The Fantasy Fighter

The Fantasy Fighter
Chapter 16:Kekuatan Terry yang sesungguhnya.


__ADS_3

Suatu hari setelah jam pelajaran selesai Terry seperti biasa pergi ke taman dan duduk di taman itu sendirian,Terry terlihat sedang memikirkan sesuatu.Yasuko yang sedang lewat taman dan melihat Terry sedang sendirian.


"Eh itu sepertinya Terry,kenapa dia sendirian?biasanya kan dia bersama dengan Kyo,dan yang lainnya.Apa dia sedang ada masalah ya?.Ku samperin atau tidak ya.........Kusamperin aja deh,dia sepertinya sedang membutuhkan teman untuk diajak bicara."Pikir Yasuko.


Yasuko pun memutuskan untuk menghampiri Terry,dan menanyakan apa yang sedang dipikirkan olehnya.Yasuko menyentuh pundaknya sebentar lalu memanggil nama Terry.


"Oh,kamu..........ada apa?"Kata Terry.


"Emmm.........kamu tidak apa apa?ku lihat kamu sedang bersedih.Kalo kamu punya masalah,kamu bisa cerita ke aku kok."Kata Yasuko.


"Nggak kok,nggak ada apa apa."Kata Terry.


Saat Yasuko ingin duduk di samping Terry tiba tiba ada orang aneh yang tiba tiba muncul di samping Yasuko lalu menarik tangannya dan membawanya pergi ke suatu tempat.Terry yang melihat itu tidak bisa diam dan berusaha untuk mengejarnya.Terry mengikuti jejak dari orang aneh itu sampai ke dalam goa.


"Kyahhh."


"Yasuko bertahanlah."Kata Terry sambil menghampiri asal suara.


Setelah menemukan Yasuko dia langsung menghampiri Yasuko dan berusaha membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Yasuko.


"Terry jangan kesini,ini adalah jebakan.Cepat pergi dari sini."Kata Yasuko.


"Diamlah Yasuko,aku akan membawamu keluar dari tempat ini."Kata Terry sambil terus berusaha membuka tali ikatan.


Tiba tiba Terry di pukul dari belakang dan membuatnya pingsan.


"Terry,tidak."


Beberapa saat kemudian Terry bangun dari pingsannya dan melihat orang yang memegang cambuk,dan juga pisau.


"Dimana aku?"Kata Terry.


"Oh kau sudah bangun ya?tepat waktu karena aku akan menyiksa temanmu dan menjadikannya bahan percobaanku."Kata orang tersebut yang bernama Rouo Sabuki.


"Apa maksudmu?Jika kau berani menyentuh Yasuko aku akan membunuhmu."Kata Terry.


"Coba saja kalau kau bisa.Tangan mu sudah ku rantai jadi tidak mungkin kau bisa lepas dari itu."Kata Rouo.


Terry pun berusaha melepaskan rantai yang ada di tangannya tetapi tidak bisa.Rouo hanya tertawa melihat usaha Terry yang sia sia.Rouo pun menyuruh anak buahnya untuk membawa Yasuko masuk.


"Nah ini dia kelinci percobaanku."Kata Rouo sambil mendekati Yasuko.


"Menjauhlah dariku."Kata Yasuko sambil menangis.


"Wajahmu yang cantik akan terlihat jelek lo kalo kamu menangis."Kata Rouo sambil menyentuh pipi Yasuko.

__ADS_1


"Jangan menyentuhnya."Kata Terry sambil memberontak agar rantainya terlepas tetapi usahanya sia sia.


"Oh,tidak boleh ya bagaimana dengan ini."Kata Rouo sambil menyambuk Yasuko.


"Kyahhh."Yasuko menangis.


"Jangannnn,hentikan itu."Kata Terry.


Rouo terus menyambuk Yasuko sambil tertawa.Yasuko pun terus merintih kesakitan,Rouo pun mengambil pisaunya dan akan menusuknya ke leher Yasuko.


"Aku akan membunuhmu dan membangkitkanmu sebagai zombie,hahahahaha."Kata Rouo sambil mengarahkan pisaunya ke arah leher Yasuko.


"Tidak,kumohon jangan."Kata Yasuko sambil menangis.


Terry menundukkan kepalanya dan membalikkan topinya.Rouo pun langsung bergerak untuk menusuk leher Yasuko.Yasuko pun menutup matanya dan terdengar suara ledakan.


Saat Yasuko membuka matanya dia melihat Terry berada di depannya dan rantai yang menahan Yasuko semuanya hancur.


"Terry kau......"Kata Yasuko.


Terry pun menghadap ke arah Yasuko dan tersenyum.


"Tenang saja,sekarang kau tunggu di luar ya.Karena goa ini akan hancur."Kata Terry.


"Siapa kamu sebenarnya."Kata Rouo sambil berusaha berdiri.


"Aku adalah pahlawan Yasuko,aku adalah orang yang akan menjaganya,aku tidak akan tinggal diam jika dia di siksa seperti tadi.Sekarang aku akan menyiksamu lebih parah dari kau menyiksa Yasuko."Kata Terry sambil berjalan ke arah Rouo.


Yasuko yang sebelum keluar goa mendengar apa yang dikatakan oleh Terry,berhenti sejenak dan memikirkan perkataan Terry.


"Apa maksudnya dari Terry adalah pahlawanku?"Pikir Yasuko.


Setelah Yasuko sampai diluar dan menunggu Terry,tiba tiba Rouo terlempar ke atas dari dalam goa.


"Sekarang nikmati rasa sakitnya."Kata Terry.


Seketika gerakan Terry sama sekali tidak bisa dilihat,Terry menyerang Rouo di atas langit tanpa tanpa henti.


"Kau telah melukai orang yang sangat berharga bagiku,kau telah membuat orang yang sangat ku sayangi menangis,kau telah bermain main dengan amarahku.Sekarang aku akan mengamuk dan menghancurkan tubuhmu di atas sini."Kata Terry sambil terus bergerak.


Yasuko sama sekali tidak tau dimana Terry karena gerakannya benar benar tidak bisa di lihat.Yasuko yang mendengar kata kata darj Terry langsung menutup mulutnya dan dia mengekuarkan air mata terharu.


"Untuk pertama kalinya.........ada orang yang memperlakukanku seperti gadis normal,dan untuk pertama kalinya.........ada orang lain selain kakakku yang marah saat aku disakiti oleh orang lain."Pikir Yasuko.


Yasuko terus melihat ke arah Rouo karena dia tidak bisa menemukan dimana Terry,Yasuko melihat Tubub Rouo yang seperti dipukul di atas udara.Tangan kiri Rouo putus dan terlempar ke suatu tempat.

__ADS_1


"Ampuni aku,kumohon hentikan."Kata Rouo sambil terus merintih kesakitan.


"Apa kau berhenti saat Yasuko menyuruhmu untuk berhenti?"Kata Terry.


Terry langsung terlihat berada di atas pohon dan membiarkan Rouo jatuh.


"Sekarang serangan terakhirku ini untuk membalasmu yang ingin menusuk leher Yasuko.Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini."Kata Terry.


"Tidak,kumohon jangan,kumohon."Kata Rouo yang sudah tidak bisa bergerak di udara karena tulang kaki dan tangannya patah semua.


"Gean punch"


Terry pun langsung memukul Rouo yang hampir menyentuh tanah dan membuat tubuh Rouo hancur dan organ dalamnya tersebar kemana mana.


Terry pun langsung terlihat sangat lemas.Yasuko menghampiri Terry yang penuh dengan darah.


"Terry,Terry."Kata Yasuko sambil menangis.


Terry menyuruh Yasuko untuk berhenti dan tidak mendekatinya.


"Jangan mendekat dulu Yasuko........tubuhku masih penuh dengar darah."Kata Terry.


Yasuko tetap mendekati Terry lalu memeluknya dan menangis dipelukan Terry.


"Yasuko?!Kenapa kamu menangis?coba tunjukkan luka cambukmu,aku akan mencoba menyembuhkannya."Kata Terry.


"Aku tidak peduli dengan luka cambukku,aku hanya ingin berterimakasih padamu.Karena kamu telah menyelamatkun lagi."Kata Yasuko sambil mengusap air matanya.


"Tidak masalah Yasuko.Aku sudah berjanji pada kakakmu untuk menjagamu.Aku akan menepati janji itu dan akan selalu menjagamu."Kata Terry sambil tersenyum.


Terry pun langsung mencari sungai untuk menghilangkan darah yang ada di tubuhnya.Yasuko sudah disuruh kembali ke akademi duluan oleh Terry.Tetapi Yasuko tidak ingin kembali ke akademi tanpa Terry.


"Aku tidak ingin kembali ke akademi sendirian,aku ingin bersamamu."Kata Yasuko malu malu.


"Baiklah,baik."Kata Terry.


Setelah menghilangkan semua darah yang ada di tubuh Terry,mereka berdua pun kembali ke akademi bersama.


"Apa itu sakit?"Kata Yasuko sambil melihat tangan Terry yang banyak lukanya karena dia tidak menggunakan sarung tangannya.


"Tidak masalah,lebih sakit kamu yang dicambuk berkali kali oleh orang gila tadi."Kata Terry sambil tersenyum.


"Kalo kita sudah sampai di akademi,kita ke UKS bersama ya."Kata Yasuko sambil tersenyum.


Terry pun mengangguk dan tersenyum kepada Yasuko,Yasuko pun kembali tersenyum kepada Terry.

__ADS_1


__ADS_2