
Setelah kejadian penyerangan yang dilakukan oleh Delna.Kane,Kyo,Terry,dan Deline mulai waspada dengan ucapannya,karena Delna berkata.
"Kami akan membawa kalian hidup hidup tempat kami,dan membuat kalian menjadi bawahan ketua kegelapan."
Kyo sedang duduk di taman sekolah sendirian memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?Mengapa gadis itu selalu datang ke akademi sambil berkata akan membawa aku,Kane,Terry,dan Deline secara paksa ke tempat persembunyian kegelapan?"
Yasuko yang melihat Kyo sedang sendirian,langsung menghampirinya.Yasuko pun menepuk pundak Kyo.
"Kamu mikirin apa Kyo?Ku lihat dari tadi kamu melamun sendirian di sini.Kalo ada masalah kamu bisa cerita ke aku,mungkin aku bisa membantumu menyelesaikan masalahmu itu."
Kyo tersenyum pada Yasuko dan berkata "Aku sedang tidak dalam masalah apapun,aku hanya bingung dengan kedatangan Delna ke akademi,dia hampir setiap hari datang ke akademi hanya untuk membawaku,dan teman temanku."
"Oh,begitu ya.Aku juga tidak tau pasti apa yang direncanakan oleh gadis itu,tapi aku yakin dia bukan orang sembarangan."
"Iya,dia memang bukan orang sembarangan,aku harus waspada kepadanya.Aku juga bingung akan satu hal,mengapa dia bisa keluar masuk akademi dengan mudah?padahal kita perisai anti makhluk kegelapan,dan hanya Kane yang bisa melewatinya karena sudah diberi tanda."Ucap Kyo.
"Oh iya juga ya,seharusnya dia tidak bisa masuk.karena perisai itu sangatlah kuat dan tidak bisa di tembus makhluk kegelapan manapun kecuali Kane.Apa kita harus tanyakan kepada kak Voldimos tentang ini?Mungkin saja kak Voldimos tau."
"Iya,aku akan menanyakannya langsung pada kak Voldimos,kau ikut bersamaku kan?"Tanya Kyo.
Yasuko tersenyum dan berkata "Iya,aku ikut denganmu."
Mereka berdua pergi menemui Voldimos untuk bertanya tentang siapa saja yang bisa melewati dinding perisai Kristal suci.Mereka berdua bertemu dengan Farel yang kebetulan sedang mencari Kyo.
"Hy Farel,kamu mau kemana?"Tanya Kyo.
"aku mencarimu,kak Voldimos menyuruhku untuk memanggil mu dan juga Yasuko."
"Loh,kebetulan sekali,kami memang sedang mencari kak Voldimos untuk menanyakan suatu hal.Ngomong ngomong,kenapa kak Voldimos kami?"Kata Kyo.
"Aku juga tidak tau,kak Voldimoa tiba tiba memanggilku dan menyuruhku untuk mencari kalian berdua,yauda ayo kita ke tempatnya kak Voldimos."
Mereka bertiga pun segera pergi menemui Voldimos.Mereka akhirnya bertemu dengan Voldimos,Voldimos langsung menghadap ke arah mereka bertiga.
"Akhirnya kalian datang juga,jadi apa ada yang ingin kalian tanyakan padaku?"Tanya Voldimos.
Kyo,dan Yasuko terkejud mendengar ucapan Voldimos,mereka secara bersamaan berkata.
"Bagaimana kak Voldimos bisa tau?kami kan tidak memberitahu siapapun tentang apa yang kami ingin tanyakan."
Voldimos tersenyum dan berkata "Untuk sekarang,tidak penting dari mana aku bisa mengetahuinya.Sekarang apa kalian masih ingin tau tentang siapa saja yang bisa melewati dinding prisai Kristal Suci?"
"Iya,kami masih ingin mengetahuinya."Ucap Kyo.
__ADS_1
"Jadi,orang orang yang bisa melewati perisai Kristal Suci adalah mereka yang sudah terdaftar di sekolah ini dan dinyatakan sebagai warga sekolah."Kata Voldimos.
Kyo terkejud saat mendengar apa yang di ucapkan oleh Voldimos,Kyo pun melamun memikirkan sesuatu.
"Kalo begitu,berarti Delna sudah terdaftar di sekolah ini dan sudah di anggap menjadi warga sekolah ini.Tapi,aku belum pernah melihatnya sama sekali,aku akan coba menyerap energi kegelapannya sedikit dan mencari kecocokan energi di lingkungan sekolah ini."
Melihat Kyo melamun,Yasuko menepuk pundak Kyo dan menanyakan keadaannya.
"Kau baik baik saja Kyo?"
"Oh.....iya.....iya aku baik baik saja."Kata Kyo.
"Kenapa kamu melamun begitu?"Tanya Yasuko.
"Aku cuma sedang memikirkan sesuatu,aku akan memberitahukanmu nanti."Kata Kyo.
Voldimos pu bertanya pada Kyo,dan Yasuko.
"Jadi,apa masih ada yang ingin kalian ketahui?aku akan menjawab semua pertanyaan kalian sebisaku dan setahuku."
"Nggak kak,udah nggak ada.Terimakasih ya kak,kami berdua ijin pergi ke kantin ya kak."Kata Kyo.
"Oh baiklah kalo begitu."
"Hey tunggu,aku juga mau ke kantin,setidaknya ajaklah aku."Kata Farel.
"Oh yauda,ayo kita ke kantin bersama sama."Kata Kyo.
Voldimos pun tersenyum saat melihat mereka bersama sama.
"Jadi kalian ingin menyelesaikan masalah kalian sendiri tanpa bantuanku ya?Kalian memang benar benar anak anak yang mandiri."
Saat menuju ke kantin Yasuko bertanya tanya di dalam pikirannya bagaimana bisa Voldimos mengetahui apa yang ingin mereka tanyakan.Begitu juga dengan Kyo,dia masih tidak mengerti bagaimana cara Voldimos bisa mengetahui apa yang ingin mereka tanyakan,padahal Voldimos tidak ada di dekat mereka saat mereka sedang mengobrol.
"Menurutmu,bagamana cara kak Voldimos mengetahui apa yang akan kita tanyakan?Menurutku aneh aja sih,karena kita kan tidak memberitahukan siapa siapa tentang pertanyaan yang akan kita tanyakan."Kata Yasuko.
"Oh iya,aku juga ingin tahu tentang itu."Kata Farel.
"Iya,aku juga tidak tau,menurutku kak Voldimos bisa membaca pikiran kita."Kata Kyo.
"Kalo misalkan itu benar seharusnya dia tidak tau kalo kita mencarinya untuk menanyakan sesuatu,kita kan berada jauh darinya.Setahuku membaca pikiran seseorang itu hanya bisa di lakukan dari jarak dekat."Ucao Yasuko.
"Iya benar juga."Kata Farel.
Sementara mereka bertiga mengobrol,Terry sedang berlatih sendirian seperti biasa di belakang sekolah.Dia selalu berlatih sendirian untuk memperkuat kekuatannya.
__ADS_1
"Aku harus menjadi lebih kuat lagi,aku tidak ingin teman temanku terluka,aku harus bisa melindungi mereka dengan kekuatanku."Kata Terry.
Terry pun terus berlatih,Deline yang tidak sengaja melihat Terry sedang latihan di belakang sekolah menghampirinya.
"Hy Terry,kenapa kau berlatih sendirian?"Tanya Deline.
"Aku tidak menemukan teman bertarungku,jadi aku berlatih sendirian."Jawab Terry.
"Mau ku temani berlatih?"
"Boleh saja jika kamu tidak keberatan."Kata Terry.
"Tentu saja tidak,aku malah kasian saat melihatmu berlatih sendirian,karena tidak mempunyai teman berlatih,aku jadi kasian padamu."
"Ah,begitu ya.Terimakasih."
Deline pun akhirnya menemani Terry berlatih,tanpa mereka sadari Delna memperhatikan Terry dari atap sekolah.
"Aku tertarik padamu......Terry."
Kane sedang berada di perpustakan membantu Seina dan Yukiho membersihkan perpustakaan.Seina dan Yukiho merasa sangat terbantu dengan adanya Kane untuk membantu mereka membersihkan perpustakaan.
"Terimakasih ya Kane,kamu benar benar sangat membantu."Kata Seina.
"Sama sama kak,aku cuma mau membantu."Kata Kane sambil tersenyum.
Guru penjaga perpustakaan pun datang dan mengucapkan terimakasih pada Seina,Yukiho,Dan Kane.
"Terimakasih ya,kalian sudah membantu saya membersihkan perpustakaan,sebagai ucapan terimakasih aku akan mentraktir kalian,ayo ke kantin."Kata guru itu.
"Tidak usah bu kami membantu tanpa mengharapkan imbalan bu."Kata Seina.
"iya bu."Ucap Kane dan Yukiho serentak.
"Udah jangan menolak,ayo."
Akhirnya mereka bertiga pun pergi ke kantin dan ditraktir oleh guru penjaga perpustakaan itu.Sementara itu Terry sudah selesai latihan dan melihat ke arah atap,dia melihat ada Delna yang tersenyum ke arahnya.
"Ada siapa Terry?"Tanya Deline.
"Nggak,mungkin hanya halusinasiku.Ayo kita pergi ke kantin untuk istirahat."
Mereka berdua pun pergi ke kantin.
"Aku tidak akan membiarkan kalian lolos jika aku sudah di beri kekuatan tambahan oleh ketua."Kata Delna sambil menuju ke lantai 2.
__ADS_1