The Fantasy Fighter

The Fantasy Fighter
Chapter 14:masa lalu Farel


__ADS_3

Kyo dan Yasuko mengikuti Farel dari belakang,Farel yang menyadari kalo dirinya di ikuti langsung berhenti dan mengatakan.


"Tinggalkan aku sendiri."


"Tapi kenapa?"Kata Kyo.


"Kalian tidak akan mengerti perasaanku meskipun aku cerita pada kalian."Kata Farel sambil melanjutkan jalannya.


"Kami berdua sama denganmu,kami berdua juga memiliki masa lalu yang kelam sebelum kami dipindahkan kesini.Jangan berpikiran kalo kamu hanya sendirian di dunia ini.Coba buka mata hatimu dan lihat sekitarmu."Kata Kyo.


Farel yang mendengar perkataan Kyo langsung menghentikan langkahnya.Kyo yang melihat Farel menghentikan langkahnya langsung menghampirinya dan menepuk pundaknya.Saat Kyo menyentuh pundak Farel,Kyo juga memperlihatkan masa lalu Kyo yang kurang menyenangkan.


Farel langsung terdiam setelah melihat masa lalu Kyo yang ternyata sama sekali tidak menyenangkan.Kyo langsung menyuruh Yasuko untuk mendekat dan menyentuh pundak Kyo agar Kyo bisa memperlihatkan masa lalu Yasuko kepada Farel,supaya Farel tidak merasa kalo dia lah satu satunya orang yang paling menderita dan juga kesepian di dunia ini.


Setelah Farel melihat masa lalu Kyo dan juga Yasuko,Farel jadi bisa mengerti apa yang mereka rasakan dan juga Farel yakin kalo mereka juga akan mengerti perasaannya.Farel langsung mengajak mereka berdua ke taman dan Farel akan menceritakan apa yang sedang terjadi.


Sesampainya di sana Farel langsung menceritakan semuanya.


"Tadi aku sedang bersenang senang pada teman teman di kelas,kami sedang memainkan permainan Hacimokata.Tiba tiba ada satu orang yang mendatangiku,berasal dari dunia yang sama denganku."


(Saat Farel sedang bermain Hacimokata)


"Bermain bersama mereka memang benar benar bisa membuatku hampir melupakan masa laluku yang kelam,mungkin.......aku ingin segera melangkah ke depan.Dari pada memikirkan masa lalu dan terus terusan merasa bersalah.Aku mau menjalankan hidup dengan bahagia."Pikir Farel.


Tiba tiba ada suara yang memanggil nama Farel dari belakang.Farel yang mendengar suara itu langsung seperti mengingat sesuatu,Farel langsung menghadap ke arah orang yang memanggilnya.Saat dia menghadap orang itu,Farel terkejut.


"Sepertinya kamu bersenang senang,ya."Kata orang yang memanggilnya yang ternyata itu adalah Ruriko.


Farel hanya terdiam saat menghadap ke Ruriko,dengan perasaan kaget.Ruriko setelah mengucapkan itu dia langsung berjalan ke arah temannya sambil terus menatap Farel,setelah Ruriko sampai di tempat teman temannya,Ruriko tidak lagi menatap Farel.


Setelah melihat Ruriko,perasaan Farel tiba tiba berubah seketika,dan dia langsung menuju ke tempat duduknya.Setelah sampai di tempat duduknya Farel berpikir.


"Apa sih yang kulakukan?apa yang membuatku senang?"


Farel menunduk lemas,dan seperti kehilangan semangat


"Farel........Farell."Kata Adam.


Karena Farel tidak menjawabnya sama sekali,akhirnya Adam menyentuh pundak Farel.


"Kenapa kamu melamun?lihatlah aku."Kata Adam sambil menggerakkan tubuh Farel agar menghadapnya.


"Kapten tim Hacimokata kita sedang terluka."Kata Adam.


Farel pun langsung di ajak oleh Adam ke tempat kapten tim Hacimokata Farel yang bernama Taiga Yuuki.Ternyata kaki Taiga Yuuki sedang terkilir,jadi Taiga Yuuki meminta tolong pada Adam untuk memanggil Farel.


"Farel karena aku sedang terluka,jadi aku memintamu untuk menggantikanku."Kata Taiga.


"Loh kenapa aku?"Tanya Farel.


"Kemampuan mengendap ngendapmu sangatlah baik,kamu bisa mengambil bendera lawan tanpa ketauan sama sekali.Karena itulah aku menunjukmu sebagai pengganti sementara ku."Kata Taiga.


"Ayo segera berada di posisimu sebelum permainan dimulai."Kata Shinta sambil menepuk pundak Farel.


Farel pun langsung berjalan menuju posisi.

__ADS_1


"Kami mengandalkanmu Farel."Teriak Taiga.


"Apa kamu yakin menyuruhnya menjadi kapten tim sementara?"Tanya Adam.


"Dia satu satunya orang yang memiliki kemampuan bersembunyi yang sangat baik,jadi aku pikir dia bisa memenangkan pertandingannya,dengan mudah."Kata Taiga.


Saat Farel datang di tim Hacimokata,teman temannya langsung melihatnya sambil berkata.


"Loh dimana Taiga?"


"Kok jadi Farel?"


Farel yang mendengar semua yang dikatakan oleh teman temannya hanya bisa menunduk,dan berkata dalam pikirannya.


"Oh iya ternyata benar,Saat aku mengambil bagian dalam sesuatu,aku pasti mengacaukannya."


(Ingatan masa lalu Farel)


Di sore hari yang tenang,Farel sedang berada di dalam kelas yang kosong sambil melamun.Tiba tiba datang Ruriko yang langsung menyentuh pundaknya.Farel pun langsung menghadap ke arah Ruriko.


"Sekolah sudah ingin di tutup lo,ayo pulang."Kata Ruriko.


Ruriko Syouko hanyalah teman sekelas Farel,dia bukan kenalan Farel.Sejak saat itu,Ruriko selalu menyapa Farel,dan juga mengajaknya berbicara dengannya saat Farel sedang melamun.


"Bagun dong,sudah mau telah lo."Kata Ruriko sambil menyentuh pundak Farel.


"Dia adalah gadis yang baik,hanya itu yang kurasakan darinya."Pikir Farel


"Ruriko,ayo."Kata teman Ruriki.


Farel pun keluar dari kelasnya sambil berbicara didalam pikirannya.


"Tidak tau apapun alasannya,tetapi saat dia mengajak seorang penyendiri berbicara,orang itu pasti merasa sangat terbantu."


Suatu Hari Ruriko mendapatkan seorang pacar,pacar Ruriko bernama Takeo Iketani.Takeo Iketani merupakan orang yang sangat populer dia merupakan ketua ekskul mading.Takeo Iketani dikenal sebagai orang yang sangat ramah dan juga baik kepada setiap orang.


Farel yang sedang lewat didepan ruang mading melihat Takeo yang sedang ingin berciuman dengan Ruriko,Farel sebenarnya merasakan sakit hati saat mereka ingin berciuman,tetapi Farel menahannya,dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Meskipun aku membenci orang yang berpacaran,anehnya aku malah mengharapkan kebahagiaan mereka."Pikir Farel.


Sampai suatu hari Farel mendengar Takeo sedang menelepon seseorang.


"Itu memang benar sih,Ya dia orangnya memang gampangan sih,aku mengerti,aku sudah mendapatkan kamarnya,tidak masalah."Kata Takeo.


Farel langsung menghampiri Takeo dan berkata.


"Pacarmu?"


"Eh kamu mendengarnya ya.......memalukan sekali,iya pacarku."Kata Takeo sambil berjalan meninggalkan Farel.


"Itu adalah kebohongan besar dari seorang yang selalu berbohong."Pikir Farel.


Saat itu Farel seperti perasaannya benar benar tidak enak,dan merasakan rasa ketidak adilan yang sangat besar,Farel berpikir kalo dia tidak bisa membiarkan ketidak adilan.


"orang baik yang terluka.....aku tidak bisa membiarkannya,kalo aku mencintainya mungkin ceritanya akan sedikit lebih sederhana."Pikir Farel sambil berjalan mencari Takeo.

__ADS_1


"Kamu malah mencari tahu?Jadi apa yang bakal kamu lakuin?mengadukan ini?"Tanya Takeo saat bertemu dengan Farel.


"Aku tidak ingin memperumit keadaan ini,aku minta kamu berhenti melakukan semua ini."Jawab Farel.


"Hmmm.......Karena aku memiliki pacar,seharusnya aku tidak melakukan itu,ya.Benar,kamu menyukai Ruriko kan?Datanglah ketempat ku hari ini."Kata Takeo sambil menunjukkan foto foto Ruriko saat mereka sedang berbelanja.Di foto foto itu Takeo juga menunjukkan banyak sekali foto gadis lain yang menjadi pacarnya.


"Kamu memberikan pacarmu sendiri untuk bernegosiasi?Kamu pikir Ruriko itu gadis apaan?"Kata Farel.


"Hah?hehe."Takeo tertawa mendengar kata kata Farel.


Setelah itu Farel langsung menendang Takeo sampai membuatnya terjatuh.Setelah itu Farel memukul wajah Takeo berulang kali.Tiba tiba datang banyak murid yang hanya bisa melihat perkelahian antara Farel dan juga Takeo.


"Woi hentikan,seseorang cepat panggil guru sana."Kata salah satu murid.


Farek sengaja memukul wajah Takeo agar wajahnya hancur dan tidak disukai oleh gadis lain.Saat Farel masih memukul wajah Takeo,datanglah Ruriko.


"Takeo."Kata Ruriko.


Saat Farel mendengar suara Ruriko,dia berhenti sejenak dan setelah itu dia meneruskan pukulannya.Ruriko yang melihat pacarnya dipukuli tidak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa menangis.Saat mendengar Ruriko menangis Farel menghentikan pukulannya.


"Kau merasa baikan kan?bagaimana kalo kita akhiri semua ini."Kata Takeo


"Huh?"Tanya Farel,sambil menarik baju Takeo.


"Aku harus mengikuti kompetisi Menggambar,aku bisa repot kalo kamu terus menghajar ku."Kata Takeo.


"Jangan bercanda."Teriak Farel.


Takeo langsung mendekatkan wajahnya ke kuping kiri Farel sambil berkata.


"Kalo kamu mundur disini,aku tidak akan melakukan apapun kepada Ruriko,maaf tapi aku tidak bisa mengakhiri semua ini,kalo kau sampai membocorkan sesuatu akan terjadi hal buruk kepada Ruriko."Kata Takeo.


"Jangan bercanda,aku tidak akan membiarkanmu mendekati Ruriko."Kata Farel.


"Farel."Kata Takeo.


"Kegiatanmu itu sama seperti stalker loh."Kata Takeo sambil berusaha berdiri.


"Hah?"Kata Farel terkejut.


"Aku tau kalo kamu menyukai Ruriko,tapi meski kamu memukulku,aku tidak akan putus dengan pacarku Ruriko.Kamu tidak akan bisa meraih cinta dengan kekerasan Farel."Kata Takeo.


"Apa kamu pikir acting seperti itu bisa membodohi orang orang?bercanda itu ada batasnya.Ruriko,sebaiknya kamu segera putus dengan sampah ini."Kata Farel sambil menghadap ke arah Farel.


Ruriko hanya diam dan tidak merespon perkataan Farel.


"Kau lah yang sampah,kan?"Kata Salah satu murid.


Murid murid yang lain pun juga menghina Farel dengan kata kata yang kejam.


"Tidak,ini gila,ini sangat gila,orang ini memang pantas dihajar.Ruriko,kamu mengerti kan?"Kata Farel.


"Yang gila itu kamu,kamu yang gila."Kata Ruriko sambil menunjuk Farel.


"Iya dia benar..........memang akulah yang sudah gila."

__ADS_1


__ADS_2