The Fantasy Fighter

The Fantasy Fighter
Chapter 15:Masa lalu Farel II


__ADS_3

"Iya dia benar.........memang akulah yang sudah gila."


(Kembali ke permainan Hacimokata)


Farel terlihat pucat dan sangat murung.


"Farel.......berusahalah dengan baik,ya."Kata Taiga dari jauh sambil mengusap keringatnya sendiri.


Farel tidak merespon dan masih terlihat pucat dan murung.


(Kembali ke ingatan masa lalu Farel)


Karena kejadian itu,Farel diskors selama sebulan.


"Pokoknya kalo kamu masih ingin bersekolah,kamu harus mengerjakan tugas tugas ini dan menulis surat permintaan maaf."Kata guru yang menangani kasus Farel.


Farel mengerjakan tugasnya di Kosnya selama dia diskors.


"Aku dibutakan oleh delusi,dan dipengaruhi rasa keadilan murahan.Aku melakukan tindakan bodoh untuk gadis yang tidak dekat denganku.Kalo aku nggak melakukan apapun mungkin semua ini tidak akan terjadi.Ini adalah hasilnya.Ini adalah karma karena perbuatan bodohku."Pikir Farel.


Farel selalu mengantarkan tugas yang telah ia selesaikan di akhir pekan,dan dia selalu dimarahi oleh guru yang mengajarnya.


"Apa apaan dengam mata kesal itu?aku sudah repot repot meluangkan waktuku untukmu,loh.Ini hukuman yang pantas untukmu kan?jika saja kau tidak melakukan hal gila,kau tidak akan dihukum seperti ini"Kata guru itu.


Farel pun berjalan menuju ke lokernya.


"Benar,akulah yang gila."Pikir Farel sambil berjalan menuju lokernya.


Saat Farel membuka lokernya tiba tiba ada banyak sampah yang keluar dari lokernya.Farel hanya bisa terdiam melihat sampah yang ada di lokernya,dan dia mengambil semua sampah itu dan membuangnya.


"Kepercayaan diri dan harga diri tak berdasarku menghilang,dan hanya penderitaan yang tersisa."Pikir Farel sambil berjalan menuju ke kos kosannya yang berada di seberang jalan depan sekolah.


Meskipun semua tugas dari sekolahnya sudah dikerjakan dan masa skors Farel sudah habis,tetapi selama dia tidak menulis surat permintaan maaf Farel masih belum di ijinkan masuk sekolah.


"Apa kau tidak bisa menulis kata kata sederhana seperti kata maaf?"Kata guru pengajar Farel.


"Saya mengakui bahwa tindakan saya memang salah,dan saya menyesal.Tapi saya tidak mau minta maaf meskipun saya harus mati."Kata Farel.


"Hentikan kebodohanmu ini!,Takeo itu meskipun tingkahnya unik,tetapi dia bukan anak nakal.Jika kau minta maaf dengan benar,katanya dia mau memaafkanmu.Bukankah dia sangat baik?"Kata guru itu.


"Memaafkan saya?"Tanya Farel.


"Jangan bercanda."


Farel langsung segera pulang ke kosnya dan mengambil pensilnya.Terlihat di wajah Farel bahwa dia sangat marah.


"Aku akan mengaku,aku akan membongkar semuanya,meskipun Ruriko marah kepada dan memukul Takeo,ataupun menyebarkan foto tidak senonohnya di media sosial,aku tidak akan peduli lagi.Secepat mungkin aku ingin bebas."Pikir Farel sambil terus menulis di kertas.


Farel menulis lalu menghapusnya,menulis lalu menghapusnya,dia melakukan itu berkali kali sambil berkata.


"Aku akan menulisnya."


Beberapa hari kemudian,Ada orang yang mengunjungi kos kosannya Farel dan berusaha membuka pintu kosnya,tetapi tidak bisa karena pintu kosnya digembok oleh Farel.Farel mengabaikan suara pintu yang berusaha dibuka secara paksa.


"Aku akan menulisnya."Kata Farel terdiam dengan memegang pensil.


Pada akhirnya Farel tidak menulis apapun di surat permintaan maafnya.Yang ada dipikiran Farel hanyalah penyesalan,dan juga dia merasa bahwa dirinya sangat menyebalkan,merepotkan,dan juga gila.


(Kembali ke permainan Hacimokata)


Farel menunduk dengan wajah pucat dan seperti sedang bersedih.Dia seperti itu karena dia teringat pada masa lalunya yang seharusnya ia lupakan.


"Aku ingin pulang saja."Kata Farel.


"Farel bersiap siap lah sebentar lagi giliranmu bergerak."Teriak Adam.


Farel tidak merespon dan tetap menunduk,akhirnya Taiga menghampirinya dengan memaksakan kakinya untuk bergerak,meskipun jalannya pincang.

__ADS_1


"Farel."Kata Taiga sambil memegang pundak Farel dan memasangkan ikat kepala pada Farel.


Farel yang tiba tiba dihampiri oleh Taiga terkejut.


"Seorang kapten tim harus menggunakan ikat kepalanya agar mudah dikenali."Kata Taiga sambil mengikat ikat kepala Farel.


Setelah selesai memasang ikat kepalanya,Farel langsung di dorong kedepan oleh Taiga.


"Pergilah.Tidak usah memikirkan sekitarmu."Kata Taiga.


Farel langsung menyentuh ikat kepala yang di ikat oleh Taiga,dan melihat ke atas lalu tersenyum.


"Benar,aku hampir lupa."


"Ikat kepala ini basah karena keringat dan sangat menjijikkan."Kata Farel sambil tersenyum ke arah Taiga.


"Diamlah."Kata Taiga.


(Kembali ke masa lalu)


"Entah mengapa aku tidak tinggal kelas dan dinaikkan ke kelas delapan.Dan suatu hari mendadak orang itu datang."


Taiga membuka pintu kos dan tersenyum kepada Farel.Farel terkejut saat Taiga masuk karena dia belum mengenalnya saat itu.Farel hanya bisa terdiam saat Taiga menjelaskan tentang hasil penyelidikan Taiga kepada Takeo.Yang Farel dengar adalah.


"Artinya,demi mencegah hal buruk terjadi pada Ruriko Syouko,kamu tidak melakukan perlawanan sama sekali.Inilah kesimpulan yang aku dapat dari informasi yang terpisah pisah.Tidak,ini adalah kesimpulan yang kami dapatkan.Menurut hasil penyelidikan lanjutan kami,hubungan Takeo dan Ruriko berakhir beberapa hari setelah kejadian itu,dan tak ada rumor aneh yang muncul.Ruriko pindah kesekolah lain,dan dia menjalani harinya dengan senang."


"Itu.......apa itu benar?"Tanya Farel sambil mendekati Taiga.


Taiga tersenyum dan berkata kepada Farel."Ternyata kesimpulanku memang tidak salah.Takeo itu sangat waspada terhadapmu.Yah,jadi target dendam dari orang yang tidak mau menulis surat maaf selama berbulan bulan itu menakutkan sih.Skorsmu itu bekerja sangat efektif untuk menekan Takeo.Aku tidak mau berdebat tentang benar atau tidaknya,dan sebenarnya ada cara yang lebih cerdas dari caramu.Tapi,tunjuanmu tercapai."


Taiga berjalan mendekati Farel yang terlihat ketakutan.


"Orang itu.....rahasia yang selalu ku simpan sendirian itu,dia berhasil membongkar semuanya."


Taiga pun sudah berdiri sangat dekat dengan Farel,Farel terlihat sangat ketakutan.


Farel yang melihat Taiga menunjukkan kata yang seharusnya ditulis di surat permintaan maafnya,kaget dan kemudian menangis.Taiga langsung menyentuh kepala Farel dan mengelusnya,sambil berkata.


"Kamu sudah bertahan dengan baik......Kamu tidaklah gila."


(Kembali ke permainan Hacimokata)


"Kuharap wajahmu berantakan,karena kamu melakukan hal yang aneh aku jadi diputusin,semuanya adalah salahmu.Aku adalah orang yang pendendam.Kenapa kamu senang begitu?Kamu tidak berhak untuk senang."Kata Ruriko yang berada di luar garis permainan.


Farel mengencangkan ikat kepalanya dan menghadap ke arah Ruriko lalu berkata.


"Diamlah bodoh."


Ruriko yang mendengar kata kata itu dari Farel langsung terdiam.Farel pun langsung mengambil ancang ancang untuk berlari ke arah pertahanan lawan dan merebut 5 bendera mereka,Farel masing menunggu kedatangan teman satu timnya agar dia bisa berlari menerobos masuk ke pertahanan lawan.Dari tim lawan sudah mulai lari duluan dan mengambil 1 bendara milik tim Farel.


Farel pun langsung berlari saat teman satu timnya sudah kembali.Kemenangan tim sekarang berada di tangan Farel.Farel berhasil menyamai kedudukan bendera yang berhasil dicuri yaitu 4 untuk tim musuh dan 4 untuk tim Farel.


Tenyata tim musuh sudah berhasil mencuri bendera terakhir dari tim Farel dan berlari ke arah timnya agar timnya menang.Farel juga berhasil mencuri bendera terakhir dan dia pun lari ke teman temannya.Pergerakan Farel memang lebih cepat tetapi karena tim musuh sudah jalan lebih awal tim Farel kalah.


"Tenyata aku memang tidak bisa,ya.Apa memang semuanya percuma?aku memang tidak bisa merubah apapun.Akhirnya aku ini."Pikir Farel sambil menunduk.


Teman seangkatan Farel yang bernama Jihan ingin menghampirinya tetapi di hentikan oleh Taiga,dan juga Yuri Sakazaki.


"Farel,Farel."Kata Chiharu wakil kapten tim Taiga sambil berlari ke arah Farel.


"Itu hampir banget Farel."Kata Chiharu sambil memegang pundak Farel dan menangis.


"Chiharu?kamu menangis?."Kata Farel kebingungan.


"Habisnya.Saat aku melihatmu sedih begitu,aku merasa sedih banget."Kata Chiharu.


"Chiharu emang mudah sekali menangis ya."Kata Waka Mori.

__ADS_1


"Habisnya.."Kata Chiharu.


"Farel,kamu berlari dengan sangat baik.Sayang banget."Kata Ryo.


"Tidak usah dipikirkan,dari awal mereka memang sudah memimpin."Kata Iyo Fokuie.


"Iya dia benar."Kata Billy Kane.


"Ah,begitu ya."Kata Farel.


"Sial,kalau saja dari awal kita punya pelari yang seimbang dengan mereka pasti kita bisa menang."Kata Yuuki Foukan.


"Santai,santai,tidak usah dipirkirkan Farel."Kata Takuma sambil menepuk pundak Farel.


Farel pun menundukkan kepalanya.


"Eh,kamu baik baik saja?"Kata Waka Mori.


"Farel?"Kata Billy.


"Jangan murung Farel."Kata Chiharu.


"Ada apa?"Kata Takuma.


Farel pun mengangkat kepalanya dan melihat ke arah teman temannya sambil berkata.


"Aku baik baik saja."


Terlintas dipikiran Farel tentang teman temannya yang berusaha membuatnya semangat kembali.


"Mereka adalah orang orang yang baik,ternyata akulah yang tidak berusaha untuk melihatnya,ternyata hanya dengan melihatnya dengan benar,pemandangan sekitarku benar benar berubah.Ternyata benar kalau penikmat hidup itu punya sifat yang baik."


Karena pertandingannya sudah berlangsung 3 kali dan pada akhirnya Tim Farel meraih kemenangan 2 kali berturut turut.Dan tim Farel merayakan kemenangan mereka.


(Kembali ke keadaan awal)


Taiga yang melihat Farel yang sedang bercerita tentang masalahnya kepada Kyo dan Yasuko merasa senang karena akhirnya Farel bisa bercerita tentang masalah yang sedang ia alami kepada orang lain.


Taiga juga melihat Kyo dan Yasuko berhasil membuat Farel tersenyum.Taiga pun langsung pergi menuju ke kelasnya.


"Terimakasih ya kalian sudah mendengar ceritaku,aku sudah merasa lebih baik saat bercerita tentang masalahku kepada kalian."Kata Farel.


"Sama sama,jangan sungkan untuk berbicara pada kami,karena kami ini temanmu."Kata Kyo sambil tersenyum.


"Teman ya.Apa kamu masih menganggapku teman setelah aku menyerangmu dan membuatmu masuk UKS?"Tanya Farel sambil menunduk.


Yasuko yang mendengar itu kaget karena dia baru tau bahwa Farel merupakan orang yang pernah membuat Kyo masuk ruang UKS,dan yang membuat Yasuko kagum adalah Kyo masih mau membantu Farel.


"Iya tidak peduli sejahat apa perlakuanku padaku,selama aku masih melihat kebaikan di dalam dirimu,aku akan menganggapmu sebagai temanku."Kata Kyo.


"Terima kasih Kyo."Kata Farel.


"Dia memang beda dari kebanyakan orang lainnya,dia orang yang sangat baik."Pikir Farel.


Yasuko pun sangat senang karena dia akhirnya menemukan orang sebaik Kyo.


"Dia adalah orang yang sangat baik dan juga cahaya penerang yang akan menerangi jalan orang yang sedang dalam masalah.Aku rasa,aku akan terus bersamanya dan berusaha menolongnya jika dia sedang dalam masalah,karena dia juga pernah menyelamatkanku."


Yasuko melihat ke arah Kyo sambil tersenyum.Kyo yang menyadari kalo dirinya sedang diperhatikan oleh Yasuko bertanya pada Yasuko.


"Ada apa Yasuko?"


"Tidak ada apa apa kok."Kata Yasuko sambil tersenyum.


"Yasudah ayo kita kembali ke kamar masing masing."Kata Kyo.


Kyo,Yasuko,dan juga Farel akhirnya kembali ke kamar mereka masing masing.Farel sangat senang karena dia mendapatkan teman yang bisa di percaya dan juga bisa di andalkan.

__ADS_1


"Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantunya jika dia sedang dalam masalah."Pikir Farel.


__ADS_2