
"Kau lumayan juga, anak muda"
Ayah Chika merangkulku dari dekat dan mengatakan itu selagi hampir setengah mabuk.
Di sekitar pukul enam malam, aku berada di rumah Hiroi. Rumah Chika.
Alasanku berada disini adalah untuk pesta kemenanganku. Kurang lebih begitu.
"Silahkan dinikmati makan malamnya"
Makan malam dirumah orang lain. Rumah Chika. Kurang lebih begitu.
Lebih tepatnya sih, aku diundang.
"Ini air putih, kan?"
Selagi mengangkat cangkir, Futaba memeriksa minuman yang telah dia habiskan sebelum dia mulai curiga.
Anak ini ternyata punya nafsu makan yang baik, dia pasti akan tumbuh dengan baik.
Terutama jika dia bisa menjaga pola makan dan menjaga kesehatan.
"Chika, bisa bantu ibu?"
"Iya!"
Chika berdiri dari tempatnya dan menuju ke suara yang memanggilnya.
"Kau tahu kenapa kenapa langit biru?"
"Kenapa?"
"Itu karena kalau merah, pasti sore hari"
Entah kenapa sekarang banyak orang. Apakah mereka semua murid dojo?
Semua duduk ditempat masing-masing dan ini terlihat sangat ramai disini. Apakah ini sering terjadi ya?
Tapi saja, ada yang membuatku gelisah.
Ini soal Chika. Dia mengatakan bahwa tidak akan kalah dariku. Apa maksudnya itu?
Apakah berarti buruk? Atau aku memulai sesuatu? Seperti rivalitas?
Lebih buruk, dia akan meneror saat malam!?
Itu tidak mungkin. Semoga...
Karena aku menang melawan ayahnya Chika, berarti acara perjodohannya akan di batalkan.
__ADS_1
Tapi apakah tindakanku ini sudah benar? Entah kenapa aku malah ragu dengan tindakanku sendiri.
Ini berarti kehidupan normal tidak akan berubah. Dia akan tetap menjadi pengantar surat. Seperti biasa.
Itu dimulai sejak kapan ya? Aku tidak ingat. Aku selalu tidak ingat jika itu berhubungan dengan waktu. Selalu saja seperti itu sejak kecil.
Jika ditanya ini jam berapa, aku malah lupa. Bahkan hari apa pun aku sering lupa.
Bagaimana dengan sekarang? Itupun aku diingatkan oleh Futaba yang menarikku untuk pergi berlatih.
Oh iya, aku lupa memberitahu orang dirumah kalau aku akan makan malam disini.
"Ini pesta apa?"
Salah seorang bertanya pada teman yang ada disebelahnya.
Mendengar itu, ayah Chika dengan spontan membalas pertanyaan itu.
"Ini adalah pesta untuk merayakan pertandingan seru sekaligus untuk pembatalan perjodohan"
"Eh!? Perjodohannya batal!?"
Teriak beberapa orang bersamaan. Tampak mereka sangat terkejut dengan berita ini. Apakah semua orang tahu soal perjodohan itu?
"Tapi bang, kalau Chika tidak menikah dengan pria itu, masa depan dojo kita akan terganggu"
Kata seorang yang sebelumnya sudah bertanya.
Tampaknya itu menjadi masalah.
Tapi ayahnya Chika hanya terdiam selagi beberapa kali melirik ke arahku.
Perasaanku tidak enak...
"Maaf menunggu, ini dia makanan spesialnya"
Bibi Chihiro datang dari arah dapur selagi membawa baki berisi makanan.
Disusul Chika dari belakang yang juga membawa baki berisi makanan.
Melihat secara dekat, itu adalah daging sapi panggang dan perkadel tahu.
"Tidak! Aku sudah kenyang makan air!"
"Makan air?"
Keluh Futaba selagi meneguk cangkir yang sudah dia pegang selama ini. Aku tidak tahu apa yang anak ini lakukan selama ini.
Selagi Chika meletakkan makanan yang dia bawa ke meja makan, dia sekilas melirikku dan tersenyum padaku.
__ADS_1
Hmm? Ada apa?
Kemudian dia kembali ke dapur setelah melakukan itu. Disaat itu bibi Chihiro juga melirik ke arahku dan kemudian tersenyum.
Kenapa semua orang melirik kearahku?
"Aku juga mau!"
Tiba-tiba tangan Futaba yang mengaku kenyang, meluncur kearah makanan.
"Bukannya kau sudah kenyang?"
"Hehehe, tadi itu bohong...ah.."
Dia tidak sengaja menyenggol cangkirnya dan menumpahkan sebagian air.
"Apa yang kau lakukan!"
Aku refleks berdiri dan memeriksa pakaianku, apakah ada yang basah atau tidak.
Hmm?
Lalu aku menyadari ada sesuatu di kantung celanaku.
Aku meraih isi kantung dan menariknya keluar.
"Oh iya ini surat"
Dan mengatakan itu selagi bergumam kecil.
Aku baru ingat kalau ternyata ada surat seperti ini disini. Kalau dipikir-pikir, aku lupa membuka dari awal.
Apakah surat ini berisi ucapan selamat bahwa aku berhasil mengalahkan ayahnya Chika dan menghentikan perjodohan itu sekaligus menyelesaikan tugas?
Tanpa pikir panjang, aku membuka surat itu dan membaca isinya selagi bersuara kecil.
'Jika kau membaca surat ini, itu berarti kau sudah melewatkan hal penting yang aku harus katakan'
Penting?
'Jangan mengalahkan dia ketika bertanding. Biarkan dirimu kalah'
Apa? Aku gagal? Tunggu, aku tidak mengerti apa maksudnya.
Tunggu, bukannya memang dari awal tidak ada tugas seperti itu?
Tidak ada tugas untuk berduel.
Tapi kenapa dia menyuruhku untuk mengalah dan membiarkan diriku kalah?
__ADS_1
'Karena kamu gagal, hukumanmu adalah membantu adikmu untuk menyelesaikan pr musim panas sampai selesai'