__ADS_1


Arandita hanya memutar bola matanya jengah


"Jangan harap deh loe Ren! si Dita aja yang cantik kek gitu belom bisa ngedapetin malah di judesin sama si Arion itu, apalagi loe yang hanya remahan rempeyek kagak bakalan lah si Arion ngelirik loe. Ujar Vivit sambil tertawa renyah


"Vivit hanya memutar bola matanya jengah mendengar ucapan dari sahabatnya itu" tapi ada benarnya juga sih ucapan sahabatnya tadi, Arandita saja tidak mampu menaklukan seorang Arion Seanopata Wijaya yang dingin dan kalau bicara bak petir disiang bolong apalagi dirinya yang hanya remahan rempeyek.


"Emang loe beneran suka sama si Arion itu?" tanya Irene yang penasaran dengan perasaan sahabatnya itu. Apakah benar dia jatuh cinta atau hanya sebatas mengagumi saja


"Gue juga nggak tau sih,, entah gue cinta atau hanya sebatas mengagumi doang" ujar Arandita.


Tapi ni yah makin dia judes sama gue ,makin gue pengen dapetin dia tau nggak!" ujar arandita


"Apa gue pelet aja kali ya, tu si Kulkas berjalan biar dia cinta dan tergila-gila sama gue, biar sekalian gila beneran tuh biar tau rasa. ujar Arandita masih dengan keadaan jengkelnya


"Sinting" ujar Irene sambil menoyor kepala Arandita


"Gue sih nggak kebayang yah kalau sampe loe sama si Arion itu pacaran terus nikah pasti bakalan perang aja loe sama dia tiap hari" ujar Vivit sambil tertawa


"Lagi lagi Arandita hanya memutar bola matanya jengah"


yaudah cepetan dikit Ren nyetirnya gue pengen cepet pulang ke rumah. Ujar Arandita


*


"Itu kenapa?" Tanya Mama Lily kepada Iren Dan Vivit yang kebetulan baru masuk dari arah depan


"Oh,,itu tadi abis berantem sama cowok tante" ujar Iren

__ADS_1


"Berantem gimana! baku hantam gitu?" Tanya Mama Liliy yang heboh sendiri


"Mana sini tante gebukin orangnya yang udah berani gebukin anak kesayanganya tante Liliy" Ujar Mama Lily dengan emosi yang meng gebu- gebu


"Ya enggak lah tante. Cuma adu mulut doang enggak sampe baku hantam. Ya kali kalau sampe baku hantam, Iren sama Vivit juga bantu gebukin cowok nya lah" ujar Irene dan vivit bersamaan


"Kok bisa adu mulut sih! emang apa masalahnya kok bisa sampe berantem gitu?...Terus kamu kenal nggak sama cowok yang berantem sama si Dita tadi?" Tanya Mama Lily


"Itu tadi si Dita jalan sambil pokus mainin handphone eh terus malah nabrak cowok. Terus cowoknya nggak terima tante, bukanya si Dita minta maaf malah marah marah sama cowoknya jadilah perng mulut" ujar Irene menjelaskan pada Mama Liliy


"Kamu tau cowoknya siapa?" tanya Mama Lily


"Tau sih tante,, namanya Arion" ujar Irene


"Arion!" kok kaya nggak asing sih namanya, tante kayak pernah denger . ujar Mama Lily


"Tapi yang namanya si Arion-Arion itu nggak sampe geplak anak tante kan?" tanya Mama Lily memastikan


"Nggak kok tante" ujar Irene dan Vivit bersamaan


"Syukur deh kalo gitu mah" ujar Mama Liliy


"Yaudah Iren sama Vivit mau nyusulin Dita keatas dulu ta Tan!"


"Yaudah iya, tante juga mau ke dapur dulu mau masak buat makan siang " Ujar Mama Liliy sambil berlalu ke dapur


Iren dan Vivit pun menaiki anak tangga dan berjalan menuju ke kamar Arandita .

__ADS_1


__ADS_2