The Careless Girl

The Careless Girl
SEBEL


__ADS_3

Mobil Sport Arandita memasuki pekarangan rumah sekitar Pkl 17:20. Arandita pulang dengan perasaan dongkolnya.


Awas aja loe bakalan jadi pacar gue titik. Sepanjang jalan Arandita terus menggerutu tak jelas. Dan bertekad ingin menaklukan seorang Arion Seanopata Wijaya.


Sesampainya di halaman rumah , Arandita turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobilnya kepadan Mang Udin. Satpam rumahnya.


"Sore amat neng pulangnya ?" Tanya Mang Udin


"Iya mang" Jawab Arandita dengan singkat dan padat dengan muka


yang masih di tekuk


"Itu mukanya kenapa neng kok bete gitu?" Tanya mang Udin yang heran melihat anak majikanya pulang dengan wajah yang di tekuk.


"Lagi bete mang"


"Bete kenapa neng?"


"Lagi bete mang. Masa tadi yah mang, Arandita dikatain Sinting sama si kulkas berjalan". Adu Arandita dengan bibir yang mengkerucut ke depan


"Sejak kapan kulkas bisa ngomong sama bisa jalan-jalan?.. kayak nyamah ini mah si eneng nya yang sinting ".Heran mang Udin sambil menggelengkan kepalnya ke kiri dan ke kana


"Ihh...Mang kok malah ngelamun" Grutu Arandita


"Eh..Ma..Maaf neng" Ucap mang Udin gelagapan


"Kok kulkas bisa jalan sama bisa ngomong sih neng?" Tanya mang Udin


"Ihh..Maksud aku tuh ituloh mang si Arion Kulkas berjalan"


"Arion siapa pacar eneng?"


"Bukan,, diatuh calon suami Arandita mang "


"Oh" Mang udin hanya ber oh ria saja sambil sesekali menggelengkan kepalanya , karena heran melihat tikah anak majikanya. Dan setaunya anak majikanya itu tidak memiliki kekasih atau pun calon suami yang pernah di bawa ke rumah, dan bertemu kedua orangtuanya.


"Udah ah Aku mau masuk dulu ". Arandita masuk kedalam rumah ,sambil sesekali menghentakan kakinya ke lantai dengan muka yang di tekuk.


"Udah pulang, kok sore banget sih?" Tanya Mama Lily ,yang baru datang dari arah dapur sambil membawa secangkir kopi untuk sang suami yang sedang duduk di sofa depan televisi.


"Iya Ma" Arandita hanya mebalas pertanyaan mama Lily seperlunya saja.


"Itu kenapa mukanya kok ditekuk gitu sih?"


"Lagi bete, mendingan Mama gak usah nanya nanya deh"


"Bete knapa sih anak mama yang cantik ini?" Tanta mama Lily


"Iya nggak biasanya kamu pulang dengan muka yang di tekuk kayak gitu?" timpal Papa Wiguna

__ADS_1


"Aku malas cerita" Ujar Arandita sambil berlau ke kamarnya.


Di dalam kamar, Arandita ingin segera mandi dan menyegarkan tubuhnya. Karena dia merasa lelah dan tubuhnya ingin segera di istirahat kan . Sekitar satu jam Arandita berendam dan menyegarkan diri di bath up. Arandita keluar dan segera berganti pakaian,


Taklama kemudian bi Enjum datang dan mengetuk pintu kamar Arandita


Tok...tok..tok "Non disuruh Nyonya turun ke bawah , makan malamnya sudah siap" seru Bi Enjum


"Iya,,ntar aku nyusul Bi" Teriak Arandita di dalam kamar


Arandita pun keluar dari kamarnya. Arandita menuruni anak tangga dengan raut muka yang jauh lebih baik daripada tadi.


Dilihatnya mama Lily yang sedang duduk di meja makan bersama papa Wiguna sambil sesekali tertawa. Entahlah mereka sedang menertawakan apa!.. Yang jelas Arandita ingin segera makan dan segera masuk kedalam kamarnya lagi. Dan ingin segera mengistirahatkan tubuhnya, karena dia merasa amat lelah.


"Malam sayang" seru Mama Lily


"Malam juga Mah"


"Udahan cemberutnya?" tanya Mama Lily


Arandita menarik kursi dan segera menyantap makananya tanpa menggubris pertanyaan dari Mama Lily.


"Yah kasihan deh Mamanya cuman di cuekin doang" Ujar Papa wiguna sambil menyunggingkan senyum dan menapmpilkan deretan giginya


"Iya nih Pah ,,,Mamanya di cuikein gitu" Grutu mama Liliy sambil menampilkan ekspresi yang di sedih-sedihkan.


"Tuh liat Pah anaknya ngambek!,, Harus nyatuh mama yang ngambek, orang dari tadi Mamanya di cuekin gitu" Iya nggak pah? Ujar Mama Lily meminta pembelaan dari Papa Wiguna


Papa Wiguna hanya tersenyum saja. Menyaksikan drama Mama dan Anak yang sedang berlangsung di mejamakan


"Emang Anak Papa tadi knapa sih kok pulang-pulang mukanya di tekuk gitu?" tanya Papa Wiguna


Arandita hanya mengangkat kedua bahunya saja sambil nyengir kuda,,, hehe "Dita juga nggak tau Pah knapa bisa se jengkel itu" Ujar Arandita sambil nyengir menampilkan deretan giginya yang putih bersih


"Aneh kamu" Ujar mama Liliy sambil menggelengkan kepalanya


"Oh iya pah,,,Dita mau minta bantuan sama Papa"


"Bantuan Apa sih!"


"Bantuin Dita Deket sama Si kulkas berjalan"


"Kulkas berjalan siapa sih Arandita ,Jangan aneh-aneh deh jadi orang" Ujar Mama Liliy


"Iya jangan aneh-aneh" timpal Papa Wiguna


"Itu loh Pah,,,Bantuin Dita deket sama Si Arion rekan kerjanya Papa " Ujar Arandita


"Arion Seanopata Wijaya?" Tanya Papa Wiguna tak percaya

__ADS_1


"Ya iyalah, siapa lagi!"


"Jangan ngaco deh kamu " Ucap Papa wiguna tak menghiraukan permintaan Anaknya yang tidak masuk akal itu


"Ih,,, Papa kok gitu" Ujar Arandita Sambil mencebikan bibirnya ke depan. "Dita tuh suka tau Pah sama Si Arion itu"


"Kamu tuh masih kecil dia tuh udah dewasa Dita" Ujar Papa Wiguna menegaskan


"Iya aneh-aneh aja permintaan kamu ini" Ujar Mama Lily


"Dita tuh udah suka tau pah dari sejak pandangan pertama" Ujar Arandita


" Ketemunya aja baru tadi sore udah suka aja ,,,kamu tuh aneh-aneh aja " Ujar Papa wiguna sambil menggelengkan kepalanya


"Kata siap? Arandita tuh udah Tiga kali tau pah ketemu sama si Arion itu"


"Masa" Ujar papa wiguna tak percaya


"Iyalah bahkan udah pernah Ci_" Ucapan Arandita menggantung


"Upsss,, untung gak keceplosan .Kalau papa sampe tau gue pernah cium si Arion boro-boro di bantuin, yang ada gue di ceramahin sambil di jemur di tengah gurun pasir".


"Udah pernah apa ?" Tanya Papa Wiguna penasaran


"U..Udah pernah cinta maksudnya Pah" Ucap Arandita gelagapan


"Emang papa nggak mau punya calon menantu ganteng pluss tajir kek gitu" Ujar arandita sambil nyengir


"Emang Pak Arion mau sama Kamu? Papa rasa dia nggak bakalan mau sama kamu, orang kamu ceroboh gitu!" Ujar Papa Wiguna


"Ih Papa,,Nyebelin" Ujar Arandita sambil mencebikan bibirnya


lebih baik kamu tuh belajar yang bener, bentar lagi kan kamu mau lulus. Jangan mikirin Cowok dulu belajar aja yang bener. Ujar Papa Wiguna


"Kalau itu mama setuju sama Papa" Ujar Mama Lily


"Gini deh ,,Kalau kamu ntar jadi lulusan terbaik papa bakal bantuin kamu deket sama Pak Arion gimana?" Ujar papa Wiguna


"Oke" Ujar Arandita


Tapi Papa jangan bohong yah!


"Iya" Ujar Papa Wiguna


"Yaudah Dita mau ke kamar dulu, ngantuk"


"Yaudah gih sana" Ujar Mama Lily


Arandita pun menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya . Arandita merebahkan dirinya diatas kasur dan segera memejamkan matanya .

__ADS_1


__ADS_2