The Lost Harmony

The Lost Harmony
Chapter 5


__ADS_3

   Aku tidak begitu ingat detailnya. Hanya saja saat itu aku terbangun di sebuah ruangan putih yang begitu luas. Di dalamnya terdapat delapan sel penjara dengan setiap sel berisi dua orang dan aku salah satunya. Aku sudah berada di sana saat umurku 5 tahun dan anehnya kami semua tak mengingat identitas masing masing. Awalnya aku berpikir kami adalah cloning ataupun manusia yang mereka ciptakan namun, aku menemukan fakta menarik bahwa sebenarnya kami adalah anak yang diculik dari negeri Uzber dan dijadikan alat bagi mereka. Karena manusia hanyalah alat, tak peduli bagaimana caranya, tidak peduli apa yang harus dikorbankan karena semuanya hanya untuk mencapai sebuah kepuasan. Selama disana tidak ada yang special hanya saja mereka melakukan percobaan pada setiap anak dan mereka yang dianggap produk gagal akan dimusnahkan.


Enam belas anak yang bersamaku dari awal lama kelamaan habis dan menyisakan aku dengan Hai. Saat itulah aku mengenalnya, betapa menyenangkannya saat itu. Tapi tak lama kebahagian itu berlangsung, saat aku berumur 15 tahun sedangkan dia berumur 12 tahun mereka membawa kami sebagai kelinci percobaan kembali. Kami dibawa ke sebuah ruangan bawah tanah itu dan menyaksikan banyak penyiksaan. Awalnya aku tak menyangka bahwa masih banyak anak yang menjadi kelinci percobaannya selain kami berdua dan empat belas anak lainnya. Kami di sana selama kurang lebih 5 bulan dan saat itu Hai dibawa mereka dan aku tidak tau lagi keadaannya hingga kau datang saat itu.


                                                                                           ***


“Hanya segitu yang ku tau.”Ucapnya menghentikan ceritanya itu. Awalnya aku tak menyangka dia lebih tua dua tahun dariku, soalnya dia tampak seperti sebaya denganku apalagi dengan tingkahnya yang seperti anak kecil. Mungkin jika orang berhadapan dengannya pasti sependapat denganku.


“Apa kau tau tujuan mereka?”


"Tidak, yang ku tau mereka ingin membuat manusia perang. Alat yang memiliki kekuatan melebihi batas manusia yang akan dijadikan pasukan saat pertempuran. Dan hal itu membuat mereka menang dengan presentasi tinggi.”


“ Mereka kelompok dari mana?”Dia menatapku.


“ Uzber, nama kelompok mereka adalah Dark Night. Namun, mereka hanya orang yang tidak penting.”


“Maksudmu mereka hanya sebuah tumbal”


"Tepatnya seperti itu.”


“Terima kasih atas informasinya. Apa kau tidak masalah?”


“Tujuanku bukan untuk membantumu, aku hanya membalas budi. Aku tidak suka berhutang kepada seseorang. Lagi pun aku hanyalah sebuah alat.” Aku menghela nafas, kenapa dia berpikir dirinya sebuah alat. Bukanya dia seorang manusia yang memiliki identitas. Sebuah klonning saja ingin dianggap sebagai manusia bukan alat pemuas mereka yang rakus akan semua hal.


“Apa kau tau Calisto, manusia dikutuk untuk bebas. Dan tidak ada yang ingin menjadi sebuah alat yang hanya bisa dimanfaatkan. Jika aku memilih untuk dimanfaatkan atau memanfaatkan, tentu saja aku memilih memanfaatkan.”


“Jika kau tidak bisa menghargai dirimu sebagai seorang manusia bukan sebuah alat bagaimana orang bisa menghargai dirimu sebagai seorang manusia? Manusia adalah makhluk yang bebas namun juga harus bertanggung jawab atas apa yang mereka pilih. Tidak ada belengguk atau rantai yang membatasi kecuali dirinya sendiri.” Sambungku yang langsung meninggalkannya.


                                                                                             ***


Pagi itu aku terbangun sangat pagi, udaranya juga masih sangat dingin bahkan matahari belum memunculkan dirinya. Aku menikmati waktu itu dengan bersandar di atas pohon sambil bersenandung riang. Bukankah seharusnya aku menikmati kebebasanku sebelum menjalankan misi selanjutnya. Aku juga sudah mengirim pesan ke kaisar. Sepertinya misi selanjutnya akan melelahkan.

__ADS_1


“Hei apa yang kau lakukan disitu?” Tiba tiba saja aku mendengar suara yang tak jelas wujudnya.


“Tepat di depanmu.”


“ E....eh! kenapa kau disitu?”Aku terkejud melihat Calisto yang bersandar di atas pohon tepat di depanku.


“Kenapa? Apa aku tidak boleh disini?”


“Bukan begitu, aku hanya terkejut kau ada disitu.”Dia menghela nafas,


“Aku hanya menikmati pagi yang indah.” Aneh, satu kata untuknya


“Apa lukamu sudah sembuh?”


“Untuk apa kau peduli.” Sepertinya aku bertanya tanya, kenapa banyak laki laki yang menyebalkan sepertinya.


“Aku tidak peduli denganmu, hanya aku tidak ingin kau jadi beban saja,”


Kadang aku tak mengerti sifatnya, saat pertama kali dia seperti anak kecil, tepatnya pria dewasa yang malu malu, dan sekarang dia seperti seorang yang menyebalkan. Sudahlah itu bukan urusanku, dari pada moodku rusak karena tingkahnya lebih baik aku menikmati semilir angin pagi.


“Oh ya siapa namamu?” Apakah dia sudah mulai pikun karena bertambah umur, bukanya tadi malam baru saja ku kasih tau.


“Clara, ingat itu. Aku tidak ingin mengulang lagi untuk yang sekian kalinya.” Dia hanya diam.


“Clara, bisakah aku bergabung dengan kalian.”


“Jika kau bertanya padaku tentu saja tidak. Aku bisa berbaik hati tapi, tidak dalam semua hal.”Aku langsung pergi meninggalkannya dan kembali ke tendaku.


“Yah, sepertinya memang seperti itu, lagi pun siapa yang akan percaya.”Walau terdengar lirih aku masih mendengarnya dengan jelas.


Setibanya aku di depan tenda, terasa hawa membunuh yang sangat kuat. Aku bertanya tanya apakah ada musuh yang berhasil masuk? Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Penjagaannya sangat ketat. Aku membuka tendaku dan melihat Worn yang menatapku dengan tajam. Saat itulah aku mengingat apa yang telah ku lakukan. Dan aku hanya bisa tersenyum dengan wajah tanpa dosa. Segera ku bacakan mantra dan akhirnya ia bisa bergerak seperti semula.

__ADS_1


“Sudah puas kau membuatku jadi patung, Clara!”ucapnya membara bak api yang berkobar.


“Eh.. itu, heheh... maaf aku lupa denganmu jadi..”aku pun segera lari darinya.


“Hei, kau pengecut beraninya lari dasar gadis lemah!”mendengar ucapannya membuat langkahku terhenti.


“Apa yang kau bilang tadi, dasar kecoak!”


“Apa kau bilang rubah?”


“Heh…harusnya aku lebih baik darimu, seorang laki laki takut kecoak.”


“Apa kau bilang?memang kau juga tidak takut?”


“Sebenarnya aku juga takut sih…”Dikejauhan Castel melihat pertempuranku dengan Worn sambil menggelengkan kepala.


“Apakah mereka tidak bisa akur hanya dalam sehari saja.”


“Mungkin bisa.” Jawab Calisto.


“Bagaimana caranya?”


“Lihat saja nanti.” Ucap Calisto sambil melempar sebuah kain yang entah apa isinya ke arah kami.


Aku membuka sebuah bungkusan yang mengenai kepalaku dan kelihatnya itu pasti dari Calisto, begitu pula dengan Worn yang mendapatkan hal yang sama. Saat ku buka isinya adalah….KECOAKKKK! segera ku lempar bungkusan itu dan segera mengucapkan mantra. Sedangkan Worn menusuknya dengan pedang yang ia bawa. Kami pun mendengar gelak tawa mereka berdua, ya mereka adalah orang yang menyebalkan. Lihat saja nanti malam, aku pun mengkode Worn dan mengakhiri perang kami.


                                                                                                ***


Tepat malam hari tiba, kami semua makan malam bersama sambil berbincang dengan serunya. Mereka berdua menyantap makanan yang khusus kami berikan dan itu adalah makanan yang sangat special. Dengan senyum kemenangan kami melirik satu sama lain. Dalam hati aku menghitung dengan sangat bahagia, 1….. aku terus memandangi mereka hingga mereka merasa ada yang aneh, 2….sepertinya sebentar lagi, 3!


Aku melihat wajah Castel yang sudah berubah dengan cepat, diikuti Calisto yang mulai berkeringat. Secara bersamaan mereka keluar dari tenda dan saat itulah kami berdua tertawa terbahak bahak.Dan begitulah seterusnya, sepertinya karna terlalu kelebihan takaran , mereka berudua mengalami diare selama 3 hari.

__ADS_1


__ADS_2