The Lost Harmony

The Lost Harmony
Chapter 7


__ADS_3

Tepat seperti prediksi, kami sampai ke tempat tujuan dan terlihat asap hitam yang menyebar kemana mana dan puing puing bangunan yang menghitam seperti telah terbakar oleh api, dimana menyisakan menara lonceng yang masih berdiri tegak tanpa tersentuh oleh apapun. Terlihat juga mayat yang tersebar dimana mana dimana wajah mereka tidak bisa dikenali lagi. Bukankah ini begitu kejam, bahkan anak kecil yang tidak tau apa-apa mereka habisi hingga rata.



“Ambil posisi masing-masing seperti yang sudah diarahkan. Jangan lupa gunakan sihir penyamar agar bau kita tidak tercium oleh mereka. Jika kalian sudah mendapatkan informasi kembai ke tempat awal dan tunggu intruksi selanjutnya. Semuanya berpencar!”


Setiap team menjalankan tugas mereka masing masing, aku dan Ganymade menjadi team utama. Kami mencoba mencari dalang utama pemberontakan ini.


“Apa kau sedikit aneh dengan pemberontakan ini?”



“Apa maksudmu?”



“Pertama hal ini dilakukan malam malam, memang ini tidak begitu aneh jika ingin memusnahkan beberapa wilayah hany saja, apa kau melihat menara lonceng saat kita berada digerbang masuk desa?”



“Iya, menara itu tidak terbakar dan juga rumah yang dibangun dekat laut juga tidak terbakar dan jika seumpama mereka merencanakan hanya membakar bagian pemukiman yang jauh dari laut, bukankah di bagian utara terdapat spirit beast air.”



“Tepat sekali, harusnya api ini bisa padam walau spirit beast banyak dibunuh. Karena hanya memerlukan sekitar 30 saja untuk memadamkan satu wilayah ini. Dan disini terdapat kisaran ribuan spirit beast air.”



“Apakah dalangnya bukan orang luar atau wilayah lain, melainkan-“



“Ya, penduduk desa itu sendiri.” Balas Ganymade.



“Tapi, kenapa ada banyak mayat diluar sana?apa mereka menumbalkan sebagian penduduk untuk pengalihan?”



“Tidak, semuanya hanyalah ilusi.”



“Apa?”



“Disetiap jalan yang kita tempu,aku melihat bunga Damiana,bunga ini memiliki aroma yang khas yang membuat orang mabuk dan berhalusinasi namun, bau itu akan tersamarkan oleh asap dan bau lainnya yang mereka buat untuk menutupinya. Tapi efek bunga itu tidak bisa mengendalikan pikiran seseorang hingga mereka memiliki pandangan yang sama. Aku hanya menebak ini berhubungan dengan menara lonceng. Menara itu dibangun tepat berada di tengah pemukiman ini dan hal ini bisa memungkinkan seseorang menggunakan sihir dan menyalurkan ke setiap bunga Damiana. Ia mengontrol sihir itu agar setiap orang yang masuk ke jaungkauannya akan melihat mayat dan bangunan yang sudah hancur.”



“Jadi kemungkinan kita dijebak.”



“Iya.” Tiba-tiba terdapat panggilan dari Jendral Barbari.


‘Clara, kami menemukan sisa pasukan dan mereka terluka parah. Kami segera mengamankan mereka dan mengobatinya.’ Ganymade memberikanku kode dan aku mengerti apa maksudnya.

__ADS_1


‘Jendral menjauhlah dari tempat anda sekarang!.” Jendral Barbari segera menjauh dari posisinya.


‘Tinggalkan mereka secepatnya, kita dijebak, penjelasan akan kuberikan nanti.sekarang cepat tinggalkan mereka dan berhati hatilah. Cepat!’ Jendral segera menemui timnya, terlihat dari layar sihir pasukan yang tersisa terlihat sangat aneh. Saat Jenral memberikan kode untuk meninggalkan mereka, kebanyakan timnya bingung namun, beruntungnya mereka mematuhi perintah tanpa bertanya. Saat mereka hendak pergi terdengar teriakan. Salah satu pasukan yang tersisa menyerang pasukan kami.


‘Jendral cepat pergi.’ Seketika layar sihir menghitam dan menghilang seketika.


“Kita harus membantu mereka.” Ucapku namun, Ganymade menahanku.



“Apakah kau bodoh, kau bukan seorang tanpa pengalaman. Pikirkan tim yang lain, dari pada kita menolong mereka dan mengorbankan tim yang belum mengetahui kebenarannya. Lebih baik kita mengutamakan tim tersebut. Mereka pasti bisa menangani semuanya.”



”Tapi- baiklah.” Sebenarnya apa yang ia katakan ada benarnya. Hanya saja, aku tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja namun, disisi lain aku juga harus memberi tahu tim lain dan menyiapkan rencana selanjutnya.



“Percayalah pada mereka.” Ucapnya yang membuatku sedikit tenang. Yah.. aku percaya mereka pasti bisa menanganinya.


...***...


Kami segera menuju ke tim dua dan empat,kami tidak berpencar karena tidak tau jebakan apa yang telah disiapkan oleh musuh. Tak lama akhirnya kami menemukan tim 2, terlihat Castel tengah memberikan komando pada mereka hanya saja sebagian pasukannya terlihat terluka dan mereka hanya seperempat dari sebelumnya.



“Apa yang terjadi, mengapa hanya tersisa segini?”



“Mereka tiba tiba saja menggila dan menyerang satu sama lain, aku berusaha mencegahnya hanya saja aku merasakan ada bau yang aneh, sehingga aku terpaksa menyuruh sisanya untuk segera pergi.”




“Castel, kita dijebak. Pemberontak sesungguhnya adalah penduduk desa itu sendiri. Dan mereka menggunakan bunga Damiana dengan sihir pengontrol untuk mengelabuhi dan memecahbelah kita.”



“Apa yang harus kita lakukan? Tenagamu sudah terkuras habis dan jika kita menggunakan sihir pelindung kita tidak memiliki kekuatan yang cukup.” Kami semua kebingungan, jika begitu saja melanjutkan perjalanan sama saja dengan bunuh diri.



“Aku bisa membantu kalian.” Ucap seseorang yang semakin mendekat.



“Calisto? Kenapa kau bisa disini?”



“Maaf, aku diam diam mengikuti kalian dan aku bersembunyi di pasukan Castel.” Tiba tiba saja Ganymade menyodorkan pedang ke arahnya.



“Ganymade!”


__ADS_1


“Jangan berusaha membohongi kami, kau pasti salah satu ilusi mereka.”



“Aku tidak berbohong, ini aku Calisto. Percayalah, Clara ini aku.” Aku juga tidak tau apa yang harus ku lakukan, musuh kali ini adalah ilusi yang sangat susah untuk ditebak. Dan tidak bisa semudah itu untuk mempercayai seseorang. Kini tidak ada yang bisa dipercayai dan hanya bisa mempercayai diri sendiri.



“Ganymade, turunkan pedangmu, aku tau ini sulit,tapi coba berikan dia kesempatan. Mungkin saja dia memang Calisto.” Terlihat ia sedikit ragu, tapi dia mengikuti perintahku.



“Baiklah,langsung saja. Aku memiliki penawarnya sehingga kita tidak akan terpengaruh oleh ilusi mereka. Aku memiliki bunga penangkal dan setiap orang akan memegang satu, hanya saja kalian harus memberikan darah kalian karena bunga ini tidak begitu kuat untuk menangkal sihir, dia hanya bisa menangkal ilusi dari bunga Damiana.” Calisto segera memberikan masing-masing satu bunga dan segera kami memberikan sedikit darah dan bunga itu bersinar dan cahayanya menyelimuti tubuh dan seketika menghilang.



“Bawa bunga itu,jangan sampai menghilang.” Ucap Calisto.



“Baiklah, selanjutnya kita harus mencari tim 4.”



“Clara,tadi kau bilang dalangnya adalah warga itu sendiri hanya saja, mengapa mereka melakukan ini?”



“Aku juga belum tau pasti alasannya.”


Tanpa membuang waktu kami segera mencari tim 4 dan tak jauh dari tempat kami akhirnya kami menemukan mereka. Segera kami mendatangi Worn.


“Apakah kalian baik baik saja?”



“Tim kami tidak mendapat masalah, hanya saja tim 3 terluka parah.”



“Kalian bertemu mereka?”



“Iya kami membantu mereka melawan pesukan yang tersisa dan aku hanya mengetahui sebagian apa yang terjadi dari Jendral.”



“Iya, kita dijebak dan dalangnya adalah penduduk di wilayah ini hanya saja kita belum tau alasannya dan dalang utamanya.”



“Hei, kenapa Calisto ada disini?”tanya Worn kebingungan.



“Aku mengikuti kalian.”


Tanpa basa basi Calisto memberikan bunga penangkal pada semua yang tersisa dan memberikan penjelasan singkat hanya saja saat itu Ganymade hanya diam, seperti ada yang aneh dari dirinya. Terakhir kali aku melihatnya mendekati Worn seperti mebisikan sesuatu. Tapi aku tak menghiraukannya, mungkin mereka hanya membicarakan rencana. Sepertinya kali ini kami akan menghadapi tantangan yang sulit.

__ADS_1


__ADS_2