
Arandita baru saja selesai mandi sekitar pukul Tujuh tigapuluh malam. Setelah memakai piama tidur nya , Arandita pun bergegas turun ke bawah dan langsung menghampiri Papa Wiguna dan juga Mama Lily yang sudah duduk manis di meja makan.
Arandita menarik kursi dan langung duduk manis di meja makan bertepatan di sebelah mama Lily
"Kamu dari tadi siang ngapain aja kok nggak keluar- krluar?" Ujar mama Lily
"Nggak ngapa-ngapain, cuma tiduran doang!" Ujar Arandita sambil mengambil nasi dan meletakan di atas piring beserta lauk pauknya
Memang setelah tadi siang Arandita pulang bersama ke dua sahabatnya itu. Arandita langsung berdiam diri di kamar. Dan setelah itu makan siang bersama Mama Lily dan juga ke dua sahabatnya, tetapi setelah Irene dan Vivit berpamitan untuk pulang Arandita kembali lagi ke kamarnya dan baru keluar-keluar pada waktu makan malam. Maka dari itu Mama Lily heran karena tidak biasanya Arandita mengurung diri di kamarnya seharian.
"Tadi siang kata Iren katanya kamu berantem yah sama Arion? "Tanya Mama Lily
Arandita yang medengar pertanyaan dari Mama Lily pun seketika menghentikan aktifitas makan malamnya.
"Dasar Irene Ember bocor" Batin Arandita
"Arion tuh bukanya cowok yang kamu suka,, dan yang kamu ceritain ke Mama sama Papa waktu itu kan!" ujar Mama Lily
__ADS_1
Arandita diam saja dan tak menjawab pertanyaan dari Mama Lily. Dan melanjutkan Aktifitas maknya yang tadi sempat terhenti
"Arion anknya Pak Wibowo?" Ujar papa Wiguna memastikan
"Iya pah,, Kata Irene tadi pagi pas mereka joging Arandita nabrak Arion dari belakang karena maen hape mulu, Arandita tuh ceroboh emang kebiasaan jalan suka sambil mainin handphone jadi nabrak orang kan. Mana Terus abis itu nggak mau minta maaf lagi. Malah marah marah" Ujar mama Liliy menjelaskan kepada Papa Wiguna
"Kan mama juga udah pernah ingetin kamu Dita. Kalo jalan tuh nggak usah Mainin Hape jadi nabrak Orang kan. Waktu itu aja Kamu nabrak Meja sama jatohin pas bung kesayangan Mama, gara gara mainin Hape sambil jalan " Ujar Mama Lily
"Mama kok ngungkit-ngungkit itu sih!,, Kan Aku juga udah bilang aku nggak sengaja. Lagian meja nya aja yang ngalangin jalanya Dita makanya ketabrak terus pas bunganya juga nggak sengaja jatoh."
"Kamu tuh kebiasaan tau nggak, kamu yang salah malah nyalhin orang lain" ujar Mama Lily sambil menggelengkan kepala nya, karena pusing melihat kelakuan anaknya itu yang tidak pernah mengakui kesalahnaya.
Papa wiguna yang melihat drama Anak dan Ibu yang sedang debat di meja makan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
"Udah-udah nggak usah di lanjut. Anak sama Mama tuh sama aja, nggak beda jauh sama- sama keras kepala dan ceroboh, sama nggak mau di salahin orangnya, pengen bener terus!" ujar Papa Wiguna
Arandita dan juga Mama Lily mendelikan matanya tepat ke arah Papa Wiguna dengan tatapan tajam . "Oh jadi maksud Papa Mama tuh orangnya nggak mau disalahin dan mau menang sendiri, iya!" ujar Mama Lily dan Arandita dengan tatapan yang siap membunuh musuhnya
__ADS_1
"Eh,,, nggak gitu maksud Papa ma!"
"Terus apa? ujar mama Lily
"Pokonya abis ini Papa tidur Di sopa nggak usah satu ranjang sama Mama!" ujar mama Lily sambil berlalu dari meja makan. Dan berjalan menuju kamarnya
"Eh,,, Ma jangangan dong. Papa enggak bisa tidur kalo bobok nya nggak di kelonin sama Mama " Ujar Papa Wiguna sambil beranjak dari duduk nya
"Arandita, bantuin papa dong!" ujar Papa Wiguna
"Syukurin " Ujar Arandita
"Dita kesayanganya Papa, Bantuin Papa ya!" Ujar Papa Wiguna
"Nggak mau, Dita mau ke kamar mau tidur" ujar Arandita sambil berlalu dari meja makan dan menaiki anak tangga menuju kamarnya
Papa Wiguna hanya bisa pasrah saja, bawhwa malam ini dia harus siap tidur di sopa
__ADS_1