The Lost Harmony

The Lost Harmony
Prolog


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang tak pernahku harapkan akan terjadi namun,


takdir berkata lain. Saat ini hujan mengguyur kota Glory, kota dimana aku dan


dia bertemu untuk beberapa tahun lamanya berpisah. Awalnya aku sangat bahagia


dapat bertemu dirinya namun, aku melupakan fakta antara aku dan dia. Fakta yang


selama ini memisahkan kami hingga 3 tahun lamanya. dan aku menyesal akan hal


itu. Harusnya aku tak usah bertemu dengannya. Aku terlalu egois dan tak pernah


berpikir panjang. Dan kini, aku harus merasakan akibatnya. Aku tidak bisa


bertemu dengannya lagi bahkan untuk selamanya.


            “Arthur Calisto !”


begitulah aku meneriakkan namanya berkali kali namun, aku tau dia takkan


mendengarnya karena hujannya sangat deras. Bahkan aku dapat melihat genangan


air yang kini berwarna merah.


Aku terus merangkul tubuhnya yang kini telah mendingin, nafas


hangatnya yang dulu dapat kurasakan kini menghilang. Iris matanya yang berwarna


merah terlihat indah saat aku memandangnya namun, matanya tertutup rapat dan


takkan pernah terbuka.


Aku terus menangis walau aku tau itu perbuatan yang sia sia.


Penyesalan terus saja membayang di pikiranku. Andai kita tak bertemu, andai aku


tak pernah mengenalmu dan andai saja aku tak mencintaimu! Mungkin takkan


seperti ini jadinya. Mungkin aku takkan bersedih karena kepergiamu dan kau juga


takkan menderita karenaku.


            “Maaf, seharusnya


aku tak lahir dengan nama Claresta Clarabella de Avgarinsta La Canpel.” Aku


merangkul dan mencium keningnya.


Claresta Clarabella de Avgarinsta La Canpel adalah namaku, nama


dari seorang putri kerajaan Canpel yang merupakan anak kedua dari lima


bersaudara. Kerajaan Canpel adalah kerajaan terkuat di antara semua benua


dengan rajanya bernama Triton Deluxa de Avgarinsa La Canpel, dia adalah ayahku


Sang Iblis Salju. Ia sungguh raja yang sangat kejam, hanya karena perbedaan


status saja, ia tak mengizinkanku berhubungan dengan Arthur. Aku sangat


membencinya! Dan semua peristiwa ini terjadi karena dirinya. Bahkan ia juga tak


memikirkan perasaanku, setelah mengusir Arthur dari ibu kota dan


mengasingkannya ke kota terpencil, ia bahkan sempat sempatnya menjalin


persetujuan pertunanganku dengan Pangeran Ganymade Ranzen de Priton dari


kerajaan Priton. Aku tidak akan pernah menerimanya, lebih baik aku mati disini.


Segeralah aku ambil pedangku dan menancapkannya tepat di jantungku.


Saat itulah aku merasa tenang, aku tidak perlu mengahadapi dunia yang begitu


kejam sendirian. Biarpun aku harus membuang semuanya, gelar, kekayaan ataupun


jabatanku sebagai kesatria perempuan, itu tidaklah masalah bagiku.


            “Arthur aku akan


menemanimu, kau takkan sendirian.” Saat itulah mataku mulai buram, rasa sakit


terasa di sekujur tubuhku.


.


.


Bulan bersinar terang, ku lihat cahya yang indah


Ku lihat wajahmu tergambar


Kau tersenyum, membawaku pergi  dari kegelapan


Membawaku melintasi dunia


Memberikan ku harapan


Kau ciptakan harmony baru saat yang lama hilang


Dan ku terus bernyanyi bersamamu


Menyaksikan kejamnya dunia


Namun aku bahagia dapat bersamamu


Nada yang dulunya tak pernah tersusun, menghilang bagai puzzel


Kini satu persatu kembali tersusun membentuk harmony yang indah


Bersamamu semuanya terjadi


Bersamamu………..


Aku akan terus mencintaimu


.


.


Kini mataku tertutup dan aku hanya melihat kegelapan dan tak


mendengarkan apapun. Tidak ada suara, hening dan sangat dingin


***


Cahaya yang terang menyilaukan mataku, membuatku terbangun dari


tidur.


“Apakah aku sudah


di surga?” gumamku.


Aku terus berpikir rasa sakit yang kualami saat detik detik


kematianku, itu sungguh menyakitkan namun, kini akhirnya semua berakhir dan aku


sudah tenang di surga.


“Nona, anda sudah

__ADS_1


bangun?”


Suara itu, bukankah itu suara Yui? Aku segera bangkit dan terkejut


melihat pelayanku bernama Yui tengah tersenyum lebar padaku.


“Yui, kenapa kau


disini? Apa kau juga sudah mati?” wajah Yui tiba tiba kaget bahkan ia menatapku


dengan bingung.


“Nona apa yang kau


pikirkan? Apa kau sakit?” Yui bertanya dengan nada khawatir.


“ Bukankah aku


sudah mati? Dan sekarang aku berada di surga.”


Tiba tiba Yui menatapku lama membuatku bergidik ngeri, “Nona, apa


kemarin kau salah makan? Kau ada di Pavilium Lily kerajaan Canpel! Nona juga


belum mati! Janagan pernah mengucapkan itu Nona, aku tak ingin Nona mati muda”


Seketika aku berpikir keras, apa yang terjadi sekarang, bukannya


aku bunuh diri dengan pedangku disamping mayat Arthur.


“Yui sekarang tanggal


berapa?”


“ 23 Elaf 900 Ch “


‘Artinya 8 tahun


sebelum kejadian itu, artinya aku sekarang berumur 10 tahun’ batinku


Sepertinya aku diberikan kesempatan untuk menyelamatkanmu,Arthur.


“Maaf Nona, apa


Nona tidak mau bersiap siap? Bukankah Nona ada janji.”


Aku tersenyum manis, “tentu saja Yui, rias aku secantik mungkin ya”


Dengan ketrampilan dan kecakapan Yui hanya dalam 30 menit saja, ia


sudah mengubahku secantik ini. Dia pun memberikan jubah untuk menutupi


identitasku, karena saat ini aku harus diam diam bertemu Arthur. Tanpa


memusingkan apa yang terjadi, kini aku hanya memfokuskan untuk bertemu Arthur


terlebih dahulu.


“ Bye Yui, terima


kasih telah membantuku.”


“ Tentu saja Nona,


itu adalah tugas saya.”


Aku pun pergi menggunakan peliharaanku yaitu seekor burung phoenix,


dan secepat mungkin ia terbang menembus langit, tentu saja aku tak melupakan


mantra untuk menyamarkan diriku.


“Arthur aku


***


Aku pun sampai ke hutan Dandel di kota Glory, tempat dimana


kejadian itu terjadi. Aku pun turun dan melihat tempat itu sepi, aku tidak


melihat Arthur. Tapi, sayangnya aku tidak bIsa dibohongi. Aku tau dia


bersembunyi di pohon besar itu.


“Arthur aku


melihat ular disampingmu” tidak ada jawaban apapun


“Aku tidak


berbohong lo”


“Aku tau kau


berbohong Clara!” aku tertawa mendengar suara itu.


“Kau sudah


ketahuan.” Ucapku tersenyum sambil tertawa mengejeknya.


Ia menghela nafas,” Iya deh iya, aku keluar”


Kini aku melihat sosok Arthur kembali, seorang laki laki dengan


rambut berwarna perak dan iris mata berwarna merah dengan senyuman hangatnya.


Aku tersenyum dan berlari memeluknya.


“Aku kangen


Arthur.” Ia pun bertingkah aneh saat aku peluk, tapi tingkahnya sangat lucu.


“ Clara cepat


lepaskan aku.”


“ Tidak, aku


kangen Arthur, tingkah Arthur lucu saat ku peluk.” Tiba tiba saja wajahnya


memerah seperti kepiting rebus.


“Jangan


menggodaku!” aku pun tertawa dalam pelukannya.


Walaupun begitu aku sangat senang bertemu dirimu kembali, aku tak


dapat membayangkan bagaimana bahagianya diriku.


“ Terima Kasih”


ucapku


“Untuk apa?”


ucapnya kebingungan.


“Tidak ada”


“ Kau mulai terus

__ADS_1


menggodaku ya, apa kau tidak tau aku ini laki laki.”


“ Terus?” tanyaku


kebingungan.


“ Kau tidak tau


kebanyakan laki laki itu serigala dan sangat berbahaya, apalagi jika


mangsanya hanya berdua bersamanya.” Ucapnya


sambil meniup telingaku


wajahku memerah dan aku baru sadar ia menggodaku, “Arthur!” aku


memukuli dadanya yang bidang dan ia hanya tertawa, membalas ejekanku tadi.


Tiba tiba saja ia mencium keningku, “Kau sangat cantik hari ini


Clara.”


Tolong jantungku berdetak kencang, aku tak bisa membuatnya tak


terdengar oleh siapapun. Pipiku pun terasa panas dan aku tau pasti wajahku


sudah seperti kepiting rebus.


Aku pun membalikkan badan,”Maaf kau takkan bisa menggodaku.”


“Oh ya?” ia


memelukku dari belakang.


“ Arthur hentikan!


Jangan menggodaku terus.” Ucapku cemberut.


‘kalau kau melakukan itu bisa bisa aku akan menjadi kepiting rebus


yang siap dimakan, kau terlalu tampan bagiku’ batinku yang tiba tiba melihat


tubuh Arthur yang keluar cahaya yang sangat terang entah dari mana.


“Oh ya Clara,


kapan kau mau melatihku lagi, bisakah sekarang, ku mohon.” Ucapnya memohon


padaku.


“Tidak mau.”


Wajahnya pun berubah menjadi sedih.


“Asalkan kamu mau


menyanyikan lagu untukku.”


Arthur tersenyum, “tenang aku ada lagu baru untukmu, The Lost


Harmony”


“Kau buat lagu


baru? Untukku? Terima kasih.” Aku sangat gembira, walaupun aku sudah tau hal


ini.


Dia membuat lagu berjudul The Lost Harmony, lagu yang akhirnya


menjadi favoritku dan terus ku nyanyikan saat kami tak pernah bertemu selama 3


tahun. Sebenarnya lagu ini berisi kisah antara kami berdua dan kami sudah tau


kalau hubungan kami ini adalah sebuah bencana. Namun, kami saling menyukai jadi


kami terus menjalani walaupun banyak rintangan yang harus kami hadapi.


Arthur segera mengambil alat musiknya, sebuah biola berwarna putih


dengan namanya di bagian samping biola.


“Dengarkan aku,


agar kamu bisa menghafal lagu ini” ucapnya sambil tersenyum.


.


.


*Bulan bersinar terang, ku lihat cahya yang indah


Ku lihat wajahmu tergambar


Kau tersenyum, membawaku pergi  dari kegelapan


Membawaku melintasi dunia


Memberikan ku harapan


Kau ciptakan harmony baru saat yang lama hilang


Dan ku terus bernyanyi bersamamu


Menyaksikan kejamnya dunia


Namun aku bahagia dapat bersamamu


Nada yang dulunya tak pernah tersusun, menghilang bagai puzzel


Kini satu persatu kembali tersusun membentuk harmony yang indah


Bersamamu semuanya terjadi


Bersamamu………..


Aku akan terus mencintaimu*


.


.


Itu adalah alunan yang begitu indah, membuatku menangis, aku


bahagia akhirnya bisa bertemu dirimu lagi. Maaf aku tidak sekuat mereka tapi,


aku akan terus melindungimu dan takkan ku biarkan kematian menghampirimu


kembali.


“ Clara? Kenapa


kau menangis?” Arthur sangat khawatir hingga memelukku dan menenangkanku.


“Maaf, maafkan aku”


ucapku yang membuatnya kebingungan.


Hari itu pun berakhir dengan tangisanku dan tentu saja berakhir


indah dipelukannya.

__ADS_1


__ADS_2